Lagi-lagi sejuta maaf karena ada beberapa kesibukan yang membuat blog ini agak jarang di update.

Melihat perkembangan terakhir di blogsphere terutama di wordpress (walaupun jarang update), saya menemukan beberapa hal yang menarik perhatian saya. Perhatian utama saya tertuju kepada beberapa figur terkenal (memangnya artis ?) di wordpress yang mendapatkan sorotan berlebihan karena tulisan-tulisannya yang “cukup keras” di blognya (tidak perlu disebutkan siapa
). Perdebatan pun menjadi hasilnya. Saya tidak mengikuti secara aktif perdebatan itu, dalam arti memberikan komentar tambahan, tetapi mengamati dengan seksama bagaimana argumen, kritikan, dukungan, makian, dan pujian sahut menyahut menjadi satu.
Yang saya amati bukanlah ISI dari diskusi itu, tetapi lebih melihat kepada sudut pandang (point of view/perspective) seseorang dalam melihat suatu masalah. Terkadang cukup menarik melihat bagaimana seseorang membangun sudut pandangnya sendiri terhadap suatu masalah sampai saya kadang lupa terhadap apa yang didiskusikan. Saya terkadang lebih asik melihat bagaimana seseorang melihat suatu masalah dari sudut pandangnya sendiri dan membangun argumen dan akhirnya kesimpulan (dan juga judgement) dari situ.
Dalam postingan ini saya mencoba melihat fenomena pemakaian suatu sudut pandang (yang belum tentu benar) dalam melihat suatu masalah. Dalam psikologi, suatu mindset adalah cara yang digunakan oleh seseorang dalam melihat suatu persoalan. Mindset itu tertanam sebagai hasil kombinasi dari proses genetika dan lingkungan. Cara yang digunakan seseorang dalam melihat suatu masalah bisa bermacam-macam, tetapi kita bisa menyimpulkan bagaimana dia membangun teori dan keyakinannya dari mindset itu.
Cara yang saya gunakan dalam melihat mindset itu sangatlah mudah, yaitu menggunakan beberapa gambar-gambar (yang rasanya sudah pernah kita lihat sebelumnya) yang berisi ilusi optik (optical illusion). Beberapa gambar ini agak memberikan beberapa hal yang “mencerahkan” jika kita melihat dengan cara lain.
1. Gagasan/Ide Berasal dari “Kepala”
Coba anda lihat gambar berikut ini :

Apakah anda melihat anjing pada gambar diatas ? Saya yakin anda pasti mengatakan “YA“. Tapi sekali lagi, apakah anda BENAR-BENAR melihat GAMBAR ANJING diatas ? Ataukah hanya beberapa bintik-bintik hitam diatas putih yang anda katakan “MENYERUPAI” anjing yang sedang menunduk mencari makanan di tanah ?
Bandingkan dengan gambar berikut ini :

Apakah anda melihat gambar anjing pada gambar diatas ? Saya yakin kali ini jawabannya pasti YA.
Apakah artinya itu ?
Kita mengkonstruksi suatu gambar dari sesuatu yang belum jelas sebagai suatu gambar. Kita mengatakan : “itu mirip anu“, “ini mirip itu“, dan sebagainya. Sama seperti kita sedang tidur-tiduran di padang rumput dan memandang ke awan di langit. Ada yang mirip domba yang sedang mencari makan, ada yang mirip naga raksasa, ada yang mirip ikan paus, dan lain-lain. Dari mana kita membentuk gambar sampai kita mengatakan gambar itu MIRIP dengan sesuatu ? Dari otak kita, dari apa yang kita dapatkan dan pelajari dari lingkungan.
Mindset mengkonstruksi suatu hal dari hal lain yang belum jelas terkadang juga menjadi ciri kita dalam memandang suatu persoalan. Gagasan-gagasan yang ada diluar tidak murni berdiri sendiri sebagai suatu gagasan. Ketika dia masuk sebagai informasi ke dalam otak kita, kita tidak menelan mentah-mentah begitu saja gagasan/ide tersebut. Kita cenderung “mencampurkannya” dengan APA YANG SUDAH ADA DI KEPALA KITA dan menghasilkan sesuatu yang baru. Walaupun terkadang gagasan yang berasal dari luar itu sangat tidak jelas (blur). Itulah ciri suatu informasi yang telah masuk ke otak, dia tidak lagi menjadi informasi yang murni independen, tetapi telah menjadi informasi yang “baru” yang BERASAL DARI KEPALA KITA.
2. Konflik “Kanan-Kiri”
Ada beberapa hal yang bisa menjadi konflik dalam diri kita. Yang paling jelas adalah kita bisa menjadi “konflik” antara Otak Kanan dan Otak Kiri dalam mempersepsikan sesuatu. Coba anda amati gambar berikut ini :

Apa yang anda lihat ? Apakah anda bisa mengucapkan WARNA-nya dengan benar ?
Sedikit analisis kognitif dari gambar diatas adalah : ketika kita mencoba mempersepsikan gambar diatas, terjadi konflik antara otak kanan dan otak kiri kita. Otak kanan berusaha untuk meyebutkan warna yang ada di gambar tetapi otak kiri mencoba untuk membaca kata yang tertulis. Jadinya ? Bingung deh….
Apakah artinya itu ?
Konflik yang terjadi dalam diri BUKAN HANYA terjadi antara otak kanan dan otak kiri saja. Banyak hal-hal lain dalam diri yang juga bisa menimbulkan konflik, misalnya konflik antara HARAPAN dan KENYATAAN, IMAN (KEYAKINAN) dan ILMU PENGETAHUAN, NAFSU dan MORAL, dan segudang lainnya. Dan konflik-konflik itulah yang terkadang mewarnai bagaimana kita mengungkapkan suatu sudut pandang atas suatu masalah.
3. Lingkungan Mempengaruhi “Isi”
Dalam mempersepsikan sesuatu, terkadang apa yang berada di sekitar suatu hal mempengaruhi ISI dari persepsi kita. Tidak percaya ? Coba lihat gambar berikut ini (gambar lagi-gambar lagi
) :

Apa yang anda lihat dari gambar itu ? Apakah menurut anda titik yang ditengah pada kedua gambar itu berbeda besarnya ?
Atau gambar yang ini :

Apakah menurut anda ada lebih dari 3 warna pada gambar diatas ?
Padahal warna yang ada cuma 3 yaitu Hijau, Putih dan Pink.
Apakah artinya itu ?
Ketika kita mempersepsikan sesuatu, apa yang ada disekitar apa yang kita persepsikan ikut mempengaruhi persepsi kita. Lingkungan sekitar bisa menjadi faktor ikutan atau malah mengintervensi persepsi yang kita lakukan. Akibatnya, apa yang kita persepsikan bukanlah kenyataan yang sebenarnya dari sesuatu. Contoh lain seperti ini : Coba anda dan teman-teman anda berjalan di bawah lampu jalan raya yang berwarna kekuningan. Jika anda memakai baju biru, apa warnanya setelah disorot oleh lampu itu ? Bandingkan juga dengan warna baji teman-teman anda. Pasti berbeda.
Itu jugalah yang terjadi ketika kita melihat suatu masalah. Apa yang berada di sekitar masalah itu mengintervensi pemikiran dan pendapat kita atas masalah itu. Dalam suatu diskusi juga banyak terjadi hal seperti itu, ketika suatu fokus diskusi akhirnya lari kemana-mana dan OOT (out of topic) karena peserta diskusi kebanyakan melihat apa yang menjadi “pernak-pernik” suatu masalah dibandingkan inti masalahnya. Pendapat kita dalam suatu diskusi kebanyakan dibentuk oleh lingkungan sekitar dari diri kita dan juga dari masalah diskusi itu. Kita terkadang tidak bisa melihat lagi mana “bahan utama” dan mana “bumbu penyedap” atau “bumbu perusak” dari suatu masakan.
4. Membangun dari “Reruntuhan”
Ketika suatu informasi tidak lengkap ditangkap oleh otak, maka otak cenderung untuk “melengkapinya” menjadi sesuatu yang lengkap agar informasi itu menjadi sesuatu yang berarti (meaningful). Kita terkadang membangun informasi dari potongan-potongan atau puing-puing informasi yang berserakan, dan kemudian menyatukannya dalam otak kita agar menjadi sesuatu yang bermakna.
Coba lihat gambar berikut ini :

Apakah anda melihat gambar SEGITIGA pada gambar diatas ? Ada sebagian yang tidak, tetapi tidak masalah koq…
Segitiga-nya nongol dari bentukan ketiga gambar yang ada (berwarna hitam).
Apa artinya itu ?
Dalam psikologi, apa yang diperlihatkan oleh gambar diatas adalah GESTALT (dalam bahasa Jerman
). Gestalt dalam bahasa Inggris berarti WHOLE, dan dalam bahasa Indonesia adalah….. (apa ya ? )
Dalam penjelasan lain, suatu informasi yang tidak lengkap cenderung untuk dilengkapkan oleh otak manusia. Kita cenderung melihat sesuatu secara KESELURUHAN (ini mungkin artinya Gestalt/Whole) daripada secara sepotong-sepotong terhadap suatu informasi, dan jika informasi yang ada tidak memadai untuk dipahami maka kita membentuk sendiri sehingga informasi itu menjadi berarti.
Dalam memandang suatu masalah juga bisa seperti itu. Kita cenderung untuk mencoba mencari GARIS BESAR dari suatu informasi secara keseluruhan dan melupakan apa yang ada secara detail dibalik informasi itu. Melihat secara gestalt tidaklah salah, tetapi cenderung untuk melupakan detail dan pernak-pernik dari suatu informasi. Dan jika ini terjadi maka kita bisa kehilangan esensi dari suatu informasi, apalagi jika informasi itu cenderung rumit dan sangat banyak.
5. “Kacamata Kuda”
Saya bingung harus memberi judul apa diatas
Tapi coba perhatikan gambar ini :

Ini mungkin gambar optical illusion yang paling terkenal. Ada 3 wajah/kepala pada gambar diatas. Ada seorang gadis yang membelakangi, ada wajah nenek-nenek, dan ada wajah seorang bapak yang berkumis tebal.
Coba perhatikan gambar yang ini :

Pada gambar diatas kita dapat “melihat” ada 2 gambar yang ada yaitu 2 wajah yang saling berhadapan dan sebuah vas. Tapi bukan itu yang menjadi masalahnya.
Pertanyaannya : Bisakah anda melihat ketiga wajah dalam gambar 1 diatas SECARA BERSAMAAN ? Atau kedua hal (wajah berhadapan dan vas bunga) pada gambar 2 SECARA BERSAMAAN ?
Saya yakin anda (dan juga saya
) tidak bisa melakukannya.
Apakah artinya itu ?
Pada gambar 1 diatas, ketika kita melihat wajah seorang gadis yang membelakangi, maka PADA SAAT YANG BERSAMAAN kita TIDAK BISA melihat kedua wajah yang lain. Kedua wajah yang lain menjadi sesuatu yang hilang ketika kita memfokuskan perhatian kita hanya pada wajah si gadis. Tetapi bukan berarti kita tidak bisa melihat kedua wajah yang lain, tetapi masing-masing wajah muncul pada suatu pandangan tertentu saja.
Ketika kita memandang suatu persoalan, kita cenderung menggunakan suatu sudut pandang tertentu dalam memahami persoalan itu. Kita mengabaikan sudut pandang yang lain, karena kita hanya melihat dari satu sisi saja. Tetapi bukan berarti kita tidak bisa melihat sudut pandang yang lain. Kita bisa melihat dengan cara lain, tetapi ketika suatu cara dipakai maka cara lain pada saat bersamaan menjadi tidak berarti lagi.
6. Teka-Teki
Coba lihat gambar dibawah ini :

Berapa gambar yang bisa anda lihat dari gambar itu ? Itu pekerjaan rumah hari ini…..
======================
Sebenarnya masih banyak gambar dan juga analisa singkat yang akan saya sajikan, tetapi kiranya apa yang disajikan diatas, walaupun mungkin kurang lengkap, bisa menjadi sesuatu yang berguna. Mungkin penjelasannya agak kurang baik dalam hal semantik atau pemilihan kata, tetapi begitulah psikologi kognitif yang agak susah diterangkan dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Lebih enak pake bahasa aslinya (Inglis
)
Sekali lagi, mindset adalah kecenderungan kita dalam berpikir dengan menggunakan cara tertentu. Tidak ada hal yang benar dan salah dalam hal itu, tetapi bisa mempengaruhi kesimpulan akhir dari apa yang kita permasalahkan. Dan kesimpulan akhir yang salah bisa kita dapatkan dari penggunaan cara berpikir tertentu. Persepsi adalah sesuatu yang kelihatannya mudah untuk dipahami, tetapi sesungguhnya sangat sulit. Belum lagi jika kita menggunakan alasan dibalik suatu persepsi yang kebanyakan bernuansa personal.
Mohon maaf kalau minggu ini saya jarang blogwalking karena ada kesibukan yang menyita waktu. Terima kasih atas kunjungan anda dan juga komentar anda yang belum sempat saya balas. Saya harap minggu depan “keasyikan” berblog-ria kiranya dapat menjadi aktivitas yang rutin kembali. Terima kasih.







wah…PERTAMAX…..
baca belakangan…..
mmm….ini pelajaran psikologi. sering terdapat di psikotes kalo mo ngelamar kerjaan. sempet nemu beginian juga sih waktu les musik. gambar2 diatas itung2 untuk ngelatih otak kiri dan kanan. serta seberapa jauh imajinasi kita dalam melihat 1 gambar yang ambigu.
aduh…jadi inget jaman kuliah…
aduh..IQ saya jongkok..
nice artikel.. mencerahkan
wah bisa aja nih mas nyambungnya ke blog,..
btw. Yang no 6 gambarnya gak jelas tuh,. gimana mo ngitung?
hehehe..
wadoh kok udah ada 5 komentar
duduk di bangku ke-6 deh.
ini ngebahas apaan sih om? masi yang kemarin2 ntu?
wakaka…seru nih seru *bletakk*
wahh gambarnya ga kebuka. sux telkom-nyet.. juga ga bisa ngeraba dari komentator diatas.. hufff.. gambar apakah itu.
Mbuh ra weruh…. gambare ora kebuka kabeh….
Tapi da ada keputusannya ya pak? Bagaimana membangun mindset yang benar, persepsi yang mendekati kenyataan, atau menyadari kesalahan sudut pandang?
Pertanyaan saya sama ama manusiasuper he3..
btw salam kenal ya ^_^
mencoba berfikir ???hm…..hm…
Bikin PR ah! Gambar terkhir adalah seorang laki-laki tua (berjenggot) bermahkota dedaunan anggur.
Kayaknya mau pesta anggur nih (wine party) sehabih panen.
Walah… kok pakai PR sih? Aku kan paling males ngerjain PR. Sudah ah, besok nyontek teman aja.
@ ck :
udah bisa dijawab gambar nomor 6 ?
@ anung :
masa sih ? perasaan bukan jongkok tapi lagi tiduran…. ayo dibangunin…
@ grandiosa :
thanx mas…
@ alle :
gambar no 6 gampang koq ngeliatnya…. coba aja…
@ cluk & ahmad :
berarti gak bisa buka imageshack dong ? gambarnya dari situ…
@ manusiasuper & chelicius :
sebenarnya ada latihannya, mungkin lain kali bisa ku-posting. Tapi di kuliah-kuliah jaman sekarang ini biasanya diajarin tentang Clear and Logic Thinking, disitu biasanya ada cara-cara membangun persepsi dan proses berpikir agar tidak keliru.
@ jokotaroeb :
sama…. (lagi berpikir…)
@ juliach :
nggak cuma satu mbak
ada lebih dari 1….
@ mas dewo :
hehehehe… jadi inget jaman SD dulu, paling malas kalau disuruh ngerjain PR
@ Luthfi :
Jadi ingat teori-nya Gestalt nich Bang…
Kalau gak salah tentang emergence, reification dan multistability ya Bang?
Saya paling ingat dulu waktu jadi testee teman saya mahasiswi psikolohi UGM…waktu itu ditunjukkan satu gambar yang memuat dua sosok (nenek2 dan seorang anak kecil)…
Iya memang kebanyakan gambar-gambar seperti itu Gestalt. Jadi “korban” percobaan ya ?
Sayang sekali, tidak ada gambar pelaku penganjingan.
(*Whehehe.. udah adem dikompor-komporin*)
yang ada gambar anjing dan “anjing”, tapi pelaku penganjingan dan menganjing-anjingkan tidak layak dimuat disini
*makin panas*
Yang punya kuncinya pasti lebih tahu. BTW, aku sih melihat wajah pria tua berjenggot, pohon anggur sama ada dua ekor monyet. Bukan anjing ya…
)
Itu bisa gambar apa saja Kang. Yang jelas memang cuma wajah kakek-kakek berjenggot. Monyet dan pohon anggur juga ada, kalau mau dimirip-miripkan.
[...] Kemudian ada komentar dari mahluk maya di blog maya ini : “pertanyaannya mana?”, pernyataan di atas “sepertinya” memang tidak ada pernyataannya dan memang begitu. Sama dengan bercerita bahwa saya tidak bisa bercerita, ada di dalamnya tapi bukan di dalamnya. Soal simpul menyimpulkan memang kemudian menjadi sesuatu yang digambarkan dari sisi-sisi lain berbeda di sini. [...]
Wah bang.. beberapa MIA. Yang paling asyik maen2in otak kiri-kanan dengan mencoba melafalkan warna bukan tulisan dengan cepat.. huhu cepat bikin pusing
sama Har… saya juga pusing lihatnya.
yang nomor 6 itu kakek-kakek ama 2 orang ciuman bukan?? *bukan bermaksud mesum, tapi kelihatannya begitu*
*makin ngawur*
sama kayak gambar air terjun
jawabannya apa???
Yup, udah betul. Tapi koq cuma 2, ayo dimirip-miripkan lagi. Siapa tahu ada gambar cK disitu
wah,..
capek juga bacanya, penuh dengan wejangan2 Psikologis
> Over All, sangat Membangun dan mencerahkan
thanks berat mas….
[...] ada Blog anak muda alim yang sedang mengingatkan kita tentang kaum primitif, ada Blog Psikolog lajang yang mencoba menganalisis perkelahian tersebut, ada Blog Bang Horas yang sedang resah [...]
dikomplitin lagi dong artikelnya..!
gambar-gambar tersebut kurang lebih mengandung pesan:
jangan memandang persoalan dari satu sudut pandang saja, masalahnya ada banyak sudut pandang bisa kita ambil.
biar pikiran kita lebih terbuka.
Kalau dikomplitin bisa makin panjang, padahal udah ada yang protes saking panjangnya.
Memang kalau melihat satu persoalan harus dari berbagai sudut pandang, tapi itu salah satu pesannya.
Telat euy, saya…. m_(~_@)_m
Eh, kenapa ada “Parental Advisory”?
Isinya kan cuma gambar a***** doang??
(sori mas, nggak bisa ikutan psikotes-nya. Kampus saya ngeblok imageshack nih.
)
Parental Advisory cuman sekedar “bumbu penyedap” saja koq
wah, diblock ya ? sayang kalau gitu….
om, yg kacamata kuda gambar kedua itu pernah ada di komik lho,,
hehe47x..
oia, oom..
persepsi juga biasanya muncul sebelum keseluruhan masalah terlihat jelas,, baru sampe proses hipotesis langsung loncat ke kesimpulan tanpa pengujian lg hipotesisnya,,
jadi yg pada diskusi kadang udah keburu komentar dan bikin persepsi soal suatu masalah tanpa tau dan paham poinnya,,
atau juga terbentuknya persepsi ikutan berdasarkan kata orang lain atau cerita dari pihak lain, atau pengalaman sekunder lainnya,,
#mansup&chie
daku sih ilmunya ga sebanyak om fertob,,tapi nyoba ngasih pendapat aja soal pertanyaan kalian,,
membangun mindset yg benar ya beda2 tiap orang,, karena benar-salah biasanya bersifat subyektif,,(apa perlu posting soal kebenaran?) tapi dalam persepsi ada proses pengujian hipotesis,, misalnya begini,,
kita mengendari mobil malam hari dan melihat sesuatu tergeletak di jalan di depan kita.yg pertama kali terbentuk di pikiran kita mungkin adalah “itu apa ya?batu kayaknya.” semakin dekat kita pada benda tersebut, terbentuk juga persepsi2 baru ttg benda itu sebagai bentuk pengujian hipotesa, kita lantas berpikir “oh, kayu tuh.” dan saat kita sampai di depan benda tersebut, persepsi kita pun dihadapkan pada kenyataan “oalaaahh…bangkai binatang thoo…”
jadi hipotesa kita harus diuji juga,,tapi banyak orang yg ga menguji hipotesanya dan langsung bikin kesimpulan pdhl prosesnya blm kelar,,
menyadari kesalahan sudut pandang jg tergantung dari bagaimana individunya terbentuk,,latar belakang kehidupan dan segala macem,, karena emang susah banget menyadari kalo kita salah,,apalagi bikin orang sadar kalo mereka salah,,
maap ya kalo kurang memuaskan,,hehe47x..
om,OOT ya ini?jadi posting di blog orang,,hehe47x..
nggak apa-apa koq….47x..
sekalian biar ada yang bantu menjelaskan…
wah baru nemu 5 gambar, 3 wajah orang tua berjenggot, 2 monyet, 1 koboi.. hahahaha bener..kayak noton awan main tebak2an…
benar mbak, namanya juga mirip-miripan, jadi kalau ada yang bisa liat wajah SBY di situ juga bisa aja koq…
terkadang …
manusia fasih “membicarakan” sebuah teori …
namun “gagap” saat mengaplikasikan teori tersebut !
teori dan aplikasi memang satu kesatuan, mas. kalau salah satu “mendahului” yang lain, bisa jadi ada yg gak beres.
masukkan kompas pak
jadi ingat saat pelatihan membangun opini dalam serial manajemen kepemimpinan. Asyiik deh
#om fertob
bukan bantu jelasin,om..cuma ngasih pendapat aja..
daku mah malu kalo bantu jelasin..lha ilmunya masih segini koook…*njetikkin jari kelingking*
walah fertob, lagi aja balik ngeblok, kok dapet posting serius gini. tak buat peer di rumah ya…
wah mantap artikelnya. gambar yg terakhir itu kayake ada buuanyakkk wajah deh…sampe g bs ngitung hehe…
Bang Hades (sekali2 panggil pakai nama ini
), berhubung saya nemu gambarnya di sini maka saya mau numpang ijin untuk mengnduh gambar untuk saya gunakan dalam materi presentasi saya.
Terima kasih ya Bang
Peace dach…
“aku sedang berkelahi dengan gambar” ciatttttt!!!
keren topic nya.
wahwahh….perasaan gambar no 6 tuh,,,mirip aki yang jenggotan…weehweleh….????”"”
[...] d. “Berkelahi” dengan Gambar [...]
bagus artikel si memang pintar ada masa sila lawati blog aku ya http://bebashidup.blogspot.com atau boleh ke website aku http://www.priaterhebat.com
asyik juga….makasih ya…anak-anak di sekolah mau dikasih materi ini ah…tengkyu
[...] sambungan tidak langsung dari [sini] [...]
Mas.. Menurut saya.. Mindset itu bisa jadi terbentuk karna keinginan. Saya mau apa..maka terjadilah..
Apakah.. Manusia punya Mindset standard yg sama antara personal satu dengan yang lain. Bagaimana dengan orang yg gila atau psyco. Kadang mereka memiliki mindset yg lebih luas dari pada seorang Sarjana Teknik.. Mindset itu TALENTA ata sesuatu yg dibentuk sendiri.. Makasih ya Mas..
Bagus, saya suka dengan ilusi gambar anjing di atas, saya dapat melihatnya cukup jelas…
Bagus,
musti mindset kita dirubah nich…
tuk ngga mikir mentah2 apa yang kita lihat,
mampir ke blog aq yach,
http://rahmadisrijanto.wordpress.com
see u……
aku suka x.masih untung hari ni coz gambarna bisa wat tambah tugas kuliahq….tq tq tqqqqquuu