- sebuah catatan pendek keisengan
- bermain-main dengan logika “aneh”
![]()
- lagi nggak ada ide dan bukan latah
Semua “PERANG” membutuhkan “PERANGSANG”
Saya pikir semua orang yang pernah sekolah di Indonesia pernah mendapatkan pelajaran sejarah, baik itu sejarah dunia maupun sejarah Indonesia. Dan saya rasa banyak yang tahu tentang perang-perang yang pernah terjadi di muka bumi ini.
Tapi banyak yang tidak sadar bahwa perang-perang itu hanya dan hanya bisa timbul jika ada suatu “perangsang”. Tanpa “perangsang” maka perang itu tak akan pernah terjadi.
- Perang Dunia I yang terjadi di benua Eropa juga memakai perangsang sebelum meletus. Perang yang melibatkan beberapa negara di Eropa ini dirangsang oleh terbunuhnya Pangeran Franz Ferdinand, putra mahkota Kerajaan Austro-Hungaria, oleh seorang warga Bosnia-Serbia yang saat itu dalam kekuasaan Austro-Hungaria.
Rangsangan kecil itu akhirnya menjadi sebuah reaksi berantai (chain reaction) dan akhirnya melibatkan banyak negara. Terbunuhnya Franz Ferdinand adalah perangsang bagi sebuah perang besar yang pernah terjadi di muka bumi ini. Meskipun kondisi-kondisi yang lain sudah ada sebelumnya.
- Perang Salib yang memiliki banyak seri itu terjadi karena dirangsang oleh pidato Paus Urbanus II dihadapan Council of Clermont (1095) yang menyerukan agar tanah suci (holy land) alias Jerusalem harus direbut dari pasukan Seljuk Turki. Sejak saat itu, Perang Salib menjadi sebuah catatan sejarah yang tak akan terlupakan.
Satu rangsangan kecil dari seorang Paus Urbanus II akhirnya menjadi sebuah perang besar yang pernah terjadi di muka bumi ini. Meskipun sudah ada kondisi-kondisi sebelumnya yang dapat menimbulkan perang, tetapi tetap saja rangsangan untuk mengobarkan perang dibutuhkan. Dalam hal ini, pidato Paus Urbanus II menjadi perangsang dari perang salib.
- Nah, ada “perang” jenis lain yang juga membutuhkan perangsang (dalam artian sebenarnya) agar bisa dimulai. Bagi orang-orang (laki-laki) yang memiliki defisiensi pada sexual ability (bukan sexual arousal) maka anda pasti butuh sesuatu yang bisa menjadi “perangsang” agar bisa berperang dengan layak.
Perangsangnya berupa apa saja, bisa berbentuk Viagra, Tadalafil (Cialis), obat kuat China, pompa vakum, atau yang lainnya. Alat vital untuk “berperang” harus dirangsang agar bisa berperang dengan pantas. Tentunya, sudah ada kondisi-kondisi sebelumnya agar terjadi “perang”, tetapi tanpa ada “perangsang” maka “perang” itu tak akan terjadi. *ini agak saru*
- Perang jenis lain yang sering terjadi antara 2 orang kekasih adalah “perang mulut” alias cekcok. Perangsangnya bisa apa saja, misalnya salah satu ketahuan selingkuh, kedapatan melirik/bermain mata/flirting pada cowok/cewek lain, atau untuk hal-hal sepele seperti terlambat menjemput sang kekasih atau lupa mengucapkan selamat tidur.
Untuk premis yang satu ini, akhirnya memang terbukti. Kalau kita cari model “perang-perang” yang lain, maka selalu ada perangsang agar perang bisa meletus.
Jadi, pastikan anda memakai perangsang sebelum memulai perang. Tanpa itu perang tak akan berlangsung, bahkan jika perang itu hanyalah perang kecil-kecilan berupa cekcok mulut dengan kekasih anda.
Sampai disini catatan keisengan mendekati kegilaan, dan semoga tidak berlanjut ke edisi selanjutnya.
Pesan Moral :
Pakailah Perangsang Sebelum Perang
ps :
*sering disebut juga pemicu, pencetus, atau penyebab utama. tapi saya lebih suka memakai “perangsang” karena lebih “menggairahkan”.






Jangan lupa gunakan pengaman, agar perangnya tidak muncrat ke pihak yang tidak terlibat/dilibatkan
…cih, nama-nama yang sering muncul di akismet.
Hati-hati mas. Ntar dicap splog lho sama oom Matt.
Nambah… =_=!
Learned ‘em the hard way…
Sayah lebih sukak kata Provokator….
Kedengerannya lebih syerem dan orba banget….
saya jadi membayangkan, apakah pada perang dunia I dan II juga dilakukan dengan peruh kegairahan, karena perangsang-perangsang itu?
jah…
karena itu aryo perangsang suka perang
*garing
komentar adalah perangsang untuk terus ngeblog
Saya lagi baca tentang buku Perang Salib III….nggak selesai-selesai…bukunya tebal sih.
barusan berantem ya bang?
ternyata bang fertob suka pake perangsang…
*salah pokus*
(*) (*)
). (
( | )
Nggak usah pakai viag*ra. Tar malah mati kena serangan jantung. Minum Macca atau Hormoviton.
Btw, soal hormoviton bukan suplemen itu yang membuat saya terangsang melainkan miliknya ….Azhari.
Itu kan perangsang yg tercatat, yang tak tercatat kan masih berbaris di belakang yg tercatat itu (misalnya gara2 abis bertengkar ama selir, trus ngumumin perang ama kelompok lain).
Weleh… saya curiga postingan ini dibuat untuk meningkatkan traffic..
vecchia tettona foto
bucky of flavor love nude
scm straight college men
pictures of staph
www alpha kappa line dances
lil wayne drawing photo
harris county hospital ben taub
mims this why im hot lyrics
pirate ship tattoos
walk away remix lyrics paula