Seminggu ini saya berada di Bandung untuk suatu urusan yang tidak bisa ditinggalkan. Bagi saya, Bandung itu seperti Ibukota Ke-4 dalam hidup saya setelah Sorong, Magelang dan Jakarta [dan juga Yogyakarta]. Saya seringkali bolak-balik Jakarta-Bandung seperti orang bolak-balik naik angkot untuk jarak 100 meter.
Tetapi Bandung yang saya lihat sekarang ini sangat berbeda dengan Bandung beberapa tahun yang lalu. Bukan soal udaranya yang makin hari semakin panas, tetapi lebih tepatnya adalah julukan-julukan yang sering dipakai oleh orang-orang dalam menilai Kota Bandung. Saya melihat banyak kemiripan dan “pemelesetan” dalam menilai kota Bandung.
**********
Dulu Bandung dikenal karena perjuangan heroiknya pada masa Perang Kemerdekaan. 24 Maret 1946, Bandung yang cantik nan geulis harus dibumihanguskan oleh para pejuang kemerdekaan di bawah komando Panglima Divisi Siliwangi, Kol. AH Nasution dengan tujuan agar tidak bisa dipergunakan oleh Sekutu.
Sebuah peristiwa yang melahirkan lagu nasional Halo-halo Bandung dan juga julukan Bandung Lautan Api. Sebuah peristiwa heroik yang patut disamakan dengan perjuangan 10 November 1945 di Surabaya.
Lalu kata “Bandung Lautan Api” kemudian dipelesetkan kemana-mana.
.
.
Musibah longsor di TPA Leuwigajah 21 Februari 2005, membuat tempat pembuangan akhir sampah itu untuk beberapa saat tidak menerima “kiriman” sampah, yang salah satunya berasal dari kota Bandung. Lalu Bandung yang indah kemudian menggunung dengan lautan sampahnya yang berserakan dimana-mana. Keindahan kota Bandung dengan udaranya yang sejuk dan keindahan alamnya akhirnya harus bercampur dengan bau busuk sampah yang tidak ditangani dengan baik.
Bandung Lautan Sampah, itulah akhirnya julukan orang buat kota Bandung. Ironis, menyaksikan Bandung mengalami salah satu krisis kota metropolitan seperti Jakarta : sampah.
.
.
Ada lagi. Bandung identik dengan hiburan, khususnya hiburan malam. Sepanjang malam kalau kita menjelajah kota Bandung, kita akan menyaksikan hiburan malam yang sungguh luar biasa untuk ukuran kota ’sebesar” Bandung. Menyusuri jalan-jalan kota Bandung membuat mata tergoda untuk sejenak menikmati hangatnya hiburan malam yang bervariasi.
Mulai dari permainan bilyar, karaoke, panti pijat, spa & sauna, sampai hiburan kelas hotel berbintang juga ada di Bandung. Dan…. oops, juga dengan “kenikmatan purba” yang usianya sama dengan usia peradaban manusia. Anda tahu maksudnya kan ?
Bandung Lautan Hiburan [Malam]. Pujian atau penghinaan ?
.
.
Beberapa tahun yang lalu, saya dikejutkan dengan beredarnya VCD p*r*o yang berjudul Bandung Lautan Asmara. Tentunya tidak perlu saya ceritakan disini seperti apa isi VCD itu. Intinya adalah ada adegan-adegan “diatas umur” yang membuat kebanyakan orang penasaran isi VCD itu, dan akhirnya membuatnya menjadi salah satu best-seller produk VCD bajakan yang banyak ditemukan di Glodok dan Mangga Dua.
Bintang film dalam film amatiran berdurasi sekitar 1 jam itu adalah mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Bandung.
Bandung Lautan Asmara. Saya tidak tahu apakah ini salah satu identitas kota Bandung atau potret generasi muda saat ini. Menyedihkan tetapi suatu kenyataan.
.
.
Setiap akhir pekan Bandung menjadi padat dan sesak oleh pengunjung dadakan yang berlabel “turis lokal”. Jalanan kota Bandung menjadi macet dan padat kebanyakan oleh mobil-mobil ber-plat B XXXX. Orang-orang “kota besar” Jakarta berbondong-bondong datang ke Bandung, dengan tujuan utama : refreshing. Melepas penat akan panasnya Jakarta dan mencari kesejukan di Bandung, sekaligus berbelanja memanfaatkan beberapa outlet-outlet sandang yang ramai di Bandung.
Tetapi yang didapat bukanlah kesejukan akhir pekan, tetapi suasana Jakarta yang cuma pindah tempat. Suatu penyiksaan kalau berjalan di akhir pekan di sepanjang jalan Ir. Juanda (Dago), karena suasananya mirip dengan kepadatan di jalan Jend. Sudirman atau Senen, Jakarta.
Bandung Lautan Turis [Lokal]. Kata yang tepat di akhir pekan.
.
.
Setelah libur Idul Fitri kemarin, Bandung seakan mendapat julukan baru lagi. Bandung dipenuhi dengan pengemis dan gelandangan yang banyak bertebaran di jalan-jalan. Kota dengan julukan Paris Van Java (bukan yang di Sukajadi ya…) karena keindahannya semakin “diperindah” dengan hadirnya banyak pengemis-gelandangan yang terdapat di sepanjang jalan protokol di Bandung.
Bahkan Pak Agor memberi julukan baru Vagrant City Van Java.
Bandung mengalami krisis yang sama dengan Jakarta dengan hadirnya pengemis dan gelandangan di sepanjang lorong-lorong kota. Apakah Bandung sedang menuju kota metropolitan ?
Bandung Lautan Pengemis. Kata yang terdengar asing, tetapi suatu kenyataan yang ada sekarang ini.
**********
Api, Sampah, Asmara, Hiburan Malam, Turis Lokal, dan Pengemis. Kata-kata yang dipadankan dengan Bandung dan diberikan penghubung Lautan.
Saya tidak tahu seperti apa lagi julukan bagi Kota Bandung yang akan diberikan nantinya. Perkembangan kota yang pesat membuat Bandung menggeliat kemana-mana, dan julukan-julukan lainnya akan menyusul sama cepatnya dengan perkembangan kota itu sendiri.
Tetapi walaupun begitu banyak “Lautan” di Bandung, bagi saya Bandung tetap Ibukota Ke-4 dalam hidup. Bandung masih tetap indah bagi diri saya pribadi yang sering bolak-balik ke Bandung. Tetapi apakah julukan itu memang menjadi potret sebenarnya kota Bandung ?
Setelah ini mungkin masih ada julukan lain buat Bandung.
Iya, Bandung Lautan Apa ? Ada yang mau menambah julukan ?







pantes ga ikut kopdar…
yang saia tau bandung itu bukan laut….
bandung lautan makanan…
Bandung itu lautan yang dalam dan luas sekali.
anak ba(-n)dung…. wajib dijewer.
saya pernah nanya jln, malah ditunjukin arah sebaliknya…
bandung lautan anak badung.
Lautan apa ya? Sayang IPDN gak masuk wilayah Bandung sih yah.. Coba kalo masuk, sudah pasti saya akan jawab; Bandung lautan kekerasan..
*eh, Jatinangor masuk Bandung apa Sumedang, sih?*
Btw kapan-kapan Halo-Halo Bandung itu apa akan dicolong oleh M****sia, ya? Mungkin jadi Halo-Halo P***k, Halo-Halo K***h, atau Halo-Halo J***r.
mBANDUNG LAUTAN FACTORY OUTLET……
(Orang Indon cuman bisa mbeli baju sisa ekspor….)
bukan-kah bandung ada-nya di tempat tinggi, gak deket ama laut?
btw, aku mo ikutan njulukin: “Bandung Lautan Plagiator”, apa sih yang gak bisa di-
bajaktiru di Bandung sana? Sagala-na aya.Bandung Lautan Hampura
Bandung Lautan Blogger.
(catatan: saya bukan anak Bandung lho, Sumfah bin Ya’kin!!)
Bandung, oh Bandung…
Bandung? bukannya di situ lahir para engineer di kampus ITB?
bandung lautan engineer dunkz.. hehehehe
kan di tempat mardun saya udah bilang, Bang. Bandung itu lautan asmara..
@ caplang :
eh, sebenarnya sudah niat pengen ikut, tapi apa mau dikata ? ada sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan.
gimana kopdarnya ? laporan dong…..
@ hoek :
yang saya tau bandung memang bukan laut, orang-orang saja yang seenaknya bikin istilah
mungkin istilah “lautan” menggambarkan suatu totalitas yang ada di kota bandung, mungkin ya….
@ chika :
tul, cari makanan di bandung memang gampang dan lumayan enak-enak
tambah satu lagi : bandung lautan makanan.
@ dana :
*bingung* :wow:
@ telmark :
hehehe….jalanan kota bandung memang suka bikin bingung mas, karena banyak jalan yang satu arah. kalau saya nanya jalan biasanya sama tukang becak atau ojek.
@ qzink66 :
Jatinangor nggak masuk bandung kok…. sudah masuk sumedang. tapi selama di Bandung saya nggak pernah nemui masalah yg berhubungan dgn kekerasan….
@ Geddoe :
Halo-Halo Perak !
Halo-Halo Kedah !
Halo-Halo Johor !
sepertinya lagu Halo-Halo Bandung itu lagu yang sudah ada di wilayah nusantara selama berabad-abad yang lalu, jadi nggak diketahui siapa pengarangnya.
@ mbelgedez :
hahahaha…. itu juga salah satu daya tarik Bandung bagi orang Jakarta : berburu di factory outlet. FO banyak bertebaran di kota Bandung…
tapi apa betul itu sisa ekspor ?
@ extremusmilitis :
hehehehe… kalau untuk urusan ini, Bandung hampir sama dengan Yogya.
@ rozenesia :
Iya juga, sepertinya banyak blogger yang berasal dari kota Bandung.
*iya, saya percaya….sumfah binti yakhin*
@ Jay :
Eh, ada penduduk Bandung
Gimana kabar Bandung sekarang kang Jay ? sepertinya makin mengkhawatirkan nih….
@ Arul :
iya juga… Bandung memang identik dengan ITB.
@ hana :
kok selalu berhubungan dengan “Bandung Lautan Asmara” ya ? *ada afa ini ?*
Bandung itu lautan macet bang, kalo akhir pekan.
tapi… CMIIW, bukannya slogannya Bandung itu “Bandung Bermartabat” ya?
*nyembunyiin diri, takut ketahuan sebagai alumni*
Tapi bandung masih tetap diminati turis kan? Terutama yang mobilnya B? Wahh…saya ikut termasuk ya…soalnya mobil keluargaku B, namun sehari-hari lebih sering digunakan di Bandung, maklum suami kerja di Bandung, dan anak bungsu kuliah di Bandung.
Kalau hari libur, mendingan nggak keluar rumah jika di Bandung, kemana-mana macet…cet…bahkan kadang depan rumahku di Kayu Agung ikutan jadi rame, menjadi jalan tikus karena Buah Batu dan Kilingan macet.
Aku suka “Bandung Lautan Brownis” tiap ke bandung aku selalu mampir ke dapurnya, uenak lho… apa lagi peuyeumnya
bandung lautan sperma bang
tiap weekend mulai dari hotel bintang sampe losmen penuh dengan sedjoli2 yg ga jelas statusnya
termasuk saya ga yah
Bandung lautan makanan enak dan lautan baju murah
Bandung Lautan Pasar
bandung itu ….. terkenal dg neng geulisnya !!!
masih ga?? masih kan ??
aku baru 2 kali kebandung, terakhir pun uda lmaaaaa ngt. jaman smu ato kuliah ya ???
jaman segitu uda macet.
oia, sbg orang awam bandung, kl nyari makanan di atas j9 malam masih sulitkah ?? ^^ (pengalaman dulu)
mas fer, kl ke jogja, kontak aku deh. tak plesirke !! (bingung cr padanannya dlm bhs indonesia)
rumahku deket stasiun tugu, deket malioboro^^ (alias di dalem stasiunnya, huehehehe)
Bandung lauatan indutri. He he he. Saya suka kota Bandung terutama orang-oranya yang ramah.
Dulu… ada Bandung Lautan Asmara…
Sekarang masih ada tu?
*ubek2 folder*
Bandung Lautan Waria…
*lirik lirik Arya*
Lautan Wanita Menggiurkan!!
(Bukan orang Bandung)
Saya berharap Bandung menjadi lautan Kembang … (Bukan janda Kembang ya…), Kembang yang siap mengharumkan …
mmm …
mm ..
m .
apppaaa yaaaa !
ah, gitulah Bang …
Dan bukan:
Api, Sampah, Asmara, Hiburan Malam, Turis Lokal, dan Pengemis.
*ngga konek2*
bandung lautan rindu.
Bandung…? =_=!
*udah eneg*
Ah, Bandung itu lautan mobil pelat B. Gak perlu nunggu libur malah; temen2 saya aja ada kok yang bawa mobil dari Jakarta.
BTW, konon katanya hotspot di bandung udah mulai menjamur, terutama di kafe-kafe. Gak tau juga sih, soalnya gak pernah nyobain. (o_0)”\
maklum mahasiswa kere
Bandung Lautan Kuliner yang make Kecap dan Saos + Kerupuk
Bandung Lautan Distro
Bandung Lautan Barang2 Bajakan
nambah:
Bandung Lautan Rumah Kos
Bandung Lautan Mahasiswa Rantau
dan yang paling mantap
Bandung Lautan Angkot
[...] Fertob pernah membahas soal kota ini di salah satu post-nya. Waktu itu beliau bertanya, “Bandung Lautan [...]
Bandung lautan orang sunda < kehabisan ide nich
tambahan mas,..
bandung lautan circle k,..
Ck..oh Ck..,semakin padat…,tapi gapalah bos..,dari pada hrusjauh2 ke dago…,
bandung lautan orang-orang cantik dan tampan………
hal yg diceritakan diatas terjadi bukan fdi bandung saja tetapi hampir di semua kota ada cerita seperti itu…..
hanya orang-orang yang picik yang dapat mengambil kesimpulan yang tidak relevan.tidak semua orang bandung berprilaku seperti itu….hanya segelintir orang saja jd jng membuat asumsi yang dapat membuat nama baik kota bandung tercemar..kalo mau nulis dipir dul secara relevan jng mengambil kesimpulan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan ya pyyrho……….
bandung lautan kasih sayang
[silih asih,silih asah,silih asuh.]
[saling menyayangi,saling belajar,saling menaga]
Berkunjung dan baca infonya.
Sukses ya, I Like Relationship.
bandung lautan cwe2 cakep…………..
iyeee… bandung emang terkenal cewek cantiknye yang harum-haruuum…… kota kembang gitchu lhooooo… tapi jangan lupaaa…terkenal juga baunye…..lautan sampah gitchu………
Eh… ga gitu ahhh…
Mereka juga keluarga kita senusantara…..
kagak boleh tuh saling ejek….. yang baik tuh saling ingatin aja buat kebaikan bersama…. inget gak…. kakek sama nenek kita dulu berjuang ngelairin bandung?…
ikutan nambah nih kang…
jangan lupakan yang satu ini…
bandung itu juga ” lautan Punten…”
abis tiap lewat gak ketinggalan punten..a.., punten teh… awalnya g tau artinya paan, abis kita pendatang. tapi ternyata itu tata krama dan etika.. suatu warisan budaya yang patut dilestarikan. bravo bandung…
ikutan dong!! Bandung adalah surganya para entertaint..,gada Bandung gak rame…,..,heheheheehee..,bner gak cing???