Saya mau ketawa ngakak dulu…
Hohohoho… ternyata belum selesai.
Ada apa erangan ?
Oh, nggak ada erangan apa-apa, apalagi erangan di malam hari ketika dingin menerpa badan dan kehangatan yang dicari.
Saya cuma tersentil ketika membaca tulisan saya sendiri yang saya tulis tepat setahun yang lalu yang berjudul Selamat Mencintai. Dan tiap tahun saya melihat polemik yang muncul selalu sama : Bolehkan merayakan Hari Kasih Sayang (Valentin Day) ?
Dan ini saya kutip “makian” saya setahun yang lalu :
Apakah Cinta bisa dipersamakan dengan segala macam anggapan seperti zina, seks, ML, ng***ot, dan segala macam aktivitas manusia yang bersifat biologis ?
Ada sifat Tuhan yang saya yakin dipercaya oleh semua umat beragama yang percaya padaNya :
Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Apa substansi dari sifat-sifat itu ? Ya, anda betul : CINTA.
Apa cinta itu begitu hina sehingga ketika ada sebagian orang memakai tanggal tertentu untuk merayakannya maka dianggap sama dengan anggapan-anggapan biologis diatas ? Saya rasa semua seperti melupakan makna Pengasih dan Penyayang yang dimiliki oleh Tuhan.
Maha Pengasih dan Maha Penyayang punya asal kata : Kasih dan Sayang. Jadi sungguh bisa kalau saya merayakan hari Kasih Sayang (entah kapanpun itu) sebagai pengingat bahwa Hari Kasih Sayang itu adalah ungkapan CINTA terhadap DIA yang telah mengasihi dan menyayangi umat manusia terlebih dahulu. Dan jika saya mencintai DIA melalui cinta pada sesama manusia, maka itu juga adalah sebentuk cinta.
Menyayangi sesama manusia adalah juga menyayangi Tuhan. Dan membunuh manusia juga adalah membunuh Tuhan.
Buku Harry Potter yang pernah saya tulis juga membenarkan itu.
“Yes, you have,” said Dumbledore firmly. “You have a power that Voldemort has never had. You can —”
“I know!” said Harry impatiently. “I can love!” It was only with difficulty that he stopped himself adding, “Big deal!”
(Harry Potter and Half-Blood Prince)
“Well,” said Slughorn uncomfortably, “you must understand that the soul is supposed to remain intact and whole. Splitting it is an act of violation, it is against nature.”
“But how do you do it?”
“By an act of evil — the supreme act of evil. By commiting murder. Killing rips the soul apart….“
(Harry Potter and Half Blood Prince)
Jadi saya sungguh heran kalau ada yang menajiskan CINTA, tapi lebih senang MEMBUNUH atas nama kepercayaannya. Saya juga sungguh heran ketika cinta pada sesama dianggap bukanlah cinta karena lebih menjurus pada nafsu (hey, baca itu Hasrat dan Moralitas). Dan lebih prefer pada cinta pada Tuhan belaka. Kenapa nggak sekalian hidup asketis ?
Apakah Tuhan yang sudah salah menurunkan cinta dimuka bumi ini ?
*i love you…*
*habis nafas*
*pingsan dalam damai*







Duh, kenapa sih semua orang pada seneng ngomongin cinta?? Ada apa sih??
*mendadak amnesia*
2 minggu di bln ini sudah 5 tulisan..panjang2 pula..isinya pun tidak biasa..penuh ide
terbayang gerombolan ide melintas tiap saat di kehidupan bang fertob
tapi salut, tetap menulis dgn penuh cinta..
CINTA memang sama sekali tidak bisa dipersamakan dengan aktivitas manusia yg bersifat biologis. Dan cinta bukan saja bisa, tapi harus dirayakan setiap saat. Bukan dengan main2 ngasih hadiah coklat di hari Valentine sebagai tanda cinta..
lho? kok blockquote-nya berantakan? benerin dunk. yg bawah itu gak usah di blockquote..
Ini satire yak??
heran tapi malah ngakak
dan cinta… dinafikkan demi kesenangan bernama membunuh…
ah ironi yg lain
hepi plentin, bang
Wah, sebenarnya gara-gara ini bang fertob jadi esmosi tuh, bukan karena komen di postingan saya.
Kalo saya lihat sih orang-orang terlalu jauh menanggapi palentin ini, sampe mengkait-kaitkan dengan sex bebaslah, agama kafirlah, dll lagi.
Ikut tertawa
Mumpung belom secara resmi di haram-haramin, sayah mau bilang, Happy Valentine….
Ke…ke…ke….
*pesen ambulans*
kalo temen-temen di kantor bilangnya happy f*cklentine..
lho katanya seseorang, justru cinta laki-laki kepada wanita adalah nafsu dan kebutuhan namun cinta laki-laki pada laki-laki lainnya adalah cinta yang sejati…
yang bener yang mana…???
*saya dapet coklat cukup banyak tapi nggak dimakan satupun karena lagi puasa
*
Happy valentine day ya bang
*kirim coklat ke Pyrrho*
wah, saya ikutan ngakak dulu bung fertob pada 14 februari yang dipercayai banyak orang sebagai hari pengungkapan cinta, wakakakakakaka ….. konon ada cinta eros, ada cinta human, ada juga cinta Tuhan. namun, seringkali yang tampil ke permukaan adalah cinta eros itu sehingga orang pun tega melakukan intrik dan konflik demi errosnya itu, cinta terhadap lawan jenisnya yang cenderung erotic, hiks. kok bisa begitu yak, wakakakaka ….
*ikut2an tertawa bersama bung fertob di 14 februari, halah*
Namanya juga cinta. Konon cinta itu buta. Gila pulax. Makanya diharamkan….
“ketawa sampai batuk batuk”
“Kabur…”
Apa ada yg ultah tgl 14 feb??
*bosen liat warna pink disana sini
ini kok cinta cintaan mulu yach.
hepi palentine dech. *nga ikhlas.
Ehm, cinta ke DIA???
mengapa hanya dihari valentine ajah?
bukankah kita wajib mencintai DIA setiap waktu??
Bukankah kita diHARUSkan cinta ke DIA walau itu butuh pengorbanan yang sangat besar.Besaaaar sekali pengorbanannya.
Kenapa hanya di tanggal itu ajah?????????
*ngakak karena apa sih yang dipermasalahkan dari hari ini*
[...] Qoute of the valentine day: Jadi saya sungguh heran kalau ada yang menajiskan CINTA, tapi lebih senang MEMBUNUH atas nama kepercayaannya. Saya juga sungguh heran ketika cinta pada sesama dianggap bukanlah cinta karena lebih menjurus pada nafsu. Dan lebih prefer pada cinta pada Tuhan belaka. Kenapa nggak sekalian hidup asketis ? [...]
Dalem bgt ini bang
@Klan@asmara : itu bukan dalem tapi nendang..
hahaha..
iya..cinta..males ngomonginnya..saya aja ga tau bentuknya kayak apa..:P Selamat merayakan aja lah..
Pemikiran yang bagus.
memang benar bahwa Tuhan itu Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, tapi ingat kasih dan sayangnya Tuhan itu tidak berlandaskan atas nafsu semata, karena Tuhan tidak memiliki nafsu. Sedangkan manusia, ketika kita mencintai seseorang itu berarti bahwa nafsu kita telah berbicara. ingat, nafsu itu bukan hanya identik dengan kebutuhan biologis semata, tapi ada pula nafsu yang baik seperti: nafsu makan, nafsu belajar, dll.
Apakah anda mengakui atau tidak, cinta (kepada seseorang) itu ada karena nafsu ada. namun hal ini kerap tidak kita sadari.
Cinta memang membingungkan, apa lagi hari 14/02 lebih membingungkan lagi. Emangnya Ada apa Dengan Cinta?
i love u too, oom…
hahahaha, kdg2 saya juga heran, kok ya masih aja pikirannya org2 itu selalu berasosiasi dgn syahwat
@ dona
don, baca deh penjelasan saya di sini
===
bang fertob, sorry ya bang…ga tahan untuk ga promosi
ah, i love u too…Oom…
*melirik seseorangnya Om Fertob*
bisa jadi, orang yang selalu mengidentikkan cinta dengan hal hal yang disebutkan tersebut, adalah orang orang yang memang menganggap hal hal tersebut itu cinta…
ah, mbulet ya?
Hepi valentain Om…
i love u…
yah.. emang nuraninya udah kecabut sih, ya? Yang cinta-cintaan dibilang harom. Yang merusak hak milik orang dibilang amar ma’ruf nahi munkar.
Indonesia…. Indonesia…..
@ Qzink :
Masih punya cinta kan Zink ?
Itu yang kemarin mendadak jadi melankolik gara-gara ada “seseorang” yang bersarang dihati tapi sulit diraih…. hehehehehe….
*kok jadi amnesia ? jangan kebanyakan minum Pana**l*
@ Pak Dani
Kalau soal ide, banyak sekali yang bertaburan di kepala, pak. Tapi eksplorasinya yang sulit. Juga sering malas dan jenuh.
*tetap menulis dengan cinta*
@ tukangkopi :
Yang ditebalin kurang tepat mas. Harusnya kata PENGINGAT yang jadi prioritas daripada harinya sendiri.
Cinta dan kasih sayang itu setiap saat, tapi kita butuh pengingat bahwa kita punya hal itu. Budaya coklat itu budaya yang baru nongol di abad 20 dan adalah import dari tradisi luar. Kasih sayang tidak identik dengan coklat, itu cuma permainan para pemilik modal yang memberikan stigma kalau kasih sayang = coklat.
Lha, kenapa nggak bikin tradisi sendiri yang non-coklat ?
@ Goop :
Ini nggak satir kok, mas. Saya cuma ketawa-ketiwi baca tulisan saya setahun yang lalu. Tapi kalau ironi, mungkin saja. Masalahnya saya membandingkan cinta dan membunuh. Ntar ada yang Membunuh atas nama Cinta.
@ caplang :
hepi plentin juga…
dan selamat mencintai…
@ dana :
hehehehe… bukan kok. Itu karena ada yang jadi pembunuh disana.
Iya, saya heran kenapa kasih sayang disamakan dengan seks bebas, kafir, dan lain-lain. Lha, gimana kalau manusia nggak punya kasih sayang, dan gimana kalau Tuhan nggak Maha Pengasih dan Penyayang ?
Manusia sepertinya tinggal cerita lama di buku tua berdebu dan usang dimakan rayap alias musnah…
@ Mbel :
Kalau Valentine benar-benar identik dengan zinah, seks bebas, dan lain-lain, sepertinya saya yang duluan bilang haram, mas.
@ cK :
Lho, kenapa ? Apa valentine sama dengan f**k ?
Atau sepertinya trauma dengan valentine. Atau mungkin sama dengan chika yang masih jomblo ?
*masak sih masih jomblo…*
@ Andre Anandhika Wijaya a.k.a celotehsiapa :
Cinta kan nggak mengenal jenis kelamin.
Jadi yang hermaprodit atau yang tidak berjenis kelamin juga bisa merasakannya. Apalagi dengan orientasi seksual.
Saya nggak dapet coklat [karena nggak suka coklat], cuma dapet bunga mawar banyak. Mau ?
@ Itikkecil :
Hepi Valentin juga buat Itik yang masih kecil.
*nggak suka coklat*
@ Pak Sawali :
Itulah pak. Kebanyakan kalau seseorang bicara cinta maka yang dimaksud adalah cinta eros alias cinta erotis. Padahal cinta bukan hanya soal eros saja, tapi lebih luas dari itu.
Itu namanya penyempitan makna ya pak ?
*maklum dulu bahasa Indonesia saya termasuk parah*
@ Farid :
Oh, kalau cinta itu buta berarti sama dengan keadilan, dong.
tapi keadilan kok nggak dibilang haram ya ? mungkin karena nggak gila ya ?
@ Adit :
Ada teman saya yg ultah tanggal 14, tapi namanya bukan Valentine.
@ Ina :
Iya, saya juga muak lihat warna pink bertebaran dimana-mana. Masalahnya, saya benci warna pink dan lebih suka hijau dan biru. Happy Valentine juga… *ikhlas kok*
@ dona :
Itu dikasih link sama Joe….
BUKAN cuma dihari itu saja kita mencintai DIA. Tapi setiap saat dan setiap waktu. Hari itu cuma jadi penanda dan pengingat bahwa kita memiliki cinta sebagai sebuah anugerah. Ini sama dengan Hari Kemerdekaan misalnya, bukan dihari itu saja kita merdeka dan selain itu nggak merdeka, tapi hari itu dirayakan sebagai pengingat bahwa kita telah merdeka.
Cinta pada manusia juga adalah wujud lain dari mencintai Tuhan. Bukan hanya pada pacar, tetapi juga pada ortu, saudara, teman, dan orang lain.
Kalimat ini diatas bisa jadi tandanya :
@ Gunawan :
Dasar jomblo….
Memangnya orang ngomongin apa hari ini, Gun ?
wakakakakak….
@ Klan@smara :
nggak dalem kok, cuma jadi pengingat ajah…
@ stey :
cinta ? kalau kata teman : seperti udara, tidak bisa dilihat tapi bisa dirasakan. bentuknya mengikuti dimana dia berada. bisa dimampatkan. bisa harum dan bisa bau (kentut)
@ Hair :
Cinta nggak sama dengan nafsu. Cinta pada lawan jenis juga nggak melulu soal nafsu, apalagi cinta sama saudara, ortu, atau sahabat. Cinta erotis memang memiliki nafsu, tapi cinta bukan hanya soal asmara dan erotis. Lebih daripada itu.
@ Ghira :
Nggak ada apa-apa kok dengan cinta. Tapi cinta sepertinya sedang jadi TERDAKWA di tanggal 14 Februari ini. Cinta dituduh hanya soal nafsu, syahwat, zinah, seks bebas, dan lain-lain.
Dan anggap saja tulisan ini sebagai PEMBELAAN atas CINTA.
@ Joe :
Kalau cinta sama dengan syahwat, bisa-bisa cinta saya sama Tuhan dan sama orang tua juga dikatakan berhubungan dengan syahwat.
Nggak apa-apa kok promosi. Saya lagi malas berargumen di tulisan. Lebih baik Joe yang legendaris dan sudah makan asam-garam Cinta yang membahasnya lebih dalam.
@ Siwi :
Eh, “seseorang”-nya saya itu pencemburu lho….
*mudah-mudahan nggak baca komentar ini*
Ah, cinta memang mbulet. Lebih baik dirasakan sendiri daripada diungkapkan dengan kata-kata. Lebih baik dipraktekkan daripada diteorikan.
Gimana rasanya ?
*nglirik yang lain*
@ hariadhi :
Itu cuma ironi kok, mas. Mungkin nggak terlalu tepat membandingkan antara cinta dan membunuh/merusak.
*sambil putar lagu Indonesia Raya*
cinta….?
………………..
………………..
*hening didalam damai*
Mantap!
Terutama yang ini :
“Menyayangi sesama manusia adalah juga menyayangi Tuhan. Dan membunuh manusia juga adalah membunuh Tuhan.”
Tak perlu bumbu komentar lagi, pokoknya : Keren abissss!
Congrat, bro.
M E R D E K A
Rasanya beda koq Fer .. antara cinta dan napsu. Coba aja kita lihat, yang pergi ke lokalilasi? apakah atas nama cinta? .. rasa2nya kalo soal cinta, ga bisa dilarang .. itu adalah karunia dari-Nya. Jadi .. waduh, ga bakal habis deh ngebahas soal cinta dari berbagai dimensi. Pro dan kontra.
Tapi kalo napsu, emang juga sudah build in dalam tubuh manusia. Makanya, adanya etika, peraturan atau agama, buat mengendalikan napsu itu biar tidak merusak. Jika akan menjadi lebih baik .. napa ga?? Emang ada ga ya napsu itu baik?? Napsu makan, napsu kerja .. waduh, malah makin ga jelas soalnya saya lagi napsu nulis komentar nih
ada apa inih?
*celingukan*
lha? palentin itu yaks…
Ah, akuh meringkuk kedinginan setelah disindir olehNya
tenang, yang nganggap “haram” dan “negatif” cinta masih lebih sedikit daripada yang bisa “menikmatinya”…
I Love You Too, Bang..
*ditabok*
Saya kemarin nitip tanaman mawar sama ibu saya, biar hari ini bisa ditanam. Wujud cinta juga kan?
coklat aja nggak saiyah terima… apalagi bunga…
*derita puasa*
tapi mas… kan orang membunuh kafir demi DIA…
Aku mngkn bisa tidur dgn lbh dr 50 wanita dlm hidupku tp aku tak akan prnh dpt mencintai 50 wanita dlm hidupku.. Cinta memiliki makna yg lebih dalam dr sekedar tidur-meniduri, nafsu-nafsi.. Mungkin agak masuk akal bila kita mengatakan bahwa cinta adalah gabungan antara penyerahan total dan pengorbanan.. Dan valentin hanyalah salah satu upaya manusia untk memaknai cinta dalam konteks umum.. Tapi cinta tetap saja lbh dalam dr batas2 ruang dan waktu yg selama ini kita pahami.. Cinta jg berada d luar norma2 sosial yg ada, cinta lbh menyerupai segumpal emosi, molekul batin: sesuatu yg hny dpt d lihat dan d pahami bila kau menghirupnya dalam-dalam, seakan oksigen yg masuk k paru2mu.. Tapi kau tetap tak dpt melihat keseluruhan dr cinta.. maka dr itu terkadang cinta tampak sngt menyedihkan dan pahit.. Tapi saya bisa jd blm sekali pun prnh mencintai.. Karena saya mngkn belum prnh berkorban untk siapa pun selain untuk diriku sendiri.. Bagaimana menurut kalian? apa semua ini logis atau hny igauan kosong belaka =P Tapi igauan pun tak masalah, aku memang orng yg suka menggigau tak jelas..
sampe ga isa nulis… hiks hiks hiks…
cinta begitu dalamm ….
*ketiduran*
@ Hair
Eh bagaimana kalau tuhan memiliki nafsu? coba bayangkan cinta tanpa nafsu pun akan menjadi hambar.. Jadi apa memang tuhan tak memiliki nafsu? kira-kira mana yg benar?
Di sini aku juga bingung.. mana kiranya yg lebih kuat- cinta atau nafsu?
Haha.. ini adalah salah satu bagian paling rumit dalam hidup, apa anda setuju?
=)
Agenda tahunan petinggi Agama yang doyan perang..
[...] blogosphere juga ikut ribut ternyata. Mulai dari yang tiba-tiba nembak sambil ketawa sampai ada yang ngasi tutorial nembak. weleh.. seinget sahaya selama di indo, valentine day atau [...]
valentine… apa toh???
@ Arwa :
hening dalam tidur…
@ Robert Manurung :
Sepertinya memang itu yang sering dilupakan orang, lae. Mencintai memang sulit tapi sepertinya membunuh dan menghancurkan lebih gampang.
@ Erander :
Cinta sepertinya punya unsur nafsu juga lho, Bang. Passionate love yang pernah bang Eby tulis itu menandakan kalau cinta memang punya unsur nafsu. Dan itu manusiawi. Masalahnya, passionate love dan intimate love itu tidak bisa dan tidak boleh [unsur moral dan etika] dilakukan tanpa komitmen [commitment love], karena komitmen yang membuat kedua cinta diatas menjadi lengkap. Ini dalam konteks cinta erotis antara 2 orang berlainan jenis kelamin.
Lain lagi kalau konteksnya adalah cinta orangtua, cinta terhadap tanah air, cinta terhadap Tuhan, dan lain-lain.
Sifat-sifat nafsu/hasrat memang seperti itu : (1) build-ini alias berasal dari dalam diri (2) butuh penyaluran alias harus disalurkan. Baik dan buruk tidak bisa dijadikan sifat nafsu karena bukan disitu inti nafsu. Penyaluran terhadap nafsu yang menentukan apakah nafsu itu buruk atau baik.
@ Abeeayang :
setelah disindir kok jadi meringkuk, mas ?
@ isnuansa :
Hehehehe…. apa “menikmati” sama dengan melampiaskan ?
@ Hana :
Oiya, itu wujud cinta. Hidup itu kering tanpa cinta, dan cinta butuh kehidupan untuk bermanifestasi.
@ Andrew Anandhika Wijaya :
Dan oleh karena itu DIA sering dikatakan kejam dan tidak memiliki cinta. Tuhan memang tidak pernah dicintai.
@ b :
itu bukan igauan mas…
cinta bukanlah pengorbanan dan penyerahan. Itu bisa dijadikan sifat cinta tapi bukan hakikat cinta. Cinta mungkin seperti memberikan kehidupan pada seseorang/sesuatu dan dari pemberian itulah maka dia akan terpancar kembali ke diri si pemberi itu.
@ jumawa :
*tidur juga…*
@ DB :
Hehehehe… dan sepertinya petinggi-petinggi agama punya agenda tahunan ya ? Kapan untuk perang, kapan untuk gencatan senjata, dan kapan untuk merancang strategi…
@ rizoa :
iya, valentine itu apa ya ?
valentine… tiap hari sayah ingin merayakan valentine, semoga pemerintah memasukkan valentine sebagai hari libur nasional a.k.a. tgl merah biar kerja libur gitu
Hari Fucklentine. Hari PAhlawan. Hari Aids. Hari Guru.
Semua kan cuma label di tanggal tertentu.
Masalah merayakan, ya biarlah itu jadi perkara pribadi..
wekekekk..
eh.. erangan sayah kedengeran sampe situ tho…
waduh. sayah kejaring akismet jangan jangan…
Ada tambahan nih Lae, soal cinta juga, tapi sedih :
Hutan alam Tele di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, sejak dua hari lalu sudah mulai ditebang dengan gergaji mesin. Targetnya hutan heterogen seluas 2.250 hektar akan dipangkas bersih untuk dijadikan lahan perkebunan bunga. Investornya dari Korea.
Dengan ini kami, Komunitas TobaDream mohon dukungan kawan-kawan sesama blogger Indonesia untuk bersama-sama memberi tekanan; agar pembabatan hutan pusaka itu dihentikan. Caranya, berilah komentar dukunganmu pada artikel di :
http://ayomerdeka.wordpress.com/
Terima kasih!
Ya, bisa jadi memang cinta adalah bagaimana manusia berbagi.. Dan memang kebahagiaan pada akhirnya adalah sesuatu yg kita rasakan ketika kita brbagi..
Dengan kata lain: terus menerus hny memberi dan berbuat untk diri sendiri akan membuat manusia jenuh dgn kehidupan, Dan di satu sisi itu akan menghilangkan satu sisi dr kebthan manusia, yaitu prtemanan..
Tapi selain itu, manusia yg trlalu bnyk memberi pada akhirnya akan kehilangan semacam pemahaman akan diri sendiri.. bagaimana pun ‘diri’ dalam diri manusia sendiri itu menuntut semacam prhatian..
Mungkin, cinta pada dasarnya adalah perihal bagaimana manusia hidup.. Jadi merupakan keseluruhan dr hidup itu sendiri.. Jai tak dapat dibatasi oleh satu-dua prmasalah belaka: hubungan2 dan sebagainya..
I Love U 2
lakilaki memberikan cinta untuk mendapatkan sex, wanita memberikan sex untuk mendapatkan cinta.. *maaf, nggak nyambung saya*..
Salam kenal mas…
@ kutaraja
Haha.. spt lingkaran saja.. setelah saling memberi berulang kali maka tak ada bedanya yg d beri dan yg memberi.. skrng tgl apa semua itu akan menggelinding k suatu tmpt yg memang ingin d tuju atau k tmpt yg sblmnya bahkan blm trbayangkan..
Ah, toh cinta sendiri memang penuh misteri.. spt halnya kehdpan.. Tapi bgmn pun sex, dalam satu sisi, memang menyenangkan
Selamat bercinta….langsung meroket ke langit ketujuh…lalu boum…ternyata jatoh…
penulis yang tidka jujur pada nuraninya. atau jangan2 nuraninya sudah tertipu