Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Politics’

Maaf seribu maaf jika tulisan ini sangat panjang dan tidak populer. Jika tulisan ini menyita waktu anda, tolong jangan membacanya πŸ™‚

Sebenarnya postingan ini sudah ingin saya tulis dari dulu, terutama menyambut Hari Kemerdekaan RI bulan agustus kemarin, tetapi sering terhalang kasus yang lain. Analisis ini juga menurut saya masih dangkal karena saya memang tidak khusus mendalaminya.

Saya tidak sedang mencoba menganalisis masalah ini dari sudut pandang politik luar negeri, karena bukan disitu bidang saya. Saya melihat bahwa hubungan antara negara kita (Indonesia) dengan tetangga di Asia Tenggara (khususnya yang berumpun Melayu) sering naik turun antara benci dan rindu. πŸ™‚ Hubungan itu naik-turun dan diselingi kasus-kasus yang cukup fenomenal.

antara kita dan tetangga….

Read Full Post »

Ide tulisan ini berawal dari ketertarikan dengan ide Pak Budi yang menulis postingan Aturan Menulis Blog ? di blognya. Dimana untuk menjadi sebuah blog yang populer maka seorang blogger “harus” (1) tulisan di blog pada umumnya pendek-pendek, dan (2) pembahasan agak dangkal. Mungkin saya bisa menambahkan yang ke (3) topiknya kontroversial πŸ™‚

Menurut saya hal itu ada benarnya juga. Padahal saya punya kebiasaan menulis sesuatu yang panjang-panjang dan analisa yang cukup mendalam, walaupun terkadang tidak kontroversial. Oleh karena itu saya (khususnya di postingan ini) akan menulis hal-hal yang “pendek dan dangkal” tapi tidak kontroversial. Sekalian sebagai latihan menulis pendek. Tentunya saya bagi dalam beberapa bagian. Tapi sayangnya sebenarnya ini bisa menjadi beberapa postingan. πŸ™‚

Communism and Other Stories

Read Full Post »

Menhub dan Guilt Culture

Menteri apa yang paling stress di tahun 2007 ini ?

Jawabannya sudah pasti : Menteri Perhubungan πŸ™‚

Mulai dari awal bulan Januari tahun ini telinga kita seperti terbiasa mendengar berbagai kecelakaan yang berhubungan dengan transportasi yang menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan RI. Mulai dari hilangnya Pesawat Adam Air di perairan Sulawesi sampai yang terakhir terbakarnya Pesawat Garuda di Yogyakarta. Mungkin saja tahun ini orang tertinggi di kementerian itu (Pak Hatta Rajasa) berkurang waktu tidurnya. πŸ™‚

Dari sekian banyak horor tragedi yang menimpa berbagai alat transportasi itu, tetap saja masyarakat tidak punya pilihan lain untuk mencari alternatif. Dulu (dahulu kala) pesawat dianggap sebagai alat transportasi yang aman (oleh karena itu mungkin jadi mahal). Tetapi dengan berbagai peristiwa kecelakaan pesawat, kitapun jadi berpikir ulang : Adakah alat transportasi yang aman sekarang ini ? Dulu juga sering ada anggapan : kalau mau selamat naiklah Garuda. Garuda seakan jadi standar keselamatan penerbangan. Tetapi dengan peristiwa di Yogyakarta beberapa hari yang lalu, anggapan itu menjadi tak berarti lagi. Tak ada lagi alat transportasi yang aman.

….apa itu guilt culture ?

Read Full Post »

Pluralisme Lagi….

Sejarah peradaban dunia adalah sejarah yang bergelimang konflik. Konflik yang timbul antar peradaban yang ditimbulkan oleh perbedaan persepsi antar satu peradaban dengan yang lainnya. Bahkan konflik itu juga terjadi dalam wilayah keagamaan. Konflik yang terjadi, atas nama agama, bahkan menimbulkan trauma dendam yang masih dirasakan membekas sampai saat ini. Agama dibenturkan oleh umatnya dengan alasan bahwa berperang dijalanNya akan mendapatkan balasan setimpal olehNya.

Perang Salib adalah salah satu konflik terbesar antar umat manusia dengan alasan keagamaan (Armstrong, 2004). Bahkan konflik ini menandai semacam keterpisahan antara dunia barat dan dunia Islam, yang sampai sekarang, sekat pemisah itu masih rumit untuk dijalin kembali. Konlik ini juga mengubah tatanan dunia saat itu yang pengaruhnya masih dapat dirasakan sampai saat ini. Konflik-konflik yang melibatkan agama sekarang ini dapat dilihat pada berbagai konflik di berbagai benua : konflik Irlandia Utara, perebutan wilayah Kashmir, separatis Tamil Elam di Srilanka, dan lain-lain. Konflik yang melibatkan agama juga terjadi di Indonesia antara lain konflik Ambon, tragedi Kupang, peledakan Malam Natal, Situbondo, dan masih banyak lagi.
(lebih…)

Read Full Post »

Hukuman Mati

Pada artikel sebelumnya, saya menulis tentang eksekusi hukuman mati yang dilakukan terhadap Saddam Hussein. Hal ini tidak menempatkan saya pribadi sebagai pendukung hukuman mati, dan malah sebaliknya menurut saya hukuman mati adalah sebuah perbuatan yang melanggar nilai-nilai kemanusiaan. Hukuman mati bukanlah sebuah solusi agar kejahatan-kejahatan serupa yang dilakukan si terhukum tidak dilakukan lagi oleh orang lain.

Dahulu kala, hukuman mati dipandang sebagai semacam β€œshock therapy” agar kejahatan serupa tidak dilakukan oleh orang lain. Pandangan ini masih dianut sampai sekarang oleh banyak ahli hukum dan filsafat. Dengan menjatuhkan hukuman mati maka dipastikan orang lain akan menjadi jera dan tidak melakukannya. Tetapi pandangan ini tidak menunjukkan korelasi yang signifikan antara penjatuhan hukuman mati dan berkurangnya tindak kriminalitas yang diancam dengan hukuman mati. Di Indonesia misalnya, hukuman mati yang diberikan kepada pelaku kejahatan narkoba kelas kakap tidak serta merta membuat kejahatan narkoba langsung menurun secara drastis.
(lebih…)

Read Full Post »

Akhirnya Saddam Berakhir

saddamBagi beberapa kelompok orang, dia adalah bagaikan serigala yang membunuh mangsanya dengan wajah tertawa. Membantai warganya sendiri tanpa merasa bahwa dia adalah bagian dari mereka. Dia seakan menjadi monster di tengah kerumunan liliput kecil yang tak berdaya. Menjadikan negeri tetangga resah melihat ulahnya dan memicu perang yang justru membuat negaranya kacau balau. Perang Irak-Iran, Invasi Kuwait, Pembunuhan Warga Kurdi, Marjinalisasi Warga Syiah adalah beberapa aksinya yang membuat orang tak habis pikir tentang karakternya.

Saddam Hussein memang fenomenal, terlepas dari segala penilaian buruk atas dirinya. Disaat negara-negara lain di timur tengah jeri melihat Israel, dia dengan gagah berani menantang Israel. Mendeklarasikan perang dengan Iran (1980-1988) yang sebenarnya diketahuinya tak mungkin dimenangkan oleh salah satu pihak. Menginvasi Kuwait dan menyatakan bahwa negara itu adalah bagian profinsinya. Suatu aksi yang kemudian memicu perang teluk pada 1991 . Dia akhirnya dipaksa mundur dari Kuwait dan negaranya dikenai embargo dan pembatasan-pembatasan yang membuatnya semakin menderita. (lebih…)

Read Full Post »

Dunia ini terlalu sederhana jika hanya dipahami hanya dengan dosa. Seperti pepatah dunia tak selebar daun kelor, dosa meloncat keluar dari lebarnya daun kelor dan menjadi bagian dari dunia. Meskipun dosa adalah bagian dari manusia yang berkepercayaan, dia tidak dapat menjelaskan seperti apa dunia itu, tetapi hanya berkutat seputar perdebatan benar salah teologis. Mungkin dosa harus mencari tempat lain selain dunia untuk mengeksistensikan dirinya.

Dante melukiskannya dengan indah dalam Divine Comedy. Baginya dosa adalah sebuah keterpisahan dan keterasingan, sama seperti dirinya pernah terasing dari kota asalnya, Fiorentina. Inferno, Purgatory, dan Paradiso adalah penggambaran Dante tentang penglihatannya, seolah-olah dia berada didalamnya, menikmati setiap kengerian dan kekelaman kehidupan setelah kematian. Dosa itu bersama dengannya. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »