UPDATED
di bagian bawah tulisan ini

niru-niru blog lain yang masang gambar
Ini Bukan Disclaimer
- ternyata lumayan panjang juga yah..!!!
- tulisan ini hanya iseng-iseng tak berhadiah ditengah keinginan untuk berhiatus sementara yang tidak kesampaian.
- jangan terlalu ditanggapi secara serius.
- juga sebagai selingan ketika saya “punya hutang tulisan” pada si makhluk 666 yang tidak juga kesampaian.
- juga dengan keinginan untuk menuliskan sesuatu di Omaigat yang sampai sekarang belum terwujud dan masih berbentuk draft.
- maafkan saya atas semua hutang-hutang itu.
Saya sering bertanya-tanya, mengapa jika seorang blogger berkeinginan untuk hiatus, tewas, pindah rumah, atau berencana membuat kejutan, maka blogger tersebut terlebih dahulu memasang semacam PENGUMUMAN di blognya ?
Mengapa ?
Ada beberapa alasan menurut saya.
- Sekedar basa-basi dan sopan-santun ketimuran. Ya. Kita memang bangsa “timur” yang katanya peramah dan punya sopan santun. Dan memberikan pengumuman di blog bisa menjadi bukti dari sopan-santun itu.
- Supaya tidak kehilangan penggemar. Nah, ini dia yang menurut saya sesuatu yang penting. Pengumuman itu juga sebagai suatu “sarana berkomunikasi” bagi si blogger dengan para penggemar setianya yang selalu menunggu setiap tulisan, seremeh apapun atau setidakpenting apapun tulisan yang akan dipostingkan. Apalagi bagi mereka yang telah ditahbiskan sebagai seleb.
Itu yang akan saya bahas disini, tapi tentunya dengan sedikit “kekacauan”, karena tulisan ini lagi-lagi tidak serius dan tidak penting.
Anda Harus Punya Penggemar
Di thesis saya sebelumnya, saya mengatakan bahwa “Anda Harus Punya Musuh“. Lengkap dengan segala cara, prosedur, dan akibat-akibatnya. Tujuan dari punya musuh adalah supaya anda bisa berpikir. Berpikir menggunakan segala cara untuk mengalahkan musuh anda itu.
Tapi disini ada yang lain. Selain musuh, anda juga harus punya penggemar. Bukan penggemar secara pribadi yang menguntit anda kemanapun anda pergi, seperti Paparazi yang menguntit Putri Diana, tetapi penggemar yang selalu setia mengunjungi blog anda secara rutin dan teratur seperti minum obat 3 kali sehari.
Penggemar blog anda itu adalah seseorang yang selalu setia mengunjungi blog anda, memberikan komentar yang lumayan nendang walaupun keseringan OOT, selalu menjadi komentator pertamaxxx atau setidaknya masuk dalam 5 besar komentator pertama, tidak sabar dan selalu mengingatkan anda untuk update blog, dan yang paling penting adalah sangat berperan bagi peningkatan tiba-tiba traffic blog anda.
Rentang kesetiaan penggemar juga bervariasi. Bisa mulai dari penggemar fanatik yang bersedia mati dan berperang melawan musuh-musuh anda. Penggemar biasa-biasa yang selalu setia mengunjungi blog anda dan SELALU memberikan komentar setiap ada tulisan baru. Atau penggemar sangat biasa yang suka memberikan kritik atau pujian pada anda [ad hominem atau ad verecundiam] supaya anda bisa berkembang. Kritik yang tidak selalu membangun tetapi bisa juga korektif.
Mengapa Harus Punya Penggemar ?
Dunia blog (blogsphere) adalah dunia dengan interaksi antar manusia. Ya, MANUSIA. Setidaknya semua blogger bukanlah jenis makhluk memamah biak atau makhluk amphibi, tetapi manusia-manusia yang dengan kesadarannya sendiri ngeblog dengan tujuan yang tidak selalu mulia demi nusa, bangsa, dan agama serta hanya mengharapkan ridha Yang Maha Kuasa saja.
Kalau dunianya adalah interaksi, maka yang timbul pertama kali, selain keinginan untuk menulis, katarsis dan narsisisme, adalah berusaha mencari “teman maya” sebanyak-banyaknya. Sebanyak yang dia mampu. Kalau sudah berteman secara maya, maka bisa jadi hubungan pertemanan itu berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi seperti pacaran atau berlanjut pada alternatif lain yaitu hubungan antara Penggemar dan Selebriti.
[selebriti disini maksudnya adalah orang yang terkenal. pokonya terkenal walaupun terkenalnya karena bunuh diri dengan cara terjun dari puncak monas]
Hubungan penggemar-selebriti ini yang sepertinya sudah menjadi kelaziman di blogsphere.
Tapi sepertinya banyak juga blogger yang “menolak dengan keras” kalau dikatakan seorang selebriti. Seakan-akan selebriti adalah makna konotatif dari koruptor, pembalak liar, atau tukang palak di jalan raya.
Mengaku sajalah !!! Menjadi selebriti itu salah satu anugerah terindah yang pernah anda dapatkan di dunia maya, meskipun di dunia nyata kenyataannya bisa berbeda.
Kompensasi atas inferioritas bisa berlaku disini. Di dunia nyata bisa jadi seorang blogger adalah pecundang (loser) atau seorang yang gagap dan malu dalam berhubungan, apalagi dengan lawan jenis. Tapi di dunia maya, dia bisa menjadi Kaisar Blog karena keterkenalannya dan keselebritiannya. Dunia maya ala internet (blog) dan dunia nyata bukanlah dunia paralel.
Tapi mengapa harus punya Penggemar ?
- Supaya mengkonfirmasikan thesis : Seleb Blog itu Benar Kenyataannya.
- Supaya memenuhi keinginan untuk diperhatikan.
- Supaya dunia blog itu lebih “hidup”.
- Dan agar-supaya yang lain (ada yang punya usul ?)
Yup, seleb blog itu nyata, senyata matahari yang terbit di pagi hari. Tapi penegasan ini mirip dengan membolak-balik sebuah operasi penjumlahan : 2 + 2 = 4 maka 4 = 2 + 2. Kayaknya logikanya salah deh….
Setiap orang punya keinginan, sadar atau tidak sadar, untuk mendapatkan perhatian dari orang lain. Ini mekanisme psikologis otomatis yang selalu ada dalam diri setiap orang. Dalam bahasa “sarkasme”-nya, setiap orang itu haus akan kasih sayang. Dengan punya penggemar maka kehausan akan kasih sayang minimal sudah bisa dipuaskan, terkecuali bagi mereka yang kadar narsisisme-nya sudah dalam stadium lanjut.
Seperti kata sebuah iklan rokok, “bikin hidup lebih hidup” maka bisa kita plesetkan menjadi “bikin ngeblog lebih hidup“.
Seorang Penggemar Pasti akan berkomentar, dan dengan berkomentar [OOT, adhominem, misuh-misuh, atau apapun itu] maka dunia blog akan lebih “hidup”.
Coba bayangkan dunia blog tanpa komentar ! Dunia seperti apa itu ? Lebih “hidup” kuburan di tengah kota yang ditaburi cahaya lampu dan dipenuhi pasangan yang asyik berpacaran atau mereka yang mencari ilham untuk mendapat porkas atau togel.
Nah, setidaknya itu beberapa alasan supaya Semua Blog Harus Punya Penggemar.
Cara Punya Penggemar
Kalau anda bisa, upayakan penggemar itu datang secara alami dan tidak artifisial. Berbeda dengan Anda Harus Punya Musuh dimana anda harus mencari musuh, maka proyek Anda Harus Punya Penggemar ini datang bukan melalui cara-cara yang “kurang berkenan” dan instan, seperti membuat judul-judul yang bombastis, atau membuat judul-judul seperti “Video Bokep SMA XXX Lengkap Gratis”, atau yang sejenisnya.
Juga bukan dengan cara-cara yang menghalalkan segala cara demi traffic, atau membuat blog kontroversial yang memaki sana-sini atau memutilasi komentar. Atau dengan cara-cara provokatif dan mengkafirkanmenghina sana sini dengan adhominem dan pelecehan yang bertebaran. Juga bukan dengan cara-cara yang melanggar hukum seperti “Cara membuat bom untuk meledakkan Istana Presiden” atau yang sejenisnya.
Itu bukanlah cara-cara yang umum yang bisa diterima oleh kalangan mayoritas di dunia blog. IMHO.
Seperti kata Antobilang, popularitas [alias keterkenalan alias selebritas dan alias-alias yang lain] itu datang atas usaha kita menulis blog yang menarik. Lha, Anto, yang salah seorang seleb blog, sudah mempunyai banyak penggemar dan itu adalah konsekuensi dari tulisan-tulisan Anto yang “diramalkan” mempunyai nilai jual yang tinggi.
Atau seperti Kopdar Queen from Jakarta yang akhirnya punya seorang penggemar. Saya tidak tahu apakah ini ada unsur “konspirasi” dari seorang Chika atau benar-benar seorang penggemar fanatik yang rela mati demi Chika Sang Bidadari. Ada yang tahu ?
Caranya saya serahkan pada anda semua. Kalau bisa, nasehat dari Mbah Anto itu tolong diperhatikan dengan seksama.
Karena tidak semua cara bisa menarik penggemar.
Sifat-Sifat Penggemar
Ini bukan seperti fans boyband New Kids On The GoBlock jaman dulu atau seperti fans Brad Pitt yang berteriak-teriak histeris sampai pingsan saking mengidolakan mereka.
Model hubungan selebriti-penggemar diatas itu adalah hubungan yang semu. Si penggemar mengenali luar dalam [meskipun tidak detail] apapun yang berhubungan dengan selebritis yang digemarinya. Sementara si selebritis belum tentu, dan tak akan pernah bisa, mengenal satu persatu penggemar-penggemarnya. Hubungan penggemar-seleb diatas adalah hubungan satu arah (one way relationship).
Tapi hubungan penggemar-seleb blog yang ada di dunia blog adalah hubungan dua arah (two way variance)
atau dalam bahasa kerennya reciprocal relationship. Hubungan yang terjalin adalah hubungan “saling mengenal” dalam batas-batas pengungkapan seseorang di dunia blog, termasuk yang ber-hidden identity atau yang anonim sekalipun.
Seorang Seleb Blog juga bisa menjadi penggemar bagi yang lain. Begitu seterusnya, dan inilah yang saya maksud sebagai hubungan yang saling timbal balik. Anda menggemari saya, saya menggemari yang lain, yang lain menggemari yang lain[2] dan seterusnya.
Saling timbal-balik juga bisa sama dengan mutual relationship. Kadang hubungan penggemar-seleb itu menguntungkan kedua belah pihak. Si penggemar mendapatkan kepuasan batin karena bisa mengekspresikan hobinya keluar, sementara si seleb mendapatkan kepuasan seksualpsikologis karena keinginan untuk diperhatikan terpenuhi.
Penggemar juga tidak hanya menggemari sebuah blog saja, karena pada saat yang bersamaan dia bisa menggemari banyak blog lainnya. Disini, hubungan penggemar-seleb blog hampir sama dengan poligami, karena seseorang bisa “mencintai” dan “setia” pada lebih dari satu blog.
Makanya, proyek Anda Harus Punya Penggemar adalah alternatif lain dari poligami di dalam pernikahan. Sekiranya anda tidak bisa berpoligami di dunia nyata maka anda bisa “Berpoligami Blog” di dunia maya (blogsphere)
Poligami Blog
….istilah yang lucu….
**************
itu saja mungkin beberapa penjelasan dan kiat supaya Semua Blog Punya Penggemar. Dan sebagai penutup, mengutip kata-kata seorang seleb blog yang tinggal di Aceh, maka blog juga adalah sarana eksistensi diri.
I Think, Therefore I Blog
Kata-kata diatas meminjam analogi Descartes : I Think, Therefore I Am, atau dalam bahasa latinnya : Cogito, Ergo Sum.
Maka saya juga bisa “mengkutak-kutik” sedikit menjadi : I Blog, Therefore I Am. Atau dalam bahasa “kacau” sangadh-nya :
Blogito, Ergo Sum
Sekali lagi, Selamat Ngeblog dan Selamat Punya Penggemar.
cat : saya juga berpoligami blog.
UPDATED
15/01/2008
Ada beberapa keterangan yang kurang saya jelaskan pada tulisan diatas. Karena melihat beberapa komentar yang sepertinya salah menanggapi maksud dari tulisan ini, maka saya membuat sedikit pembetulan.
Sebenarnya tulisan ini punya makna terselubung. Apa yang saya resahkan adalah ketika fenomena selebritis sering dipahami sebagai suatu beban. Itu kalau selebritis dihubungkan dengan SIAPA yang versembunyi dibalik sebuah blog. Selebritis menunjuk pada seseorang.
Tapi arti selebritis pada tulisan ini tidaklah tepat kalau menunjuk langsung pada seseorang. Selebritis blog dikenal karena TULISAN-TULISANNYA yang di-publish di blognya. Selama kita mem-publish-kan tulisan-tulisan yang bermanfaat, berbobot, dan mempunyai nilai, maka status selebritis adalah hasil sampingan dari tulisan-tulisan itu, dan bukan dari yang lainnya.
Saya hanya sekedar mengingatkan bahwa status selebritis di dunia blog bukan didapat dari suatu proses instan. Perlu perjuangan yang lebih dari itu. Bukan melalui cara-cara yang “kurang berkenan” dan “mencari sensasi” tetapi butuh suatu kualitas lebih.
Ini karena saya melihat dunia blog yang kelihatan sekarang ini, menurut saya, sepertinya diarahkan pada tema-tema yang “bombastis” tapi isinya sama sekali tidak ada alias kosong. Dan itu saya lihat sepertinya menjadi ukuran keselebritisan seseorang. Selebritis blog bukan hanya soal traffic atau terkenal karena tulisan yang “bombastis tapi kosong”.
Pada intinya, saya mengajak semua blogger untuk menuliskan sesuatu yang bermanfaat dan berbobot. Juga menjalin hubungan baik dengan sesama blogger lain. Itu hakikat sebuah aktivitas yang bernama blogging. IMHO. Dengan menuliskan tulisan yang berbobot, maka status selebritis atau yang sejenisnya adalah produk sampingan dari tulisan kita.
Saya menggemari banyak blog, dan itu karena menurut saya tulisan mereka berbobot dan bermanfaat, setidaknya bagi saya. Saya bukan penggemar SIAPA di balik blog itu, tetapi APA yang dituliskannya.
Anda Harus Punya Penggemar [karena tulisan anda] dan Anda Harus Jadi Penggemar [pada blog lain yang menurut anda berbobot dan bermanfaat].
Pada dasarnya setiap orang itu selebritis, pada batas-batas tertentu. Tapi keselebritisan di di dunia blog haruslah diperoleh melalui karya-karya di blog dan juga lewat hubungan yang dibangun dengan blogger lainnya. Dan bukan dengan “cara-cara yang lain”.
Jangan lihat siapanya, tapi apa yang telah dihasilkannya. Maka selebritis hanyalah akibat sampingan yang bisa dianggap angin lalu.







Bentar, bang..
Saya inget-inget dulu, apakah saya pun punya penggemar??
Soal sumbang tulisan, santai aja, bang..
kenyataan yang sering terjadi adalah seseorang nggak mau disebut seleb blog..
entah apa alasannya..
yang bukan seleb berusaha agar jadi seleb, dan yang sudah jadi pun berusaha agar gelar itu lenyap..
sebuah kontradiksi di ranah blog-o-sphere..
Lha, saya pertamax yak??
Baiklah, anggap itu pertamax dari penggemarmu..
*kesummon*
Yea, mengapa kadang jika sudah mempunyai penggemar, tiba-tiba down sendiri?
*sok narsis dulu* Akhir-akhir ini saya merasakan seperti curhat mbak tika yang diposting ndorokakung.. *rasanya URLnya ada di posting antok yang popularitas deh, edit komen ini dan masukin URL itu ya, pake HP sih*
…bedanya, saya justru nulis tiap hari karena banyak ide bersliweran di otak. Ini aja sambil ngetik entry.
Tapi tetap aja paranoid. Nulis tiap hari, yang diakui Luthfi bikin ia enak monitoring blog karena komennya dikit-dikit malah jadi bumerang buat saya. “Iya saya tahu, bagi sampeyan yang super seleb mah komen per entry di tempat saya masih dikit!”
…komennya malah bikin capek balasnya. Dikira nulis tiap hari jadinya komen dikit, ini malah sama aja. GRRAAAHH!! Damn U BOTD!
Makanya saya ilfil sama itu peringkat dan mutusin mau pindah rumah. Ubah setting bahasa? Ah, berubah sekalian total dari 0 saja…
*ini anak malah curhat*
Ternyata panjang juga ya bahasannya. Kalo saya koq telah setuju dengan istilah teman akrab ya dari pada penggemar. Kesannya .. gimanaaa gitu, seleb dan penggemar. Sebenarnya, kalo sudah punya jaringan, teman akrab .. kaya’nya bakal saling kunjung mengunjungi deh.
saya bukan penggemar siapa-siapa, juga tak merasa digemari siapa-siapa. Mungkin lebih cocok seperti dikatakan bang Eby…
saya sudah pindah lho!
*ditimpuk*
waduh…blog yang clover itu cuma perbuatan iseng seorang blogger. udah saya suruh tutup tapi tetep mbandel..
lha, saya ini ngefans sama
bang fertobtulisan-tulisannya bang fertob lho..Ahem…
Koreksi dikit Bang, pecundang itu itu o-nya cuman satu
Selebihnya saya setuju aja… Saya kan penggemar Bang Fertob
Arggh!!! Tagnya ada kesalahan!!!
poliblogami, gak kenal gender dung, mo laki, mo perempuan, ato diantaranya asal ada mutual relationship, ayuh…
dan ternyata pasangan mutual relationship saya co semua
Aku malah ndak tahu kalau aku punya penggemar lho Bro. Musuh? Hmmm, coba aku pikir-pikir dulu
seleb blog, memang ada ya???
nda ngerti yang begituan,,
Luar Biasa!!
Saya mengenal sampean lewat bang Mulut. Di sana sampean kasih komen yg luar biasa ttg logical fallacy. Sampe geleng2 saya. Dan melihat tulisan2 sampean, bener2 deh, kapasitas dan kualitas reasoning sampean emg yahud. Itu masih ditambah dg wawasan yg luas. Saya add sampean di blogroll saya. Artinya, sampean skr jadi pasangan poligami saya. Jangan menyesal
Apa yg menarik blogosphere adl kita di sini bisa memilih utk menggemari gagasan & tulisan, tapi tidak perlu mengagumi bahkan sampe tahu in person siapa orangnya.
*tepok2 jidat*
niat banget ngetiknya
saya penggemar blog ini. . .
:P
tapi saya bukan penggemar anda
[daftarkan diri jadi
fansfer**tob***]Ketik REG[spasi]fertob kirim ke blok ini segeraaa!!
100 komentator pertama akan mendapatkan
kecupan hangatpiring pecah belah, dijual terpisah!!*liat komen mbak roze*
saya daptar!
*ngarep piring cantik*
Saya sih kurang tahu. Selama ini punya musuh bebuyutan, tapi saya tidak mengetahui keberadaan penggemarnya.
tergantung lagi sih pemilik blognya, blognya itu dipublish buat umumkan… atau buat teman2 saja…
Penggemar hanya salah satu dampak dari tulisan
kyaaaaaaaa Shino ngefanz ama kang fertob
<—- tindakan brutal fans
Dubito, ergo cogitoDemiPenggemarito, ergo blogito, ergo sum ? He..he… *kacau sangadh nian*btw, ini juga bisa menjadi semacam arahan Anda Harus Menjadi Penggemar lho Pak, khususnya bagi blogger non-seleb…. CMIIW.
Sekalian numpang punya penggemar.
Pengumuman, aku adalah pembunuh Benazir Bhutto.
Kalo tidak percaya silakan klik :
http://bcah.wordpress.com
@ Kalo utk mas aRuL pasti dah tahu, siapa yg nembak Bhutto
Hahaha frustasi juga aku, buat blog gak ada yang ngintip.
Buat Bang Ferto, trims atas tulisannya. Sangat inspiratif.
*tidak fokus*
ati2 lho, mas. pak harto utangnya ndak lunas2. makanya matinya ga lancar, hohohoho!
eh, chika bidadari? gyehehehehe…jadi ndak mampu berkomentar lebih jauh lagi. chika kan frigid
daftar jadi penggemar bang fertob.
*ngakak…

hmm… jadi hubungan antara dosen dan mahasiswa itu bisa dikatakan hub antara seleb dan penggemar?
*maaf OOT*
REG FERTOB
Hmm… Poligami blog yah… Klo gtu poliandri nya juga ada kan..
@ qzink[1] :
hehehe…. dan saya juga adalah salah satu penggemar 666
@ streetpunk :
saya juga nggak gitu ngerti mas. tapi itu saya pikir karena sifat manusia Indonesia yang “tidak ingin terlalu tampil ke depan”.
atau mungkin konotasi seleb itu memang negatif ?
@ qzink[2] :
oh, terimakasih. saya sudah punya satu penggemar rupanya….
@ rozenezia :
jadi, saya pengen komentar apa nih ?
lho…lho… mungkin penjelasan tentang apa arti selebritis dan apa arti popularitas itu sepertinya kurang ya ?
@ Bang Eby :
eh, sebenarnya memang istilah “teman akrab” lebih cocok daripada penggemar. tapi berteman itu antara blogger, tetapi penggemar itu mengarah pada blog.
kayaknya istilah selebritis sudah kadung dianggap berkonotasi lain ya bang ?
@ dee :
lho, blognya pak dee ini cukup banyak yang menggemari lho…
@ caplang :
yang di wordpress mau diapain mas ?
disumbangkan aja yah…
@ cK :
ooohh… saya pikir itu “konspirasi” chika untuk naikin nilai jual. ternyata nggak ya ? *maafkan saya yang telah berprasangka buruk*
AHA, chika sepertinya orang pertama yang menangkap maksud terselubung dari tulisan diatas.
*kasih pelukan sama chika*
*piring cantiknya ntar ya…*
@ Amed :
thanks mas, sudah diperbaiki. nulisnya sambil buru-buru dan nggak dicek ejaannya lagi.
aduh, nggak usah jadi penggemar saya tho… saya menggemari blog mas amed juga masalahnya.
@ joyo :
hahahaha…. memang nggak kenal gender mas. tapi kok bisa cowok semua ?
*jadi curiga nih*
@ exmus :
oh, saya salah satu penggemar blognya mas ex-mus.
@ atmo4th :
seleb blog itu kenyataan lho, tapi dalam pengertian yang positif.
@ Guntar :
makasih mas…
betul itu mas. cukup menggemari dan mengagumi hasil karyanya saja walaupun tidak perlu mengenal siapa orang dibaliknya.
SETUJU…
@ Luthfi :
hehehehe…. padahal ini tulisan setengah niat lho. biasanya kalau niatnya pebuh malah bikin jidat mengkerut.
@ funkshit :
aha, makasih mas. memang itu maksud saya di tulisan ini.
@ rozenesia :
apa-apaan ini ?
maaf, saya tidak melayani tanda tangan atau karangan bunga.
tapi, makasih kalau sudah jadi penggemar blog ini. nggak usah jadi penggemar saya, karena saya orangnya [kata orang] sangat serius dan sedikit menyebalkan.
@ cK :
segera hubungi mbak roze karena dia distributor tunggalnya.
@ DeBe :
hehehe… yang saya lihat, banyak yang jadi penggemar blognya DeBe lho….
@ Arul :
betul, penggemar adalah salah satu dampak dari tulisan….
SETUJU…
@ shinobi :
hmmmm….. sepertinya saya harus pindah rumah nih…
*ngikutin selebritis luar yg diteror fansnya*
@ namain :
oiya, semua blogger harus punya penggemar dan semua blogger harus jadi penggemar.
itu mungkin definisi reciprocal relationship yang betul. blogito, ergo sum.
@ bamby :
lho, berarti yang ditayangin di televisi itu hoax ya ?
@ Joe a.k.a dekisugi :
lho, bidadari kan bisa frigid juga, termasuk bidadari yang di surga….
*mungkin saja chika termasuk di dalamnya*@ danalingga :
hehehe….kalau gitu saya juga penggemar BLOG mas dana…
@ morishige :
saya juga nggak tau itu hubungan apa…
kalau berdasarkan pengalaman saya dulu, hubungan dosen pembimbing skripsi/thesis – mahasiswa skripsi itu bisa seperti “hubungan yang saling bersaing”
*mahasiswanya ngotot, dosennya merasa paling tahu*
@ Praditya :
oke… REG Praditya
poligami kan istilah umum mas, dan terbagi dua jadi poligini dan poliandri.
Tuh kan! Persis yg saya bilang sebelumnya. Tulisan & kata2 si abang ini sering keliatan ga penting, tapi setelah ditilik lbh dalam (halah!) ternyata inspirational.
Bang, dgn punya penggemar blog itu apa termasuk dlm pemenuhan kebutuhan “aktualisasi diri”?
Oya, saya udah jd penggemar Bang Fertob sblm jadi warga blogsphere. Sejak saya nemu buku “Sejarah Tuhan” di kamarnya.
Sejak pertama kesini saya udah ga suka sama bang Fertob, bukan saja karena tidak seagama, tapi juga tidak cocok dengan caranya melihat manusia lain. Tapi tiap saya punya waktu blogwalking saya selalu kesini, feednya pun saya tandai sebagai must read, hanya karena tulisannya selalu mencerahkan dan inspiratif. Ini ga bisa tidur juga malah maen ke sini.
Kalo gw pribadi yang penting bisa nulis di blogshere [ titik ]
bang fertob sih banyak fansnya,,
*baca komen Joe*




anu… soal haus kasih sayang itu, saya kok jadi merasa tertampar ya.
tapi saya mungkin salah satu penggemar blog ini
yang rela mati demi blog ini
*www.gombal.com*
kok jadi banyak yang flirting ke bang fertob ya?
*ngakak baca komen di atas*
Ayooo… Masih 64 komentar lagi yang bakal dapat
kecupan hangatpiring pecah belah dijual terpisah~Betul juga
Saat ini saya ‘mengemari’ beberapa blog karena isi tulisannya sangat sesuai selera saya
Tulisan yang lezat bagi saya berbumbu pedas, lugas dan harus kocak jadi rasanya pastii nendang, hweheheh…
Satu lagi setelah melahap habis tulisan yang terhidang biasanya saya jadi penasaran setengah idup pengen tau *bukan kenalan* siapa sih kokinya? apakah dia memang berhati-nurani seperti dugaan saya ataw…
Jadi ngak sama dgn Guntar yang ngak perlu tau siapa orang dibalik tulisan, saya justru akan lebih mudah lagi mencerna jika tau siapa ‘dia’
walaupun posisi saya cukup sebagai silent reader ajah seperti biasa… *eh gimana mo silent kalo sehari bolak-balik ninggalin jejak aipi endress*.
yaiks… sudah rame…
ahem… saya juga penggemar Om Fertob Lho… boleh ngga?
betewe, banyak cara menjadi penggemar Om. setau saya, nggak harus bikin tulisan yang menarik atau bermutu…
*melihat sebuah blog*
bikin tulisan yang sangat tidak menarik, tapi cukup dengan sesuatu yang *bikin eneq* juga bisa jadi jalan pintas populer.
dalam hal ini, Gunawan Roze, Antobil, Zam Jengjeng, Joesatch, Celo Andrew, mungkin sangat tau apa yang saya maksudkan…
haaaahhhh…panjangnya….. *save file*
tp saya punya prinsip dan moga2 bisa istiqomah alias komit.
ngeblog itu harus JUJUR terhadap diri sendiri.
komen ttg postingan ini, menyusul nanti kl udah dikunyah ya bang^^
jadi pengen ikutan nulis…
Setuju sangat sama mas erander kalo lebih baik dinamain teman akrab daripada penggemar. Soalnya saya mikir kalo penggemar, ya saya boleh dong sombong2 sama blog mereka2 itu. Karena saya kan kudu ada jadwal show, suting, nungging sampe bunting (Masyaoloh..)
Iya juga sih, ngapain bekoar2 hiatus, atawa ada sesuatu nan penting kalo gak ada yang berkunjung.. Yang ada mah memble aja. mending kece..
@ Poltak :
Uh, lagi-lagi Maslow….
mungkin bukan aktualisasi diri, tapi selebritisasi diri.
@ Guh :
oh, kita memang berbeda Guh. Tapi seperti kata pepatah : berbeda-beda tapi tetap satu.
Jadi saya merasa mas Guh ini seperti bagian lain dari diriku yang hilang.
@ devry :
jadi penggemar dan punya penggemar itu juga semangat ngeblog lho…
@ Rizma :
saya punya banyak penggemar ?
itu kesimpulan yang terlalu dini, neng Rizma. Saya lebih banyak jadi penggemar.
@ Ira :
kita sama-sama haus kasih sayang kok mbak…
@ cK
fliriting itu bagian dari selebriti
@ roze :
ada apa Gun ? dibuka aja pendaftaran penggemar di blog kamu yang baru. dijamin laris manis kayak kacang goreng.
@ arshintadewi :
tulisan saya nggak pedas, nggak kocak, nggak nendang, dan nggak-nggak yang lain.
tapi saya justru heran kalau banyak juga yang suka.
di update dong blognya mbak.
@ Siwi :
semua tulisan oknum-oknum blogger yang Siwi sebutkan itu memang terkadang bikin “eneg”. tapi namanya juga oknum
saya juga penggemarmu lho…. *ssstttt… jangan bilang Farid ya…*
@ medina :
lho, masih perlu dikunyah ? ditelan aja nggak apa-apa kok, sudah siap saji ini….
@ abeeayang :
silaken…
@ titiw :
kan itu penggemar timbal balik, jadi sesama penggemar dilarang saling mendahului…
“Tapi keselebritisan di di dunia blog haruslah diperoleh melalui karya-karya di blog dan juga lewat hubungan yang dibangun dengan blogger lainnya. Dan bukan dengan “cara-cara yang lain”.”
eniwei, bang pyrrho…
saia juga memikirkan hal yang sama. karena sefertina sudah menjadi faradigma bloger bahwa afabila blognya ingin mendafadh kunjungan, biasakanlah untuk berblogwalking. yay, sebuah fetuah yang dituliskan oleh banyak bloger-bloger yang senior.
saia sendiri sih ndak memfermasalahkan, karena memang benul, tafi akhir-akhir ini, yang ada hanyalah bloger yang sering blogwalking tetafi terlalu difaksakan. sehingga terjadilah you-know-what a.k.a komeng-komeng numfang namfang, fast riding lansun komeng, dan berbagai hal yang menurudh saia negatif…
eniwei, bukan berarti saia mewajibkan atau mengharuskan atau ndak suka sama blog yang berisi curhadh, (kek yang saia tulis di bloger goblok jangan ngeblog). hanya saja, setiaf kali saia melihadh fostingan yang dianggaf ndak fenting, entah oleh fenulisnya sendiri atau fembaca. yang ada hanyalah tumfukan komeng samfah yang sefertina terlalu difaksakan. bukankah itu malah lebih ndak menghargai tulisan tersebudh? mereka-mereka yang suka begidu dengan seenaknya komeng ditemfadh saia “kalo ngga suka, ya jangan dibaca” tafi mereka itu ndak sadar, kalo mereka sendiri blogwalking kemana-mana, mbaca entah fostingan afa, suka ato ndak suka, ya tetef komeng.
entah rikuh fakewuh, entah ingin dafedh kunjungan balasan….
ah ya, saia menyimfulkan dan menganalisa begini karena ini adalah fengalaman fribadi saia, entah sebagai felaku ataufun korban *halah*
be te we, ko ya komengna fanjang sangadh ya? wah, bisa jadi fostingan ini…
tafi karena saia uda ndak funya blog. jadi saia nitif fosting disini sahaja lha ya! mhuehuehuehuehue…
semoga bang pyrrho bisa menambahkan atau mengoreksi kesimfulan dan analisa saia terhadaf komunitas yang jauh lebih rumidh dari dunia nyata ini..
terima kasih bang!
“lewat hubungan yang dibangun dengan blogger lainnya”
nah, hubungan yang saia lihadh sekarang adalah hubungan yang terlalu rikuh fakewuh…
dolo sudah fernah saia angkadh soal ini…
tafi karena tulisan saia selalu dianggaf samfah..
jadi munkin ndak ada yang ngrasa….
tafi semenjak saia ngrubah gaya tulisan jadi satire, eh..malah fada misuh-misuh….
nasib-nasib jadi blog samfah……
be te we, numfang curhadh bang, jangan diekspos..
saia malu…….
soale saia sendiri juga gidu dulu…..
yah.. saya blogger baru yang belon punya penggemar… kapan ya saya bisa punya penngemar?
*mimpi*
saya sendiri punya dua blog yang sering dibuka -digemari-. Dua-duanya soal bisnis internet, isnaini & cosa. tutorial seh, kalo yang laen sekedar cuci otak ama hati, open mind doang
saya tidak tahu menahu juga