Minggu 4 Januari 2009 Pukul 04.40 WIT: Saya masih tertidur lelap. Saya yakin sedang bermimpi, meskipun lebih sering melupakannya. Dan yang saya yakini, mimpi itu bukan bergoyang-goyang laksana gempa.
Tiba-tiba bumi bergoyang. Segera melompat dari tempat tidur. Belum sadar dengan apa yang terjadi karena mata masih berat. Goyangannya makin keras dan akhirnya saya sadar apa yang terjadi dan segera melompat dari tempat tidur. Berteriak dengan keras GEMPA…!! membangunkan orangtua saya.
Dalam hitungan detik listrik langsung padam. Gelap gulita makin menambah kepanikan. Kunci pintu segera dapat diraih dan langsung berlari keluar rumah. Kurang lebih 20 detik bumi serasa gonjang-ganjing. Terdengar suara benda pecah dari dalam rumah. Di luar rumah, tetangga banyak yang keluar dan lari ke jalan raya. Riuh-rendah, berteriak, hanya membawa diri. Betul-betul panik.
Sepuluh menit kemudian saya justru melanjutkan tidur saya yang terputus, sementara ortu masih di luar rumah. Rasa kantuk lebih besar daripada rasa takut. Melanjutkan mimpi yang biasanya selalu saya lupakan, melupakan piring pajangan yang jatuh berantakan di dapur.
Minggu 4 Januari 2009 Pukul 07.35 WIT: Saya masih tertidur lelap. Dan tiba-tiba tempat tidur saya bergoyang-goyang. Samar-samar saya mendengar suara teriakan keras dari luar kamar. Mimpi itu terputus lagi oleh goyangan yang keras. Saya terhuyung keluar dari kamar dengan mata berat. Setengah berlari keluar rumah dengan memakai celana pendek tanpa baju.
Di luar rumah, ortu dan tetangga masih berkumpul di jalan. Kurang lebih 15 detik bumi bergoyang tanpa musik. Kali ini lebih keras dari yang pertama. Saya mendengar perbincangan kalau tembok rumah tetangga retak. Tapi, 15 menit kemudian saya melanjutkan tidur lagi, tanpa rasa takut dan hanya rasa kantuk.
************
Siang harinya baru saya tahu bahwa Gempa Bumi dengan kekuatan yang cukup dahsyat (diatas 7 SR) telah melanda daerah kepala burung Papua. Pusatnya lebih dekat ke Manokwari, ibukota Provinsi Papua Barat, dibandingkan Sorong, kota yang saya diami. Anda bisa melihat beritanya di mana-mana
Rumah segera ramai dengan telepon dari kerabat yang menanyakan kabar gempa yang mereka dengar dari berita televisi. Saya segera mengambil motor dan berkeliling kota melihat akibat dari gempa tadi pagi. Tidak terlalu banyak kerusakan yang terlihat, malah seperti tidak ada akibat gempa. Salah seorang kerabat saya tertimpa kayu atap rumah dan kepalanya robek, tetapi rumahnya tidak apa-apa. Ada beberapa rumah yang retak-retak di beberapa kelurahan seperti di Remu Selatan, Klademak, dan Klasaman.
Yang paling mencolok adalah penduduk yang bermukim di tepi pantai yang segera mengungsi mencari tempat yang lebih tinggi. Mereka takut akan bahaya tsunami. Press release dari RRI setempat memang sempat mengatakan bahwa gempa tersebut berpotensi tsunami, meskipun kemudian pengumuman itu dibatalkan beberapa jam kemudian.
Sampai sore bahkan malam mereka masih tidak berani kembali ke rumahnya, meskipun sudah diyakini pemkot setempat kalau gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Akibat gempa itu justru membuat Manokwari rusak parah. Beberapa hotel dan rumah penduduk ambruk. Bahkan tempat-tempat vital seperti bandara Rendani, rumah sakit, dan kantor gubernur juga rusak parah. Di kota Sorong, kerusakan yang terjadi tidak terlalu parah. Hanya beberapa rumah penduduk yang rusak. Tapi data itu belum termasuk daerah-daerah pedalaman seperti Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, dan Kabupaten Raja Ampat, karena keterbatasan penyampaian berita. Yang saya dengar bahwa di salah satu Distrik (Distrik Abun) di Kabupaten Sorong Selatan kerusakan yang terjadi sangat parah.
Sampai saat ini, dari berita RRI Sorong yang saya dengar, di kota Sorong sendiri terdapat 1 orang korban meninggal dan puluhan luka-luka. Data dari Kabupaten sekitar belum ada dan masih simpang siur, ditambah dengan berita dari TV Swasta Nasional yang berbeda satu sama lain.
***********
Dan sampai tadi saya masih menerima SMS dan telepon dari beberapa teman yang menanyakan kabar gempa di Sorong. Termasuk dari Mbak Meong yang katanya suka mengeong menanyakan kabar.
Kabar saya baik-baik saja. Orang lain [khususnya di Manokwari] yang lebih membutuhkan bantuan karena mereka yang lebih menderita kerusakan terparah. Anehnya, berita gempa ini kurang mendapat respons dari blogger. Hanya beberapa blogger saja yang menuliskannya, misalnya saja Ndoro Kakung dan IndoAlert. Jika ada yang mau memberikan bantuan bisa melalui PMI setempat, atau lihat di Kontak Penting di Blog IndoAlert.
cat :
yang saya herankan, mengapa saya justru tidur lagi setelah gempa pertama dan kedua ?







Masih bisa tidur di dalam rumah, langsung setelah gempa?!
*geleng-geleng, orang yang terlalu pinter kadang bisa lemah juga common-sense-nya*
*disambit*
Yah, untunglah mas fertob sekeluarga gak kenapa2, dan gempa kali ini relatif gak begitu parah efeknya…
saya termasuk yg telpon tapi ga diangkat, bang
mudah-mudahan semua baik-baik aja
Terus berkabar ya. Info dari sampean sangat penting bagi dunia luar. Jangan lupa jaga keselamatan.
dan bersyukur sekali akses internet masih ada. blogger tidak menulis bukan karena tidak peduli om, tapi informasinya memang masih minim.
maybe yang ada di sana bisa share foto2…
Padahal headline harian Cenderawasih Pos hari ini (selasa) menyebutkan kalo “Sorong protes karena semua bantuan menumpuk di Manokwari”
beritanya telat sampe disini Bang… informasi dari Bang Fertob lebih nampak lebih akurat…
*nunggu apdet berita*
wah, saya sampai lupa kalau bang fertob sekarang di sorong.
untung abang gak apa-apa. syukurlah…
“Rasa kantuk mengalahkan takut”.
Salut!
Kalau saya pasti sudah kalut.
Mungkin itu bedanya doli-doli dengan ama-ama.
Salam kenal lae.
Horas
hm, terlalu sibuk dalam rutinitas tidak tau kalau ada saudara kita disana juga terkena musibah,
moga pemerintah dapat segera membantu rehabilitas di manokwari ya.
lam kenal dan ikut bantu doanya yach,
Joule
semoga tetap waspodo…
keep updated infromasinya..
Syukurlah anda selamat bung Fertob, saya bisa paham betapa kalutnya situasi krn saya juga pernah merasakan bagaimana itu 7,8 SR dan melihat sendiri apartemen bertingkat 15 rebah di belakang mess kami dulu di tahun 1999. Dan juga betapa riuh rendahnya exodus penduduk dikala gempa di Sibolga dahulu karena saya termasuk didalamnya. Hanya saja rasa kantuk saya hilang begitu melihat Truk2 tronton dipabrik kami berdansa tanpa musik jam 1 pagi selama 1 menit.
yaaah… ini emang ngantuk mengalahkan takut deh
saya dibangunkan pagi2 jam 3 WIB sama mama, gara2 gempa di sana
untung Sorong gak terlalu parah yah
semoga yang di Manokwari cepat pulih semua *berdoa*
Bulan depan saya pulang Sorong
senaaaaangnya
@ All
Terimakasih atas kepeduliannya. Semoga saya masih bisa memberikan laporan atas gempa yang terjadi di Sorong meskipun Kota Sorong sendiri tidak terlalu banyak menderita kerusakan.
@ catshade :
Mungkin karena saya begadang tidur jam 3 pagi. Jadi waktu terbangun “dengan paksa” jam 4.30 pagi, yang terpikir adalah bagaimana bisa tidur kembali.
@ edy :
Oh, sorry Om Ed. Banyak telepon dan sms masuk jadi sulit dihandle…
@ Ndoro :
Makasih Ndoro. Ditunggu kelanjutan BloggerPeduli.
@ Det :
Saya ada beberapa foto, tapi nggak tega untuk masangnya. Ada beberapa rumah yang rusak yang sempat saya foto dan juga tempat pengungsian penduduk.
Tapi kan bisa dilihat di beberapa media lainnya.
@ jensen99 :
Yup, yang protes itu orang Kabupaten Sorong & Kabupaten Sorong Selatan karena gempa kedua pada pukul 05.35 WIB/07.35 WIT itu lebih dekat ke distrik-distrik di Kab. Sorong/Kab. Sorsel daripada ke Manokwari.
Dan daerah pedalaman Sorong itu justru tidak mendapat perhatian, padahal jumlah korbannya lebih banyak dari Manokwari.
@ chic :
update menyusul
Begitu dapat kabar kalau sorong dan manokwari gempa, saya langsung teringat bang Fertob.
syukurlah bang Fertob gak apa-apa, malah tidur lagi….
saat kejadian lokasi saya di teluk bintuni bang, di atas Rig tengah laut.. dan lumayan menggetarrrrrrrrrrrrrrrrkan..
Fertob, syukurlah tak apa-apa. Selesai gempa itu, saya mencoba melihat ke blogmu, agak kawatir juga karena tak bisa menghubungimu.
Syukurlah semua selamat…
Fertob, syukurlah tak apa-apa. Selesai gempa itu, saya mencoba melihat ke blogmu, agak kawatir juga karena tak bisa menghubungimu.
Syukurlah semua selamat…
Sorry, dibuang aja salah satu
syukur deh, ferry sekeluarga selamat.
[...] saya tersentak kaget. Bukan kaget karena ditembak cewek sebelah rumah. Bukan juga kaget karena gempa bumi 4 Januari [...]
Aku mau sms kok malah kelupaan.
om,aku ini kan seorang pemula blog
oom,
bisa tidak ngebimbing aku agar jadi blogger hebat dan terkenal kek oom…..
boleh gag aku jadi murit oom………??
nice article…
Bali Page – Island of Bali
Indonesia Page – All About Indonesia
The Adsense Site – Guide to Online Adsense Earning