CRUCIO
*sepertinya ada yang perlu disiksa sebelum membaca tulisan ini*
Anda sudah baca buku Harry Potter ke-7 : Harry Potter and Deathly Hallows ? Kalau sudah silakan berbagi spoiler, dan kalau belum silakan menikmati spoiler yang sudah ada.
Saya tidak anti spoiler, saya justru suka kalau ada yang memberikan dan menyebarluaskan “bocoran” kepada khalayak ramai. Rasanya lumayan enak kalau sudah ada yang membaca dan menceritakan sebagian garis besarnya pada saya. Jadi saya tidak perlu kaget lagi mengikuti alur ceritanya.
Juga tidak perlu capek lagi mengartikan isi bukunya (maklum bahasa Inggris saya pas-pasan walaupun TOEFL lumayan tinggi)
Jadi apa yang ingin saya ceritakan disini tentang buku Harry Potter dan begundal-begundalnya ?
1. Novel Harry Potter kalah imajinatif
Apa yang membuat novel Harry Potter begitu terkenal dan begitu menyedot perhatian para penikmat buku di seluruh dunia ? Salah satu jawabannya adalah IMAJINASI yang ditulis oleh JK Rowling di buku itu benar-benar luar biasa (kata orang-orang). Rowling mampu menggambarkan dunia penyihir dan segala intrik-intriknya dengan begitu lengkap, detail, runtut, dan seakan-akan dunia itu benar-benar ada di dunia kita ini (muggles).
Tapi bagi saya pribadi, novel Harry Potter karya tante Rowling masih kalah imajinatif jika dibandingkan Lord of The Ring (LOTR) karya JRR Tolkien atau Eragon karya Christopher Paolini (Potter-mania dilarang protes)
Ini cuma penilaian pribadi dengan parameter pribadi juga. Tidak ada maksud yang lain.
2. Harry Potter = Star Wars
Saya sendiri membaca buku Harry Potter sama seperti George Lucas membuat film Star Wars. Nggak percaya ?
George Lucas ketika membuat film Star Wars, memulainya dari Star Wars IV : A New Hope, kemudian dilanjutkan dengan Star Wars V : The Empire Strikes Back, dan episode keenam, Star Wars VI : Return of the Jedi. Setelah menyelesaikan sekuel terakhir, dia kemudian membuat Episode 1 (The Phantom Menace), Episode 2 (Attack of The Clone) dan kemudian Episode 3 (Revenge of the Sith). Alasan Lucas, salah satunya, adalah karena teknologi perfilman saat itu belum bisa mengakomodasi imajinasinya soal pembuatan episode-episode awal film Star Wars, sehingga dia memulai dari episode akhir yang teknologinya tidak terlalu rumit.
Hampir sama dengan saya. Ketika buku Harry Potter pertama kali terbit (Philosopher’s Stone) dan kemudian diikuti oleh buku ke-2 (Chamber of Secret) serta buku ke-3 (Prisoner of Azkaban) dalam rentang 3 tahun (1997-1999), saya belum punya ketertarikan membacanya.
Mengapa ? Karena menurut saya, buku Harry Potter adalah buku anak-anak.
Teknologi otak saya saat itu tidak bisa diakomodasi oleh buku-buku anak-anak seperti Harry Potter 1-3. Saya hanya membaca sekilas (punya teman) dan akhirnya membiarkannya tergeletak begitu saja.
Lain ceritanya ketika buku Harry Potter ke-4 (Goblet of Fire) terbit. Inilah awal saya membaca buku Harry Potter secara serius dan benar-benar menggunakan seluruh teknologi imajinasi yang ada di otak saya. Harry Potter and the Goblet of Fire adalah buku Harry Potter PERTAMA yang menggugah saya untuk menyukai buku-buku JK Rowling ini. Inilah buku Harry Potter yang terbaik yang pernah saya baca. Sampai sekarang saya masih tetap menganggap buku ke-4 sebagai serial terbaik Harry Potter, bahkan lebih baik dari buku ke-7 (Deathly Hallows). Mengapa ? Sekali lagi : alasan pribadi dengan parameter pribadi.
Setelah buku ke-4, saya membaca buku ke-5 (Order of the Phoenix). Setelah itulah saya membaca 3 episode awal buku Harry Potter yang menurut saya dulu berbau anak-anak. Sekedar untuk mencari tahu asal-usulnya dan juga mempelajari mantera-mantera awal (siapa tau bisa dipraktekkan di dunia muggles)
Jadi, saya dan George Lucas mempunyai kesamaan dalam hal ini (mungkin saja saya bisa jadi sutradara sehebat dia)
3. 4 Asrama Hogwart = 4 Sifat Utama Manusia ?
Sepertinya semua sudah tahu kalau Hogwarts School of Witchcraft and Wizardry mempunyai 4 Asrama. Murid-murid Hogwart pada awal penerimaan di sekolah itu ditetapkan terlebih dahulu oleh The Sorting Hat (Topi Seleksi) untuk masuk ke masing-masing asrama.
4 Asrama itu adalah :
- Gryffindor, lambangnya Singa, dan karakteristik utamanya adalah courage dan valour
- Ravenclaw, lambangnya Elang, dan karakteristik utamanya adalah intelectual dan wit
- Hufflepuff, lambangnya Berang-berang, dan karakteristik utamanya adalah hard work dan loyalty
- Slytherin, lambangnya Ular, dan karakteristik utamanya adalah ambition dan cunning
Bukannya saya mengkritik pembagian 4 Asrama itu (yang berdasarkan 4 pendiri Hogwarts), tapi dari keseluruhan buku Harry Potter yang kita baca, bisa kita temukan bahwa SEMUA tokoh yang ada dalam buku Harry Potter mempunyai karakter yang sama dengan karakter 4 Asrama itu. Saya lalu mempunyai kesan bahwa sifat dan kepribadian SEMUA tokoh di Harry Potter hanya berputar-putar di seputar 4 sifat utama dari masing-masing asrama. Tidak lebih dan tidak kurang.
Jadi, tokoh-tokoh yang masuk Asrama Gryffindor, sudah dipastikan bahwa orangnya courage and valor, sementara sifat yang lain bisa diabaikan (bukan begitu maksudnya ?). Begitu juga dengan tokoh yang lain di asrama lain.
Cedric Diggory yang berasrama Hufflepuff mempunyai ciri utama pekerja keras dan loyal, sementara keberaniannya untuk menolong Harry di buku ke-4 bukanlah sifat utama seorang Cedric Diggory. Hermione Granger yang berasrama Gryffindor pasti mempunyai sifat keberanian yang utama, sementara hampir diseluruh buku Harry Potter, Hermione lebih menunjukkan sifat asrama Ravenclaw. Ronald Weasley yang berasrama Gryffindor menurut saya lebih cocok masuk ke asrama Hufflepuff.
Saya melihat bahwa JK Rowling berusaha menyederhanakan sifat-sifat seseorang dalam bentuk 4 Asrama itu. Mungkin terlalu menyederhanakan kerumitan sifat manusia, tetapi setidaknya memudahkan kita dalam memahami bagaimana sebenarnya sifat tokoh-tokoh dalam buku Harry Potter.
4. Inti Cerita : Love-Bravery vs Power
Sebenarnya jika “diperas” lebih dalam lagi, buku Harry Potter bercerita tentang 3 hal saja yaitu : Cinta, Keberanian, dan Kekuasaan. Saya jadi ingat Ir. Soekarno yang memeras Pancasila jadi Trisila dan malah Ekasila : Gotong Royong.
“I will say it again,” said Dumbledore as the phoenix rose into the air and resettled itself upon the perch beside the door. “You have shown bravery beyond anything I could have expected of you tonight, Harry. You have shown bravery equal to those who died fighting Voldemort at the height of his powers. You have shouldered a grown wizard’s burden and found yourself equal to it – and you have now given us all we have a right to expect. You will come with me to the hospital wing. I do not want you returning to the dormitory tonight. A Sleeping Potion, and some peace . . . Sirius, would you like to stay with him?”
(Harry Potter and The Goblet of Fire)
Ada teman saya yang bertepuk tangan melihat quote ini (dasar psikopat
):
There is no good and evil,
there is only power,
and those too weak to seek it(Lord Voldemort in Harry Potter and Sorcerer’s Stone)
“But I haven’t got uncommon skill and power,” said Harry, before he could stop himself.
“Yes, you have,” said Dumbledore firmly. “You have a power that Voldemort has never had. You can —”
“I know!” said Harry impatiently. “I can love!” It was only with difficulty that he stopped himself adding, “Big deal!”
“Yes, Harry, you can love,” said Dumbledore, who looked as though he knew perfectly well what Harry had just refrained from saying. “Which, given everything that has happened to you, is a great and remarkable thing. You are still too young to understand how unusual you are, Harry.”
(Harry Potter and Half-Blood Prince)
Cinta. Pertama kali saya membaca buku Harry Potter, tidak pernah terbayang bahwa kekuatan dahsyat yang dimaksud oleh Dumbledore yang dimiliki Harry dan tidak dipunyai oleh Voldemort adalah CINTA. Bisa anda bayangkan, sepotong Cinta bisa melawan kekuatan Voldemort yang dahsyat ?
Keberanian. Apa itu keberanian ? Berani tanpa punya ilmu pengetahuan sama dengan nekat dan bunuh diri. Saya rasa JK Rowling tidak akan menyodorkan Harry Potter berhadap-hadapan langsung dengan Voldemort dengan hanya bermodal keberanian saja. Pasti ada hal-hal lain yang ikut membantunya, tetapi bagi Rowling, keberanian adalah modal utama untuk melawan kejahatan.
Kekuasaan. Penegasan Voldemort pada quote diatas sudah menjadi tanda bahwa baginya (dan segala kekuatan jahat yang menjadi representasinya), KEKUASAN adalah hal yang utama dan terutama untuk diraih.
Segala hal yang dilakukan Voldemort di buku Harry Potter adalah wujud dari need for power-nya yang sangat besar. Dan segala hal yang dilakukan oleh Harry Potter untuk mengalahkan Voldemort adalah perwujudan dari Cinta dan Keberanian yang dimilikinya.
Sesederhana itu kah ? Bisa jadi kalau kita mencoba “memeras” semua kisah di buku Harry Potter dalam Trisila model Ir. Soekarno.
(Ada teman saya yang berteriak “bullshit” ketika mendengar bahwa hanya kekuatan Cinta-lah yang bisa mengalahkan Voldemort)
5. Jahat = “Jahat”, Baik = “Baik”
Anda tau siapa tokoh idola saya di buku Harry Potter ? Yup, anda salah tebak….
Yang benar adalah Draco Malfoy. Dan tokoh idola kedua adalah Severus Snape. (saya diajak Mbak Maya untuk membentuk Snape Army…)
Bagi saya, karakter Draco (dan juga Severus Snape) adalah karakter yang unik, khas antagonis, cenderung “jahat”, secara tidak langsung melawan tokoh utama, misterius, dan lain-lain. Mereka adalah karakter-karakter yang diciptakan oleh JK Rowling untuk menjadi “gangguan-gangguan ringan” bagi perjalanan karier tokoh utamanya (Harry Potter).
Tapi selama ini yang saya tangkap dari diskusi-diskusi di forum yang membahas tentang Harry Potter, Draco Malfoy dan Severus Snape sudah langsung dikelompokkan sebagai “Manusia Jahat” karena perannya yang sangat antagonis di buku Harry Potter. Om Mansup juga sudah memperingatkan bahwa ada perubahan karakter di buku Harry Potter 7, dimana si jahat berubah jadi baik dan yang lemah berubah jadi berani. Mbak Maya juga sudah pernah mengkonfirmasikannya dulu.
Menurutku, tidak ada perubahan si baik jadi si jahat atau si jahat jadi si baik di buku Harry Potter. Yang bisa kita lihat adalah bahwa kepribadian seseorang begitu kompleks dan rumitnya sehingga kita sungguh sulit untuk bisa memprediksi seperti apa sebenarnya kepribadian itu. Apalagi jika hanya dilihat dari teks terbuka dan konteks yang seakan-akan mendukung pernyataan “orang itu jahat/baik”
Saya tidak sedang bermain-main dengan prognosis atau prediksi dari kepribadian seseorang, tetapi hanya mencoba memberitahukan bahwa psikologi (dan seabrek tes-tes psikologi-nya) juga masih belum bisa menembus sisi terdalam jiwa dan kepribadian seorang manusia, sama seperti kedokteran belum bisa menembus misteri di seputar otak manusia. Itulah kenyataannya. Pengambilan kesimpulan (seperti apakah orang itu baik/jahat) dilakukan dengan dasar bukti-bukti yang ada (adequate disclosure/evident) dan ditambah feeling sebagai seorang manusia. Sementara sebuah bukti tidak pernah bicara tentang the wholeness, dia hanya bicara sepotong-sepotong.
Jadi, apakah Draco dan Snape adalah manusia jahat sejahat-jahatnya manusia ?
Sejak buku ke-4 saya sudah yakin bahwa Draco dan Snape bukanlah seperti apa yang digambarkan di buku Harry Potter 1-6. Anggap saja feeling ditambah beberapa bukti. Itu bukan diri mereka, alias ada sesuatu yang disimpan Rowling di buku terakhir (Deathly Hallows) yang akan membuka tabir siapa sebenarnya mereka.
Dan itu terbukti kan ?
6. Draco = Harry + Ron + Hermione
Eiiitss, buat Potter-mania dilarang protes….
Pernyataan diatas membuat saya diserang oleh beberapa teman saya yang mengidolakan karakter Harry Potter di buku JK Rowling ini. Tapi saya punya banyak alasan untuk menyetujui hal diatas. Secara KEMAMPUAN SIHIR, kemampuan dan bakat seorang Draco Malfoy melebihi Harry Potter, bahkan menurut saya kemampuan Draco adalah kemampuan Harry, Ron, dan Hermione dijadikan satu.
Ini salah satu contohnya :
There was a loud bang and the bin behind Harry exploded; Harry attempted a Leg-Locker Curse that backfired off the wall be-hind Malfoy’s ear and smashed the cistern beneath Moaning Myr-tle, who screamed loudly; water poured everywhere and Harry slipped as Malfoy, his face contorted, cried, “Cruci —”
“SECTUMSEMPRA!” bellowed Harry from the floor, waving his wand wildly.
Blood spurted from Malfoy’s face and chest as though he had been slashed with an invisible sword. He staggered backward and collapsed onto the waterlogged floor with a great splash, his wand falling from his limp right hand.
(Harry Potter and Half-Blood Prince)
Nah, sudah terbayang bukan ? Seorang remaja berusia 16 tahun yang belum lulus ujian NEWT, manja, mau menang sendiri, egois, pure-blood mania, berani-beraninya mengeluarkan The Unforgivable Curse (Cruciatus Curse) ?
Coba sebutkan, siapa saja murid Hogwart yang belum lulus ujian NEWT mampu mengeluarkan kutukan Cruciatus ? Yang saya tau (dan saya yakini) adalah Tom Riddle alias Voldemort.
Tidak mungkin Malfoy memakai kutukan Cruciatus jika dia tidak pernah berhasil sebelumnya. Selain diajar juga oleh ayahnya, Lucius Malfoy (seorang Death Eater) dan Ibunya (Narcissa Black), Draco diajar juga oleh bibinya Bellatrix Lestrange (Bellatrix Black) yang juga adalah seorang Death Eater. Seperti apa kemampuan dan bakat seorang anak jika mampu mengeluarkan kutukan itu ? Sebenarnya masih banyak contoh yang lain yang mengungkapkan kemampuan dan bakat sihir Draco.
Tapi Potter-mania tidak perlu berkecil hati, karena bukan kemampuan dan bakat sihir yang menentukan jalan cerita dalam buku Harry Potter ini. Jika kemampuan dan bakat sihir menjadi pilihan utama, maka sudah dipastikan Voldemort akan menguasai dunia sihir-nya Harry Potter.
***************
Karena tulisan ini masih bersambung, maka untuk sementara disudahi dulu. Nantikan edisi berikutnya yang tidak kalah jeleknya
Akhir cerita :
IMPERIO
ps : percayalah, saya mampu melakukannya….







ahhh,, panjang,, Ma pertamax dulu deh,,
Pertama-tama, mau protes dulu, Paolini’s better than Rowling’s?? Ampun pak, saya menghargai perbedaan pendapat, tapi kali ini: “temennya emak, babe deeeh…”
Eragonnya Paolini itu payah banget menurut saya. Overdetail, minim dialog, dan maksa dari segi imajinasi. Tapi teteup, masih bersedia menerima kiriman buku ketiganya nanti kalau sudah terbit, *lirik mbo v*
Lalu soal snape, like I said, he’s my favourite one too, ayo kita bentuk snape’s army bersama-sama! (Tapi dengan menciptakan karakter seperti snape, yang jenius ibu rowling donk pak ya?)
Soal buku yang paling keren, saya memilih yang ketiga. The prisoner of Azkaban. Plotnya luar biasa asem, sampai akhir bab baru keliatan inti cerita sebenarnya. Perlu kejeniusan untuk membuat plot semacam itu.
Dan soal inti cerita tentang Cinta, keberanian dan kekuasaan… Ah, bisa apa saya tentang ini… Belum pernah memiliki satu pun dari ketiga hal tersebut sepenuhnya, hohoho…
Akhirul Kata, It [is] important to fight, and fight again, and keep fighting, for only then [will] evil be kept at bay, though never quite eradicated. (Half-blood Prince, p.645)
Eh, btw, ini posting bersambung ya pak? Jadi tunggu koment saya berikutnya juga deh..
Hmm,, kalo Ma sih paling suka sama Sirius,, terbukti nangisnya paling deres waktu Sirius dibunuh Bellatrix,, (dan benci abis abisan sama Bellatrix itu,,)
eh iya,, sama Fred and George juga,, kaburnya mereka di nomer 5, keren!!
(Makanya Ma nunggu banget filmnya HP 5,,)
eh iya bang Fertob,, bukannya kutukan yang 3 itu cuma bisa ngefek sama musuh yang kekuatannya setara atau lebih rendah,, Ma mikir malah mungkin kalopun Draco itu ngucapin Cruciatus dan berhasil,, tetep ga bakal bikin Harry sakit,, Masalahnya juga di no 2 Malfoy kan kalah jago di latihan itu,, (kata kata seorang fans,, ga bisa dipercaya,,)
mantaaap…ditunggu lanjutannya
pembahasannya keren
Specialis Revelio …
nunggu yang indo ni, bang,,, hehe..
aku demennya sama Dumbledore, McGonnagal, n Snape
hehe….
Duh.. gw bingung mo komentar dari mana
Pertama, setuju bahwa HarPot bisa dibagi ke dalam 2 golongan besar: bacaan anak2 (1-3), bacaan “dewasa” (4-7).
Kedua, setuju juga bahwa JK Rowling terlalu menyederhanakan. Waktu buku ke-5, gw udah mau muntah baca Dumbledore bolak-balik bilang cinta lagi, cinta lagi
Seolah2 cinta itu panasea yang menyembuhkan segala
*maaf, rada skeptis urusan cinta
*
Ketiga, soal imajinasi. Gw ngerti kenapa loe bilang Harry Potter kalah imajinatif dibandingkan LOTR. Tapi.. kalau pakai parameter pribadi, menurut gw karakter2 dalam Harry Potter lebih berkembang daripada LOTR. (kalo Eragon gw belum baca, sorry dorry memory
)
Soal “Coba sebutkan, siapa saja murid Hogwart yang belum lulus ujian NEWT mampu mengeluarkan kutukan Cruciatus ?”, Harry pernah menggunakannya pada Bellatrix di Order of Phoenix. Dia gagal karena, menurut Bellatrix, “You have to really mean it to make it works”..
So.. kalau masalah mampu atau tidak mampu, apakah karena dia jago, atau karena dia “kejam”
?
*tapi setuju bahwa Harry Potter is basically a mediocre wizard.. hehehe.. Kelebihannya, seperti kata Dumbledore, adalah karena dia baik hati aja
*
Ditunggu sequelnya
Pak, koment saya yang diatas kayanya masuk akismet pak, bebasin dunk pak, in the name of Merlin..
Ada ralat di point 6 :
bibi Draco Malfoy sebenarnya adalah Bellatrix Lestrange (Bellatrix Black), Sementara Narcissa Black (Narcissa Malfoy) adalah IBU Draco, yang juga istri Lucius Malfoy.
Narcissa dan Bellatrix adalah sepupu Sirius Black.
*dengan ini kesalahan telah diperbaiki)
@ Mansup :
hehehehehe…. namanya juga penilaian pribadi. Eragon series karya Paolini memang minim percakapan dan terlalu mendetail, tetapi dari hal itu saya justru bisa membangun imajinasi yang lebih baik daripada HarPot.
Makanya, saya tidak terlalu kecewa melihat penggambaran Harry Potter dkk di film, tetapi sangat kecewa dengan penggambaran Eragon di film, karena tidak sesuai dengan apa yang saya bayangkan.
karena sama-sama pencinta dark-matter ya ?
iya, plot buku ke-3 memang sangat tidak terduga. Tapi menurut saya, buku 2 dan 3 adalah semacam penghubung ke cerita sebenarnya.
Inti cerita dimulai dari buku ke-4, sementara buku 5 lagi-lagi jadi semacam selingan. Buku ke-6 jadi latar belakang “partai pamungkas” dan pamungkasnya ada di buku ke-7.
ini menurut saya lho….
masa sih ? setidaknya om mansup punya cinta lho… kalau kekuasaan, setidaknya berkuasa atas diri sendiri. kalau keberanian ? no comment dah….
@ Rizma :
Suka Sirius ya ? Memang banyak yang suka karakter Sirius ini (dan juga Lupin). Sayangnya, mereka harus menyusul kawan karibnya, James Potter
Eh nggak juga lho, Frank dan Alice Longbottom (ortunya Neville) disiksa dengan kutukan Cruciatus sampai gila oleh Bellatrix. Padahal secara kemampuan sihir mereka sangat hebat, karena mereka adalah Auror.
@ cK :
eh tumben nggak hattric mbak cantik… ? dibikin juga dong…
@ Luna aka Joerig :
kenapa teh ? lagi buat ramuan ?
@ Ra :
katanya yang Indo nunggu sekitar minimal 3 bulan lagi. suka Kakek Dumbly & Nenek Gonagal ? hehehehe… mainstream benget
@ Mbak Maya :
katanya : love can change the world, dan tante Rowling percaya banget sama jargon satu itu.
Buku Harry Potter itu mengalir dan berkembang karena memang diplotkan seperti itu. Jadi kita bisa melihat perkembangan karakter mereka mulai dari awal masuk sekolah sampai dewasa.
Sementara LOTR bercerita hanya seputar masa itu saja. Tetapi dengan keterbatasan waktu penceritaan dia mampu menggambarkan banyak hal tentang dunia LOTR.
Yup, Harry gagal. Juga waktu dia mencoba mengutuk Snape yang kabur bersama Draco (di buku 6, HBP). Selain “kejam” kutukan itu juga harus dilakukan dengan kekuatan/kemampuan mental yang sangat besar. Voldemort dengan gampangnya mengeluarkan Cruciatus pada Harry (di buku 4), kalau ini memang karena dia kejam dan juga dia jago.
@ mansup :
sudah pak….
Saya tidak tahu apa2 tentang Harry Potter maupun LOTR (belum pernah baca satu pun), tetapi membaca bahwa 4 asrama Hogwart menggambarkan 4 sifat utama manusia (masih hipotesis kah?) rasa2nya saya kok jadi tertarik membaca Harry Potter (harus dari awal dunk
)
Seandainya ada Harimau maka dia lebih pantas menggantikan singa dalam melambangkan courage dan valour.
) maka sepertinya ular bisa tergeserkan
hehehehehe….
Lalu seandainya ada Hyena (binatang licik dan curang
Draco Malfoy? mungkin sudah terbiasa jadi kiri!
ga baca eragon, ga kelar baca LOTR, jadi ga bisa bikin perbandingan sedetil ini
aku baca harpot jg telat, pas udah buku ketiga baru ngeh.
sementara yg ini dulu deh..
belum sempet baca..
belum sempet nonton..
*kapan yah??*
komen dulu baru baca lengkap hehehehe *skip skip*
mengenai Eragon, itu sepertiga awal buku pertamanya hampir persis dengan buku 1 dari serial Wheel of Time. makanya saya malas2an baca Eragon.
AVADA KEDAVRA!
*mengacungkan tongkat ke arah Oom Fertob*
@ deking :
hehehehe…. akhirnya bisa mempengaruhi Om Deking supaya baca Harry Potter
Yup, sifat-sifat manusia dalam buku Harry Potter kebanyakan memang berputar-putar di sifat 4 Asrama itu saja. Mungkin itu terlalu menyederhanakan tetapi memang memudahkan.
Bisa jadi sih, tapi ular bukan hanya dilihat dari kelicikan tetapi juga ambisi. Ular juga sering jadi lambang kejahatan dari dulu.
@ peyek :
betul pak, sudah terbiasa jadi kiri
@ nYam :
yang penting kan bisa dinikmati….
@ orido :
eh, ini bukan spoiler lho…..
ini cuma cerita tentang hal-hal yg menurut saya penting di buku HarPot.
@ mina :
Bagi beberapa orang yg saya kenal, Eragon katanya nggak terlalu bagus. Tapi menurut saya Eragon cukup bagus jadi bacaan “imajinatif”
@ Siwi :
woooowww, saya masih pengen hidup neh…..
*belum nikah sih*
Aku meliat2 aja dulu Bang ya..
Horas
mnrt gw,klwrga malfoy tuh yg palg keren palg draco!!!
gw sk bgt m draco n bellatrix cz mrka paten jht ny
hehe test 1,2,3.Chatting yuuu
Mang segitu kerennya ya…bang…., Harry Potter menurut abang…
yey!!!hidup draco malfoy…
aku suka draco malfoy krna:
1.suka ngerjain harry (siapa suruh di ajak draco untuk temenan harry nggak mau,,emang enak tiap hari di kerjain ama draco!!!hahahahaha…
2.banyak banget ide kejahatan yang ada di otak kamu…
sejahat-jahatnya aku tetap cinta ama kamu kok,,,tenang aja kalo kamu di putusin ama pacar kamu aku siap kok jadi pengganti dia…tunggu aku ya draco 2 tahun depan lagi lulus smp aku bakal nerusin sekolah aku di england(inggris) , , , setibanya aku di sana aku akan langsung ke rumah kamu,,,dan ngobrol-ngobrol ama kamu,,,aku tau kok alamat rumah kamu…see you 2 year later…muach..muach..(itu cium aku buat kamu)…
dari penggemar kamu gaby…
karakter yang paling gua sukai sirius black karena dia yang paling peduli sama harry, kalau yang lain kan gak begitu peduli ma harry. Lupin sih juga peduli ma harry dan yang paling aku gak suka nih si Bellatrix dya tuh bangga kali udah bisa bunuh sirius. kan sama-sama pernah di penjara di azkaban sih!! aku pikir sih pas hp yg ke 5 keluar yang mati tuh Dumbledore soalnya kan sinopsisnya bilang Harry harus melihat kematian orang yang paling dicintainya aku pikir sih dumbledore taunya sirius. eh ada yang udah baca HP yang ke 7 blom? tolong critain dunk sinopsisnya aku nih sukaaa banget ma cerita harry potter dari yang pertama.. emang sih dulu aku gak peduli ma cerita harry potter.. dulu kakak aku yang udah borong duluan.. tapi pas pertama kali aku nonton yang sorcerers stone aku langsung pengen baca dari yang pertama sampe’ terakhir emang sih kakak aku udah beli harpotnya sampe’ ke 6 tinggal yang ke7 nih nunggu terjemahannya!!
aku sih pengen tau inti ceritanya aja.. biar udah kebayang akhir dari ceritanya..!!