Saya koq jadi tertawa kalau membaca komentar saya di tulisannya Kopral :
Bagi saya, orang Yahudi yang sekuler bahkan atheis sekalipun pasti tegetar sisi spiritualitas mereka kalau berdiri di depan tembok ratapan apalagi jikalau Bait Allah itu berdiri. Mungkin sama dengan orang Arab yang sekuler atau atheis sekalipun akan tergetar kalau berdiri di samping Ka’bah.
Entah dapat ilham dari mana. Apalagi saya tidak pernah tahu atau kenal sama seorang Yahudi yang sekuler atau atheis atau seorang Arab yang sekuler atau atheis. Tapi saya memang menghubungkannya dengan geografi sakral yang melintasi batas agama.
Sama seperti kebingungan saya kalau membayangkan hal-hal ini :
Bayangkan kalau ada seorang Yahudi yang beragama Islam, atau seorang Arab yang beragama Yahudi.
Tapi saya tidak merasa bingung kalau melihat orang Papua berkulit putih karena ada beberapa teman saya orang Papua yang kulitnya putih (tentunya bukan albino).
Tsah..!!!, koq jadi teringat cog-dis.
cat :
bangke, gara-gara komentar ini gue jadi lupa sama tulisan yang aslinya mau dipublish. ditambah lagi agak lupa dengan type I and type II error. sial, kok jadi banyak yang lupa tetekbengeknya statistic…
ada apa dengan otak saya?







Overdosis kafein?
*keselek tar*
salah sendiri ga punya dokter pribadi hi3..
Kebetulan saya kenal ini beberapa orang keturunan Yahudi dan Arab (dan mereka murni atheis) yang pernah berdiri di samping ‘Rumah Tuhan’ itu.
Yang mereka lakukan (berdasarkan sepeingatan saya mengobrol dengan mereka loh) adalah memang hatinya tergetar… Untuk memotret orang yang berdoa.
Obrolan kami selanjutnya soal ‘Rumah Tuhan’ terpaksa saya sensor di sini. Haha. Maka itu, untuk mengomentari hasil komentar yang diatas, saya ndak berani komentar. Hehe.
Tapi memang pertanyaan menarik itu, Om Fertob. “Bagaimana mengomentari komentar yang tidak perlu dikomentari?”
Saya pribadi, sudah belajar (dengan cara yang pahit) bahwa tinggalan jejak di WWW berupa komentar kadang-kadang bisa jadi bumerang yang fatal.
Sekarang jarang komentar di mana-mana. Jarang tebar pesona. Maklum sudah jadi bapak. Haha, apa hubungannya coba.
Efek sampingnya, Page Rank melemah. Dan harga diri sering berteriak-teriak agar ‘ngetop’ lagi seperti dahulu. Haha.
Untung aja ada popok anak yang mampu meredam semua id, ego hingga superego hingga tidak kebablasan.
Oh ya, komentar saya ini nampaknya tipikal komentar yang tidak perlu dikomentari kali yaa? Huehehe.
hehehe… global network ndak peduli warna kulit dan agama
Nggak ngerti sehingga nggak tahu musti komentar apa.
kucing betelor
saya pernah berdiri dan ikut thawaf di kabah. getaran spiritual yg sama saya rasakan ketika saya sdg menangis malam2 curhat sama DIA.
anu….ini komen ga jelas, krn saya bingung mo komen apa. tp tergelitik dg komen bang fer di atas.
kalau saya mendingan diam… atau OOT sekalian
Pertanda dunia kampus kembali memanggil-manggil bang fertob?
saya waktu SMA dulu punya temen Yahudi (turunan) dan muslim. menurut dia “tanah yg dijanjikan itu” lebih mengacu ke surga di alam sana. *OOT. kayaknya gak perlu dijawab juga neh*
Ada afa neh bang…
Eh, kena pengaruh gempa gak ?
tulisan anda bikin bingung.
gak ngerti apa maunya.
yahudi muslim? muslim yahudi… ah
Dari… mimpi melihat satu negara majemuk di Tanah Perjanjian?
*ikut bingung mo komen apa*
*kembali kusyuk mengikuti serangan darat*
perlu cuci otak mungkin Bang?
Merkava Mk IV agamanya apa ya?
Hati saya selalu bergetar tiap melihat rumah ibadah.
Segala macam rumah ibadah (paling engga ya yg 5 itu).
Fertob, bagaimana kabarnya? Gempa di Sorong bagaimana? Semoga keluarga Fertob baik-baik aja
(maaf komentar OOT)
gak tau apa mereka bisa bergetar jika berada di tembok ratapan, tapi yang jelas mereka berkumpul sambil tertawa bersama kolega dan keluarga saat menempelkan teleskop ke mata melihat jalur gaza dihajar pesawat mereka!
PEMERINTAH ISRAEL MENJAWAB PROTES RAKYAT INDONESIA
Surat terbuka bagi orang Indonesia yang berdemonstrasi terhadap Israel
Saya memikirkan orang-orang yang terlibat dalam demonstrasi ini. Apakah Anda tahu yang menjadi latar belakang konflik ini ? Menurut Anda bagaimana solusi bagi masalah antara Israel dan Palestina ? Mengapa mereka memilih Israel dan bukannya Hamas sebagai pihak yang bertanggung jawab atas keamanan dan masa depan normal bagi Palestina ? Saya ingin Anda membaca ini, mendengarkan ini. Dan bila Anda ingin melancarkan protes – silakan, namun lakukanlah dengan pengertian, bukan hanya kata-kata kosong dan propaganda.
Beberapa mengatakan : kami demonstrasi karena kami ingin Palestina memiliki negara sendiri dan tidak hidup dalam penjajahan Israel
Bahkan untuk mulai pembicaraan tentang berakhirnya konflik Israel – Palestina, seseorang perlu menerima konsep solusi dua negara. Konsep dua negara ini artinya Israel dan Palestina hidup berdampingan satu dengan yang lainnya dengan damai. Saat para perwakilan Israel dan Palestina mulai membicarakan perdamaian, dalam perjanjian Oslo di tahun 1993, ini adalah dasar dari negosiasi. Mengakhiri semua permusuhan, adanya teritorial bersama atas klaim historis dan berbagi daerah. Pemerintah Indonesia juga mendukung gagasan ini saat Indonesia bergabung dengan para pemimpin negara dalam pertemuan baru-baru ini (200
di Annapolis yang bermaksud menyalakan kembali semangat negosiasi.
Israel secara formal dan dalam setiap forum menerima solusi dua negara. Negosiasi untuk kesepakatan telah dilaksanakan bersama Otorita Palestina selama beberapa tahun terakhir.
Akan tetapi, hal yang paling mendasar pada Hamas adalah menolak keberadaan Israel, untuk menghapuskan Israel dengan segenap kekuatan. Negosiasi bukanlah pilihan, tidak ada yang dapat dinegosiasikan mengenai hal ini. Solusi dua negara bahkan merupakan sebuah kemungkinan.
Jadi, sederhananya, untuk memberikan pada Hamas apa yang mereka inginkan – saya harus mati, demikian juga dengan semua 7 juta orang Israel lainnya. Lalu, saat tidak ada lagi Israel – mereka akan menghentikan pengeboman. Tentu saja, untuk saya, ini bukanlah sebuah pilihan.
Jangan cuma perhatikan kata-kata saya. Berikut ini adalah Piagam Hamas:
“Israel akan ada dan akan terus ada sampai Islam memusnahkannya, persis seperti Hamas menghapuskan yang lainnya sebelumnya.”
“Gerakkan Perlawanan Islam meyakini bahwa tanah Palestina adalah Tanah Wakaf yang diperuntukkan bagi generasi Muslim yang akan datang sampai pada Hari Penghakiman nanti. Tanah ini, atau bagiannya, tidak boleh disia-siakan: tanah ini, atau bagiannya, tidak boleh dilepaskan.”
“Tidak ada solusi untuk pertanyaan Palestina kecuali melalui Jihad. Inisiatif , proposal dan konferensi internasional semuanya membuang waktu dan upaya sia-sia.”
Sumber dari situs Palestina : http://www.palestinecenter.org/cpap/documents/charter.html
Memang, Hamas telah melakukan segalanya untuk merusak harapan kedamaian di kawasan serta merusak pembicaraan perdamaian antara Israel dengan Otorita Palestina.
Di tahun 1994-96 bom bunuh diri Hamas mengalihkan upaya proses perdamaian Oslo.
Selama tahun-tahun berdarah pada intifada ke-2 (tahun 2000-2005), Hamas bertanggungjawab, bersama dengan Jihad Islam Palestina, atas sekitar 70% dari 150 bom bunuh diri yang menewaskan lebih dari 1000 orang warga Israel, kebanyakan adalah penduduk sipil.
Tanpa aksi terror Hamas, saya yakin Palestina telah menjadi sebuah negara sejak beberapa tahun lalu.
Hamas secara demokratik dipilih oleh rakyat Palestina di tahun 2006 untuk pemerintahan (namun bukan untuk presidensial). Namun Hamas menggelar kudeta militer pada bulan Juni 2007 dan telah melakukan pembunuhan berdarah dingin atas sekitar 200 anggota Fatah Palestina, sementara di waktu lalu Otorita Palestina hanya menangkap para anggota Hamas untuk jangka waktu pendek. Sebagai reaksi dan sesuai dengan konstitusi Palestina, Presiden Abbas memberhentikan seluruh Menteri Hamas dari pemerintahan – dan sesuai dengan Undang-Undang Palestina, Hamas tidak lagi merupakan perwakilan rakyat Palestina. Hamas menguasai Gaza dengan senjata kekerasan dan masih tetap membunuh anggota Fatah.
Hamas menguasai Gaza dengan senjata kekerasan dan masih tetap membunuh anggota Fatah.Anggota Fatah melarikan diri ke Israel setelah serangan Hamas baru-baru ini di bulan Agustus :http://www.jihadwatch.org/archives/022067.php
Bukankah Hamas membawa rakyat Palestina tanpa tujuan selain perang dan kesengsaraan ? Masa depan seperti apa yang Hamas tawarkan pada rakyat di Gaza ?
Beberapa mengatakan : kami protes atas serangan tak beralasan Israel di Gaza
Saya ingin menyampaikan beberapa alasan tindak operasi ini. Mohon simak dan coba renungkan bila Indonesia mengalami situasi yang sama, akankah Indonesia melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh Israel ?
Selama 8 tahun dan khususnya selama 3 tahun terakhir sejak Hamas mengambil alih Gaza, kota-kota di bagian selatan Israel telah hidup dalam tempat-tempat perlindungan karena ancaman roket dan tembakan misil terus menerus. Serangan-serangan ini berlangsung dengan sebanyak 90 misil dalam satu hari. Selama bertahun-tahun Israel berusaha menyelesaikan masalah ini dengan cara lain. Israel menghadap PBB untuk mendapatkan bantuan, pada Mesir dan Turki untuk mediasi, namun hal ini tidaklah membantu. Kesepakatan gencatan senjata pendek dalam 6 bulan terakhir digunakan oleh Hamas untuk mempersenjatai diri dan setelah habis masa gencatan senjata, ratusan misil dan roket diluncurkan kembali ke kota-kota di Israel.
Sekali lagi, tidak perlu percaya begitu saja, simaklah yang disampaikan Menteri Luar Negeri Mesir berkenaan dengan hal yang sama :
Simak: http://www.youtube.com/watch?v=5roptSbO3GQ
Dan harus saya tekankan – ini bukanlah perkampungan, ini bukanlah kota-kota dalam teritorial 1967, ini adalah kota-kota di dalam Israel.
Akankah pemerintah Indonesia membiarkan rakyatnya hidup dalam tempat-tempat perlindungan selama bertahun-tahun dibom setiap harinya oleh sebuah organisasi yang memproklamirkan tujuannya untuk menghancurkan Indonesia ? Dan ini terjadi selama 8 tahun. Bukankah Indonesia, dalam situasi yang sama, juga akan mengirimkan tentaranya untuk melindungi rakyatnya ?
Beberapa mengatakan : kami protes akan jumlah korban dan situasi kemanusiaan
Foto dari Gaza menyedihkan dan sangat buruk. Perang memang sangat buruk. Setiap orang yang terbunuh adalah tragedi, namun sekali lagi ingin saya jelaskan masalah ini dan saya ingin mengklarifikasi semuanya yang saya katakan sesuai dengan beberapa sumber:
Diberitakan hari ini (5/1) hanya terdapat 64 korban penduduk sipil dari 510 yang terbunuh. 12% dari korban adalah penduduk sipil. Ini bukan perkataan saya – berita ini dari laporan AP yang mengutip Kementrian Kesehatan Palestina :
http://www.kjrh.com/news/world/story/Death-toll-climbs-Israel-pushes-deeper-into-Gaza/O049WnBjbECby_RqLIa1WQ.cspx
http://current.com/items/89679948/ap_israeli_offensive_only_13_are_civilian_deaths.htm
Rasio ini jauh lebih rendah dari konflik bersenjata lainnya seperti Afganistan dan aksi NATO di Kosovo
Saya tidak memandang remeh atas korban nyawa sebanyak 64 orang, tidak sama sekali. Gaza adalah kawasan yang sangat padat dan bila Hamas meluncurkan roket dan misil, Hamas akan melakukannya dari kawasan penduduk sipil. Perhatikan gambar berikut :
Perbesarlah foto untuk melihat lebih jelas dari mana persisnya roket ini berasal.
Beberapa mengatakan : kami demonstrasi karena kami ingin operasi ini dihentikan
srael memiliki permintaan yang sederhana, permintaan yang negara manapun di dunia, dalam posisinya akan lakukan :
Penghentian roket dan misil yang ditembakkan dari Gaza.Penghentian penyelundupan senjata melalui perbatasan Mesir dengan penempatan pengamat internasional di sana.
Itu saja. Itulah yang dibutuhkan untuk menghentikan semuanya ini.
Israel tidak dapat kembali pada situasi yang sama di mana kota-kotanya di bagian selatan diserang bom setiap harinya. Akankah Indonesia atau Singapura menerima bila kotanya dalam ancaman bom secara terus menerus ?
Indonesia memiliki posisi yang baik untuk membantu rakyat Palestina, karena Indonesia adalah negara Islam terbesar Indonesia dapat menekan Hamas untuk menyepakati kedua termin sederhana ini. Buatlah penekanan yang sama, demonstrasi dan pers yang ditujukan terhadap Israel serta untuk menekan pihak Hamas menghentikan penembakan. Mediasi antara Fatah dan Hamas untuk mencapai perjanjian Palestina dan kepemimpinan akan memungkinkan berjalannya pembicaraan perdamaian, sebarkan berita bahwa solusi bagi masalah Israel – Palestina bukanlah melalui Jihad namun pada solusi dua negara.
Saya adalah seorang diplomat Israel, karenanya saya mengerti bila anda mungkin curiga akan isi informasi ini, saya telah memberikan beberapa sumber non-Israel untuk mengklarifikasi pandangan-pandangan saya. Silakan memeriksa, memberi tanggapan bila Anda menemukan kesalahan atau informasi yang tidak tepat sekecil apapun. Silakan menulis atau bertanya pada saya, dalam Bahasa Indonesia maupun dalam Bahasa Inggris.
Sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar saya rasa Anda sungguh-sungguh memiliki kewajiban menolong rakyat Palestina dan Israel serta melakukannya dengan pemahaman dan pengetahuan yang benar.
http://209.85.175.132/search?q=cache:ipCSECYt-7IJ:jakarta.mfa.gov.il/+http://jakarta.mfa.gov.il/mfm/web/main/missionhome.asp%3FMissionID%3D86347%26&hl=en&ct=clnk&cd=1&client=firefox-a