<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Defensif</title>
	<atom:link href="http://fertobhades.wordpress.com/2008/02/02/defensif/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fertobhades.wordpress.com/2008/02/02/defensif/</link>
	<description>exploring the boundaries of human capabilities</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Nov 2009 08:52:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Psikologi Cinta &#187; Fungsi Istri</title>
		<link>http://fertobhades.wordpress.com/2008/02/02/defensif/#comment-14423</link>
		<dc:creator>Psikologi Cinta &#187; Fungsi Istri</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 02:56:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fertobhades.wordpress.com/?p=311#comment-14423</guid>
		<description>[...] belum perlu punya anak lagi. Bila kau merasakan kelebihan energi pada dirimu yang belum tersalur, manfaatkanlah untuk mengembangkan diri. Dunia wanita tidak terbatas pada mengasuh anak-anak, [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] belum perlu punya anak lagi. Bila kau merasakan kelebihan energi pada dirimu yang belum tersalur, manfaatkanlah untuk mengembangkan diri. Dunia wanita tidak terbatas pada mengasuh anak-anak, [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aditya rendy</title>
		<link>http://fertobhades.wordpress.com/2008/02/02/defensif/#comment-12180</link>
		<dc:creator>aditya rendy</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2008 14:31:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fertobhades.wordpress.com/?p=311#comment-12180</guid>
		<description>meningkatkan defence harus dengan sopan santun yah???

tapi keknya buad orang orang tertentu kurang mengena tuh :lol:

relaaatiiipppp .... huakakakakak</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>meningkatkan defence harus dengan sopan santun yah???</p>
<p>tapi keknya buad orang orang tertentu kurang mengena tuh <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>relaaatiiipppp &#8230;. huakakakakak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: away</title>
		<link>http://fertobhades.wordpress.com/2008/02/02/defensif/#comment-12173</link>
		<dc:creator>away</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2008 07:58:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fertobhades.wordpress.com/?p=311#comment-12173</guid>
		<description>kadang aku defensif dan kadang juga tidak. Semua tergantung situasinya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kadang aku defensif dan kadang juga tidak. Semua tergantung situasinya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: warmorning</title>
		<link>http://fertobhades.wordpress.com/2008/02/02/defensif/#comment-12135</link>
		<dc:creator>warmorning</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Feb 2008 06:57:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fertobhades.wordpress.com/?p=311#comment-12135</guid>
		<description>positif di sisi yang berharap positif memang bisa bermakna negatif bagi yg di sisi berlawanan, begitukah? selama ada satu sisi yang bisa menikmatinya, why not? :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>positif di sisi yang berharap positif memang bisa bermakna negatif bagi yg di sisi berlawanan, begitukah? selama ada satu sisi yang bisa menikmatinya, why not? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: &#160; Ini Blogosphere atau Fuckosphere, sih?&#160;by&#160;Hoek Soegirang</title>
		<link>http://fertobhades.wordpress.com/2008/02/02/defensif/#comment-12101</link>
		<dc:creator>&#160; Ini Blogosphere atau Fuckosphere, sih?&#160;by&#160;Hoek Soegirang</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Feb 2008 21:26:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fertobhades.wordpress.com/?p=311#comment-12101</guid>
		<description>[...] : tapi kalo gitu ya berarti sama aja dunk? Hoek : ah, blognya siapa sih? ndak usa ribut gitu deh? B.A.K.A kawand! B.A.K.A !!! Soegirang : hmm&#8230;*mikir* Hoek : udah..uda&#8230;ndak usa dipikirin! eh, ni saia punya trik [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] : tapi kalo gitu ya berarti sama aja dunk? Hoek : ah, blognya siapa sih? ndak usa ribut gitu deh? B.A.K.A kawand! B.A.K.A !!! Soegirang : hmm&#8230;*mikir* Hoek : udah..uda&#8230;ndak usa dipikirin! eh, ni saia punya trik [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: watonist</title>
		<link>http://fertobhades.wordpress.com/2008/02/02/defensif/#comment-12064</link>
		<dc:creator>watonist</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 10:35:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fertobhades.wordpress.com/?p=311#comment-12064</guid>
		<description>kapan ya ... saya bisa nggetok kepala orang trus bisa bilang &quot;tangan saya ini, suka-suka saya dong&quot; ?! *berangan-angan*

btw, setuju dengan komentarnya b, &quot;bahwa sekecil apapun suatu gagasan, akan memberi efek pada lingkungan kita&quot;. *mutilasi &lt;strike&gt;ayat&lt;/strike&gt; komen*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kapan ya &#8230; saya bisa nggetok kepala orang trus bisa bilang &#8220;tangan saya ini, suka-suka saya dong&#8221; ?! *berangan-angan*</p>
<p>btw, setuju dengan komentarnya b, &#8220;bahwa sekecil apapun suatu gagasan, akan memberi efek pada lingkungan kita&#8221;. *mutilasi <strike>ayat</strike> komen*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: b</title>
		<link>http://fertobhades.wordpress.com/2008/02/02/defensif/#comment-12057</link>
		<dc:creator>b</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2008 07:01:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fertobhades.wordpress.com/?p=311#comment-12057</guid>
		<description>Ya itu memang bs d lihat sbg masalah..

Katakanlah gagasan/ide/mimpi yg ada d kepala kita adalah sesuatu yg membentuk moralitas kita: mksd &#039;kita&#039; d sini tentu saja adalah &#039;aku&#039;... maka itu berarti kita/aku memiliki moralitas tertentu yg mngkn (seringkali) berbeda dgn moralitas umum. Maka ketika kita/aku menyampaikan suatu gagasan yg sifatnya personal (orisinil) maka gagasan itu jg berasal dr moralitas individu kita/aku... Jadi di situlah seringkali muncul kontradiksi: pertentangan antara moralitas personal dgn moralitas umum. Katakanlah memang kita tidak mempunyai maksud atau tujuan tertentu tapi tetap saja kontradiksi itu akan memiliki konsekuensi-konsekuensi tertentu.. dan gagasan yg masuk akal selalu memiliki lbh bnyk kemungkinan untk d ikuti.. tapi ini jg tergantung bgmn memandangnya.. 

...Tentu saja seseorang yg sadar tidak akan memberikan pistolnya lengkap dgn peluru kepada seorang anak kecil, bukan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya itu memang bs d lihat sbg masalah..</p>
<p>Katakanlah gagasan/ide/mimpi yg ada d kepala kita adalah sesuatu yg membentuk moralitas kita: mksd &#8216;kita&#8217; d sini tentu saja adalah &#8216;aku&#8217;&#8230; maka itu berarti kita/aku memiliki moralitas tertentu yg mngkn (seringkali) berbeda dgn moralitas umum. Maka ketika kita/aku menyampaikan suatu gagasan yg sifatnya personal (orisinil) maka gagasan itu jg berasal dr moralitas individu kita/aku&#8230; Jadi di situlah seringkali muncul kontradiksi: pertentangan antara moralitas personal dgn moralitas umum. Katakanlah memang kita tidak mempunyai maksud atau tujuan tertentu tapi tetap saja kontradiksi itu akan memiliki konsekuensi-konsekuensi tertentu.. dan gagasan yg masuk akal selalu memiliki lbh bnyk kemungkinan untk d ikuti.. tapi ini jg tergantung bgmn memandangnya.. </p>
<p>&#8230;Tentu saja seseorang yg sadar tidak akan memberikan pistolnya lengkap dgn peluru kepada seorang anak kecil, bukan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: binchoutan</title>
		<link>http://fertobhades.wordpress.com/2008/02/02/defensif/#comment-12053</link>
		<dc:creator>binchoutan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2008 22:46:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fertobhades.wordpress.com/?p=311#comment-12053</guid>
		<description>wah hoek.. masih ada disini?
apa ini arwahnya hoek?

*grrrrr.....kabur*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah hoek.. masih ada disini?<br />
apa ini arwahnya hoek?</p>
<p>*grrrrr&#8230;..kabur*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Hoek Soegirang</title>
		<link>http://fertobhades.wordpress.com/2008/02/02/defensif/#comment-12052</link>
		<dc:creator>Hoek Soegirang</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2008 22:35:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fertobhades.wordpress.com/?p=311#comment-12052</guid>
		<description>kalo menurudh saia sendiri sih, &quot;tulisan bermutu/berguna&quot; itu sendiri relatif, setidaknya tulisan non cK dikatakan bermutu apabila yang membacanya adalah orang yang terserang badai otak stadium empat setelah membaca tulisan-tulisan yang ada di blog ini... :twisted:
setidaknya tulisan-tulisan ringan itu bisa dijadikan selingan atawa hiburan yang menyejukkan pikiran. Walopun ujung-ujungnya tergantung dari niat bloger itu sendiri, mo dijadikan apa blognya, dijadikan tempat sampah, istana yang megah atau bahkan dijadikan surga yang indah...
_________________________________________
ah ya, dan bicara soal defensif, hal tersebudh wajar, karena menurudh saia sendiri, hal tersebut sudah menjadi insting setiap menusa, dan sekali lagi, tergantung pada ciri menusanya, apakah dia terbiasa untuk bersikap proaktif atau reaktif...
ps : menurudh saia sendiri, bicara tentang tulisan bermutu + blog = sensitif sangadh. apalagi kalo ditambah : bicara tentang tulisan bermutu + blog + satire + masyarakadh yang primitif = perang dunia... :mrgreen:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo menurudh saia sendiri sih, &#8220;tulisan bermutu/berguna&#8221; itu sendiri relatif, setidaknya tulisan non cK dikatakan bermutu apabila yang membacanya adalah orang yang terserang badai otak stadium empat setelah membaca tulisan-tulisan yang ada di blog ini&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_twisted.gif' alt=':twisted:' class='wp-smiley' /><br />
setidaknya tulisan-tulisan ringan itu bisa dijadikan selingan atawa hiburan yang menyejukkan pikiran. Walopun ujung-ujungnya tergantung dari niat bloger itu sendiri, mo dijadikan apa blognya, dijadikan tempat sampah, istana yang megah atau bahkan dijadikan surga yang indah&#8230;<br />
_________________________________________<br />
ah ya, dan bicara soal defensif, hal tersebudh wajar, karena menurudh saia sendiri, hal tersebut sudah menjadi insting setiap menusa, dan sekali lagi, tergantung pada ciri menusanya, apakah dia terbiasa untuk bersikap proaktif atau reaktif&#8230;<br />
ps : menurudh saia sendiri, bicara tentang tulisan bermutu + blog = sensitif sangadh. apalagi kalo ditambah : bicara tentang tulisan bermutu + blog + satire + masyarakadh yang primitif = perang dunia&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Pyrrho</title>
		<link>http://fertobhades.wordpress.com/2008/02/02/defensif/#comment-12051</link>
		<dc:creator>Pyrrho</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2008 18:59:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fertobhades.wordpress.com/?p=311#comment-12051</guid>
		<description>&lt;strong&gt;@ Adit :&lt;/strong&gt;

ya..ya... termasuk yang &quot;pengumuman&quot; itu kan, Dit ? ;)

&lt;strong&gt;@ Mbel :&lt;/strong&gt;

Nggak perlu mas.... situ kan sudah ngasih peringatan kalau blognya berisi &quot;parental advisory&quot; :)

&lt;strong&gt;@ Dana :&lt;/strong&gt;

Bisa saja mas. Bisa saja ada kesejajaran disitu antara blog dan dunia nyata. Tapi.... ah, masalah ini memang salah satu yang sensitif kalau dibahas. :)

&lt;strong&gt;@ Guh :&lt;/strong&gt;

sudah diralat Guh...:)

Kalau Kadiv Humas Polri itu memang luar biasa defensif. Itu kan hanya sebuah bukti saja, dan bukannya mencari cara untuk menyelesaikan kasus itu, dia malah mencari cara untuk &quot;ngeles&quot;. 

Dan ada juga yang berkomentar spt ini : &quot;kan turisnya juga salah, naik motor nggak bawa SIM, dllll....&quot;

Dan saya cuma bilang : &quot;&lt;strong&gt;Two wrong make it right&lt;/strong&gt;&quot; :evil:

&lt;strong&gt;@ Geddoe :&lt;/strong&gt;

Dan akhirnya menjadikan teori &quot;&lt;strong&gt;blogger anonim cenderung tak bertanggung jawab&lt;/strong&gt;&quot; bisa menjadi kenyataan. :-? Memang batasan moral/etika di dunia blog itu lebih rendah jika dibandingkan di dunia nyata. Dan demi alasan-alasan BAKA itu bisa jadi orang berbuat sesuka hatinya terhadap blognya sendiri, sembari bertindak seperti kasus Ratu Adil itu.

&lt;strong&gt;@ Debe :&lt;/strong&gt;

Yup, dan BAKA yang saya lihat sering dijadikan alasan untuk berbuat &quot;semena-mena&quot; terhadap blognya sendiri. Semena-mena maksudnya bisa hal-hal yang negatif.

&lt;strong&gt;@ b :&lt;/strong&gt;

Betul, sekecil apapun gagasan itu, gagasan itu memberikan &quot;sesuatu&quot; bagi dunia sekelilingnya. Analogi pistol dan anak kecil itu bagus lho.... dan saya mengandaikannya bahwa gagasan/ide yang kita punya juga adalah senjata yang kita punyai untuk mengubah lingkungan sekitar. Masalahnya, senjata itu digunakan dengan tujuan apa... 

&lt;strong&gt;@ Sarah :&lt;/strong&gt;

termasuk gagasan untuk mencari pacar impian kan ? ;)

&lt;strong&gt;@ cK :&lt;/strong&gt;

masa&#039; sih ? 

*buka-buka jeroan blognya cK*

&lt;strong&gt;@ Ina :&lt;/strong&gt;

defensif itu manusiawi kok. apalagi untuk kondisi yang memang mengancam jiwa. tapi sering kita persepsikan sebagai &quot;mengancam reputasi&quot; atau mengancam-mengancam yang lain, dan bukannya mencari pelajaran/kebenaran tapi malah mencari &quot;alasan&quot; terlebih dahulu.

































</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>@ Adit :</strong></p>
<p>ya..ya&#8230; termasuk yang &#8220;pengumuman&#8221; itu kan, Dit ? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>@ Mbel :</strong></p>
<p>Nggak perlu mas&#8230;. situ kan sudah ngasih peringatan kalau blognya berisi &#8220;parental advisory&#8221; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>@ Dana :</strong></p>
<p>Bisa saja mas. Bisa saja ada kesejajaran disitu antara blog dan dunia nyata. Tapi&#8230;. ah, masalah ini memang salah satu yang sensitif kalau dibahas. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>@ Guh :</strong></p>
<p>sudah diralat Guh&#8230;:)</p>
<p>Kalau Kadiv Humas Polri itu memang luar biasa defensif. Itu kan hanya sebuah bukti saja, dan bukannya mencari cara untuk menyelesaikan kasus itu, dia malah mencari cara untuk &#8220;ngeles&#8221;. </p>
<p>Dan ada juga yang berkomentar spt ini : &#8220;kan turisnya juga salah, naik motor nggak bawa SIM, dllll&#8230;.&#8221;</p>
<p>Dan saya cuma bilang : &#8220;<strong>Two wrong make it right</strong>&#8221; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_evil.gif' alt=':evil:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>@ Geddoe :</strong></p>
<p>Dan akhirnya menjadikan teori &#8220;<strong>blogger anonim cenderung tak bertanggung jawab</strong>&#8221; bisa menjadi kenyataan. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':-?' class='wp-smiley' />  Memang batasan moral/etika di dunia blog itu lebih rendah jika dibandingkan di dunia nyata. Dan demi alasan-alasan BAKA itu bisa jadi orang berbuat sesuka hatinya terhadap blognya sendiri, sembari bertindak seperti kasus Ratu Adil itu.</p>
<p><strong>@ Debe :</strong></p>
<p>Yup, dan BAKA yang saya lihat sering dijadikan alasan untuk berbuat &#8220;semena-mena&#8221; terhadap blognya sendiri. Semena-mena maksudnya bisa hal-hal yang negatif.</p>
<p><strong>@ b :</strong></p>
<p>Betul, sekecil apapun gagasan itu, gagasan itu memberikan &#8220;sesuatu&#8221; bagi dunia sekelilingnya. Analogi pistol dan anak kecil itu bagus lho&#8230;. dan saya mengandaikannya bahwa gagasan/ide yang kita punya juga adalah senjata yang kita punyai untuk mengubah lingkungan sekitar. Masalahnya, senjata itu digunakan dengan tujuan apa&#8230; </p>
<p><strong>@ Sarah :</strong></p>
<p>termasuk gagasan untuk mencari pacar impian kan ? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>@ cK :</strong></p>
<p>masa&#8217; sih ? </p>
<p>*buka-buka jeroan blognya cK*</p>
<p><strong>@ Ina :</strong></p>
<p>defensif itu manusiawi kok. apalagi untuk kondisi yang memang mengancam jiwa. tapi sering kita persepsikan sebagai &#8220;mengancam reputasi&#8221; atau mengancam-mengancam yang lain, dan bukannya mencari pelajaran/kebenaran tapi malah mencari &#8220;alasan&#8221; terlebih dahulu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
