Oh, ini pasti berita basi banget. Tapi saya menuliskannya demi kemaslahatan umat blogger di seluruh penjuru semesta ini. Dan juga demi kepuasan internal yang saya dapatkan dari menjelajah ke alam maya.
Setidaknya sudah banyak blogger lain yang pernah membahasnya. Misalnya Yang Dipertuan Agung Guhpraset soal RSS Buntung, Yang Dihormati Caplang tentang Silent Reader, dan Yang Dimuliakan Amed tentang WordPress.com dan RSS. Jadi saya hanya menambah apa-apa yang pernah ditulis oleh mereka Yang Dihormati itu.
Intinya, saya lebih suka membaca sebuah blog lewat RSS Reader, seperti Google Reader, Bloglines, atau yang lain. Bagi orang yang haus dan lapar informasi seperti saya ini, membaca banyak blog tentunya melelahkan. Apalagi saya bukan robot. Jadi memakai sarana yang memudahkan pekerjaan akan lebih bermanfaat.
Jadi saya minta dengan amat sangat kepada para bloger Yang Terhormat supaya kiranya dapat memudahkan diri saya yang sudah uzur dan berumur ini. Kiranya mau men-setting feed blognya supaya full text. Caranya bisa dilihat di blognya Caplang untuk yang memakai WordPress. Untuk yang lain saya kurang begitu tahu.
Saya selalu membaca hampir semua blog yang saya pasang di RSS Reader saya. Saya juga bukan seorang fast-reading, tetapi lebih sering menggunakan speed-reading. Metode membaca cepat tanpa kehilangan makna dan point-point penting dari sebuah tulisan sudah saya kuasai dengan cukup baik. Jadi saya tidak pernah takut untuk salah berkomentar karena dituduh tidak membaca keseluruhan tulisan.
Itu saja berita basi kali ini. Semoga blogger Yang Terhormat bisa menjadi maklum, sekali lagi demi kemaslahatan umat blogger dan kepuasan diri saya.
Amin.
Tulisan yang tidak terkait :







setuju. saya juga lebih sering baca pake reader. kalo lucu, bagus, menarik, atau pengen komen (baca NYELA! hahahah..), baru buka blognya
Duhh urusan yang kayak begnian nih yang saya tak tahu…ehh mas Fertob, ada pertanyaan mas Nindityo tentang anaknya pada tulisanku tentang http://edratna.wordpress.com/2008/04/24/
sulitkah-memahami-pikiran-anak/…saya menyarankan beliau untuk menanyakn kepada mas Fertob. Saya tak tahu alamat Lembaga Psikologi Terapan UI…di Depokkah? Yang menjadi satu dengan Fak Psikologi UI?
sebisa mungkin saya pasang full
*apa sh yang nggak buat bang fertob?*
kalo saya malah keberatan dng mereka yg tetep ngeblog hari sabtu-minggu, padahal jelas-jelas saya blom ada akses internet di rumah. jadinya pas senin pagi ada ritual baru mbacain blog yg terbit di 2 hari itu. mo gelar demo ah…
*pasang spanduk*
*liat komen itik*
eh itu komen bang fertob di blog saya!
Setuju dengan ini. Saya jadi heran mengapa masih banyak yang suka send all entry-nya di Y!M.. Ckckckkk…
saya maklum
tenang saja
Jadi pengen belajar
*bersimpuh jadi murid*
Ya, saya juga menggunakan teknik speed reading kadang-kadang. Tapi error-nya masih sering ada. Apalagi kalo lagi ndak ada mood atau
rokok putuskopi abis buat mikir isi postingan[Warning: OOT]
Ahem. Berhubung blog saya pernah di-review oleh mas Fertob tempo hari, maka sekarang saya akan balas me-review blog ini — sekalian dengan kata-kata dan inti yang mirip dengan post aslinya.
=============
Siapa yang saya maksud ? Ini dia :
fertohades.wordpress.com
*lagu J-Pop jadi latar belakang*
*sora tripping*
Begini nih ceritanya. Saya adalah salah seorang penggemar blognya om fertob. Beliau boleh dikatakan adalah seorang begawan (terlalu berat ya ?) yang membahas psikologi dan filsafat yang jarang dikupas di dunia blog. Dan jika saya melihat tulisan-tulisannya selama ini, maka kesimpulan saya itu tidaklah terlalu salah.
Nah, ketika saya melihat-lihat lagi tulisannya selama tahun 2008 ini, ternyata banyak tulisannya yang “membuat otak berputar” setidaknya bagi para blogger. Dan beberapa hari terakhir ini saya melihat ada kecenderungan Fertob untuk “kembali pada dirinya sendiri” dan “mengeksplorasi dunia pribadinya lewat cara yang rahasia“.
[...]
Yang lainnya, saya lihat, Fertob sedang berusaha untuk mengungkapkan tabir “kemisteriusan” dirinya sendiri lewat berbagai tulisan yang arahnya adalah “person behind the blog“. Dengan kata lain tentang keasikan-keasikannya, pertanyaan-pertanyaanya, bahkan kopdar yang menyentak kesadarannya.
Apa artinya ini ?
Mungkin saya terlalu dini mengambil kesimpulan, tetapi yang saya lihat, Fertob sedang menurunkan derajat kerumitan sebuah topik yang dibahas di blognya. Suhunya cenderung menurun. Sebagai pembaca, saya tidak perlu lagi mengeluarkan keringat terlalu banyak untuk membaca tulisan-tulisannya.
=============
YES…
BTW, mas Fertob hari-hari ini hobi nulis masalah2 yang terkait diri sendiri, lho. Ternyata kita samaan.
*toast* ^^_cU
[Warning: OOT]
Ahem. Berhubung blog saya pernah di-review oleh mas Fertob tempo hari, maka sekarang saya akan balas me-review blog ini — sekalian dengan kata-kata dan inti yang mirip dengan post aslinya.
=============
Siapa yang saya maksud ? Ini dia :
fertobhades.wordpress.com
*lagu J-Pop jadi latar belakang*
*sora tripping*
Begini nih ceritanya. Saya adalah salah seorang penggemar blognya om fertob. Beliau boleh dikatakan adalah seorang begawan (terlalu berat ya ?) yang membahas psikologi dan filsafat yang jarang dikupas di dunia blog. Dan jika saya melihat tulisan-tulisannya selama ini, maka kesimpulan saya itu tidaklah terlalu salah.
Nah, ketika saya melihat-lihat lagi tulisannya selama tahun 2008 ini, ternyata banyak tulisannya yang “membuat otak berputar” setidaknya bagi para blogger. Dan beberapa hari terakhir ini saya melihat ada kecenderungan Fertob untuk “kembali pada dirinya sendiri” dan “mengeksplorasi dunia pribadinya lewat cara yang rahasia“.
[...]
Yang lainnya, saya lihat, Fertob sedang berusaha untuk mengungkapkan tabir “kemisteriusan” dirinya sendiri lewat berbagai tulisan yang arahnya adalah “person behind the blog“. Dengan kata lain tentang keasikan-keasikannya, pertanyaan-pertanyaanya, bahkan kopdar yang menyentak kesadarannya.
Apa artinya ini ?
Mungkin saya terlalu dini mengambil kesimpulan, tetapi yang saya lihat, Fertob sedang menurunkan derajat kerumitan sebuah topik yang dibahas di blognya. Suhunya cenderung menurun. Sebagai pembaca, saya tidak perlu lagi mengeluarkan keringat terlalu banyak untuk membaca tulisan-tulisannya.
=============
YES…
Mas Fertob hari-hari ini hobi nulis masalah2 yang terkait diri sendiri, lho. Ternyata kita samaan.
*toast* ^^_cU
dulu pernah juga pake google reader, yaaa seperti itulah….
)
tapi berhubung kegiatan saya malah lebih banyak pake im (biasanya pake jasa mbak miranda buat ngumpulinnya kadang juga via mas pidgin) sekalian buat rss readernya… malahan rss plugin di browser ff jarang dipake…
tapi bagi saya nggak mesti seluruh konten harus dibaca, cukup yang bikin judul bagus, menarik, atau lucu aja yang diklik…
justru rasanya lebih enak lewat pinu depan deh dibanding pintu belakang kayak gitu… hehehe
Setujuuu!! Saya juga lebih suka baca blog lewat google reader. Suka sebel kalo blognya kaga’ di full feed. Wuiih,, rasanya ingin saya injek2 itu yang punya blog. Oke, saya mulai dramatisir.
sudah saiyah set full sejak diminta bang Farid….
tapi situ langganan blogg saya nggak…??/
blogg saya kan another nggak-penting-blogg
lagi[ula bang… sumbangkanlah benwit anda untuk trepik saya… B)
*OOT Dulu: Ngakak ngeliat Nick-nya Alex yang baru…*
*Masih OOT… Ternganga ngeliat tambahan di depan nama saya…*
Sisanya sih saya setujuh aja… Full Feed is a must! Buat saya fitur yang wajib dihidupkan itu adalah set full feed, seperti juga fitur yang wajib dimatikan adalah SNAP!
saya udah full feed kok. dan saya menggunakan gugelrider! cuma tetep aja, buka halaman postingan buat ngomen huehehehehe..
@ Venus :
Lebih mudah kan mbok ? Ngapain dibikin susah kalau bisa dibikin mudah…
@ edratna :
Jawabannya sudah saya tulis di blognya ibu.
@ Ira :
bisa nggak bisa harus bisa, pokoknya
@ Edy Caplang :
Heh… itu kan kelebihan mereka-mereka yang kelimpahan benwit. Sabtu-minggu memang libur kerja, tapi bukan libur internetan. Karena internetan bukan termasuk kategori kerja…
*bikin demo tandingan*
@ Gun :
Makanya kamu langsung bilang kalau itu sudah termasuk SPAM, kan ?
@ realylife :
saya juga maklum, mas. maklum saya sudah tua dan beruban…
@ Alex :
Saya dapatnya sudah lama waktu kuliah dulu. Saya ada bukunya tapi sudah lupa dimana letaknya. Mungkin lain kali akan saya posting, Lex.
Hehehehe…. saya cuman ngerokok dan nggak ngopi. Ini juga mau berhenti tapi susahnya minta ampun. Untuk masalah satu ini sepertinya saya butuh bantuan psikiater.
@ Sora9n :
Oh, nggak. Saya tidak menurunkan kepanasan blog ini dari tema-tema yang bikin kening berkerut. Ada beberapa tema kontroversial yang masih antri di draft tulisan. Dan semuanya masih menunggu antrian untuk muncul. *sedang membaca situasi*
Nah, itu yang tentang “Hero” kan lumayan analitis. Walaupun oleh beberapa blogger *lirik Chika dan Ira* langsung dibawa ke diri saya, dan ditambah dengan provokasi Kang Kombor.
Tapi intinya memang blog ini sering mengikuti mood. Kalau lagi bagus, maka yang keluar adalah tulisan-tulisan rumit bikin pusing. Tetapi kalau lagi jelek, yang sering keluar adalah curhatan, misalnya yang postingan soal Rayuan itu.
*masih pengen review blog lain, tapi sering nggak ada waktu*
@ no_mercy :
Kalau saya lebih sering men-skip judul. Apalagi kalau cara penulisannya agak-agak “berantakan”
Tapi kontennya selalu saya baca dan saya cerna. Kalau menarik, maka lebih sering saya komentari. Saya juga termasuk jarang berkomentar.
@ kiMi :
Hehehehe… mantan pemain drama ya ? karena pemain drama sukanya mendramatisir, kalau pemain sandiwara sukanya bersandiwara. kalau pemain film suka berakting….
*logika aneh jangan diikut*
@ plain love :
Lho, mulai dari celo edisi jadul, saya sudah langganan lho. Sampai sekarang episode ke-4 masih tetap saya masukkan di reader. Jadi mau episode berapa lagi nih… ??
@ Yang Dimuliakan Amed :
Saya mesti hormat sama sesepuh blogsphere, iya kan ?
SNAP ? Iya, tapi masih banyak yang suka pengganggu pemandangan itu, nggak tau kenapa…
@ cK :
Kamu sudah kok, Chik…. tenang saja….
*kok ngerasa ya ?*
wehehehe..
memang googlereader itu sangat membantu ya bang..
*punyaku dmasukin gak ya?*
gunakan fasilitas feed yg ada di opera !
its nice !
wondering punya saya full text ga ya??? *garuk-garuk kepala*
serasa om fertob langganan feed saya hihihihi
*
*ge-er mode: on
udah nyeleb sekarang sukanya nyindir…!!!
saya juga lebih senang pakai Google Reader
wah speed reader ya…
keren juga ya..
speed reader….seperti speed racer…:D
#chi 19
:D
pounya kamu blom full tuh . .saya langganan lho
tapi pas kemarin seneng2 nya baca blog dari google reader.. tau2 google reader bermasalah di opera .. siyal dah
@ deteksi :
Ya, googlereader memang ruar biasa. Blogmu sudah saya masukkan kok…
@ rajaiblis :
browser saya rubah api, om. dan nggak install macam-macam add-on.
*oke, satu rekomendasi bagus, thanks….*
@ Chic :
Blogmu belum full-text, mbak. Masih kepotong. Saya juga langganan masalahnya…
@ plain love :
Lho, apa itu sindiran ?
Tapi, memang itu salah satu kekurangan seleb [bukan saya, lho]. bisa nyindir sana-sini tanpa takut…. Hehehehe….
@ daeng limpo :
kita sama daeng….
@ hanggadamai :
hasil latihan bertahun-tahun, mas…
@ winsolu :
speedy…
saya kepengen jadi silent reader tapi saya merasa punya tanggung jawab buat memberi komen disetiap blog yang saya baca, karena buat saya itu penghormatan dan penghargaan buat segala yang dia kerahkan untuk menulis..
kl ngga salah, posting mode html di blogspot dl, yg kebaca di feed reader ya ada tag html-nya jg..kayak baca source
jd dl saya akali..bag excerpt sebisa mungkin menghindari penulisan tag html
sisanya (setelah ‘read more’) sktr sekian kata/paragraf, br saya masukin taut atau kode2 html yg emang perlu
tp skrg pake wp..sptnya gak mslh..jd sudah atur ke feed: full, bukan summary
[...] dari RSS Reader. Salah satu topik bahasan yang juga sempat diangkat oleh para blogger lain seperti Bang Fertob, Guh dan Edy adalah soal ketersediaan full feed bagi mereka (termasuk saya) yang disebut sebagai [...]