Minggu kemarin saya absent dari dunia per-blog-an karena ada aktivitas yang mendesak. Tapi tentunya tanpa pemberitahuan, karena saya tidak ingin dikatakan punya penggemar jika mengatakan Permisi…
Tapi ada beberapa hal yang sempat saya amati di minggu kemarin sebelum sejenak berhibernasi : Maraknya Blog Porno. Beberapa blog saya amati mempunyai content yang berbau porno, baik itu dalam bentuk tulisan maupun gambar. Minggu ini blog-blog tersebut sepertinya sudah “terlempar” dari blog of the day di wordpress.
Bagi saya, blog adalah suatu ungkapan ekspresi seorang blogger. Dengan kata lain, apa yang ada dalam suatu blog adalah apa yang ada dalam otak (pikiran) seorang blogger. Tentunya blog menjadi sarana menumpahkan segala macam pikiran tadi. Hal ini yang membuat blog menjadi ramai dengan berbagai macam tulisan, mulai dari seputar masalah pribadi, teknologi informasi sampai politik tingkat tinggi. Dan semua itu membuat blog menjadi tempat yang sangat berguna, selain untuk mendapatkan informasi juga untuk berinteraksi.
Ciri blog yang saling berinteraksi tadi yang membuat saya berpikir : Seperti apa cara berinteraksi dalam blog yang mempunyai content hal-hal berbau porno ? Yang saya bayangkan adalah pembicaraan seputar isi blog tapi dengan isi yang menyinggung-nyinggung porno juga. Bukan suatu interaksi mencerahkan dengan tambahan informasi dan cara yang mendidik.
Dari blog, saya dapat membayangkan seperti apa orang yang ada dibalik layar. Mungkin terlalu cepat mengambil kesimpulan, tetapi ada beberapa teknik khusus untuk mengetahuinya
Dan dari blog yang berisi hal-hal porno, kita juga bisa membayangkan seperti apa orang yang menjadi admin-nya. Memang tidak ada suatu larangan bagi siapapun untuk memasukkan apapun dalam blognya. Tapi tentunya kita bisa membuat suatu perkecualian, misalnya tidak menulis hal-hal yang menghina seseorang/institusi/agama, menjurus pada perpecahan, atau yang lainnya.
Alasannya memang bernuansa etis. Apakah isi blog yang berbau hal-hal porno masuk dalam kategori etis tadi ? Kita bisa mempunyai segudang jawaban. Kita bisa memberikan alasan termasuk misalnya : Kebebasan Berekspresi. Yup, kalau menyangkut kata-kata sakti kebebasan berekspresi, tentunya itu menjadi hak pemilik blog untuk “mengapa-apain” blognya.
Dunia blog juga tidak mempunyai semacam “aturan dan peraturan” yang tertulis yang bisa menjadi amar dan rambu-rambu dalam berblog-ria. Semuanya adalah seperti kesepakatan tidak tertulis. Aturan yang ada juga adalah aturan etis dan estetis, misalnya mengomentari komentar, tidak menulis hal-hal yang menghina dan melecehkan, dll. Hukuman dari pelanggaran etis tadi bukanlah hukuman seperti dalam dunia legal : Anda melanggar, anda dihukum. Yang jelas bisa jadi blog tersebut menjadi blog yang tidak lagi dikunjungi (low traffic). Meskipun isi yang berbau porno justru menjadi daya tarik suatu blog (bagi yang tertarik).
Blog, bagi saya, juga bisa diandaikan seperti sebuah kamar yang tembus pandang. Orang luar dapat melihat kamar itu, apa isinya, sedang apa si pemilik kamar, dan pernak-pernik apa yang ada di kamar itu. Begitu terbukanya blog sehingga dulu blog dianggap adalah sesuatu yang hanya berisi diary pribadi si empunya blog, walaupun kemudian anggapan itu kemudian terkikis. Blog bukan hanya sekedar diary seorang blogger.
Kembali ke pengandaian kamar tadi. Jika pengandaiannya seperti itu, maka blog berisi hal-hal porno adalah blog yang sudah bisa kita bayangkan. Misalnya seperti ini :
Isi : Standar kamar, ada tempat tidur, lemari, meja, dll. Tambahan lagi : Disana sini berserakan majalah-majalah porno. Ada komputer di sudut ruangan dan di layar yang menyala terpampang foto-foto dan video-video porno dari berbagai situs porno. Juga ada CD-CD “dewasa” yang khusus untuk usia +18. Di dinding ada berbagai macam poster cewek-cewek bugil dengan berbagai gaya, entah itu sendirian atau dengan pasangan sedang melakukan “sesuatu”.
Pernak-pernik : Ada berbagai macam Sex-Toys, mulai dari boneka (dildo), vibrator, condom machine, condom baik yang bekas maupun masih terbungkus di kotaknya.
Pemilik Kamar : Sedang melakukan suatu aktivitas seksual. Mungkin sedang (maaf) masturbasi, atau melakukan hubungan seksual dengan pelacur yang entah didapat dari mana.
Dan semuanya itu dapat dilihat alias TRANSPARAN.
Mungkin itu terlalu berlebihan, tapi itu hanya pengandaian saya saja. Melihat sesuatu dan membayangkan seperti apa aplikasinya dalam dunia nyata
Saya sendiri tidak tahu alasan apa yang ada dibalik layar yang menyajikan isi blognya seperti itu. Mungkin karena dunia blog yang bisa membuat seseorang menjadi “anonim” alias tak-beridentitas yang membuat seseorang bisa seperti itu. Dalam teori psikologi sosial (teori lagi-teori lagi
), kondisi anonimitas dapat menimbulkan berkurangnya kontrol kesadaran diri. Dengan kata lain, seseorang bisa menampilkan tingkah laku yang berbeda dibandingkan jika dia beridentitas. Dan tingkah laku yang berbeda itu dapat berbentuk apa saja, termasuk sadisme, pornoaksi, voyeurism, eksebisionisme, dan lain-lain.
Tulisan ini juga bukan bermaksud menghakimi, karena siapa saya sehingga bisa menghakimi anda-anda semua. Ini hanyalah suatu analisa (yang mungkin kebablasan) dari perspektif pribadi tanpa maksud apa-apa.
Bagaimana perspektif anda ?







Wah rupanya analisa psikologis di dunia blog lumayan menarik untuk dikaji yah. Silahkan dilanjut pak… Apalagi kalau bahasanya di buat gaya untuk orang awam pasti banyak yang seneng, gak perlu nyari2 maksudnya. Ditunggu terus pencerhannya yang lain. terimakasih.
Eh, klo blog saya gimana? Sudah cukup porno belum? atau religius tidak?
Psikoanalisanya gimana tuh? kapan2 kehabisan ide nulis (sepertinya ga akan sih), mbok saya di kasih konsultasi psikologi gratis
sip.
nyebel2in mata aja kalo liat botd, isinya cuma situs2 yang memuat foto keluarga azhari ituh…
ga kreatif & ga menunjukkan kualitas blog sama sekali.
tapi…
apakah tepat ungkapan “don’t jugde book by it’s cover” disetarakan dengan “don’t judge people by it’s blog”?
mungkin sekali-kali saya ingin fosting forno juga lah.. biar meningkatkan trepik.. *halah euy*
mas wadehel, seorang teman saya yang tidak religius tapi suka baca baca tuisan counter kritik ttg agama dan sedang suka sukanya dengan segala tulisan yang berbau syiah, berkomentar begini ttg blognya mas wadehel :
“bahasanya terlalu kasar. aku ndak suka”.
walah, saya kecewa sekali jadinya, tapi diam diam mengamini juga pendapatnya. padahal kalo teman saya ini ketemu postingan postingan jusfiq hajar jaman tahun 90an dan 2000an awal, mungkin dia bisa lebih pusing … :d
Sebentar. Dildo itu ngga sama dengan boneka, lho. Boneka ya utuh sebadan. Dildo kan serupa organ lelaki saja.
Kata suami, kita (semua? mungkin yang sudah mahir) berinternet dengan memperlihatkan ’social face’.
Apa yang ditampakkan di net bisa disesuaikan agar mendapatkan kesan seperti yang diinginkan oleh publishernya. Seperti ungkapan ‘On internet, nobody will know if you are a dog’.
Setelah kopi darat, lihat langsung, baru kita dapat mengonfirmasi apa yang kita pikirkan sebagai kesan sebelumnya. Entah ‘He’s just like a dog’ atau ‘Man, he IS a dog’.
Tentang situs porno (entah blog juga atau tidak). Situs beginian termasuk penjaring duit yang paling besar. E-book paling banyak beredar ya di sini, dengan alasan iklan porno begini bisa ngasih duit gede, supaya ngga rugi ngasih e-book gratis.
Masih kata suami. Para programmer, ketika sedang menjelajah internet untuk keperluannya, mau ngga mau harus berurusan dengan pornografi. Karena yang mereka butuhkan bisa didapat di situs yang juga memajang pornografi (foto, video, atau iklan ‘jualan’). Ya itu tadi, karena urusan porno mampu membiayai.
Suami seringkali risih kalau lagi menjelajah internet nyari e-book sementara saya sedang duduk di meja sebelahnya (dengan komputer saya sendiri).
Karena cepat atau lambat, ketika saya menengok, pasti akan terlihat pornografi di layar monitornya. “Kalo dimatiin ya gak bisa ketauan dong barang yang dicari (laptop atau screenshot e-book, misalnya)”.
Maap panjang. Mungkin bisa urun sudut pandang lain
Itulah, ketika Anonim temenan sama Amoral, ups! Mudah2an Aagym lekas kembali
Kalau petinggi WP.com ngerti Bahasa Populasi Terbesar ke-4 (?) di dunia ini, mungkin akan langsung dicabut Hak Asasi WP-nya, ya. Melanggar TOS, kan?
Pornografi memang hal yang menarik….
don’t judge a post by its title =D ..
judul porno belum tentu isinya porno .. kadang2 judul malah disarukan agak porno, biar yang ngeliat judulnya penasaran dan ngebuka post tersebut .. yah kurang lebih seperti aku yang ‘nyasar’ ke sini.. hehehe .. permisi ah..
mungkin artikel2 seperti itu di private atau password saja. cukup buat konsumsi sendiri atau kalangan tertentu. bebas tapi harus ber-etika toh…
hehehe….bener tuh Goio..dont judge people from the first sight..tak lihat banyak yg nyasar ketempatku dikira aku nulis porno… padahal aku bercanda…:)
Merujuk trend pencarian om Google, kata kunci yang mengandung ungkapan porno punya grafik tinggi dan stabil. Cocok dengan judul postingan, lautan porno. Bukankah lautan lebih luas dari daratan ? *bener gak sih*
Tapi om google kadang memenggal kata. Misalnya menulis “nude”, yang muncul bukan hanya “nude” saja, panu gede juga muncul. Begitu juga ketika nulis “dildo”, mungkin akan muncul juga gambar kendil domistik.
Hahaha, alinea kedua asli bercanda. Maaf pak.
mestinya nulis blog tentang porno dipublikasikan juga materi materi( bagusnya gambar) tentang porno, supaya kita bisa tau porno itu apa
Sedang membahas pornografi ya?
Maaf pamit dulu, takut jadi pengin sich hehehe
@ All :
Sekali lagi saya nggak menjudge (menghakimi) seorang blogger. Saya hanya menganalisa dari sudut pandang etika ditambah dengan sedikit pengetahuan tentang penggambaran karakter seseorang dari apa yang dihasilkannya (tulisan dalam blog).
Kalau berlebihan, mohon maaf setinggi-tingginya, sedalam-dalamnya, dan seluas-luasnya.
@ helgeduelbek :
ini hanya karena ada yang menarik aja, pak… biasanya juga pake common sense
@ wadehel :
blog-mu hel, itu blog yang paling porno sedunia dan paling religius sedunia. Paradox nggak ?
jaman edan ini udah nggak ada lagi yang gratis lho… (katanya)
@ antobilang :
Tapi kita bisa melihat isi kepala (pikiran) seseorang dari blognya. Dan isi kepala seseorang berhubungan juga dengan karakter seseorang.
@ roffi :
nggak takut jadi penghuni kamar ilustrasi diatas, mas ?
@ Mbak Lita :
Eh, iya ya ? thanx mbak…
Memang sih, karena ini dunia maya, kita nggak bisa melihat diujung sana seperti apa karakter sebenarnya dari si blogger. Mungkin he’s just like a dog atau he is a dog, exactly. Tapi ada cara-cara khusus (bagi saya pribadi) untuk menyusun suatu teori (?) ttg karakter seorang blogger. Dan konfirmasi teori itu memang kalau udah kopi darat…
Thanks atas pengalamannya, mbak…
@ zaki :
Sedikit koreksi :
AMORAL adalah sesuatu yang TIDAk berhubungan dengan masalah-masalah moral.
kalau untuk menggambarkan suatu perbuatan yang TIDAK BERMORAL, kata yang digunakan adalah IMORAL (bukan imortal lho..)
@ fourtynine :
Sampai ribut kemarin masalah UUD APP. Gimana kabarnya ya ?
@ Golo :
don’t judge a title by its title… (apaan lagi tuh ?)
@ passya :
Bebas tapi Beretika. Itu yang paling penting ..!!!
@ senyumsehat :

Bukannya dokter profesi yang juga porno. mbak ? Bayangin seluruh tubuh bisa diobok-obok sama dokter. Kurang porno apalagi ?
*jadi dokter enak ya ?*
@ cakmoki :
oom google emang kadang suka ngawur kalau cari sesuatu…
@ panca :
PORNO itu temenan sama PARNO, karena hal-hal porno bisa membuat seseorang menjadi parno alias paranoid
@ deking :
saya juga pengen….
bikin gerakan anti blog porno? atau somasi blog porno?
wakaka
Blogku termasuk porno ngga ya? Soalnya ada kata vagina.
Upps… jemuranku tak pindah ke belakang ahh. nanti kelihatan di blog, celana dalamku yang gambar bunga-bunga sama gambar doraemon
wah jadi ketipu judulnya nih hehehe..
Kapan blog-blog porno itu masuk BOTD? Kok kebetulan pada saat buka BOTD tidak pernah nemu taut blog porno ya? Paling ajeg lihat kafemotor sama helgeduelbek gonta-gantian rebutan enggon.
Blog saya walaupun porno belum pernah masuk BOTD. Halahhh….
*Kecewa..*
Haah…. saya googling2 pakai keyword porno didlo, siapa tau nemu situs porno keren, taunya nyasar ke sini…
@ antobilang :
Nggak sampai “separah” itu koq….
@ de :
Pastinya tergantung konteks. Tetapi setelah melalui “penelitian mendalam” ternyata blognya mbak de nggak termasuk porno koq….
@ dee :
Eh, nggak apa-apa koq. Ditampilin aja, siapa tau ada orang “aneh” yang terangsang melihatnya
@ khaidar & manusia super :
maunya tuh….
@ Kang Kombor :
Memang nggak masuk 10 besar (pernah juga sih) tapi minimal ada 20 besar Top Blogs. Tapi kayaknya sekarang sudah menghilang…
gemana kl p0rn0nya hanya tulisan berbahasa Indonesia saja (bukan gambar bug1l)..trus misalnya kl diaduin ke wp.com (klik bloginfo » report as mature), admin wp.com ngerti ngga ya bacanya..?
ato blog p0rn0 itu diminta pasang script MyBlogLog (khusus utk wp.com tersedia jg), jd kan para pengunjung bisa nampang..
(walaupun masi bisa diakali/hidden jg sih..)
mungkin perlu ada postingan utk menyanggah ‘cerita2′ p0rn0 tsb agar tdk ditelan mentah2 pembaca..?
Untung di blog gua gak ada judulnya porno, kalau ada bisa disomasi kali ya….
lagian blog yang ngebahas porno tuh kayak gak ada kerjaan lain aja, orang-orang udah pada tamasya ke ruang angkasa, eh kita masih kebelet ngomongin selangkangan……
Untuk apa berpuasa
Rasulullah saw bersabda: banyak umat Islam yang berpuasa tetapi tidak memperoleh makna puasanya kecuali cuma lapar dan dahaga. Allah juga berfirman, bahwa sesungguhnya berpuasa itu lebih baik daripada tidak berpuasa. Sayangnya selama ini kita tidak mengetahuinya. Inilah buku yang membahas makna puasa secara komprehensif dan holistik. Medis dan spiritual. Yang bakal meng-antarkan anda kepada cara untuk menjadi lebih bertakwa.
Beli buku Pak Agus mustofa dapat di lihat di http://www.admiber.com
seks adalah kebebasan moral,,,
tapi kalo mau ngeseks ya cari yang mau donk,,,
jangan mempengaruhi orang laen untuk nyari komunitas seks virtual
seks untuk dinikmati bukan untuk dipublikasikan,,,
just back 2 ourselves,,,
TUHAN BELUM MATI!!!
[...] Didi di Blog Lautan Porno [...]