Masih ingat akan semangatmu ketika mengajar di kelas. Menjelajahi seluruh ruangan kelas, berusaha meyakinkan setiap mahasiswa yang kau ajar tentang apa yang kau ucapkan.
Dinding papan tulis yang penuh dengan coretan menjadi saksi. Bahkan hampir tak terbaca karena banyak yang tumpang tindih. Mike yang kau selipkan di saku bajumu, tangan yang memegang spidol, berjalan ke kanan dan kiri, ke belakang menyapa orang-orang yang tak mungkin tidur di ruang kelasmu.
Masih ingat perdebatan kecil kita disudut ruang kelas. Ketika semuanya sudah pulang. Ketika muridmu yang bandel ini menggugatmu, “Apa relevansi filsafat dengan psikologi ?” Ketika pelajaran filsafat barat yang kau tekuni menjadi santapan harian kami.
Dengan santai. Asap rokok yang kau hembuskan, yang terkadang membuat sesak nafas ini. Kau hanya menjawab sederhana :
psikologi hanya bisa dipahami jika kita memahami filsafat, terutama filsafat manusia.
Sambil tetap merokok, kau seakan membuatku menjadi mahasiswa paling bodoh disitu. Berusaha memahami tanpa mengerti apa maksudnya. Tapi, tepukan di pundak menjadi penguat. Membuatku tertarik dengan filsafat, bukan karena filsafat adalah sesuatu yang wajib aku pelajari, tetapi karena disitulah aku menemukan keasyikan tersendiri.
Kau yang secara tak langsung membuatku “tersesat” di rimba belantara pemikiran-pemikiran. Mencoba mencari batas tepi belantara itu, tetapi tak mampu menemukannya. Tapi mengapa kutemukan keasyikan di tengah ketersesatan itu ?
Selamat Jalan, Profesor…..
******************
In Memoriam, Prof. Dr. Fuad Hassan (1929-2007). Guru dan Inspiratorku. Yang membuatku “tersesat” di rimba belantara pemikiran. Yang menjadi penguat ketika batas itu tak jua ditemukan. Semoga di alam sana kau temukan jawaban atas seluruh pencarianmu. Dan kami akan selalu mengenangmu.








turut berduka cita
semoga amal dan ibadah beliau diterima disisiNya, sayah pernah menikmati kurikulum beliau yang membuat sayah seperti skarang ini
turut berduka cita bang fertob.
berkurang deh satu orang jenius di dunia *halah*
ah ya, semoga hasil femikirannya serta kefintarannya dafed terus dikembangkan dan disebarluaskan serta ditingkatkan oleh fara murid-muridna…
Ikut mengucapkan selamat jalan kepada (alm.) Prof Fuad Hassan yang telah banyak membuka jalan bagi para pemburu nilai2 keilmuan. Semoga mendapatkan ketenangan dan kedamaian di alamnya yang baru.
Yang berasal dariNya, kembali kepadaNYa. Semoga.
Sepakat dengan Almascatie … saya telah meikmati produk2 beliau
Di antara tokoh2 pendidikan (selain Ki Hadjar), Fuad Hasan merupakan tokoh yang saya kagumi.
Selamat jalan Prof … tersenyumlah disana karena banyak penerusmu yang telah lahir di bumi Indonesia kita ini
Turut Ber-duka Cita Atas Meninggal-nya Salah Seorang Bapak Pendidikan Indonesia Modern
Turut berduka atas perginya Prof Fuad Hasan. Semoha amal ibadah beliau diterima di Allah SWT.
Selamat jalan prof…
Ada yang kau bawa pergi
tapi lebih banyak yang telah kau tinggalkan
menjadi bekal untuk mereka, kami dan saya
terima kasih
Seperti danalingga.Yang berasal dariNya, kembali kepadaNYa. Amin.Saya tak kenal langsung dengan Prof Fuad Hassan. Tapi dari tulisan dan ‘peninggalan’ beliau, sudah cukup untuk tahu siapa Profesor Fuad Hassan…
Turut berduka cita…
Semoga kepergiannya tidak disertai dengan perginya pemikir seperti beliau…
Setiap yang berasal dari alam akan kembali ke alam..
Turut berbelasungkawa..
He was indeed a very good teacher
Tidak banyak dosen yang benar2 “mengajar”, bukan sekedar menjadi makelar pengetahuan
Agh… turut berduka atas berpulangnya professor yang menjadi inspirator bang fertob
ndak bisa dibayangkan, gimana hebatnya beliau dan betapa bangganya beliau sekarang, telah menghasilkan seseorang sehebat bang fertob