Sangat mudah untuk menjadi pecundang, tetapi sangat sulit untuk menjadi pemenang
Tulisan diatas tidak tertempel atau tertulis dimana-mana. Tidak di locker room Manchester United yang baru saja juara Liga Champion Eropa 2008. Juga tidak tertulis dalam jargon kampanye Barack Obama dalam putaran awal pemilihan Presidan USA dari Partai Demokrat. Tidak dimana-mana, setidaknya saya belum pernah menemukannya.
Tetapi tulisan itu ada tertulis di salah satu text-book psikologi yang saya punya. Saya sendiri lupa kapan menuliskan slogan dan moto yang sok hebat itu. Mungkin dulu ketika harapan untuk menggapai indeks prestasi 4 tak juga tercapai atau ketika begitu gampangnya untuk menurunkan prestasi kuliah menjadi ideologi NASAKOM (Nasib Satu Koma)
.
.
.
Herannya, ada juga slogan atau moto yang mirip dengan tulisan diatas yang tertulis di salah satu novel koleksi saya. Judul novel itu adalah Dracula karya Bram Stoker. Novel klasik yang menjadi ilham dari begitu banyak novel, film, drama, dan karya seni lainnya. Novel yang meskipun beberapa datanya kurang tepat dengan beberapa penemuan sejarah tetapi memberikan pengaruh yang cukup besar.
Dan tulisan pribadi saya di halaman awal novel Dracula itu seperti ini :
Sangat mudah untuk melakukan kejahatan, tetapi sangat sulit untuk melakukan kebaikan
Saya memang punya kebiasaan buruk untuk menuliskan sesuatu di koleksi buku-buku saya. Apapun bisa ditulis. Bisa berupa kesan, pesan, dan pencerahan setelah membaca buku itu ataupun mood dan emosi pribadi ketika membacanya. Atau yang lain. Ditambah dengan segores tanda tangan miring kebelakang yang bertuliskan : fertob. Dan juga ada tulisan bulan dan tahun saat buku itu dibaca.
*************
Pecundang, pemenang, kejahatan dan kebaikan. Sepertinya itu menjadi tema minggu ini ketika tidak ada tulisan-tulisan lain yang nongol di blog ini. Oh, bukan soal tidak ada ide ataupun writer’s block, karena seorang fertob tak mungkin kering ide.
Sementara di draft tulisan yang ada di admin blog ini, masih mengantri sekitar 20-an tulisan siap terbit. Belum ditambah dengan tulisan setengah jadi lainnya.
Dan itu bukan namanya kering ide. Eksplorasi dan eksploitasi ide-pun masih terus berlanjut.
Jadi, masalahnya bukan itu. Saya sendiri tidak tahu masalahnya apa. Padahal hanya dengan satu klik pada tanda Publish disamping kanan halaman Write Post maka satu tulisan sudah lahir ke dunia ini dengan normal, tanpa operasi cesar ataupun yang lainnya.
Jadi apa hubungannya dengan pecundang-pemenang-kejahatan-kebaikan diatas ?
.
.
.
Oh, sangat gampang !!
Mengapa gampang untuk melakukan sesuatu yang “negatif” sementara sulit untuk melakukan sesuatu yang “positif” ?
Sepertinya saya suka membenturkan 2 buah kata yang berantonim. Satu kata hanya dimengerti dengan memahami lawan katanya. Sama dengan tulisan saya di Mencoba Tidak Bijak seperti dibawah ini :
Kamu baru bisa menghargai arti sehat setelah kamu menderita sakit
Dan, sebagai penutup, semoga kata “fertob” tidak punya antonim. Amen.
*mungkin di dunia paralel* 






[...] Fables of the reconstruction wrote an interesting post today onHere’s a quick excerptUnited yang baru saja juara Liga Champion Eropa 2008. Juga tidak tertulis dalam jargon kampanye Barack Obama dalam putaran awal pemilihan… [...]
jika dihubungkan dengan surga dan neraka, jangan-jangan sudah diskenario seperti itu bang..
jika iya, apakah berarti neraka lebih luas daripada surga?
…..
Hmmm…..
Kalok buwat Deteksi;
Dia baru nyadar arti Surga, setelah kering jadi penghuni kerak neraka…..
.
.
sama kayak di count of monte cristo
“orang dapat merasakan puncak kebahagiaan setelah ia merasakan puncak penderitaan”
*halah*
benarkah? tapi saya suka dipengaruhi lingkungan sekitar. kalau orang sekitar saya berbuat baik otomatis saya juga akan berbuat baik
Saya milih langsung bahagia aja deh, nggak usah lewat menderita dulu.
apa ini berarti melakukan sesuatu yang negatif lebih gampang? menurut saya sesuatu yang positif itu bisa dilakukan asal dilandasi niat.
Wah, saya nggak kalau soal antonim. Tapi, kalo menurut teori himpunan, lawan dari “A” bukan “B”, melainkan “bukan A”. Berarti, lawan dari “fertob” adalah “bukan fertob”. ^^
…
…
…
Betapa benarnya wejangan di atas.
Selama ini, begitu susah saya mencoba jadi seorang fertob. Tapi mudah sekali menjadi lawannya, yaitu “bukan fertob”…
*mungkin di dunia paralel* :mr green:
percaya dunia parallel?
saya terpaksa ngebuka folder tentang fertob lagi sebelum berani berkomentar ttg tulisan rada singkat tapi membuat saya bertanya maksud tanya-nya itu, ah.. ordinary man, mungkin itu yg pas buat antonim mu
anu, bang…mungkin gara2 sesuatu yang negatif itu prosesnya biasanya enak. sesuatu yang enak itu melenakan
seperti ngeklik ‘publish’. itu bisa jadi ga enak, soale menuntut konsekuensi yang nggak kecil, hohoho…
Memang berbuat kebaikan dan menjadi pemenang adalah sulit, karena sebelumnya harus memenangkan ego kita sendiri.
@joesatch yang legendaris: kan masih ada tombol “edit” yang legendaris
Jatuh ke lubang jauh lebih gampang daripada memanjat keluar.
…
…
Ngomong apa ya barusan?
Salam
*nyambung ga ya*
Sudah hukum alam kan ada yang baik dan yang buruk ada positif, negatif, mau jadi pecundang atau pemenang, semua adalah pilihan soal susah atau tidak caranya itupun tergantung fikiran
Apakah benar kalo ada yang bilang kejahatan itu relatif dan kebaikan itu juga relatif bang?