Feeds:
Tulisan
Komentar

“Atheisme” yang (Tidak) Bertuhan

Atheisme sering dikatakan sebagai paham yang tidak mempercayai Tuhan, baik itu keberadaannya maupun perannya dalam kehidupan manusia. Sulit untuk merunut sejak kapan paham ini ada di muka bumi. Walaupun demikian, banyak orang yang mengklaim bahwa dirinya atheis. Atheisme mulai diberikan landasan rasional ilmiah ketika Ludwig Feuerbach menerbitkan karyanya The Essence of Christianity dan melakukan kritik agama khususnya agama Kristen.

Atheisme model Ludwig Feuerbach adalah filsafat model “tak lain daripada…”. Hal ini karena pemikiran yang diajukan hanya melihat sesuatu dibalik/dibelakang masalah yang dibicarakannya. Bukannya secara jujur mengungkapkan kebenaran dan kesalahan dari agama tapi langsung masuk kedalam adanya sesuatu di balik layar dari agama itu : “bahwa agama tak lain daripada….”. Landasan filosofis ini sering disebut dengan nama Reduksionisme.

Dalam tulisan ini saya hanya mengungkapkan 4 landasan berpikir para pemikir aliran utama atheisme, tentunya dengan penjelasan singkat ala kadarnya. Keempat pemikiran itu, yang mempelopori filsafat kritis terhadap agama, adalah Ludwig Feuerbach, Sigmund Freud, Friederich Nietzsche, dan Jean-Paul Sartre.

1. Atheisme Ludwig Feuerbach

Feuerbach adalah orang yang pertama kali memberikan landasan rasional ilmiah terhadap atheisme. Dia juga adalah salah satu pendukung filsafat dialektis Hegelian. Alih-alih mendukung sepenuhnya konsep hegelian, hal yang menurutnya bertentangan antara dirinya dengan konsep Hegel adalah tentang sesuatu yang nyata dan rasional. Bagi Feuerbach, manusia adalah nyata dan rasional, sedangkan roh semesta (yang dinyatakan oleh Hegel dan diasosiasikan dengan Tuhan/Allah) adalah sesuatu yang tidak nyata.

Bagi Feuerbach, agama adalah proyeksi manusia atas keterasingan dirinya. Agama menjadi tempat bagi manusia untuk mengasingkan dirinya dari kehidupannya. Sebagai proyeksi, agama tak lain dari sesuatu yang diberikan penghargaan positif terhadap dirinya. Segala konsep tentang Tuhan, Malaikat, Surga, dan Neraka yang ada dalam agama tak lain daripada hasil proyeksi manusia itu sendiri. Dengan kata lain, manusia yang mengkonsepkan hal-hal itu. Manusia yang menciptakan Tuhan, dan bukan Tuhan yang menciptakan manusia.

Agama berdampak positif bagi manusia. Segala sesuatu yang Maha, misalnya Adil, Baik, Penyayang, Pengampun, dll yang ada dalam Tuhan Agama, tidak lain daripada proyeksi manusia itu sendiri. Hal itu sebenarnya telah ada dalam eksistensi manusia. Bukannya menjadikan sesuatu yang Maha itu menjadi milik manusia, manusia justru terjebak dalam pemujaan dan penyembahan kepada agama dan Tuhan yang sebetulnya telah berada dalam dirinya dan menjadi miliknya. Oleh karena itu, manusia harus mengambil kembali ke-Maha-an itu kedalam dirinya. Agama dan Tuhan bukan lagi merupakan sesuatu yang menjadi pusat bagi manusia, tetapi justru manusialah pusat dari segalanya.

2. Atheisme Sigmund Freud.

Sigmund Freud adalah seorang psikiater yang menciptkan dan mengembangkan metode Psikoanalisis. Suatu metode/teori yang kemudian menjadi salah satu aliran besar dalam psikologi. Freud mengikuti alur berpikir Feuerbach dengan filsafat reduksionisme-nya bahwa agama “tak lain daripada…”

Buku karya Freud yang menyatakan atheismenya adalah Totem and Taboo (1913) dan Moses and Monotheism (1938). Menurut Freud, ritual-ritual keagamaan mempunyai kemiripan dengan ritual yang ada dalam gangguan obsesif-kompulsif. Obsesif-kompulsif adalah suatu gangguan psikologi (psychological disorder) dimana seseorang tidak mampu menahan keinginannya untuk melakukan suatu gerakan/aktivitas berulang-ulang, misalnya mencuci tangan berkali-kali, dll. Freud juga mengatakan “neurosis as an individual religion, religion as a universal obsessional neurosis”. Suatu pernyataan yang jelas mengaitkan antara agama dan neurosis.

Dilain pihak, Freud juga mengatakan bahwa agama tak lain daripada sublimasi insting-insting seksual. Teori Psikoanalisis Freud dibangun diatas satu konsep yang disebut Psikoseksual, bahwa dorongan-dorongan seksual (sexual drive/libido) adalah dorongan yang terutama dalam diri manusia yang membuat manusia itu bisa bertahan hidup. Sedangkan sublimasi adalah salah satu mekanisme pertahanan diri (defense mechanism) yang dibangun manusia untuk menyeimbangkan egonya dari dorongan-dorongan yang berasal dari ketidaksadaran. Insting-insting seksual manusia harus diberi bentuk lain agar dapat diterima secara sosial, dan semuanya itu ada dan tampak dalam agama. Agama adalah sublimasi dari insting-insting seksual manusia agar dapat diterima oleh masyarakat.

3. Atheisme Friederich Nietzsche.

Whiter is God, ‘he cried. ‘I shall tell you. We ahve killed Him-you and I. All of us are murderers…God is dead. God remain dead. And we have killed him…” (Friederich Nietzsche, The Gay Science, 1882).

Kutipan diatas adalah salah satu pernyataan Nietzsche dalam bukunya. “God is Dead” yang dikatakan oleh Nietzsche bukanlah pengertian Tuhan secara literal. Jika Tuhan telah mati berarti pada suatu saat Tuhan pernah ada. Apa yang dinyatakan oleh Nietzsche adalah kematian keagamaan di Eropa. Pengertian God is Dead adalah Tuhan dalam konteks kekristenan di Eropa. Bahwa kepercayaan terhadap Tuhan (pada saat itu adalah Kristen) adalah kepercayaan yang salah. Tuhan tidaklah lagi dapat dipercayai, dan oleh karena itu Dia telah mati, dan seandainya Dia belum mati, adalah tugas manusialah untuk membunuhnya (and we have killed him…).

Pandangan Nietzsche melegitimasi pandangan dalam bidang keilmuan (science) bahwa ilmu pengetahuan akan mengeluarkan Tuhan dari ranah kehidupan manusia. Filsafat, ilmu pengetahuan, politik dan bidang-bidang lain akan memperlakukan Tuhan sebagai sesuatu yang tidak relevan dan tidak humanis.

4. Atheisme Jean-Paul Sartre

Sartre adalah salah satu tokoh terkemuka dalam Filsafat Eksistensialis. Dia adalah orang yang pertama kali menyatakan bahwa eksistensi mendahului esensi. Atheisme adalah salah satu inti dari filsafat Sartre.

Sartre menolak konsep tentang Tuhan karena konsep Tuhan berisi kontradiksi dalam dirinya sendiri (self-contradiction). Sartre mendefinisikan Tuhan sebagai konsep yang being-in-itself-for-itself. Konsep Tuhan sebagai in-itself memproposisikan bahwa Dia adalah eksis, sempurna dalam dirinya sendiri, dan secara total tidak relevan. Sedangkan konsep for-itself memformulakan bahwa Dia adalah bebas secara sempurna dan tidak terikat terhadap apapun. Kesimpulan logika haruslah menolak konsep seperti ini karena konsep ini berisi kontradiksi dalam dirinya. (Jean-Paul Sartre, Being and Nothingnes : An Essay in Phenomenological Onthology, 1943).

Selain itu, konsep keberadaan Tuhan membatasi kebebasan dan eksistensi manusia. Konsep Tuhan diadopsi oleh manusia untuk memberiarti dunia ini. Manusia menemukan konsep ini untuk menerangkan sesuatu yang tidak dapat diterangkan (explain the unexplainable). Konsep Tuhan adalah keinginan manusia untuk memenuhi ketidaksempurnaan dan ketidakmampuannya.

=============

Konsep-konsep atheisme diatas dapat berkembang menjadi pemikiran-pemikiran baru dalam aliran-aliran atheisme. Dan perdebatan seputar konsep ini masih terus berlanjut.

330 Tanggapan

  1. Tuhan adalah suatu bentuk ciptaan manusia yang sebenarnya merupakan suatu pokok aturan yang mengikat, agar manusia dan dunia tidak kacau, tertib, punya pedoman,dan selaras.
    Manusia awal sengaja menciptakan
    “Tuhan” dengan tujuan agar seluruh umat di muka bumi ini dapat hidup aman, selaras, tertib, dan selamat.


  2. Tidak ada bukti “hidup” yang merupakan fakta bahwa Tuhan itu benar-benar ada.
    Tapi atheisme punya banyak bukti nyata bahwa Tuhan itu hanya ciptaan belaka.
    1. Kitab suci manapun tidak ada yang meyatakan bahwa Tuhan juga menciptakan alien. Tapi Alien pernah ditemukan di Mexico.
    2. Kitab suci manapun tidak ada yang menyebutkan bahwa tuhan menciptakan manusia purba. Tapi banyak ilmuwan yang telah menemukan fosil manusia purba dibeberapa tempat di muka bumi.
    Dan masih banyak bukti-bukti lain yang sebenarnya mendasari pandangan kaum atheis di muka bumi ini. Sementara kaum agamis tidak ada satupun yang dapat membuktikan bahwa Tuhan itu benar-benar ada.


  3. he..he..he… anda benar..

    itu adalah salah dua contoh yang menegaskan ketidakmungkinan adanya Tuhan dari sisi kaum atheis. Tapi tahukah kamu kalau golongan theis punya bukti lain tentang keberadaan Tuhan ?

    Selamat datang di rimba perdebatan theis-atheis… :-)


  4. well, i havn’t read all. unsufficient time coz i’m hiring. it doesn’t matter whether god/God exists or doesn’t. our life is just the same.
    we can’t argue it coz we can’t reach it. it will make us far from the earth we live. if there’s god, hell and heaven. how about barbaric tribes? they kill th other and think it’s grace and heroic deeds. they do not know. will they plung into hell? please give me comment! i want that. thanx of all.


  5. God is our concepts about something outside us. It doesn’t really matter whether he/she exists or not, but if we believe God is exist, could our beliefs make us “the human being” ?. If we don’t believe he/she exists, it doesn’t change anything.

    Did you believe ib heaven/hell ? It just our concepts to acommodate the existence of God, in other views, derivated from God. If God exists, either heaven/hell. I don’t know about the barbaric tribes. can you share it ?


  6. Manusia tuch ada karena tuhan pun ada. buktinya mana ada meja kalo gak ada tukang meja. SO It’S Eazy lah!!! pake logika juga bisa


  7. @ ALzu : sedikit ingin mendebat… :-) siapa yang “membuat” tukang meja ? haruskah kita berhenti pada sebuah Penyebab Tunggal ? sementara kalau kita membuka semua kemingkinan, penyebab tunggal itu akan berlanjut terus sampai tak terbatas…

    pernyataan dan pertanyaan diatas tidak mengindikasikan saya seorang atheis… :-)


  8. AKU MEMAKLUMI/MENGHARGAI KALIAN PARA ATEIS,YANG MENYIMPULKAN BAHWA TUHAN ITU TIDAK ADA , TUHAN ITU REKA-REKA MANUSIA SAJA.KARENA SECARA ILMIAH TUHAN TIDAK BISA DIGAMBARKAN. AKU HANYA KASIH (KRITIK KALIAN BISA NGADAIN PENELITIAN TENTANG HAL-HAL DUNIA INI TETAPI KALIAN TIDAK PERNAH BISA NGADAIN PENELITIAN DI ALAM ROH). ADA SAATNYA KALIAN TIDAK MENGERTI TETAPI ADA SAATNYA KALIAN MENGRTI BAHWA TUHAN ITU ADA.KEPUTUSAN DITANGAN KALIAN

    “BERBAHAGIALAH KAMU YANG TIDAK PERNAH MELIHAT NYA NAMUN PERCAYA”


  9. @ A/O : beriman tanpa bertanya lebih lanjut tentang keimanan adalah sesuatu yang buta. Tuhan memberi kita akal bukan untuk disimpan sebagai perhiasan belaka.

    “lagian siapa yang atheis ?” :-)


  10. …tuhan? cocok buat dibahas anak TK!!!!
    …ribet amat!


  11. Fikiran kita ini adalah Tuhan. Tuhan tidak berada di luar diri kita. Dan benar “Tuhan Telah Mati”, karena manusialah yang membunuh-Nya karena berfikir bahwa Tuhan sudah terlepas dari Jasad-Nya (manusia). Ketidak seriusan kita dalam berfikirpun adalah salah satu bentuk pembunuhan Tuhan.
    so, we are God. You and I. ONE, the realest in mind.


  12. @ 4step : manusia bahkan lebih rendah daripada anak TK jika dibandingkan “sesuatu” diluar kita yang sering kita sebut Tuhan

    @ Zhersus : Jika kita mengasumsikan Tuhan adalah Omnipotent, dengan logika yang sama, apakah manusia juga omnipotent ?

    Bagaimana jika konsep “Tuhan telah mati” diganti dengan konsep “Ada ruang kosong dalam kehidupan kita yang dulu diisi oleh Tuhan, tetapi sekarang dia telah pergi entah kemana”.

    Tuhan, dalam konsep atheisme dan yang lain, memang sering diperdebatkan keberadaannya dan juga perannya. Tapi bagi sebagian orang, eksistensi sangat-sangat berpengaruh. Tetapi intinya bukan disitu, tetapi : apakah kepercayaan/ketidakpercayaan kita kepada Tuhan membuat kita menjadi orang yang baik ? Jika tidak, kita tidak berarti tanpa hal itu.


  13. di/pada Desember 5, 2006 pada 5:22 pm | Balas lukman anggoro saputro

    kitab suci agama, fakta atau fiksi. jika memang cerita-cerita yang ada di kitab suci itu fakta, seharusnya hal itu bisa dibuktikan. coba siapa yang tahu dimana makam adam, ibrahim, musa, dll. atau kalau memang sulaiman itu pernah punya istana yang besar, dimanakah itu sekarang. coba buka saja kuburan muhammad, kalau jasad dia masih utuh mungkin tuhan itu ada, tapi kalo jasadnya membusuk seperti manusia yang lainnya, itu bukti tuhan tidak ada. karna tuhan pasti melindungi orang yang dikasihinya.
    jika tuhan bisa ada dengan sendirinya, mungkin saja manusia bisa juga ada dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan. aneh ketika dilarang menyembah berhala karna dianggap tidak masuk akal karna berhala benda mati, dia tidak bisa melindungi dirinya sendiri. bagi saya lebih aneh lagi menyembah sesuatu yang tidak nyata, dia juga tidak bisa melindungi dirinya sendiri donk, karna dia tidak nyata jadi nggak bisa dihancurkan.
    masalah perdebatan agama tidak akan pernah selesai, karna hal itu bersifat sangat pribadi dan sangat sensitif. yang paling penting bagaimana kita bisa menjadi manusia yang baik, tanpa peduli apapun agamanya. yang paling baik adalah jika kita mau menghargai keyakinan masing-masing.
    kalau saya sich orang atheis, dan saya tidak malu mengakuinya. bagi saya yang penting adalah saya selalu berusaha menjadi manusia yang baik, itu sudah cukup. terlepas entar setelah mati, tuhan, surga, neraka itu ada. itu adalah resiko yang harus saya tanggung. tapi jika tuhan memang maha baik, maha adil, tentu dia akan memaklumi keatheisanku, hehehe.


  14. @ Lukman :
    Dalam agama (walaupun Tuhan bukan monopoli agama saja), banyak dimensi yg terlibat. Selain fakta yg memang pernah diteliti kebenarannya (misalnya Muhammad lahir di jazirah Arab atau Yesus lahir di Palestina yg memang secara historis benar) ada dimensi lain yaitu supranturalitas dan belief.

    Agama penuh dengan mitos, legenda, hal-hal supranatural, dll yang pada awalnya adalah sebuah fakta. Fakta bahwa sesuatu terjadi ribuan tahun yg lalu kemudian berkembang menjadi sebuah kepercayaan (belief) sampai sekarang. Jika anda mau berbicara fakta, saya bisa mengatakan bahwa sebagian besar hal-hal yg tertulis di kitab suci adalah benar adanya secara fakta historis.

    Perdebatan besar justru muncul bukan dari fakta kitab suci, tetapi dari konsep eksistensi Tuhan. Itulah perdebatan terbesar antara teisme dan atheisme. Dan perbedaan itu mempunyai dasar-dasar argumen sendiri yang cukup berdasar. Dan perdebatan itu belum selesai sampai sekarang.

    Betul apa kata anda bahwa yang terpenting adalah bagaimana kita menjadi orang yang baik atau “human being” dengan atau tanpa kepercayaan (agama) yg kita punyai. :-)


  15. http://www.toilet-kecil.tk

    Wew…….!!!!! Selalu menarik untuk membicarakan atheisme dan ketuhanan…

    Keren2….!!!

    Seru2!!

    Gw pun setuju: bahwa agama dan tuhan itu cuma sebuah produk peradaban, sebuah hasil pikiran manusia untuk memenuhi imajinasinya akans esuatu yang omnipoten!

    http://www.toilet-kecil.tk


  16. Saya akan berkata kepada seorang atheis,” saya tadi melihat pohon itu tercabut dari akarnya sendiri,dan terbang mengelilingi lapangan yang diujung sana”, jelas atheis itu akan berkata “saya tidak percaya!”, lalu saya akan menjawab ” berarti anda tidak percaya kalau bumi itu berotasi terhadap porosnya, mengelilingi matahari ?, jelas atheis itu akan percaya,karena sudah ada bukti yang konkrit.Tapi ilmu pengetahuan sekarang belum dapat menjelaskan apa yang menyebabkan bumi berotasi, dan kenapa planet2 mengelilingi matahari membentuk orbit, dan bevolusi dengan indahnya ?
    Siapa yang menyebabkan itu semua ???Setan??jin??
    Kalau itu tidak bisa terjawab, berarti perkataan saya yang pertama tadi bukan tidak mungkin terjadi donk..


  17. siska…
    aku.. mencintaimu…


  18. @ Blathunk :
    Maaf karena ingin sedikit mendebat… :-)

    Ketika anda berbicara ttg “pohon yg tercerabut” dan “bumi yang berotasi” anda sedang berperkara atas nama nalar-logika. Anda berbicara tentang sains yang mempunyai sistem dan alur berpikir sendiri. Rotasi bumi, evolusi makhluk hidup, revolusi planet-planet, dll sejauh ini telah dapat dijelaskan dengan sains.

    Dan ketika semuanya itu dikembalikan kepada “awal mula”, semuanya akan mempunyai sebuah teori yang, pastinya, didukung oleh data dan fakta serta penghitungan2 tertentu. Misalnya Dentuman Besar, Black Hole, String Theory, dll.

    Tetapi ketika kita masuk kepada “Penyebab Tunggal”, kita lantas meninggalkan nalar-sains kita dan mencari penyebab yang berhubungan dengan Believe. Perlukah kita berhenti pada suatu Penyebab Tunggal(jin, setan, tuhan, dll) ? Pada akhirnya penyebab itu akan mempunyai penyebab yang lain dan begitu seterusnya tak terhingga.


  19. guah juga bingung…
    jujur ja mpe sekarang guah ga tau tuhan tu bener ada apa engga?
    yahhhhhh…
    gua masih mencari ‘dia’


  20. @ Ririn :
    “Mencari” punya banyak arti lho…!! Mencari sesuatu yang dulu pernah ada tetapi hilang, mencari sesuatu yg kita tahu ada tapi belum kita temukan, atau mencari yang tidak ada ?

    Tenanglah…biar Tuhan yang “menggapaimu”… :-)


  21. Tidak percaya akan Tuhan, bukan berarti harus membenci,,,jika memang tidak membenci (lagian siapa yang benci? hehe),,,tidak usah memusingkan,,,jalani saja yang ada di depan mata,,,
    bercerminlah pada diri sendiri,,,kemampuan apa yang kita punya?,,,sedangkan banyak hal yang bergemuruh di dalam jiwa tak dapat kita kendalikan,,,


  22. very complicated ya


  23. Sains diciptakan oleh siapa?
    Semua perhitungan akurat yang manusia rumuskan a.k.a. temukan itu siapa yang bikin?
    Sains diciptakan oleh Tuhan. Semua sains mendukung keberadaan Tuhan. Kalo bukan Tuhan yang bikin trus syapa yang bikin?
    Atau manusia cuma berkhayal saja tentang sains?
    Jadi sains adalah khayalan manusia yang dibuat berdasarkan pemikiran manusia itu sendiri dalam mengamati alam? gak sesimpel itu kan?
    Jadi rumusan mengenai sains itu memang sudah ada dari dulu di alam menunggu dipecahkan oleh manusia. Untuk apa? untuk melihat manusia-manusia mana yang beriman.
    Sains dibuat oleh Tuhan sedemikian akurat dan hebat supaya manusia lupa bahwa ia diciptakan oleh Tuhan.
    Tuhan tidak terlihat dan tidak tampak itu juga ujian apakah manusia akan melupakan pencipta -Nya atau tidak.
    Sama seperti contoh manusia membuat robot yang berintelektual tinggi atau bisa berpikir kemudian robot itu lupa bahwa ia dibuat oleh manusia selanjutnya robot itu membunuh manusia tsb
    simpel kan?


  24. di/pada Januari 9, 2007 pada 12:06 pm | Balas "The Game" Triple H

    gw ga tau Tuhan ada apa ga?

    kalo menurut psikologis manusia

    Sebagian orang meraasa Tuhan tak ada sewaktu sedang kecewa,dan merasa Tuhan ada sewaktu sedang mengalami hal yang ia inginkan.

    Belum jelas apakah Tuhan ada,namun terasa pula kah kuasanya?


  25. di/pada Januari 9, 2007 pada 12:08 pm | Balas "The Game" Triple H

    btw,kalo ada yang online sekarang mungkin kita bisa “perang” Comment?


  26. @ Yoy :

    Anda benar, jalani saja apa yg ada di depan mata. Tapi terkadang kita merasa “gelisah” dengan pertanyaan2 yg terjawab yg ada di otak kita. Lalu mau diapakan pertanyaan2 itu ?

    @ Ahmed :

    memang complicated, mas. :-) tapi sebenarnya mudah saja koq, kalau kita punya patokan tertentu yg menjadi landasan kita berpijak.

    @ Tata :

    Bagaimana anda tahu Tuhan menciptakan manusia dan sains ? Kitab suci, off-course. Tapi kitab suci berpihak pada belief dan bukan pada nalar dan akal. Penjelasan sains tentang penciptaan adalah upaya optimal dari manusia yg berpikir untuk menyingkap alam semesta.

    Pernahkah anda memikirkan bukti lain keberadaan Tuhan selain dari kitab suci ? Kalau kita memakai satu penyebab tunggal (Causa Prima) maka semua akan berujung pada Tuhan. Tapi tak sesederhana itu tentunya.

    Anda bertanya : Sains diciptakan oleh siapa ? Darimana anda tahu bahwa Tuhan yg menciptakan sains selain dari kitab suci dengan menggunakan penalaran anda dan pengalaman anda ? Tidak ada selain bukti dalam hati.

    @ The Game :

    Setuju mas. Lebih baik tidak tahu dan mencari tahu daripada merasa tahu tetapi tidak mengikuti apa yang diketahuinya itu. Dan saya sekarang berusaha untuk memuaskan keingintahuan saya. :-)


  27. hare gene atheis???
    atheis tu uda ga jamannya lagi tau..!!
    makanya,,
    nonton dunk Cd harun yahya yg “keruntuhan atheisme”


  28. @ indah :
    Kata siapa atheis udah nggak jamannya lagi ? Sementara agama sering memberikan alternatif solusi yg seringkali berupa konflik.

    Harun Yahya hanya setitik kecil dari perdebatan theis/atheis dibumi ini.


  29. lakum dinukum waliyadin…

    cukup bagi seorang muslim meyakini apa yang diimaninya….atheis bersumber dari kajian tentang agama kristen…..mereka2..tidak berani mendebat pemikiran2 islam tentang ketuhanan….
    pilihan dalam islam hanya tiga….muslim…munafiq….kafir…musyrik….(atheis ada di dua terakhir) hanya satu yang selamat….amiiin


  30. Ingin koment yang banyak… tapi gak jadi ah.. Baca n senyum-senyum aja…

    Penuh senyum

    Haqiqie Suluh


  31. di/pada April 3, 2007 pada 5:32 am | Balas ANTI FREUD

    Seorang atheis tidak memercayai adanya keberadaan Tuhan yang berarti memercayai “ketidakadaan”. Namu, tahukah saudara-saudara, “ketidakadaan” itu sendiri adalah salah satu kepunyaan Tuhan? Jadi, sama saja atheis itu mengakui adanya Tuhan.


  32. atheis? sebenernya atheis itu ga percaya Tuhan atau ga percaya Agama sih?
    aku sendiri kadang juga berpikir apa untungnya memperdebatkan agama,…
    ga akan ada habisnya!
    terus gimana kalokita percaya Tuhan tapi mengabaikan Agama?
    buat aku, agama sama saja, tidak beragamapun ga masalah. agama hanya untuk mengatur kehidupan manusia di dunia. kalo sekiranya kita sudah tau aturannya, spt jadi manusia itu harus baik, dsb (pokoknya pada hal2 yang berorientasi positif) karena hal positif akan membuahkan kebaikan, dan kebaikan itu adalah investasi.
    tapi ga percaya Tuhan?????? kayanya jangan deh.
    Tuhan adalah pencipta manusia, tapi Agama? (mungkin saja ciptaan manusia?)……………
    nah loh?!


  33. dulu saya percaya pada tuhan, dan saya selalu berusaha untuk menjalankan perintahnya & selalu berdoa. Tapi tuhan tidak pernah mengabulkan permintaan saya. Karena itu saat ini saya sangat benci pada tuhan, dan tidak percaya lagi pada tuhan, kitab, ibadah, dosa pahala.


  34. Jadi ingat Pascal’s Gambit. Secara matematis, bertuhan itu lebih aman, katanya :P

    @ muslim
    Wah, tidak bisa sesederhana itu. Siapa bilang kaum ateis tidak berani menentang kajian Islam? Walau memang lebih nyaman untuk tidak memikirkannya lebih jauh, Ibnu Rushd juga memikirkan paradoks ke-Maha Kuasa-an Tuhan, ‘kan? :P

    Yang menggelitik itu adalah, bahwa ‘neraka’ ternyata merupakan konsep yang paling kuat dalam agama. Coba tidak ada neraka, perdebatan pasti akan jauh lebih adem :mrgreen:


  35. di/pada Mei 6, 2007 pada 3:13 pm | Balas Arieyhanz

    Hmm.. Tampaknya ada yg perlu belajar dari gw nieh! Hehe..

    Begini loh, Atheis itu sebenarnya terbentuk dari campuran2 pikiran yg ada dalam otak atau pikiran manusia. Manusia diberi kebebasan oleh ‘Yang Menciptakan’ untuk berfikir sejauh mungkin.. Jadi kalau menurut Saya, pikiran untuk mempertanyakan keberadaan Tuhan tidaklah salah!

    Umat manusia sudah biasa melihat segala sesuatu dengan mata bukan dengan hati. Sedangkan pancaran Tuhan (Ilahi) hanya bisa tersentuh oleh kalbu/hati.

    Pertanyaannya bagaimana cara kita menemukan Tuhan dalam hidup kita??

    Jawabannya adalah dengan membersihkan diri kita dari “Noda kotor”..

    Kita ambil contoh Agama Islam saja,,

    Sebelum umat Islam shalat(berdoa menghadap Tuhannya), umat Islam diwajibkan berwudlu, kenapa?? Apa biar bersih atau hanya mengikuti ajaran Kitab Suci sajakah??

    Tidak, wudlu adalah meyucikan.. Air hasil ciptaan-Nya di bumi adalah salah satu bukti keberadaan Tuhan, dan kita disuruh oleh- Nya secara tidak langsung untuk melihat dan merasakan ciptaan-Nya berupa air lewat wudlu..
    Kesejukannya, bentuknya(air) yang tak dapat diraih/disentuh merupakan gambaran Tuhan kepada umat manusia bahwa Aku ada walaupun tak terlihat(tak tersentuh mata),tetapi engkau bisa menyentuhku dan merasakan kesejukan melalui Aku seperti layaknya air(yang Kuciptakan)..

    Berfikirlah wahai atheis.. Karena Tuhan mencintai umat2 nya yg berfikir..


  36. @ Arieyhanz :

    hehehe… bisa juga. tapi btw, belum apa-apa anda sudah langsung meloncat pada “Yang Menciptakan”, sementara argumen dan pembuktian kearah sana tidak ada… :-)


  37. bagaimana dengan konsep “jiwa”?

    bukankah jiwa adalah sesuatu yang berbeda dari materi dan informasi?

    Di salah satu buku harun yahya, bagian akhirnya ada tulisan mengenai “intisari materi”.
    saya yakin mas fertob sudah membacanya.

    kalau yang itu bagaimana? :)


  38. di/pada Mei 8, 2007 pada 10:26 am | Balas Arieyhanz

    Saya membicarakan “Yang Menciptakan” karena memang konsep mengenai Tuhan itu bersumber dari Yang Maha Menciptakan..

    Semua orang berfikir tentang Tuhan ketika mereka bertanya dalam hati mereka mengenai ‘Siapa yang menciptakan Saya??’
    Maka ketika mereka mendengar ucapan leluhur mereka bahwa Tuhan lah yang menciptakan umat manusia termasuk dirinya, terbentuklah anggapan di hati bahwa Tuhan adalah Sang Pencipta..

    Pembuktian lain mengenai keberadaan Tuhan adalah tentang alam semesta dan tata surya..
    Kalau kita membahas tentang alam tentu akan sangat panjang kajiannya! Oleh karena itu mari kita membahas mengenai alam semesta tempat kita berpijak sekarang ini terlebih dahulu..

    Lama semesta kita terletak pada satu galaksi,
    matahari dan bulan merupakan satelit bagi bumi, hanya bumi yang memiliki rotasi mengelilingi matahari 1 hari=24 jam.. Mengapa hanya 24 Jam?? Lalu jarak matahari ke bumi sudah sedemikian tepatnya, sehingga dapat tercipta berbagai macam suhu, musim di berbagai belahan dunia.

    Tanaman yang tumbuh pun bermacam-macam sesuai kebutuhan manusia akibat pancaran sinar matahari yang bervariatif tersebut. Pernahkah kita bertanya, mengapa di Indonesia tidak ada buah persik?? Kenapa hanya ada di Australia saja?? Kenapa koala tidak dapat hidup di Indonesia??

    Jawabannya adalah karena Sang pencipta sudah sangat mengetahui bahwa orang2 Australia lebih membutuhkan persik dibandingkan orang-orang negara lain, karena iklim disana yang kering (panas lebih panas dari Indonesia).
    Lalu ada apa dng koala? mengapa tak dapat hidup di Indonesia?? Karena koala hanya dapat hidup di lingkungan fauna yang terdapat di australia, hanya australia yang cocok untuk hidup koala. Sadarkah kalian bahwa Tuhan sudah memberikan ‘ciri khas’ pada setiap negara dengan adanya hewan atau tumbuhan bahkan manusia yang unik karena berbeda satu sama lainnya dalam setiap negara??

    Apa maksud itu semua??
    Karena Tuhan memang Maha Tahu akan kebutuhan umat-Nya dan melalui perbedaan yang saling disatukan lah dapat tercipta satu kesempurnaan..


  39. @ Mr Geddoe :

    Yup, salah satu konsep yang masih mengganjal bagi kalangan atheis (dan juga kaum agamis lainnya) adalah konsep Neraka. Terus terang konsep neraka ini sangat tidak humanis. Padahal neraka (+ surga) adalah salah satu pengakuan umat beragama.

    @ halludba :

    Dalam ilmu pengetahuan (salah satunya psikologi), jiwa dalam pengertian ROH itu tidak dikenal. Yang ada adalah tubuh dan psyche, sementara psyche adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan alam “sono” misalnya mind, soul, unconsciousness, dll.

    Itulah makanya konsep “jiwa” yg berarti “materi” Tuhan dalam diri manusia tidak bisa dikenali. Tetapu bukan berarti tidak ada, karena kemungkinan itu selalu ada. Cara pendekatannya mungkin yang belum diketahui.

    @ Arieyhanz :

    Saya bukan penganut atheisme lho… :-)

    Tetapi pembuktian ketiadaan Tuhan menurut kaum atheis (empirical approach, contradictio in terminis, being-in-itself, dll) pada hakekatnya juga bisa dipakai untuk membuktikan adanya Tuhan.

    Cuma masalahnya kaum beragama sangat jarang menggunakan akal mereka untuk menyatakan bahwa Tuhan itu ada dengan cara-cara bernalar. Rata-rata langsung merujuk pada kitab suci dan selesai sampai disitu. Tidak ada penalaran lebih lanjut.

    Argumen kaum atheis dapat juga dipakai oleh kaum theis untuk menjadi semacam kritik bagi pencarian mereka akan Sang Causa Prima.


  40. oo, gitu…

    Dalam ilmu pengetahuan (salah satunya psikologi), jiwa dalam pengertian ROH itu tidak dikenal. Yang ada adalah tubuh dan psyche, sementara psyche adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan alam “sono” misalnya mind, soul, unconsciousness, dll.

    Itulah makanya konsep “jiwa” yg berarti “materi” Tuhan dalam diri manusia tidak bisa dikenali. Tetapu bukan berarti tidak ada, karena kemungkinan itu selalu ada. Cara pendekatannya mungkin yang belum diketahui.

    Kalau boleh saya simpulakn, yang jadi intinya: bahwa materi dan psyche itu berbeda, bukan?

    Jadi bagaimana “psyche” dapat dijelaskan?
    bukankah “psyche” itu sesuatu yang tidak dapat disentuh, diraba, dipegang dan bukan unsur-unsur materi?

    Jadi dengan sendirinya mengakui bahwa yang tidak kelihatan eksistensinya bisa saja ada, terada dan mengadakan.

    *

    Dan kalau boleh tahu, bagaimana pendapat kaum atheis tentang alam semesta ini? apakah tetap memakai teori “alam semesta” yang tidak terbatas, tetap dan abadi, tidak bermula dan tidak berujung? bukankah teori itu sudah dipatahkan? (cmiiw).

    saya ingin tahu saja. :)


  41. @ halludba :

    saya tidak tahu kalau pengkategoriannya secara fisika : materi-nonmateri… :-) karena bukan disitu bidang saya.

    Yang membuat psikologi membagi manusia menjadi 2 (tubuh dan psyche) adalah pandangan filsafat (filsafat adalah induk psikologi) tentang manusia.

    Tubuh adalah segala sesuatu yang covert, kelihatan, dapat diraba, dan dapat diukur secara langsung. Sementara psyche adalah “jiwa” manusia yang bersifat overt, tidak kelihatan, tidak dapat diukur secara langsung, tapi dapat diukur dengan menggunakan alat-alat tes psikologi.

    Mengapa “jiwa” yang berkonotasi religi dan spiritualism tidak masuk dlm lingkup psikologi ? Karena psikologi mendasarkan dirinya pada ilmu pengetahuan (science) yang bersifat empiris. Dengan kata lain menghindari penjelasan ke arah religio karena jika dibahas akan cenderung untuk menjadi irasional dan “tidak masuk akal”.

    Agama sendiri mempunyai sisi “keajaiban”, mujizat, dan lain sebagainya yang membuatnya sulit untuk diketahui tanpa melibatkan hati dan kepercayaan.

    Unsur psyche, misalnya inteligensi dan kepribadian, dapat diketahui dengan menggunakan alat ukur yang secara tidak langsung “memicu” unsur-unsur itu keluar.

    Tetapi bukan berarti segala sesuatu yang tersembunyi dalam diri manusia dan tidak dapat diukur adalah tidak ada. Psikologi (dan sebagian ilmu pengetahuan lainnya) hanya membatasi dirinya pada sesuatu yang empiris dan dapat dibuktikan dengan indera.

    Untuk pendapat kaum atheis tentang alam semesta, sangat banyak dan tidak bisa saya jelaskan satu-satu disini :-) Nanti kalau ada lain kesempatan bisa saya tulis. Tapi saya nggak jago di bidang itu lho…

    Sekali lagi, semuanya memang bermain secara nalar saja. Kaum atheis mendasarkan argumennya pada nalar dan logika, dan dengan logika dan nalar yang sama, kaum theis juga membuktikan sisi yang sebaliknya. Seperti bermain dengan mata uang yang dilihat dari sisi yang berbeda saja.


  42. di/pada Mei 11, 2007 pada 10:02 am | Balas Arieyhanz

    Mengenai yang ditulis Halludba Saya juga ingin menguraikan lebih jelas lagie..

    Jelaslah sangat berbeda antara jiwa dan indera yang menutupi jiwa manusia. Kaum Atheis sayangnya hanya melihat ‘Tuhan’ dari sisi penalaran mereka saja. Entah itu dengan ilmu Fisika, Kimia, Biologis, atau mungkin mathematis. Kalaupun ada diantara mereka yang menggunakan ilmu filsafat sebagai ladang mereka, mereka kerap kali keliru karena filsafat mereka didasari hanya pada kitab suci yang berlaku pada setiap agama. Hal ini jelas saja dapat menimbulkan kekeliruan..
    Mengapa?

    Karena tak akan pernah sama isi satu kitab suci agama yang satu dengan agama yang lainnya.
    Kitab Tripitaka (Budha) membahas ‘Bagaimana menciptakan keadaan yang seimbang dalam diri kita dan sesama tanpa mengenal siaa Tuhan kita’ dengan perdoman pada ajaran Shidarta Gautama.

    Kitab Veda (hindu) membahas bahwa kebaikan itu lebih baik dan para Dewa menguasai bumi dengan tabiat mereka masing2.. Walaupun Hindu Indonesia lebih menjurus kepada satu Tuhan, Sang Hyang Widi. Tapi cara untuk bertatakrama antara umat manusia dihadapan Tuhan dalam kitab ini kurang begitu ditekankan.

    Kitab Injil (Kristen protestan & Katolik) menyatakan bahwa Sang Mesias turun ke dunia untuk menolong umat manusia. Mesias itu bagi umat Kristen adalah Yesus sebagai anak Allah sekaligus tuhan bagi mereka. Sedangkan bagi Katolik Yesus adalah bagian dari tuhan itu sendiri, Tritunggal Maha Kudus..

    Tata krama antara umat manusia kepada Yesus sendiri dalam kitab ini juga sangat ditekankan jelas.

    Kitab Al Qur’an (Islam) menyatakan bahwa Tuhan itu satu, tidak beranak, tidak beristri.. Dia lah Yang Maha Esa dan Maha Kuasa!
    Dalam Islam sangat dilarang berdoa memakai perantara, baik itu orang yang sudah meninggal ataupun atas nama Nabi mereka sendiri yaitu Nabi Muhammad SAW.. Islam hanya diperbolehkan mendoakan Nabi Muhammad SAW bukan menjadikan perantara doa kita kepada Nya..

    Tata krama antara manusia dengan Allah, lingkungan sekitar, dan sesama manusia sendiri dalam kitab ini ditegaskan secara jelas..

    *Setelah kita lihat kitab2 agama diatas, sangatlah mustahil apabila seseorang ingin membuktikan ke Atheis an nya berdasarkan kitab suci agama. Pergunakanlah akal, karena dari akal kita bisa melihat jelas mana yang benar dan salah..

    Satu pertanyaan bagi kaum Atheis..
    “Darimana asal darah mereka?? Bisakah mereka membuatnya?”


  43. Euh, sebenarnya saya lihat yang ramai diperdebatkan kaum atheis bukan asal muasal, tapi hakikat Tuhan itu sendiri… ;)

    Walaupun bukan atheis, coba cari referensi tentang protes kaum atheis tentang konsep Maha Bisa, Maha Baik, dan Maha Pemaaf…


  44. di/pada Mei 18, 2007 pada 6:09 pm | Balas rlanang

    saya bisa bikin tuhan.
    tuh masih ada 3, ada yang mau???


  45. di/pada Mei 23, 2007 pada 5:02 pm | Balas Arieyhanz

    @ Rianang

    Wah kalo anda memang bisa bikin Tuhan, bisa tunjukkan Saya cara membuatnya?

    Anda mungkin pada saat ini bisa berbicara seperti itu karena Anda terlalu lama dan biasa melihat keadaan bumi secara lumrah.

    Pernahkah Anda melihat aurora secara langsung pada saat Anda berdiri di Kutub Utara? Pernahkah Anda bisa menahan rasa dingin yang amat sangat pada pegunungan es di kutub selatan?? Bisakah anda menahan tekanan yang amat keras pada kedalaman laut yang amat dalam??

    Kalau anda bisa membuat Tuhan seharusnya anda bisa!
    Buktikan..

    Semoga Tuhan memberikan mu jalan..


  46. @ Geddoe :

    Iya mas Geddoe, kebanyakan keberatan kaum Atheis terhadap Tuhan adalah konsep tentang Tuhan itu sendiri. Saya pernah membaca 2 artikel yang membahas “konsep Tuhan” secara definisi : Is God Good By Definition ? dan Logical Fallacy in Concepts of God.

    Sartre sendiri dlm bukunya menggugat definisi Tuhan yang dikemukakan kaum theis. Juga dgn penulis lainnya yang “memprotes” konsep OMNI yg melekat pada Tuhan (omnipotent. omniscient, dll).

    @ rlanang :

    tuhan (dengan t huruf kecil) saya juga punya. malah banyak sekali dan bukan hanya 3. mau ? :-P

    @ Arieyhanz :

    Secara logika & emosi, apa yang saya rasakan dengan mengalami situasi-situasi yang anda ceritakan itu, berhubungan dengan Tuhan ?

    Ketika kita membuktikan dgn nalar bahwa Tuhan itu eksis, kita mulai dari premis-premis, argumen-argumen dan proses menuju pada kesimpulan, dan bukan sebaliknya : memulai dari akibat. :-)


  47. di/pada Mei 25, 2007 pada 6:36 pm | Balas rlanang

    bikin tuhan?? gampang… saya biasanya pake kayu, tapi klo gak ada ya pake kertas, trus di kempel2 (Djawa, wah basa Indonesane apa ya??). Pake tanah juga bisa :)

    eh ini tuhan yang mana to?? ooo mudeng aku, Tuhan yang katanya pencipta itu to, ya…ya…katanya dia yang menciptakan segala2nya, tapi ponakan sayang yang playgroup, yang baru 3.25 tahun pernah tanya,”Om, siapa yang bikin Tuhan?”, saya jadi bingung, pertanyaan sederhana yang sangat wajar tapi angel (susah) njawabnya.

    saya jadi berpikir mungkin dulu (banget), siapa pun itu yang mengatakan bahwa Tuhan penyebab tunggal juga bingung, dalam rantai cipta mencipta dia harus berhanti dimana. Ya… mungkin saja waktu itu dia sedang bikin tuhan jadi dia simpulkan kalo Tuhan itu penyebab pertama.

    “jadi Om, siapa yang bikin Tuhan?”…spekulasi..


  48. di/pada Juni 1, 2007 pada 2:23 am | Balas Arieyhanz

    @ Rianang:
    Wah.. Om.. Kalo anak kecil nanya kaya gitu mah wajar. Namanya juga anak kecil! Hehe.. Tapi kalo om yg ditanya malah ikut bingung?! Wahh.. Itu sungguh lucu..

    Jawabannya.. Tuhan itu memang tidak ada yang menciptakan. Selama ini umat manusia keliru dengan menganggap Tuhan selalu menyerupai dengan manusia. Baik dari segi wujud maupun sifat! Tuhan tidak dilahirkan, karena Tuhan tidak terikat ruang dan waktu.
    Apa buktinya??
    Buktinya.. Para ahli mensepakati bahwa sebenarnya jagat raya itu memiliki permulaan, permulaan jagat raya awalnya adalah kosong. Sampai suatu ketika terjadilah ledakan besar yang selama beberapa tahun berubah menjadi jagat raya..
    Ini kata para ahli loh!
    Dan aL Qur’an pun sudah mengatakannya terlebih dahulu sebelum para ahli mengutarakan kesimpulannya..
    Jadi.. Waktu, tercipta karena ada perputaran bumi mengelilingi matahari. Seandainya matahari dan bulan tidak ada, maka tidak akan ada waktu!

    Jangan samakan alam dunia dengan akhirat.. :)

    @ferthobades

    Semua yang Anda alami jelas berhubungan dengan Tuhan! Mengapa? Coba Anda pegang lah es batu atau bongkahan es, dingin. Peganglah api, panas. Apakah anda menyadari bahwa rasa dingin dan panas itu tercipta karena anda sudah mengetahui bahwa dingin dan panas itu ada??
    Reaksi panas dan dingin tercipta karena perpaduan pikiran dengan kontak syaraf.. Pikirkanlah betapa sempurna nya syaraf kita.. Apakah ada manusia yang bisa membuat syaraf sedemikian hebatnya??

    Kalau seandainya Tuhan itu tidak ada, lihatlah anak anda, isteri anda. Pikirkanlah, dimana letak keindahannya..
    Lekukan wajahnya yang berbeda, kepribadiannya yang sangat mengugah hati kita.. Perasaan cinta yang kita alami karena adanya sesuatu pada dirinya..
    Bagaimana mungkin seandainya manusia disuruh membuat manusia, pastilah tak akan bisa menciptakan keunikan seperti yang Tuhan berikan kepada anak, isteri dan orang-orang di sekitar anda..

    Pertanyaan bagi atheis,
    mengapa setiap makhluk hidup pasti menikah antara 2 kelamin yang berbeda?? Baik itu manusia, tumbuhan, hewan.. Bahkan hewan laut terlangka pun bisa kawin antara jantan dan betina nya,, Mengapa?? Mengapa harus 2 kelamin?? Bukankah sebaiknya 4 kelamin saja biar lebih ramai??

    (Itulah tanda kekuasaan Tuhan)


  49. di/pada Juni 1, 2007 pada 8:32 am | Balas rlanang

    @Arieyhanz

    “Wah.. Om.. Kalo anak kecil nanya kaya gitu mah wajar. Namanya juga anak kecil! Hehe..
    Tapi kalo om yg ditanya malah ikut bingung?! Wahh.. Itu sungguh lucu..”

    mungkin mas Fertob bisa menjelaskan dari sisi psikologi kenapa saya yang sudah 1/4 abad hidup,
    dianggap lucu ketika bertanya,”jadi Om siapa yang bikin Tuhan?”
    sedangkan keponakan saya yang 3.25 tahun dianggap wajar ketika bertanya demikian.

    tapi coba, siapa yang bakal terheran2 kalo ada meja diam tiba2 bergerak dan melayang2 tanpa
    ada yang menggerakkan dan melayang2kan meja tersebut. Saya atau ponakan saya?
    ya saya yang akan terheran2. kenapa? karena peristiwa meja melayang tsb tidak biasa/lumrah/normal menurut pengalaman, database dan
    memori kejadian2 yang pernah saya alami.
    mungkin saja ponakan saya juga heran, tapi heran karena ketertarikan, dan kemungkinan besar dia akan bertanya ini itu,
    mulai dari,
    pnk: “Om…apa itu?”
    om: “meja”
    pnk: “meja itu apa om?”
    om: “tape..de…”
    pnk: “tape tu apa om?”
    om: “makanan bisa juga alat elektronik buat dengar lagu ato musik, terserah..de..”
    pnk: “terserah tu apa om?”
    om: …

    jadi ketika saya (juga) bingung siapa yang bikin Tuhan dianggap lucu, itu karena (ide bahwa Tuhan sang pencipta sudah lumrah)…saya benar2 bingung,
    hehehe

    “Jawabannya.. Tuhan itu memang tidak ada yang menciptakan. Selama ini umat manusia keliru dengan menganggap
    Tuhan selalu menyerupai dengan manusia. Baik dari segi wujud maupun sifat! Tuhan tidak dilahirkan, karena Tuhan tidak terikat ruang dan waktu.”

    tampaknya anda sangat mengenal Tuhan, kenal dimana? kapan? siapa yang ngenalin?
    mbok saya dikenalin juga… :)

    kesepakatan ilmuan bahwa jagat raya memiliki permulaan/awal tidak serta merta membuktikan bahwa jagat raya tersebut ada yang menciptakan.
    apakah kosong itu ada?, ada itu Tuhan ? dan Tuhan itu ada?? hehe

    mode ngawur level 1: on

    “Dan aL Qur’an pun sudah mengatakannya terlebih dahulu sebelum para ahli mengutarakan kesimpulannya..”
    maaf sampai saat ini saya terheran2 dengan yang satu ini, kenapa ya manusia bisa sangat tunduk dan patuh pada sebuah buku, yang itu juga ditulis
    oleh manusai lain pada rentang waktu tertentu, pada lingkup ruang tertentu…dan seolah2 buku tersebut sudah final, tidak bisa ditambahi dan dikoreksi.
    seolah2 sang manusia lebih rendah dari si buku.

    mode ngawur level 2: on

    “Jadi.. Waktu, tercipta karena ada perputaran bumi mengelilingi matahari. Seandainya matahari dan bulan tidak ada, maka tidak akan ada waktu!”

    tadi anda mengatakan klo jagat raya memiliki awal/permulaan, seharusnya waktu dimulai ketika jagat raya berawal regardless ada matahari dan bulan.

    pnk: “jadi waktu itu apa om?”
    om: …


  50. @ Arieyhanz :

    Tetap saja anda memulai dari akibat. Itu karena dalam diri kita sudah terbentuk konsep bahwa Tuhan itu ada, dan kita mencari akibat lain dari konsep yang sudah ada itu.

    Saya ambil contoh seperti ini :

    Jika hujan turun, maka jalanan basah
    Jalanan basah
    Oleh karena itu, hujan turun.

    Benarkah ? :-)

    Apakah panas dan dingin yang saya rasakan menandakan adanya Tuhan ? Belum tentu. Panas dan dingin adalah fenomena fisika yang terinderai, sementara Tuhan tidak terinderai seperti panas dan dingin.

    Adakah jika saya memandang anak/istri saya maka saya akan merasakan tanda adanya Tuhan ? Belum tentu, jika konsep Tuhan itu tidak ada dalam diri saya.

    Saya hanya ingin mengatakan bahwa pencarian itu dimulai dari titik NOL. Titik dimana kita tidak mempunyai konsep apa-apa, atau dari titik dimana kita sudah mempunyai konsep ttg sesuatu tetapi kemudian mempertanyakannya lagi.


  51. Yang menggelitik pemikiran saya adalah bagaimana agama-agama (menurut pemahaman mainstream tentunya) berpedapat bahwa Tuhan menginginkan manusia mengikuti jalan yang spesifik untuk dimasukkan ke dalam surga (baca : supaya tidak dipanggang selamanya di neraka).

    Ketika saya kecil, saya pernah bertanya; bukankah perbandingan agama itu adalah suatu perkara yang pelik?

    Gerombolan para jenius yang meneliti agama satu demi satu pun belum ada yang sepakat bahwa agama ‘A’ itu yang paling benar. Apalagi saya? Kalau kapasitas otak saya tidak sampai untuk meraih ‘agama yang benar’ itu, berarti saya mesti dipanggang selamanya di neraka, begitu? Kalau anda-anda setuju, jangan salahkan para filsuf itu untuk berkata bahwa Tuhan tidaklah Maha Baik (paham dystheisme).

    * * *

    Saya sendiri entah kenapa tertarik dengan pemikiran penganut deisme. Terutama pemahaman orang seperti Benjamin Franklin. Franklin tidak membenci agama, bahkan ia menganut suatu agama (aliran yang kabur, tapi kristiani). Namun ia percaya bahwa ada banyak jalan menuju Tuhan, bahkan melalui berpikir tanpa wahyu/kitab suci/agama sekalipun. Yang saya tangkap adalah ini ‘deisme yang konformis’. Dia percaya bahwa Tuhan itu tidak hobi mempersulit makhluk bikinannya.

    Nah, kalau nanti ternyata dengan pemahaman dan moral saya, saya masuk surga, maka saya akan bersyukur. Kalau saya masuk neraka (selamanya), maka saya memang sedang sial :lol:


  52. Tuhan itu ada.!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


  53. Keberadaan tuhan itu belum terbukti sama sekali oleh sains dan manusia. Agama adalah ciptaan manusia. Dimana agama selalu memberontak agama sebelumnya. Kristen memberontak Yahudi. Mormon dan islam memberontak kristen. Baha’i memberontak islam. Buddha memberontak hindu.

    Fakta juga membuktikan bahwa semua agama tidak ada yang saling berhubungan. Bahkan tuhan orang beragamapun mengakui tuhan karena ibu dan bapaknya bertuhan/beragama. Manusia yang statis (katrok) tidak pernah belajar akan pengetahuan. Mereka (manusia beragama) tidak berani belajar tentang kebenaran dalam kehidupan.

    Contoh Kongkrit:
    - Orang kristen tidak pernah belajar seluk beluk tentang kehidupan yesus yang sebenarnya, tentang sejarah natal (apakah ada dalam kitab atau tidak).
    - Orang Islam tidak pernah belajar tentang kesalahan agamanya & kitabnya (tetapi mengklaim bahwa agama & kitabnya itu adalah yang paling benar). Mereka tidak mengakui bahwa manusia purba adalah nenek moyang kita (yang jelas jelas ilmuwan telah menemukan fosilnya, btw klo tidak percaya ilmuwan jangan pakai lampu). Begitu mengagungkan pemimpin agamanya sehingga apa yang dikatakan pemimpinnya itu dilakukan tanpa pemikiran logika terlebih dahulu
    - Begitu juga agama lain.

    Agama tercipta karena manusia takut akan kehidupan setelah kematian (ada atau tidak?), agama tercipta karena ingin membasmi kejahatan (yang justru akhir-akhir ini menimbulkan kejahatan).

    Tahukah anda bahwa religi keagamaan atau sesuatu yang berhubungan dengan dunia roh adalah warisan saudara nenek moyang kita (saudara jauh homo sapiens adalah neadhertal)?


  54. Lha? Tidak percaya agama == tidak percaya Tuhan?

    :roll:


  55. @Geddoe

    wah nemu itu lagi ya? :D


  56. Dalam teori saya nih:

    untuk mengenal Tuhan itu harus atheis dulu atau istilah kerennya membunuh Tuhan dulu atau dalam kalimat agamisnya meniadakan ilah dulu.


  57. @ Geddoe :

    Iya mas, saya juga cenderung deisme walaupun nggak sepenuhnya deisme. Mungkin sulit memasukkan kemana arah spiritualitas pribadi saya. Lebih baik kalau dijadikan aliran tersendiri saja kali ya ? :)

    fertobhadesisme….

    Berarti tugasku makin banyak dong…. : bikin kitab suci, buku juklak dan juknis beragama fertobhadesisme, peraturan kehidupan umat, dllllll…..

    *ide aneh dari orang moody*

    @ atrash :

    sudah pernah melihat ? ;)

    @ danalingga :

    untuk mengenal Tuhan itu harus atheis dulu atau istilah kerennya membunuh Tuhan dulu atau dalam kalimat agamisnya meniadakan ilah dulu

    Saya setuju mas…. saya pernah mengalami periode itu. Bagi diri saya pribadi, saya memulainya dari titik NOL dimana kita tidak mempunyai konsep apa-apa tentang Tuhan.

    Saya memulainya dari MERAGU, tapi bagi beberapa orang ada jg yang memulainya dari PERCAYA terlebih dahulu…


  58. kalo m’nurut gw, agama tuh cuman ciptaan atau rekaan manusia aja, tapi kita mesti percaya kalo tuhan itu ada.
    adakah seorang ilmuan yang dapat menciptakan manusia???
    mnurut saya tidak, paling melalui cara kloning,,,
    keberadaan tuhan adlah sesuatu yang agak misrius bagi bidang sains,,,
    tuhan adalah sebuah misteri yang mungkin tidak dapat kita pecahkan tentang keberadaanya…
    (maybe…)


  59. Jelas; kalau belum melihat permasalahan teologi dari sisi netral (menanggalkan baju agama), mustahil pandangannya tidak bias.

    Saya sendiri butuh waktu nyaris setahun untuk bisa mengikhlaskan kehilangan privilege ‘umat terpilih’ dan ‘yang paling benar’ itu. Apa memang atribut manusia itu seperti ini, ya? :lol:


  60. lihat id.rael.org, download bukunya , baca bukunya (ingat jangan membaca terpotong-potong, karena malah menimbulkan benci terhadap bacaan anda tadi, bacalah hingga selesai-sai, lalu pikirkan lah mana yang benar dan mana yang salah, ingat baca sampai selesai), download videonya. SEMOGA ELOHIM DATANG MENJEMPUT CIPTAANNYA.


  61. Ya Ampun Hari Gini Masih Berdepat Ttg Agama…!? Hahahaa…..

    Tapi Mank Betul Konsep / Topik Ini Memang Ga Ada Habisnya Kalo Dibahas….

    KloNya Gw Sich Jujur Gw Atheis ( A Neutral alliance ) …

    Tetapi Gw Mw kasih Satu Pendapat Sich Mengenai Tuhan Ada Atau Tidak….

    Sebenarnya Klo Menurut Gw Tuhan Itu Ya Kita Ini.
    KITA ADALAH TUHAN ATAS DIRI KITA SENDIRI DAN GA ADA YG NAMANYA RENCANA TUHAN / TAKDIR / COBAAN TUHAN
    THAT’S ALL BULL SHIT

    KALONYA TUHAN TU MAHA BAIK,PENYAYANG,ADIL KENAPA ACEH BISA KENA SUNAMI APAKAH ITU COBAAN TUHAN. KASIAN DUNK ORANG2 ACEH JADI KELINCI PERCOBAAN TUHAN. APAKAH ITU JUGA RENCANA TUHAN??? BERARTI TUHAN TU JAHAT LEBIH JAHAT DARI SIAPAPUN… KARENA GA ADA TU MANUSIA YANG PERNAH MEMBUNUH ORANG SATU KOTA LANGSUNG N TANPA AMPUN….!

    MAAF KALO AGAK KASAR TAPI SEMUA BENCANA YANG ADA DI DUNIA INI SEBENARNYA DISEBABKAN OLEH ULAH KITA SEMUA…. SEMUA YG TERJADI PASTI ADA SEBABNYA.

    ‘ WE ARE THE GOD OF OUR SELF ‘ KARENA GA ADA YANG BISA MENGATUR KITA DAN SEMUA YANG TERJADI DALAM HIDUP KITA INI ADALAH PERBUATAN KITA, SEMUA KEJADIAN YANG PERNAH ADA DALAM HIDUP MANUSIA MERUPAKAN ‘ HUKUM SEBAB AKIBAT ‘
    ( KONSEP DUALISME)

    DAN SOAL TUHAN ( HERE THE POINT )
    MANUSIA JAMAN DAHULU KALA PERNAH BERPIKIR KALO BUMI INI DATAR DAN MEMPUNYAI UJUNG ( AWAL DAN AHKIR ) DIMANA JIKA KITA SAMPAI DI UJUNG DUNIA MAKA KITA AKAN JATUH DARI DUNIA INI ALIAS ( MOKAD ) …

    HAL PRINSIP ITU SAMA DENGAN KONSEP AGAMA SAAT INI

    ( KEKRISTENAN DAN MUSLIM )

    TETAPI KETIKA NICOLAS COPPERNICUS

    ( SORRY KLO EJAAN NAMANYA SALAH )

    MEMBUAT TEORI BARU DIMANA DUNIA INI BULAT DAN TIDAK BERUJUNG BARULAH SEMUA ORANG MENGERTI DAN SADAR AKAN KEBODOHAN MEREKA TTG DUNIA YANG DATAR…

    DAN ITU SAMA DENGAN PANDANGAN SAYA TTG TUHAN DAN SEGALA PENCIPTAAN DAN KIAMAT…

    BAHWA SEGALA SESUATU DI DUNIA INI TIDAKLAH HARUS BERUJUNG DAN LURUS BAHWA SEMUA ITU MENGALIR BAK SEBUAH RODA DIMANA KITA TIDAK DAPAT MENEMUKAN AWAL DAN AHKIR NYA….

    ( KLO BISA CARI AJA AWAL DAN AHKIR DARI SEBUAH RODA THEN BERITAHU SAYA DIMANA LETAK UJUNG2 SEBUAH RODA OK MUNGKIN SAYA AKAN LANGSUNG BERAGAMA )

    DUNIA INI TIDAK AKAN DAPAT DICIPTAKAN ATAU PUN DIMUSNAHKAN MELAINKAN DAPAT BEREVOLUSI MENJADI WUJUD YANG LAIN.

    ( SESUAI DENGAN HUKUM KEKEKALAN ENERGI )

    DAN BAGI SAYA PRIBADI SEMUA PERDEBATAN TTG AGAMA VS ATHEIS ADALAH PERCUMA KARENA GA BAKALAN SELESAI 7 TURUNAN KARENA KEDUA HAL DIATAS BERPUTAR DI JALAN YANG CUKUP BERBEDA.

    SAYA JUGA BERTANYA TANYA APAKAH GUNANYA JIKA KITA MENEMUKAN SIAPA UJUNG DAN AKHIR DARI DUNIA INI…??? APAKAH ITU DAPAT MERUBAH DIRI KITA…??? SAYA RASA TIDAK…!!!

    KARENA DIDUNIA BANYAK ORANG YANG MENGAKU DIRINYA BERIBADAH TAAT DIRINYA SOLEH RAJIN KE MASJID,GEREJA,PURA,VIHARA TAPI TAU2 NYA TERORIS / PENJAHAT YANG SUKA BUNUH SANA DAN SINI… DAN KALAU KETANGGKAP ALASANNYA “KAN ITU IBADAH…!”

    ITUKAH YANG DINAMAKAN ORANG YANG BERTUHAN…?

    KLO NYA SAYA LEBIH BAIK SAYA ” TIDAK BERTUHAN ” TETAPI SAYA MENCINTAI TEMAN2 SAYA, ORANG2 DISEKELILING SAYA, DAN SEMUA MAHKLUK HIDUP YANG ADA DIDUNIA INI. MEMBANTU MEREKA YANG KEKURANGAN, ( BERUSAHA UNTUK TIDAK MENYAKITI ORANG LAIN ), DLL

    SAYA RASA JIKA SURGA NERAKA ITU ADA ( “JIKA” ) MAKA SAYA PASTI AKAN MEMILIH MASUK KE NERAKA UNTUK MENOLONG ORANG2 YANG TERSIKSA DISANA.

    DARIPADA BERSENANG – SENANG DISRUGA
    ( MABUK – MABUKAN, GODAIN MALAIKAT YG NB SEXY ABIEZ WAKAKA )

    DAN MELAKUKAN PEKERJAAN YANG USELESS ( MEMULIAKAN NAMAnya KHAN GA DAPET HASIL APA2…? )

    MUNGKIN SEKIAN DARI SAYA MENGENAI PANDANGAN DAN PRINSIP HIDUP SAYA TTG AGAMA VS ATHEIS…

    DAN SATU HAL LAGI SAYA MOHON MAAF SEBESAR – BESARNYA KEPADA PARA PEMBACA YANG MUNGKIN TELAH TERSINGGUNG KARENA KATA KATA SAYA…. TETAPI SEMUA INI HANYALAH PANDANGAN PRIBADI SAYA SAJA DAN TIDAK ADA MAKSUD UNTUK MENJELEKAN AGAMA MANAPUN OK…. PEACE MAN…….

    ” WE MUST LIVE IN PEACE ” THAT’S A MESSG FROM THE ALL god….!

    :)


  62. @ VQ :

    capslock-nya lagi hidup ya mas ? :)

    ‘ WE ARE THE GOD OF OUR SELF ‘ KARENA GA ADA YANG BISA MENGATUR KITA DAN SEMUA YANG TERJADI DALAM HIDUP KITA INI ADALAH PERBUATAN KITA, SEMUA KEJADIAN YANG PERNAH ADA DALAM HIDUP MANUSIA MERUPAKAN ‘ HUKUM SEBAB AKIBAT ‘
    ( KONSEP DUALISME)

    Jika yang anda maksudkan dengan moral-evil, ya memang itu berhubungan dengan manusia. lalu bagaimana dengan natural evil (tsunami, gempa bumi, dll) apakah manusia ada peran disitu ?

    atau anda sedang mencoba memberikan penjelasan metafisis ? :)

    pilihan untuk ber-Tuhan atau tidak ber-Tuhan murni adalah pilihan hidup masing-masing orang. Tergantung pada apa yang menjadi makna dalam hidup kita. Jika bagi anda, tanpa Tuhan, anda sudah mendapatkan jawaban atas pencarian makna diri anda, ya monggo….

    tapi bagi orang theis, Tuhanlah yang bisa jadi jawaban itu.


  63. Dear fertobhades….

    HAhaha Soryy KeyBoard Gw Waktu Itu Lagi Rusak CapsLocknya… N Mencet2 Sndiri Hahahahha……

    Untuk Soal Bencana Sbenarnya Itu Semua Kita Juga Yg Buat Semua Itu Pasti Ada Sebab Dan Akibatnya….

    Ga Usah Yg Tsunami Dech…
    Contoh LAPINDO Aja… Itu yg Buat Kan PT LAPINDO Juga… gara2 dia salah ngbor, jadi dech Banjir Lumpur….

    Dan Itu khan bukan salahnya tuhan…. masa tuhan yg ngbor hahahaha…….

    semua itu ada Factor penyebabnya…..!

    tapi bagi mereka yg memang memilih Jalan Tuhan
    ( Ky Pendeta Aja wakakaka )

    Ya Monggo……. Karena Bertuhan Itu juga bagus dalam artian mereka masih mempunyai ketakutan Akan tuhan yg menyebabkan mereka bertindak sesuai dengan perintahNya… yg NB semua perintahNya itu baik….

    Tapi saya kadang2 Heran Juga Apakah JIHAD itu baik yach…?
    Masa ada sich Tuhan Yg Suka Umatnya Bunuh Diri trus Bunuh Orang Lain Juga Hahahah…. Berarti Kanibalisme Dunk wakakakka……

    Ya Uda dech Sekian Aja Dari Gw….
    PEACE MAN…..

    ” WE MUST LIVE IN PEACE ” THAT’S A MESSG FROM THE ALL god….! ”

    :) :)


  64. hum, gue kira… mau lo nyebut Tuhan atau nggak, itu bukan masalah bagi gue…

    tapi, untuk masalah alien itu ada atau tidak, ternyata lo nggak bisa membuktikan sama sekali…

    emang lo pernah kenalan gitu sama mas alien? emang bentuknya kayak apa gitu???

    malah, untuk masalah manusia purba, sepertinya itu memang tidak dibahas dalam kitab manapun. karena, menurut gue, itu bukan manusia purba atau sebangsanya…

    itu hanya seekor hewan yang kebetulan, memang mirip dengan manusia… dan tidak dipungkiri begitu adanya…

    contoh, kenapa ada kadal? emang bener kadal itu berevolusi dari dinosaurus??
    mungkin, bisa aja dinosaurus itu mengecil terus sekarang jadi kadal atau biawak??

    kalo emang Tuhan itu kagak ada? terus kenapa manusia menciptakan Tuhan? kalo gitu, selama ini, Tuhan hanya sebagai patokan dan alakadarnya doank??

    nah, Alien yang nyiptain berarti sapa yak? pohon, masa manusia juga yang nyiptain? oh, iya satu lagi, kalo jin alias iblis, kira-kira muncul gitu aja dari api yak??

    wah, berarti dunia ini mengagumkan sekali ya… semua melalui proses, tanpa ada yang mengatur… padahal manusia aja masih bisa lebih kejam daripada binatang… manusia itu memang makhluk yang hidup sendiri dan egois…

    contohnya, gue… hahahahahahaha…

    -tengkyu-


  65. @ VQ :

    Untuk Soal Bencana Sbenarnya Itu Semua Kita Juga Yg Buat Semua Itu Pasti Ada Sebab Dan Akibatnya….

    Ga Usah Yg Tsunami Dech…
    Contoh LAPINDO Aja… Itu yg Buat Kan PT LAPINDO Juga… gara2 dia salah ngbor, jadi dech Banjir Lumpur….

    Dan Itu khan bukan salahnya tuhan…. masa tuhan yg ngbor hahahaha…….

    semua itu ada Factor penyebabnya…..!

    tidak semua bencana manusia terlibat di dalamnya. kalau bencana lumpur sidoarjo, banjir, kebakaran, dll saya yakin manusia masih punya peran disitu.

    tapi gempa bumi yang menyebabkan tsunami, dengan penjelasan paling ilmiah-pun manusia tidak ada peran disitu. dan salah satu penjelasan manusia itu adalah penjelasan metafisis, dengan mengkaitkan perbuatan manusia (kejahatan, dosa, dll) dengan bencana itu. tapi tidak akan pernah terbukti seperti apa hubungannya.

    mas bilang nggak percaya tuhan, tapi kok penjelasan sebab-akibat diatas sama seperti penjelasan orang-orang beragama ? :)

    peace juga…


  66. menurut gw,org atheis itu kesian bgt.
    pernah ga sich mikir, kallo suatu hari mati,mw pada kemana?apa nggak takut kallo sebenernya TUHAN yg kalian anggap gak ada itu ada.
    kayak kejadian sodara gw yg atheis,pada saat dia mw meninggal,dia ngerasa takut bgt,setelah hidup ini, dia mau kemana?


  67. A***NG YAng Ngerasa Gak Punya Agama. dasar A***NG


  68. say no to atheisme,,harusnya TUHAN gak usah ya ciptain kamu,,alnya cuma bikin DIA sedih aja,,


  69. @ cinta :

    nggak usah kasihan sama orang atheis, dan mungkin mereka tidak butuh dikasihani. :) yang terpenting, jika anda percaya Tuhan, jalani saja apa yang menjadi kepercayaan anda dengan baik. itu saja….

    pernah ga sich mikir, kallo suatu hari mati,mw pada kemana?apa nggak takut kallo sebenernya TUHAN yg kalian anggap gak ada itu ada.
    kayak kejadian sodara gw yg atheis,pada saat dia mw meninggal,dia ngerasa takut bgt,setelah hidup ini, dia mau kemana?

    hmmm…. konsep kehidupan setelah mati (afterlife) kan cuma ada di agama, dan orang beragama percaya pada konsep itu dan menganggapnya suatu kebenaran.

    tapi bagi orang atheis, konsep afterlife nggak ada dalam diri mereka. jadi setelah mati langsung hilang tak berbekas… :)
    jadi kenapa harus takut ?

    saya nggak atheis lho….

    @ rahasia :

    hehehe…. komentnya di-edit, ada kata-kata yang terlalu “halus lembut”. nggak semua yang baca blog ini sudah dewasa lho… :)


  70. di/pada Oktober 15, 2007 pada 10:42 am | Balas namaewadina

    bang ini post akhirnya abang ubek lagi di depan2 sana bukan sie? :D


  71. Saya mau menanggapi komentar no 23 dari Tata.

    Seandainya benar bahwa semua adalah ciptaan Tuhan termasuk science ( ilmu pengetahuan ), agama dan sebagainya, maka saya dapat menyimpulkan sbb:

    *** Dalam agama Katolik, ada kisah penciptaan ( dalam Perjanjian Lama yang juga merupakan kitab suci umat Katolik ). Kitab suci mestinya juga dari Tuhan. Nah, orangjuga percaya bahwa Tuhan itu cuma satu. Tetapi antara ilmu pengetahuan selalu tidak sejalan dengan agama. Berikut adalah buktinya: Dalam kisah penciptaan di hari perama Tuhan menciptakan siang dan malam lalu hari keempat Tuhan menciptakan matahari planet dan bumi, dsb. Padahal menurut ilmu pengetahauan, siang dan malam terjadi karena perputaran matahari pada bumi dsb. Lho, makanya gimana ada bisa siang malam dahulu sebelum matahari diciptakan? Nah mana yang benar? Ilmu alam atau agama? Kalo dua-duanya dianggap benar, bagaimana mungkin Tuhan menciptakan segala sesuatunya tidak saling sejalan? Atau jangan-jangan ada ribuan Tuhan, Tuhan yang satu menciptakan alam Tuhan yang lain menciptakan agama dsb sehingga karena tidk ada koordinasi antara satu Tuhan dan yang lainnya, maka semua nya menjadi cerita yang kacau.\
    Oleh karena itu, kalo memang ada satu Tuhan ( dan saya tidak percaya ), maka seharusnya teori yang tidak benar ( yaitu tentang kisah penciptaan di Perjanjian Lama ), maka kitab suci tersebut mestinya digugurkan atau tidak dipakai lagi.
    Menurut teman-teman lain bagaimana?


  72. Menanggapi no 69 cinta,

    Seharusnya Tuhan sudah tahu apa yang akan terjadi pada umatnya yang diciptakan, jadi seandainya ciptaanya jadi atheis kan itu salah Tuhan juga menciptakan manusia yang diberi kebebasan kehendak. Jadi kalo menciptakan ya mestinya di rencanakan sedemikian rupa sehingga produknya tidak mengecewakan.
    Itu kalo Tuhan benar2 ada, tapi kan memang tidak ada.


  73. u know guys….
    orang atheis ga perduli tentang Tuhan. kenapa kita harus ribut tentang mereka. yang jelas2 kita ga kenal. tapi g salut sama yang percaya sama Tuhan. bec, i believe it to!
    @ VQ
    bener kata Cinta. mo lari kemana aftelife? g tahu orang atheis ga percaya sl itu tapi sekedar tahu aj, di agama g kalo nanti kita da ga bernyawa, manusia dikumpulin perkelompok sesuai agamanya sm Tuhan. kl ga punya Tuhan, mo ikut kelompok mana?
    @Doni
    kalo kita ga bebas berkehendak or ga punya pikiran or kemauan, mana Tuhan tau kalo kita beriman, tidak beriman, tidak percaya penciptaNya, percaya penciptaNya….tuh kan
    jadi pusing g …

    peace juga sama yang lain….


  74. …termasuk kita berdo’a (mnfk kalo’ anda2 tak pernah berhrp),
    “disaat anda berucap dan mengharap sesuatu, disaat itu anda mempunyai fikiran kemana harapan anda, anda tujukan”
    logikakah bahwa kita menganggap tuhan hanya suatu kamuflase dalam kehudupan?


  75. GUA PENGIKUT ISA, YG BERSAKSI TELAH DI BERIKAN MUJIZAT/KAJAIBAN,YG TIDAK DAPAT DITALAR OLEH AKAL SEHAT DAN GA BISA DIPERDEBATKAN!,I LOVE YESUS FOREVER!!!!


  76. Untuk mee, nomer 74,

    After life? Sekarang begini, ada semacam bukti bahwa mausia hanya “mengada-adakan Tuhan”

    Mengapa Tuhan Tidak Mungkin Ada ?
    Kita telah melihat bahwa argumen-argumen yang digunakan untuk membuktikan keberadaan Tuhan itu tidaklah pantas. Sekarang kita akan menunjukkan bahwa Tuhan yang Maha Tahu, Maha Pengasih dan Penyayang, Maha Kuasa seperti yang dimiliki oleh orang Theis itu tidak mungkin ada.

    Problema Kebebasan Kehendak

    Untuk menghidupi kehidupan beragama yang berarti, kita harus memiliki kebebasan kehendak, kita harus bisa memilih yang baik dan yang buruk. Kalau kita tidak memiliki kebebasan kehendak, kita tidak dapat bertanggung jawab atas kelakuan kita sendiri.
    Menurut orang-orang Theis, Tuhan itu Maha Tahu. Dia tahu masa yang lampau, masa sekarang, dan semua di masa yang akan datang. Kalau benar demikian, maka Tuhan pasti sudah tahu semua yang kita mau kerjakan jauh sebelum kita perbuat. Ini berarti seluruh hidup kita sudah ditentukan sebelumnya, dan kita bertindak bukanlah atas dasar kebebasan kehendak, tetapi kita telah ditentukan untuk berbuat apa yang kita perbuat. Kalau kita sebelumnya sudah ditentukan untuk menjadi orang baik, maka kita akan menjadi baik, dan bila kita sebelumnya ditentukan untuk menjadi buruk, maka kita akan menjadi orang buruk/jahat. Kita tidak akan berbuat atas dasar kebebasan kehendak kita, akan tetapi kita berbuat atas dasar apa yang telah Tuhan tentukan. Meskipun orang Theis tetap memaksakan bahwa adanya kebebasan kehendak, ke-Maha Tahuan Tuhan justru membuat hal ini mustahil untuk dimengerti. Alkitab pun menyatakan bahwa orang hanya akan berbuat apa yang telah ditentukan oleh Tuhan.
    Quote:Kalau orang berbuat jahat, ini dikarenakan Tuhan telah memilih mereka untuk berbuat jahat (Roma 1:24-28)
    dan Tuhanlah yang membuat mereka untuk tidak menuruti perintah-Nya (Roma 11:32).
    Kalau mereka tidak mengerti firman-firman Tuhan, itu dikarenakan Tuhan telah membuat otak mereka tumpul dan bodoh (Roma 11:8)
    dan menyebabkan mereka untuk membandel (Roma 9:18).
    Tuhan mencegah penyebaran ajaran Nasrani di beberapa tempat (Kisah Para Rasul 16:6-7)
    dan Dia menentukan segala sesuatu jauh hari sebelum semuanya terjadi, kapan seorang itu akan dilahirkan, kapan orang itu akan mati. (Kisah Para Rasul 17:26).
    Mereka yang akan diselamatkan telah terpilih sebelum asal mulanya waktu.(2 Timotius 1:9; Efesus1 ayat 11)
    Jika seorang mempunyai keyakinan dan kemudian diselamatkan, keyakinan itu berasal dari Tuhan, bukan dari usaha mereka sendiri (Efesus 2:9-10).
    Salah satu dari kita akan bertanya,”Kalau Tuhan telah secara sebelumnya menentukan apa yang kita lakukan. Bagaimana mungkin Tuhan menjatuhkan tanggung jawab tindakan kita ke atas diri kita sendiri?” Tetapi Alkitab mempunyai jawaban untuk pertanyaan ini.
    Sekarang kamu akan berkata kepadaku: “Jika demikian, apa lagi yang masih disalahkan-Nya? Sebab siapa yang menentang kehendak-Nya?”
    Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah ?
    Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya:
    “Mengapakah engkau membentuk aku demikian?”
    Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?
    Jadi kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang disiapkan untuk kebinasaan.” (Roma 9:19-22)
    Jadi ternyata di dalam ajaran Theis, jalan hidup seseorang dan takdir adalah sepenuhnya ulah Tuhan. Dan sebagai manusia kita tidak punya hak untuk mengeluh tentang apa yang telah Tuhan putuskan untuk kita. Ide di mana semuanya telah ditentukan dengan ide bahwa Tuhan itu Maha Tahu memang tampak sejalan, tetapi ide tersebut tidak masuk akal ke dalam konsep usaha untuk berbuat kebaikan atau menghindari kejahatan.

    Problema Tentang Kejahatan

    Mungkin argumen yang paling kuat untuk menangkis keberadaan Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Tahu adalah kenyataan yang tak bisa dipungkiri bahwa dunia ini terlalu banyak penderitaan. Kalau Tuhan yang penuh cinta itu benar-benar Maha Kuasa, mengapa Dia tidak membinasakan semua kejahatan dan Iblis?
    Orang-orang Theis akan mencoba untuk menjawab pertanyaan ini dengan berbagai cara.
    Yang pertama,
    Quote:mereka akan mengatakan bahwa kejahatan itu disebabkan oleh manusia, bukan oleh Tuhan. Dan jika saja manusia mau mengikuti firman-firman Tuhan, maka tidak mungkin akan ada yang menderita kesakitan ataupun kejahatan. Meskipun memang benar jika kejahatan seperti perang, pemerkosaan, pembunuhan dan eksploitasi dapat disalahkan kepada mahluk manusia, akan tetapi manusia tidak mungkin bisa disalahkan akan jutaan nyawa yang melayang setiap tahun yang disebabkan oleh gempa bumi, banjir, penyakit menular, dan bencana alam yang mana adalah kejadian alam. Bahkan kenyataannya, menurut Alkitab, kuman-kuman yang menyebabkan penyakit yang mengerikan seperti TBC, polio, kolera, lepra, dan semua kesedihan, kecacatan dan penderitaan yang ditimbulkan telah diciptakan Tuhan sebelum Tuhan menciptakan manusia.
    Yang Kedua,
    Quote:mereka akan mengatakan tentang kejahatan adalah semua kejahatan yang menimbulkan penderitaan itu adalah hukuman Tuhan atas dosa manusia yang tidak mau mengikuti perintah-perintahNya. Ini berarti semua hal-hal buruk hanya terjadi kepada orang-orang yang jahat. Tentu saja ini tidak benar! Kita sering mendengar banyak wabah penyakit yang parah atau bencana menimpa orang-orang baik, termasuk orang Theis yang taat. Begitu juga kita sering sekali mendengar bahwa banyak orang-orang jahat yang sering mendapatkan keberuntungan dan keberhasilan. Maka tidak mungkin bisa dikatakan bahwa kejahatan dan penderitaan yang ditimpakan adalah cara Tuhan menghukum manusia yang berdosa.
    Yang Ketiga,
    Quote:mereka akan mengatakan bahwa Tuhan membiarkan kejahatan untuk muncul di dunia karena dia mau memberikan kebebasan kepada semua orang untuk memilih antara kebaikan atau kejahatan. Bagi yang memilih kebaikan, akan terselamatkan. Maka mereka akan berdalih, kejahatan itu diciptakan untuk mencoba umat manusia.
    Dalam pandangan sekilas, pernyataan di atas terlihat cukup masuk akal.

    Jika seseorang (katakan si A) melihat orang lain yang dipukuli oleh orang jahat, A mempunyai pilihan untuk membiarkan kejadian pemukulan itu terjadi (A berbuat kejahatan) atau memutuskan untuk menolong si korban pemukulan (A berbuat kebaikan). Jika A bersedia menolong si korban, maka A telah melewati pencobaan itu dengan melakukan perbuatan baik.

    Seperti yang telah dibahas sebelumnya, Tuhan yang Maha Tahu sudah tahu perbuatan apa yang A akan pilih (baik atau buruk), untuk apa lagi Tuhan menguji A atau kita semua? Dan juga, jika penderitaan dan kejahatan diciptakan untuk menguji kita manusia, tidak bisakah Tuhan yang Maha lembut dan Pengasih memikirkan cara yang lebih lembut dan yang tidak begitu menyakitkan? Mengapa Tuhan yang Maha Adil dan Penyayang tega menimbulkan penderitaan kepada seseorang hanya untuk menguji kebaikan atau keburukan orang lain?
    Beberapa orang Theis akan berusaha membebaskan Tuhan dari kesalahan karena menciptakan kejahatan dengan mengatakan kejahatan itu tidak diciptakan oleh Tuhan, melainkan diciptakan oleh Iblis.
    Pernyataan ini mungkin saja benar, tetapi jika Tuhan begitu Maha Pengasih dan Penyayang, mengapa Tuhan tidak mencegah Iblis menyebarkan kejahatan? Perlu juga diketahui, siapa yang menciptakan Iblis? Tentu saja Tuhanlah yang menciptakan Iblis.
    Sampai ke tahap seperti ini,
    Quote:orang-orang Theis akan merasa putus asa dengan mencoba berpindah dari argumen logika ke argumen fungsi/pragmatik. Orang Theis tersebut dalam upaya terakhirnya akan mengatakan meskipun penderitaan itu ada di dunia ini, kita bisa menggunakan penderitaan itu untuk membangkitkan keteguhan hati dan kesabaran.
    Pernyataan ini memang benar, tetapi tetap saja pernyataan ini tidak bisa menjelaskan mengapa Tuhan yang Maha Pengasih dan Pencinta membiarkan banyak bayi tak berdosa untuk mati, pemakai jalan yang tak bersalah untuk tertabrak mati dalam kecelakaan, dan penderita penyakit kusta untuk menderita kesakitan dan cacat? Kenyataan yang ada adalah, telah muncul terlalu banyak penderitaan yang tidak perlu ada.
    Semua penderitaan yang ada di dunia (penyakit, bencana alam, bayi yang meninggal, kelaparan berkepanjangan) membuktikan sekali lagi bahwa Tuhan yang Maha Pengasih, Penyayang, Adil, Sempurna itu tidak pernah ada.

    Problema Tentang Penciptaan
    Untuk Apa Mencipta? Apa Tujuan dari Penciptaan?

    Orang-orang Theis mengklaim bahwa Tuhan itu Maha Sempurna, dan Dia itu Sempurna dalam segala hal. Tapi, jika Tuhan memang benar Sang Pencipta, pernyataan di bawah akan membuktikan bahwa Tuhan itu tidak sempurna.
    Marilah kita lihat dan buktikan bersama.
    Sebelum Tuhan menciptakan alam semesta ini, yang ada hanyalah kekosongan dan kehampaan – tidak ada matahari, tidak ada bumi, tidak ada orang, tidak ada kebaikan maupun kejahatan, tidak ada penderitaan. Yang ada hanyalah Tuhan yang Maha Sempurna di mata orang Theis. Jadi, jika Tuhan itu sempurna dan hanya ada kesempurnaan sebelum diciptakannnya alam semesta, apa gerangan yang menggerakkan Tuhan untuk menciptakan alam semesta dan ketidaksempurnaan ke dalam seluruh ciptaan-Nya? Apakah karena Tuhan itu bosan dan tidak punya kerjaan? Apakah karena Tuhan merasa kesepian dan ingin didoakan dan dipuja?
    Menurut orang-orang Theis, Tuhan menciptakan semuanya karena cinta-Nya yang besar kepada manusia. Tapi ini adalah mustahil! Tuhan tidak mungkin bisa mencintai manusia sebelum manusia itu tercipta. Sama halnya seorang wanita tidak mungkin bisa mencintai anaknya jika wanita itu tidak mengandung dan melahirkan anaknya. Keinginan dan kebutuhan Tuhan untuk mencipta telah menjelaskan bahwa Tuhan sangat tidak puas dengan segala sesuatu sebelum penciptaan. Ketidakpuasan Tuhan itu telah membuktikan bahwa Tuhan itu tidak sempurna (kalau Tuhan ada). Orang-orang Theis mungkin akan mengatakan Tuhan menciptakan secara spontan tanpa keinginan ataupun kebutuhan untuk mencipta. Pernyataan seperti ini hanyalah membuktikan bahwa penciptaan alam semesta ini sama sekali tidak ada tujuannya, dan tidak ada rencana di balik penciptaan alam semesta ini.
    Tuhan macam apa yang menciptakan segala sesuatu tanpa perencanaan dan tujuan?
    Tentu saja bukan Tuhan yang Maha Pengasih dan Pencipta.

    Problema Tuhan Yang Tak Terlihat

    Orang-orang Theis selalu mengklaim bahwa Tuhan menginginkan kita untuk percaya kepada-Nya sehingga kita bisa terselamatkan. Kalau Tuhan mau kita percaya, mengapa Tuhan tidak membuat mukjizat sehingga bisa terlihat oleh semua orang supaya semua orang bisa percaya?
    Mungkin orang Theis akan menjawab, Tuhan ingin kita percaya dengan iman, bukan dengan pandangan mata.
    Tetapi Alkitab sendiri mengatakan bahwa di masa yang lampau Tuhan melakukan mukjizat yang paling luar biasa dan sering kali memunculkan diri-Nya di dalam kehidupan manusia dengan tujuan supaya manusia bisa melihat dan percaya kepada-Nya.
    Kalau Tuhan menampakkan diri-Nya atau mukjizat-Nya dimasa lampau, mengapa Tuhan tidak menampakkan diri-Nya atau mukjizat-Nya di masa kini?
    Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan begitu banyaknya pertentangan antara ilmu pengetahuan dan isi Alkitab, maka sudah lebih masuk akal bila Tuhan lebih memperlihatkan diri-Nya dan melakukan mukjizat di zaman sekarang.
    Tapi mukjizat dan diri-Nya tidak pernah muncul. Ini membuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada sama sekali.
    Orang-orang Theis akan berkata bahwa Tuhan melakukan mukjizat dan keajaiban di masa sekarang, misalnya dengan penyembuhan, membantu memecahkan masalah pribadi, dan sebagainya. Tapi manusia yang bandel dan jahat menolak untuk percaya. Sedangkan keajaiban-keajaiban yang dikumandangkan itu bersifat kecil dan pribadi, sehingga lebih menimbulkan keraguan daripada kepercayaan.
    Kalau Tuhan melakukan mukjizat yang luar biasa dan luas, manusia mau tidak mau harus percaya. Tapi mukjizat itu tidak pernah ada.
    Bahkan menurut Alkitab, orang-orang Israel berkelana di gurun pasir selama 40 tahun lamanya, dan Tuhan memberi mereka makan dengan menjatuhkan makanan dari langit (Keluaran 16:4). Di tahun 1980-an, jutaan umat Theis diEthiopia mati secara perlahan-lahan karena kemarau yang panjang. Tuhan mempunyai kesempatan emas untuk kembali menjatuhkan makanan dari langit, seperti yang diutarakan di Alkitab, untuk membuktikan keberadaan diri-Nya dan membuktikan cinta-Nya yang besar kepada manusia.
    Ini merupakan salah satu bukti kalau Tuhan tidak ada sama sekali.


  77. Untuk no 6 Alzu,\

    Buktinya mana kalo ada meja tapi tidak ada tukang meja….Pertanyaan saya, buktinya mana kalo ada Tuhan tanpa Tuhan diciptakan….Jangan berkata karena Tuhan adalah CAUSA PRIMA , kalo bilang begitu, mending tidak usah diskusi, karena semua mentok di CAUSA PRIMA> Manusia menganggap Tuhan Causa Prima, karena apa, karena sebenarnya manusia sudah tidak bisa lagi menemukan Tuhannya lalu supaya tidak terjadi perdebatan keberadaan Tuhan ( yang sebenarnya ga ada ) sbg Causa Prima


  78. @ Yofi :

    Argumen anda soal Free Will, Problem of Evil, dan Creations, serta Causa Prima sudah banyak ditemui dalam berbagai diskusi ttg Theisme dan Atheisme.

    Tapi terima kasih telah menyampaikan argumennya, dan maaf kalau saya belum sempat utk membalasnya. :)


  79. lha jadi rame lagi to di sini hihihi…seru, ikut nonton aj ah :)


  80. adalah sebuah keadaan yang tak bernama, kemudian menjadi disiplin tersendiri ketika mayoritas masyarakat mulai menyimpang dan berubah dari keadaan ini.
    mustahil kita mencapai tingkatan, apabila melupakan tingkatan sebelumnya.


  81. di/pada Nopember 8, 2007 pada 7:54 am | Balas Almerio Borges

    berbicara mengenai eksistensi Allah adalah sesuatu yang sangat sangat menarik, karena ada pro dan kontra. Bagi saya Allah itu ada karena Dia yang mengadakan apa-apa yang ada, sehingga kita membicarakan tentang Dia yang ada itu.


  82. Semakin cerdas manusia semakin sombong dan tidak mengenal siapa dirinya,karena hanya orang yang kenal dirinya lah yang akan mengenal tuhannya.
    Banyak orang pinter yang keblinger….
    jadi…tinggal tunggu aja waktunya…….


  83. entah sudah sejak kapan saya iku terlibat alam diskusi apakah Tuhan itu ada atau tidak ada. Saya tidak tahu sampai kapan perdebatan ini akan terus brlanjut. Mungkin sampai anak cucu kita juga masih akan brdebat hal yang sama.

    memang asik membicangkan Tuhan. Lebih asik daripada membincangan tentang ciptaannya –jika kita percaya Tuhan itu ada. Juga lebih asik daripada membincangkan sifat-sifatnya –jika kita percaya Tuhan ada dan mmpunyai siat. Lebih asik daripada membincangkan “memang kenapa jika dia ber-Tuhan” –jika kita tidak percaya Tuhan.

    kayaknya tidak akan pernah seleai….karena dalam berbincang ini kita –yang percaya Tuhan– masih bersandar pada satu alasan “Tuhan adalah sesuatu yang seolah tanpanya kita tidak bisa hidup”; sementara lainnya –yang tidak percaya Tuhan– bersandar pada “apa bukti Tuhan itu ada?”

    perdebatan yang asik, tidak pernah selesai, dan memusingkan sendiri……apalagi jika perdebatan ini ditambahi dengan istilah-istilah yang “Tuhan oriented” berupa kekerasan atas nama Tuhan, perang atas nama Tuhan, sesat-menyesatkan atas nama kesucian Tuhan…dan seterusnya.

    Ah, embuh lah…..bikin pusing aja si fertob…


  84. @mrtajib
    menurut saya kerna ndak bisa dibuktikan keberadaan/ketiadaannya itulah kenapa Tuhan menjadi objek perdebatan tanpa kesimpulan pasti.


  85. Pada dasarnya, dilematika perdebatan terhadap ada tidaknya Tuhan selalu kembali kepada DASAR PENILAIAN dan KONSEKWENSI KEIMANAN.
    Pertama. Kita hidup di tengah banyaknya pandangan tentang agama. Dan kita menganggap bahwa ‘penerapan agama’ adalah sama dengan ‘konsep agama’ itu sendiri. Padahal jelas berbeda kan. Analoginya seperti ‘konsep Pancasila’ dengan ‘Pancasila dalam penerapan’. Apakah kita bisa menyatakan bahwa Pancasila itu salah didasarkan pada fakta bahwa dalam penerapannya Indonesia banyak korupsi dkk. Sesuatu konsep benar atau salah perlu dibuktikan dari konsep itu sendiri, bukan dari bagaimana penerapannya. Karena kalo masalah penerapan, itu sudah ada variabel ‘human error’, perbedaan konteks, dan lain-lain.
    Selain itu, terlanjur menjadi stigma negatif bahwa umat beragama selalu mengandalkan ‘doktrin’ dan keimanan dalam hati. Benar-benar tanpa nalar. Memang pada akhirnya orang-orang yang demikian (doktriner dalam memahami agama) menjadi ‘jumud’ dan keimanan yang tanpa pertanggung jawaban. (Bagi umat Muslim, silahkan baca Q.S 17:36)

    Kedua. Ketika kita menerima konsepsi tentang Tuhan, secara otomatis kita ‘harus’ menerima pula konsepsi tentang dosa-pahala, iman-kafir, surga-neraka. Karena konsepsi tersebut satu paket dengan konsepsi tentang Tuhan. Tentu bagi ‘karakter alamiah’ manusia, adanya sanksi adalah sebuah kekangan, tidak bisa memberikan kebebasan, tidak boleh begini dan harus begitu, dan sebagainya. Jadi, bagi subyek yang ‘tidak siap konsekwensi’ tentu sangat beresiko untuk menerima konsepsi keberadaan Tuhan.
    Pada akhirnya, argumentasi untuk meragukan keberadaan Tuhan menggunakan hal-hal yang tidak substansial dan kurang ilmiah. Misalnya: Tuhan tak dapat dilihat, Logika ponakan yang masih kanak-kanak, ‘yang penting bisa hidup baik’, ’solusi Agama selalu membawa kepada konflik’, ‘Harun Yahya hanya setetes dari perdebatan tentang Tuhan di seluruh dunia’, dan seterusnya.
    Kalau mau jujur, semua ‘argumentasi terapan’ tersebut tidak konsisten jika dikembalikan lagi kepada subyek bersangkutan.
    Cinta, mimpi, ambisi (dll sejenisnya) itu ada, meski tidak dapat dilihat dan diukur.
    Kita ingin hidup ‘baik’, tapi ‘baik’ yang bagaimana? Apa dasar ukurannya? Kembali kepada tiap orangkah? Berarti semua hukum di dunia tidak dapat digunakan, karena korupsi adalah baik bagi koruptor, dan begitu pula dengan selainnya. Adanya ‘hukum’ mengasumsikan adanya ‘baik yang universal’.
    Solusi agama membawa konflik? Apakah pernyataan ini didasarkan pada ‘konsep agama’ atau ‘penerapan agama’? Bukankah keduanya juga terikat konteks tertentu, sehingga perlu diambil nilai esensialnya?
    Harun Yahya hanya setetes dari perdebatan di dunia. Bukankah kebenaran itu tidak peduli hanya satu tetes atau ribuan tetes. Selama secara obyektif disertai bukti-bukti ilmiah dapat dipertanggung jawabkan, ‘kan tak masalah. Apakah lantas karena hanya ’satu tetes’ akhirnya argumen tersebut menjadi ‘tidak dapat dipertanggung jawabkan’.

    Saya kira dengan pembuktian ilmiah yang ditunjang dengan data-data empirik membuktikan bahwa ‘pasti ada Causa Prima’. Jika ada yang meragukan konsep ‘Causa Prima’, lebih baik ditunjang dengan data-data empirik dan ilmiah. BUkan semata-mata didasarkan pada ‘logika seadanya’. Theisme telah berusaha membuktikan keberadaan Tuhan dengan usaha yang sungguh-sungguh (ex. Harun Yahya). Lantas apakah Atheisme menolaknya hanya dengan ‘argumentasi sekenanya’? Bagi owner blog ini, “Benarkah Motivasi penulisan adalah untuk mencari Tuhan?” “Mengapa ketika ada yang mengajukan argumentasi Harun Yahya, argumen tersebut dilewati begitu saja tanpa melakukan analisis kritis terhadap ‘Pembuktian Harun Yahya’ sebagaimana yang ditawarkan oleh salah seorang peserta diskusi?


  86. Aduh.. banyak sekali pro-kontra mengenai subyek ini. Sungguh aneh memang kenapa manusia selalu saja tertarik dengan yang beginian. dalam konteks pribadi saya pun memiliki keraguan soal Adanya tuhan. Tapi sebaiknya keraguan itu ada, tanpa itu kita hanya akan menjadi keledai dungu yang memakan apapun di mana-mana. Aku juga belum paham apakah iman itu benar-benar ada dan diperlukan, karena kata iman mungkin hanya lah peralihan dari kata keyakinan atau kepercayaan ke dalam konteks relijius. Sepertinya siapa pun, ateis atau tak ateis, pasti memiliki kepercayaan dan seharusnya itu menjadi hak masing-masing. Saya hanya ingin memberikan sedikit pemikiran yang adalah bahwa apapun itu, bahkan yang di luar konteks ketuhanan dan relijiusitas, seharusnya tidak dianggap inabsensia atau di luar realitas, karena apa yang ada di luar itu tetap lah ada, bukan? Seperti halnya manusia mesti membuka cakrawala pemikirannya sampai ke ruang-ruang di luar realita kekininan (masa sekarang), karena paling tidak kemungkinan itu selalu ada. Hari ini tuhan itu ada, besok tidak ada, besoknya lagi ada, semua itu tergantung dari pemahaman masing-masing. Tapi sekali lagi biar lah keraguan tetap ada. Pada saat pikiran menerima apapun, baik itu keyakinan atau konsepsi-konsepsi lainnya, secara mutlak, maka tepat pada waktu itu pikiran itu mati; sulit untuk berkembang setelah kita puas dengan kondisi tertentu. Tapi ada orang-orang yang puas itu, jadi pesan buat mereka adalah jangan sampai menyalahgunakan kepuasan itu untuk memaksa dan menyakiti yang lain. Yang berada di luar visi kebenaran pribadi anda pun sebenarnya adalah kebenaran itu sendiri. Harus ada ruang di luar diri anda atau pemahaman pribadi anda


  87. @ b
    hmmmm…aneh ya???katanya ragu soal tuhan?tapi kok gak maw dibahas…..kalo masalah tuhan itu nggak penting, menurut anda hal yang paling penting itu apa?apa anda selama hidup nggak merasa ada yang aneh ketika anda tidak bisa menjawab pertanyaan2 yang meluncur begitu saja??


  88. @ b

    Ada beberapa hal yang perlu dicermati dari opini yang dilontarkan:
    1. Aku juga belum paham apakah iman itu ‘benar-benar ada dan diperlukan’, karena kata iman mungkin hanya lah peralihan dari kata keyakinan atau kepercayaan ke dalam konteks relijius.

    2. Sepertinya siapa pun, ateis atau tak ateis, pasti memiliki kepercayaan dan seharusnya itu ‘menjadi hak masing-masing’.

    3. Hari ini tuhan itu ada, besok tidak ada, besoknya lagi ada, semua itu ‘tergantung dari pemahaman’ masing-masing.

    4. Tapi sekali lagi biar lah keraguan tetap ada. ‘Pada saat pikiran menerima apapun, baik itu keyakinan atau konsepsi-konsepsi lainnya, secara mutlak, maka tepat pada waktu itu pikiran itu mati’; sulit untuk berkembang setelah kita puas dengan kondisi tertentu.

    Pertama, dalam memandang iman. Contohnya, mempercayai adanya mimpi. Mempercayai adanya mimpi bukan atas dasar kita mau atau tidak, kita butuh atau tidak. Kita percaya bahwa mimpi itu ada karena memang ia dapat dibuktikan tidak hanya secara empiris, tapi juga rasional. Meskipun kita menolak, tapi jika kenyataannya mimpi itu ada, maka penolakan kita adalah penolakan yang tidak berdasar ‘kan? Iman dan keyakinan bukan masalah ia diperlukan atau tidak, melainkan ia benar-benar dapat dibuktikan atau tidak.
    Dan saya kira analisis bahasa tidak membuktikan apapun terhadap ada atau tidaknya realitas.

    Kedua, kepercayaan menjadi hak masing-masing. Benar sekali! Justru karena ia adalah hak kita, apakah lantas kita ingin mendapatkan sesuatu yang keliru? Berjalan di atas jalan hidup yang keliru? Justru untuk mengetahui jalan hidup yang benar dan salah itulah, kita perlu benar-benar membuktikan bahwa Tuhan itu ada atau tidak.
    Lagipula, kita selalu berbicara ‘hak masing-masing’. Mengapa kita jarang sekali berbicara tentang ‘kewajiban’. Jika ada ‘hak asasi manusia’, kenapa kita tidak berbicara tentang ‘kewajiban asasi manusia’? Mustinya ada ‘kan?

    Ketiga, saya kira jelas, ada atau tidaknya sesuatu tidak tergantung dari bagaimana pikiran kita. Pusat galaksi tetap ada, entah itu manusia sudah tahu atau belum.

    Keempat, kematian pikiran apabila menemukan sesuatu yang mutlak. Kesannya koq ‘pasrah’ begitu. Selama ini manusia menemukan banyak pengetahuan universal yang terbukti ilmiah dan ‘mutlak’. Seperti teori-teori ilmu pengetahuan alam, konsepsi pemerintahan, teori perpajakan, ekonomi, dan sebagainya. Tapi toh pikiran manusia tidak mati dari sana. Justru yang membunuh pikiran manusia adalah keputusasaan dalam menghadapi suatu persoalan tertentu, dan akhirnya memutuskan ‘biarlah tetap menjadi misteri’.

    Kepada semuanya, jika memang kita benar-benar bermotivasi mencari kebenaran akan Tuhan, bukan sekedar untuk selingan minum kopi atau iseng-isengan, coba runtuhkan argumentasi ilmiah yang telah disusun dengan segala kesungguhan dan bukti-bukti empiris dan rasional, tentang ‘pasti ada Causa Prima’, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Harun Yahya.
    Setelah berbicara tentang ‘Causa Prima’ baru kita bisa berbicara tentang segala tetek bengeknya seperti agama, afterlife, freewill, dan sebagainya.
    Hanya dengan dialog dan analisis ilmiah yang penuh pertanggung jawaban, suatu kebenaran akan terbuka. Kecuali jika kita memang tidak memiliki bukti-bukti dan argumentasi ilmiah.

    Regards, Theisme yang Ilmiah.


  89. pertama, chezly; saya ingin mengatakan bahwa apakah orang-orang yang berkoar2 soal ketuhanan itu pada akhirnya banyak yang hanya merugikan orang lain? apakah memikirkan dan mendebatnya dengan cara-cara itu pada akhirnya memperoleh jawaban yang absolut mengenai ketuhanannya? atau apa itu pada akhirnya hanya lah menjadi sebuah slogan semata (pembuktian semata) untuk memulai peperangan? oleh karena itu ada baiknya kalau kita tidak terlalu memiliki pandangan yang kaku soal itu.. maksudnya adalah bukan tidak mau memikirkan, justru keengganan itu muncul karena fakta-fakta yang ada memang begitu absurd, bukan? sekali lagi, aku hanya merasa tak ada jawaban yang pasti mengenai itu. apakah anda memiliki jawaban yang pasti soal itu? apa anda yakin seseorang di luar sana tak akan mempertanyakan jawaban anda? dan seharusnya tak ada rasa solidaritas untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Karena solidaritas hanya memaksakan keseragaman semata dan juga kadang begitu naif dan bodoh. Apa anda dapat menjawabnya sebagai satu individu? sebagai satu diri yang terlepas dari segala solidaritas nilai yang selama ini telah anda peroleh! yang selama ini telah anda telan mentah-mentah? jadi lah telanjang dan telanjangi yang lain maka kau akan melihat apa yang belum terlihat, bukan begitu? kalau kau takut menelanjangi dirimu apalagi orang lain mana mungkin kau mengetahui segalanya? seperti kau memaksaku untuk memiliki sebuah jawaban yang pasti?

    kedua, ferre; rasa membutuhkan itu tentu berbeda dengan menolaknya mentah-mentah, dan aku tak pernah menolak iman. Hanya saja apa memang itu betul-betul diperlukan? apakah segala peristiwa yang terjadi sudah dapat dikotak-kotakkan sehingga semua sudah tersedia untuk diselesaikan? tinggal membuka buku (katakan buku keimananmu), apakah seterusnya hidup akan terhindar dari segala masalah yang muncul akibat dari peristiwa-peristiwa? apakah sesederhana itu? atau kita pada akhirnya tetap harus berusaha dengan segenap keberadaan kita untuk menyelesaikannya? aku kira yang terakhir itu yang lebih terlihat bukan? hanya tidur2an dan menyerahkan segalanya dengan iman, menunggu, apa segalanya menjadi baik? pada akhirnya kita mesti terjun sendiri ke dalamnya, bukan? jadi sama dengan percaya, maka kita percaya bahwa hanya dengan berusaha semua itu dapat diselesaikan. jadi tak ada yang seperti mimpi untuk menyelesaikan masalah di dalam realita. Selalu ada sebab dan akibat itu. jadi katakan lah iman itu memang dapat dibuktikan (karena sudah jutaan orang yang menggunakan kata itu) tapi toh penggunaannya, sadar atau tak disadari, tak ada bedanya dengan makna dari kepercayaan atau keyakinan semata.

    dan, apa yang anda katakan soal ‘kewajiban manusia’ itu betul-betul menakutkan, bukan? apa anda lupa soal kewajiban yang mesti dilakukan seorang yahudi di era nazi hitler. bukan kah itu adalah satu contoh bagaimana seorang manusia begitu menuntut manusia lain dengan cara yang paling arogan. dan tuntutan itu sama dengan kewajiban, bukan? manusia saling menuntut maka munculnya kata ‘kewajiban’. dari kecil orang tua menyuruh kita begini begitu dan semua itu kita kenal dengan kewajiban, bukan? dan pemerintah menekan rakyatnya dengan dalih kewajiban menjadi warga negara yang baik, bukan? jadi apa anda ingin kewajiban hak asasi itu benar-benar ada? bukan kah itu terlalu ambisius? dan apa anda lupa bahwa hukum itu adalah kewajiban? apa anda menyukainya?

    ya, tentu aku setuju kalau ada realitas di luar kemampuan kita manusia untuk mengetahuinya. itu misteri bukan? apa kita perlu menjadikan semua misteri itu sebagai sesuatu yang baku sampai-sampai tak ada yang dinamakan misteri itu? soal ini bukannya sama dengan ketuhanan yang seharusnya juga layak dipandang sebagai suatu misteri yang belum terpecahkan. kalau memang soal ini sudah terpecahkan kenapa masih ada perdebadan sampai peperangan antar agama segala?

    membiarkan banyak hal tetap menjadi misteri dan mau menerima apa adanya seharusnya tidak disalah mengerti sebagai bentuk kepasrahan dan keputus-asaan. memang apa yang ingin anda cari itu? apa anda tidak puas dengan segala yang tersedia? dan apakah kemajuan teknologi itu benar-benar baik? kalau ya berarti anda termasuk golongan orang banyak itu. manusia masih dapat hidup dengan kesederhanaanya seperti kesederhanaan yang telah dicontohkan oleh alam kita. Coba pikirkan ini; segala sesuatu banyak yang telah berubah 100 tahun belakangan tapi apa ada perubahan yang berarti di dalam diri manusia itu sendiri? apa perubahan-perubahan luar itu yang anda maksud dengan kemajuan? memang itu kemajuan teknologi dan peradaban tapi bukan kemajuan kemanusiaan. apa anda setuju? kenapa untuk hidup saja manusia begitu sulit kalau memang kemanusiaan sudah dimajukan? atau mungkin semua ini adalah imbas dari keserakahan dan kebodohan manusia belaka? jadi jangan katakan secara ‘mutlak’ bahwa segala kemajuan yang ada ini baik. dan jangan katakan bahwa kebenaran universal telah ditemukan! itu berbahaya karena seperti sungai yang mengalir, kehidupan pun mengalir, tidak ada yang statis itu. yang kumaksud dengan kematian pikiran adalah tidak ada lagi yang mengalir dari sana. seperti seseorang menerangkan kepada anda sesuatu dan kemudian bertanya: apa anda mengerti? anda menjawab: ya saya mengerti! cukup di situ. itu adalah pikiran yang tidak mengalir. bukan kematian pikiran dalam hal putus asa semata. jangan kaitkan kata-kata hanya dengan satu atau dua makna saja

    maka, kita akhirnya dapat memandang bahwa banyak hal yang absolut, mutlak, itu hanya lah sesuatu yang relatif belaka. dan pada saat kita melihat, memandang, seharusnya kita membebaskan diri kita dari ikatan nilai-nilai yang telah lama ditanamkan ke dalam diri kita. Menjadi manusia utuh seharusnya seperti menelanjangi sedemikian rupa nilai-nilai yang telah ditanamkan dan kemudian mengisi kembali dengan nilai-nilai kemanusiaan kita. nilai kemanusiaan itu seharusnya berada di luar segaal bentuk nilai-nilai dogmatis. sayonara!


  90. o, ya, seharusnya tak ada pertengkaran dalam perdebatan. aku memandang ini baik. aku senang dengan tempat (forum) ini. aku ingin mengatakan bahwa jangan lah manusia bertengkar karena soal-soal beginian. marah lah karena kemanusiaanmu dilukai tapi jangan marah karena tuhanmu dilukai karena manusia hidup di dunia bersama manusia, bukan? kenapa tidak mengisi kebersamaan itu dengan baik, dengan nilai-nilai kemanusiaan yang baik? tapi malah saling menghancurkan dengan dalih-dalih yang, katakan lah, dibuat-buat dan mengada-ada. aku tidak mengatakan aku termasuk golongan yang mana, atheis atau tak atheis. aku hanya merasa berada di dalam yang satu bukan berarti lebih baik dari yang lain. aku bahkan tidak tahu mana yang lebih baik! ya, anggap lah begitu; aku ini bodoh. aku hanya mengingatkan bahwa apapun keyakinan, kepercayaan, ras, strata, pemahaman kita, kita tetap lah manusia yang sama yang mesti melanjutkan hidup bersama-sama di tempat yang sama! jadi jangan mematok segalanya sebagai absolut, mutlak, dan pasti, yang nantinya cenderung memaksa orang lain untuk mengikuti. sekali lagi, jangan korbankan kemanusiaanmu hanya untuk hal-hal remeh!


  91. dan, jangan memakai ayat-ayat suatu agama tertentu untuk membantah relijiusitasnya! itu tidak baik dan itu bahaya.. akan sama saja dengan mencari-cari luka, borok, atau kesalahan suatu ajaran tertentu bila dengan cara demikian. seharusnya yang atheis memelihara semacam perasaan bahwa yang theis pun baik, sama halnya yang theis memelihara perasaan bahwa yang atheis pun tidak selamanya buruk. karena di dalam kebaikan terkandung juga keburukan, maka terima lah keduanya sebagai ADA! pakai lah kemanusiaanmu untuk merasakan hal itu. kadang karena pemahaman agama atau apapun yang berbeda manusia bisa menjadi tega untuk mengalienisasi manusia yang lain, mungkin menganggap yang lain, meski tak secara langsung, seperti binatang. merasa jijik dengan penganut kepercayaan yang lain dan kemudian merendahkan. itu sangat konyol, bukan? dan atheis pun bila di lihat dari satu sisi juga merupakan kepercayaan.. jangan anggap remeh kekonyolan seperti itu, karena seringkali malah menjadi kebodohan yang anarkis! waspada lah dengan segala sesuatu yang dapat menghancurkan kemanusiaanmu! karena pada saat penderitaan muncul, luka-luka di sana sini, bunuh-bunuhan massal, kehancuran peradaban, semua itu mungkin sudah terlambat untuk disadari!


  92. @ b

    Suatu ketika ada seorang preman tak berpengetahuan menolak obat yang telah ditemukan oleh ILMUWAN yang telah mendedikasikan seluruh hidupnya untuk penemuan itu, hanya karena OBAT ITU PAHIT. Padahal obat itu adalah salah satu usaha ILMUWAN tersebut dalam memecahkan pertanyaan, tidak hanya preman itu saja, tapi juga semua orang di dunia. Satu hasil penelitian ILMIAH ditolak kebenarannya. Akan membanggakan jika penolakan itu juga atas dasar penelitian ilmiah. Celakanya, bukan demikian yang terjadi. Tentu akan menjadi sebuah lelucon bukan, menolak ilmu pengetahuan dengan nilai dogmatis kemanusiaan.

    Dengan segenap motivasi dasar untuk bisa hidup di atas dunia yang BENAR, tidak hanya sekadar ADA (anjing, kecoa, tikus, bunga bangkai semuanya itu ADA). Serta dengan seluruh potensi dan kemampuan, berusaha untuk mencari dan mengungkap hakekat sebenarnya dari realitas. Justru dengan demikian, saya benar-benar berusaha untuk MEMANUSIAKAN DIRI SAYA. Karena saya berasumsi ada perbedaan antara MANUSIA dengan YANG BUKAN MANUSIA. Yakni kenyataan bahwa manusia adalah makhluk yang BERAKAL, dan untuk itu memiliki keistimewaan untuk menemukan KEBENARAN. Dan saya yakin, kita memiliki perbedaan asumsi tentang KEMANUSIAAN itu sendiri. Lantas, bagaimana kita menyebut ‘manusia’ yang tidak sepenuhnya menggunakan KEMANUSIAAN-nya.

    Silahkan tinjau kembali, nilai dogmatis yang mana yang menjadi dasar argumentasi saya? Tidak bisakah kita menyatakan bahwa KEMANUSIAAN yang diusung hakekatnya adalah ‘nilai-nilai dogmatis’ juga. Bedanya, bukan berasal dari agama.

    Ketika kita menganggap bahwa agama selalu identik dengan ‘penderitaan, luka-luka di sana sini, bunuh-bunuhan massal, kehancuran peradaban’ bukankah pada saat itu kita sendiri yang justru sangat picik dalam memandang agama? Tengoklah sejarah manusia, ‘penderitaan, luka-luka di sana sini, bunuh-bunuhan massal, kehancuran peradaban’ tidak hanya terjadi dalam praktek theisme. NAZI (theisme kah?), USSR v USA, (kiblat Humanisme), dsb.

    Regards, Theisme yang Ilmiah


  93. ; ferre

    aneh mendengar anda mengatakan kemanusiaan adalah sama dengan nilai dogmatis.. bukan kah saya sudah mengatakan bahwa: kita mesti menelanjangi seluruh nilai-nilai dogmatis (nilai2 yang didogmakan) sebelum kita kembali menjadi manusia. Bukan kah pada awalnya kita adalah manusia, bayi, sesuatu yang murni.. apa anda mengenal segalanya itu; agama, pendidikan, sosialisme, bahkan akal, saat anda msh bayi? pada saat itu anda adalah manusia murni.. maka saya juga tidak mengatakan bahwa saya adalah manusia murni karena bahkan saya pun sudah menjalani hidup ckp lama, dan karena itu diri saya, seperti bnyk manusia lainnya; kotor dan sm sekali tak murni. saya pikir ketika manusia tidak murni dia tidak akan pernah dapat mengenali kebenaran yang sejati. karena seperti halnya sebuah bidang, katakan lah kertas yang kosong dan putih; kita sama dengan kertas itu yang semakin lama semakin penuh dengan coretan dan noda. oleh karena itu saya menantang siapa pun yang hendak menemukan kebenaran sejati untuk berani menanggalkan/ menghapus semua coretan atau noda atau dogma yang telah lama ditanamkan ke dalam diri anda, baik itu dari pengalaman2 anda dengan orang lain atau pun dengan diri anda sendiri. jadi saya pikir kemanusiaan bukan lah nilai2 yang didogmakan karena bahkan sebelum manusia mengenal apa dogma itu manusia sudah trlebih dahulu menjadi manusia dan membawa serta kemanusiaannya. dan, memang tikus, kecoa, semua itu ADA, sama dengan manusia, namun mereka tak punya kehendak bebas, kemampuan untuk memilih, akal, ya krn itu mereka lain, tp tetap saja mereka ADA, dan kemampuan untuk mencari kebenaran yang anda mksd itu saya anggap sebagai sesuatu yg sngt2 relatif; apa anda dpt memaksakan suatu kebenaran pd orng lain? kalau memang bisa, apa itu tindakan yg benar dlm konteks kemanusiaanmu, trlepas dr apa kebenaran itu btl2 benar atau hanya lah asumsi asal semata. tindakan memaksa itu salah dlm kemanusiaanmu, krn bahkan ketika kau bayi bila orng tuamu memaksamu untk menghbskan susu yg begitu bnyk kmu pun menangis.. itu lah contoh yg dpt diambil dlm menilai kemanusiaan; di mana segalanya mesti bersinggungan dengan segala sesuatu yg murni; bayi adalah murni karena mereka blm trkontaminasi.. siapa yg dpt menyalahkan seorang bayi? krn bayi itu murni dan tak mngkn salah maka di dalamnya lah kebenaran itu msh trsimpan! pendeknya hanya yg murni spt itu yg mengetahui soal kebenaran sejati; percaya lah bahwa manusia dewasa adalah kotor adanya! kalau kita kotor masa kita berkoar-koar soal kebersihan? logikanya, kenapa yg kotor bicara soal menjadi bersih? tapi jg mustahil untk membersihkan diri dr pengalaman dn peristiwa2.. jadi satu2nya jln bagi manusia dewasa untk menjadi murni kembali adalah dgn menjadi gila; menghilangkan sedemikian rupa nilai2 yg ada dlm dirinya dan menjadi murni kembali.. tapi sapa yg mau? setelah semua nilai ditanggalkan apa mereka msh dapat mengenal apa yg namanya agama itu? bukan kah agama adalah sesuatu yg baru dia kenal setelah orng lain memberitahunya dlm suatu periode kehidupannya.. setelah mengenal dia percaya; boleh prcaya boleh tdk..

    maka kemurnian diperlukan untk melihat kebenaran, tp setelah menjadi murni kita bahkan tak mngkn mengenal apa itu kebenaran, spt kita tak lg mengenal apa itu kesalahan atau kejahatan; krn seperti bayi yg baru lahir, kemanusiaan kita dilahirkan kembali.. aku msh ‘waras’ dlm artian umum, maka aku msh kotor; aku manusia dewasa yg kotor, maka aku tak berhak secara manusiawi untk berkoar2 soal kebersihan/ kebenaran apapun. bukan begitu? maka aku pun meragukan segala bentuk nilai2 dogmatis.. apa aku salah? apa kita salah? keraguan bkn berarti menolak, tapi spt halnya berpapasan dgn misteri, maka kita pun meragukan misteri (teka-teki), apa itu salah?
    tapi atheisme menolak agama bkn tanpa sebab; spt yg saya katakan sblmnya; karena pada kenyataannya segalanya tetap saja tampak absurd.. absurditas akan membuat orang meragukan segalanya, bukan? dan ilmu pengetahuan atau sesuatu yg ilmiah spt yg anda sebut2 itu bukannya baru anda dptkan setelah sekian lama anda hdp? dan bukannya ilmu pengetahuan selalu mengalir? tp anda malah menganggapnya sebagai sesuatu yg baku, ilmiah, dan tetap (mutlak)

    akhir kata, terima kasih atas segala sanggahannya. saya, kita, mesti memerlukan bukan saja anggukan, tapi jg gelengan kepala.. sayonara ferre!


  94. @ b

    Terima kasih b, anda telah sangat membantu saya menjumpai secara empiris kenyataan manusia yang tidak memanusiakan dirinya sendiri.

    Anda juga sangat membantu saya untuk melihat secara empiris kenyataan manusia yang tidak dapat menangkap substansi masalah, apalagi menjawabnya secara tepat.

    Dengan seluruh motivasi awal saya, semoga lain kali saya dapat menemukan teman diskusi yang lebih bisa berdialog secara ilmiah dan penuh pertanggung jawaban logis dan empiris. Bukan dengan argumentasi preman yang tak berpengetahuan (beda level sama Ilmuwannya).

    Sekali lagi, terima kasih.


  95. @ ferre :

    saya cuma ingin bertanya, seperti apa Theisme Yang Ilmiah itu ?

    Kepada semuanya, jika memang kita benar-benar bermotivasi mencari kebenaran akan Tuhan, bukan sekedar untuk selingan minum kopi atau iseng-isengan, coba runtuhkan argumentasi ilmiah yang telah disusun dengan segala kesungguhan dan bukti-bukti empiris dan rasional, tentang ‘pasti ada Causa Prima’, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Harun Yahya.
    Setelah berbicara tentang ‘Causa Prima’ baru kita bisa berbicara tentang segala tetek bengeknya seperti agama, afterlife, freewill, dan sebagainya.

    mas, ketika kita bicara tentang pembuktian Tuhan obyektif secara ilmiah, maka biasanya argumentasi yang keluar selalu berputar soal fallacy burden of proof. yang atheis mengatakan “prove that God exist”, sementara yang theis berkata “well, you prove that God doesn’t exist”.

    Causa Prima ala HY tidak dimulai murni dari penjelajahan dan eksplorasi akal dan rasio. HY menggabungkannya dengan kitab suci sebagai sumbernya. Itu berarti kita juga harus membuktikan “kebenaran” kitab suci yang mengatakan tentang Causa Prima itu.

    Selalu ada unsur KEYAKINAN dan KEPERCAYAAN ketika seseorang memulai bicara ttg keberadaan Tuhan. Adalah sulit utk melepaskan keyakinan itu dan murni beranjak dan berdiri hanya pada akal belaka. Karena kalau akal dan pembuktian rasio/empiris yang dapat dijangkau dgn otak kita ttg Tuhan, maka kita akan tidak mampu membuktikannya.

    Secara empirik Tuhan sangat sulit untuk dibuktikan, bahkan hampir tidak mungkin. Empiris, berdasarkan apa yang kita inderai. Secara akal (murni akal dan rasio) juga demikian.

    Jadi, Tuhan yang kita sembah itu minimal adalah Tuhan yang subyektif atau hanya “ADA” dalam diri kita saja. Dalam keyakinan kita, dalam benak kita.

    Sementara Tuhan yang obyektif itu, kalau saya maka saya akan mengatakan : Tidak Tahu. Akal dan empiris saya tidak mampu menjangkaunya. Mungkin saja Dia ada, mungkin juga tidak ada. Lebih baik mengatakan tidak tahu, daripada tahu tanpa bisa membuktikannya.

    :) Salam “theisme”


  96. ;ferre

    saya sependapat dgn anda! sebaiknya kita memangtidak meneruskan dialog..

    sepertinya mulut saya bukan untuk telinga anda dan sebaliknya, telinga saya bukan untuk mulut anda; ini sama dgn apa yg dikatakan oleh bebrp filsuf; karena bahkan seorang filsuf ternama pun akan menghadapi sedertan tembok suatu saat nanti.. mereka sepertinya hanya berbicara untuk ‘kaum’nya seperti halnya kaum-kaum yg lain berbicara atas nama kaumnya masing2..

    tapi sekali lagi; mngkn saya memang primitif yg memakai sederet pengetahuan2 ‘premanisme’.. namun saya lebih mendekati unsur2 manusiawi drpd anda yg mendekati unsur2 robotik! ilmiah adalah sesuatu yg dipelajari bukan hanya oleh anda, tapi berjuta2 orng lain dgn dalih yg hampir seragam; JADI LAH ILMIAH baru bs brdialog! hahahaha! saya mengatakan semua orng spt itu hanya lah manusia2 robot yg segala pemikirannya didikte oleh beribu2 teks; seperti diprogram demikian rupa dan nantinya akan serupa! bukan kah robot adalah contoh trbaik manusia masa depan, manusia yg meninggalkan jauh2 ‘basic insting’nya demi apa yg mereka namakan; manusia modern! apa anda sadar bahwa istilah2 ilmiah yg anda telan mentah2 itu awalny bermula dr pemahaman2 yg sederhana, dan saya mengikuti ‘awal’ itu, sesuatu yg sederhana! jgn kira otak manusia itu tak trbatas maka dpt menampung semua yg rumit! yg rmit itu hanya membuat otakmu kusut saja! cari lah yg sederhana krn bahkan seorang filsuf pun berangkat dr kesederhanaan! saya berbicara pada akar tumbuh2an sedangkan anda bicara soal buah; sesuatu yg matang, bukan? tapi mana yg trlebih dulu ada? akar atau buah? anda menganggap saya preman atau primitif; memang benar! krn saya berangkat dr pemikiran berjuta2 orng awam! hanya orng awam yg dapat ‘merasa’, sedangkan kaum ilmiahwan hanya bisa ‘berpikir’ tapi saya berpikir kemudian merasa; kalian merasa kemudian berpikir, maka perasaan kalian dikacaukan oleh segala pemikiran ilmiah! pada dasarnya mana yg lebih sering terjadi pada diri anda? merasa atau berpikir? mana yg lbh penting? tp sepertinya anda brpendapat bahwa brpikir lbh penting dr merasa, bukan? krn anda begitu trpaku pada hal2 yg brsifat ilmiah! tentu pandangan kita pun tak akan pernh brtemu! memang anda berada di dlm kaum yg berbeda (bukan kaumku)

    tapi saya skrng tidak akan mengatakan lg bahwa anda benar dn saya salah atau sebaliknya; krn asal mula segalanya memang brbeda, bukan?

    anggap lah agama sebagai prsoalan ilmiah dan pada akhirnya anda akan merasakannya sebagai sesuatu yg ilmiah, begitu? hahahahaha! lucu sekali!!! bahkan ketika hari terakhir itu datang tak akan lagi pikiran ilmiah apapun yg akan anda ingat; anda hanya dpt merasa!!! dan pada saat itu agama bagi anda adalah sekumpulan perasaan spiritual yg memuncak! dan apa yg ingat soal berjuta2 karya ilmiah yg telah anda telan selama hidup anda? apa itu berguan pada akhirnya? apa pada saat akhir anda msh menjadi seorang ilmuwan? atau anda kembali menjadi spt seorang bayi yg merengek minta bantuan? coba pikirkan segalanya sampai ke batas yg trjauh; katakan lah akhir dr segalanya.. ingat! tak ada perasaan ilmiah pada saat manusia menghadapi maut, dan pada saat itu hidup akan kembali pada misterinya; keraguan akan muncul kembali! apa anda tidak punya perkiraan demikian; apakah hidupku pada akhirnya? apakah sampai akhir kita ms menjadi robot2 yg menghafal, atau apakah pada akhirnya kita trpaksa menelan mentah2 semua yg ditawarkan oleh kehidupan; bukan hanya kebaikannya tapi jg keburukannya? dan apakah pada saat itu anda akan membenci sifat2 primitif manusia? pada saat manusia sekarat apa dia msh memikirkan soal2 ilmiah? atau secpt mngkn mengharapkan bantuan orng lain (apakah orng itu atheis atau theis).. pada dasarnya stlh menerima bantuan mereka mesti berterima kasih pada setiap pembantunya; baik itu theis maupun atheis, mesti berterima kasih! dan semua itu adalah pola2 primitif manusia bukan?

    akhir kata; yg saya tekan kah hanya lah untuk kembali kepada kemanusiaanmu tanpa trlalu memperdulikan hal-hal itu (theisme ataupun atheisme).. dr awal sbrnya hanya ini yg saya tekan kan! jgn lah merendahkan sesama manusia! dan kalau anda ilmiah apa anda dpt membuktikan segalanya secara ilmiah? kalau blm kenapa anda mengaku ilmiah? sayonara ferre!


  97. ;pyrrho

    saya kagum denganmu! kata-kata akhirmu; LEBIH BAIK MENAGATAKAN TAK TAHU DARIPADA TAHU TAPI TAK BISA MEMBUKTIKAN!

    kau dan aku adalah se-kaum! dan (mngkn) sama2 primitif di antara kaum ‘ilmiahwan’ ITU! tapi sapa yg peduli bukan? urusan manusia itu trlalu kompleks jd tak ada masalah primitif atau ilmiah! salam untuk sesama manusia!


  98. eh, kenapa saat ini jarang ada prdebatan? bknnya misteri itu trus mengalir?

    krn mngkn kita semua salah dlm bebrp hal jd mari tetap brtukar pikiran.. bertukar pandangan.. mestinya kita bosan dgn status quo.. siapa yg senang? paling2 golongan konservatif =)

    tradisi itu ada tp manusia baru (generasi baru) tdk mesti mengikuti tradisi, bkn? tp jg tdk prlu merusak tradisi.. dlm hal brpikir pun ada tradisi jd biar kan tradisi brpikir tetap ada, dipelihara, tp jgn menolak pikiran2 baru; pikiran2 ‘perusak’ tradisi lama. krn pikiran2 baru dn ‘merusak’ itu nanti pun akan menjadi usang.. menjadi tradisi kembali, menjadi kuno, bagi manusia masa depan.. manusia stlh kita.. jd kenapa begitu kaku menentang segala arus pemikiran manusia?

    saya ingin terus brdebat; akan ada terobosan2 pemikiran ketika kita brdebat, tp hanya ada terobosan bila dlm prdebatan kita jg membuka lebar2 cakrawala pemikiran kita.. jgn trpaku pd nilai2 trtentu.. trmasuk nilai keagamaan trtentu, nilai2 ilmiah trtentu, atau ego2 yg muncul akibat perasaan solider atau kesamaan golongan trtentu..

    aku suka debat mcm ini krn ini bkn spt membaca teks2 secara pasif, dn menerima apapun msk k dlm kepala.. brdebat akan menantang manusia untuk brpikir sampai k luar batas/k luar kotak!

    ok, terima kasih atas prhatiannya!


  99. @ b

    “;ferre

    saya sependapat dgn anda! sebaiknya kita memangtidak meneruskan dialog..

    plus

    eh, kenapa saat ini jarang ada prdebatan? bknnya misteri itu trus mengalir?”

    Lho, saya kira anda yang ngomong: Sayonara ferre…???

    @ pyrrho

    “Causa Prima ala HY tidak dimulai murni dari penjelajahan dan eksplorasi akal dan rasio. HY menggabungkannya dengan kitab suci sebagai sumbernya. Itu berarti kita juga harus membuktikan “kebenaran” kitab suci yang mengatakan tentang Causa Prima itu.”

    Mungkin anda perlu menonton ulang film HY. Sistematika pembahasannya kan: Pertama, menunjukkan bukti-bukti ilmiah tentang adanya Causa Prima, dari penemuan para ahli astronomi dan sebagainya. Kedua, menunjukkan penjelasan logika bukti tersebut sehingga ketemu kesimpulan ‘Pasti Ada Causa Prima’. Ketiga, baru setelah itu, HY mempromosikan Islam dengan menggunakan ayat-ayat AQ.

    Sekarang, coba anda pikir. Tanpa argumen yang Ketiga, bukankah sudah dapat secara ilmiah dibuktikan keberadaan Causa Prima???

    Baru, setelah terbukti keberadaan Causa Prima, baru kita masuk pembahasan berikutnya: Bagaimana Sicat Causa Prima Yang Seharusnya???

    Setelah itu, barulah kita bisa masuk ke pembahasan tentang agama.

    Demikianlah sistematika pembahasan yang seharusnya, jika kita memang benar-benar bermotivasi menemukan kebenaran tentang Keberadaan Tuhan.


  100. @ ferre :

    oiya, saya sudah nonton film HY. :)

    Hehehe… tapi kesimpulan saya tetap seperti itu. Hipotesis bahwa selalu ada sebab awal dari suatu peristiwa memang diakui dlm fisika, walaupun beberapa teori juga menentangnya. Dalam filsafat epistemologi sendiri, perdebatan tentang kausalitas masih menjadi sebuah perdebatan yang lumayan hangat. :) Apakah kausalitas adalah sesuatu yang obyektif ataukah kita manusia yang mengandaikan bahwa ada suatu kausalitas antara 2/lebih peristiwa.

    “Causa Prima” sendiri adalah konteks pengambilan kesimpulan bahwa “segala sesuatu yang memiliki awal pasti akan memiliki akhir“, dan konsep itu dibalik. Sementara awal dari alam semesta ini masih belum terungkap sepenuhnya dan masih banyak yang berbentuk hipotesis. Sementara awal-nya saja masih dihipotesiskan, PENYEBAB dari awal itu malah sudah bisa disimpulkan secara jelas.

    Keberatan kedua, ketika kita mencari jawaban dengan akal dan ilmu pengetahuan akan suatu jawaban atas pertanyaan manusia, mengapa harus menggunakan “kepercayaan” dan “agama” yang landasan keilmiahan diragukan ? Selalu saja ada perbedaan antara apa yang kita tahu dan apa yang kita percayai. Pengetahuan tidak berhubungan dengan kepercayaan, itu dua sisi yang menurut saya berbeda.

    Pengetahuan itu lebih banyak bersifat obyektif, hasil dari pengamatan dan penginderaan empiris manusia, sementara kepercayaan bersifat subyektif, hasil dari pola-pola psikologis internal manusia akan sesuatu yg dijadikan suatu pegangan.

    Keberatan lain, apa yang dilakukan oleh HY dlm konteks Causa Prima, murni adalah pencarian melalui konteks spiritualitas. HY hanya ingin menempatkan agama dlm tataran ilmiah dengan memakai teori-teori fisika (khususnya astronomi) dalam mendukung konteks kepercayaannya. Ilmu pengetahuan dipakai untuk mendukung konteks agama, sementara kalau kita murni menjelajah agama, terlalu banyak hal-hal simbolik dan irasional yang tidak bisa kita pecahkan. Kita justru MEMBUTUHKAN bidang lain diluar agama dlm mendukung suatu kebenaran yang diakui di agama itu sendiri.

    Saya memang dikotomikal dalam memandang agama dan ilmu pengetahuan. Keduanya mungkin saja saling mendukung, tapi keduanya mempunyai sifat yang sebenarnya bertolak belakang. Yang satu bermain pada konteks rasio dan empiris sementara yang lain bermain pada konteks keimanan. Sementara keimanan bisa saja melanggar rasionalitas dan empirisitas, dan begitu juga sebaliknya.

    Ketika Theisme mencoba menjadi Ilmiah, theisme bisa menjerumuskan dirinya sendiri ketika konteks-konteks kitab suci justru bertentangan dengan penelitian ilmu pengetahuan. Saya ambil contoh saja Evolusi yang dibantah habis oleh HY demi mempromosikan konsep Penciptaan. Sementara evolusi justru diakui sebagai salah satu teori dlm ilmu pengetahuan yg sudah mendapat verifikasi dari berbagai bidang lain. Bantahan HY justru TIDAK menggunakan pola bantahan dlm ilmu pengetahuan (tesis-antitesis-sintesis) tetapi langsung mempromosikan bahwa manusia tidak berevolusi dan melalui penciptaan langsung.

    Bantahan dlm ilmu pengetahuan harus juga dengan cara ilmu pengetahuan dan bukan mempromosikan suatu konsep yang berasal dari agama yang tidak/belum teruji keilmiahannya.

    Pada titik inilah theisme yang mencoba berilmiah justru tidak bermain dlm konteks keilmiahan tetapi memakai konteks keagamaan untuk menjelaskan/membantah suatu teori ilmu pengetahuan. Apa itu memang yang ilmiah ? ;)

    Contoh lain, misalnya adalah konsepsi tata surya. Dalam agama, “kebenaran” soal konsepsi matahari-bumi itu adalah kebenaran “penafsiran”. Penafsiran yang dilakukan atas suatu teks kitab suci yang multi-interpretasi dan bisa mempunyai banyak maksud. Dan itu ditaklid butakan dan tidak diwacanakan/didebat oleh konsepsi lain yang bisa membantahnya. Sehingga justru ilmu pengetahuan yang membantah/membutikan kesalahan konsepsi kebenaran “penafsiran” dlm agama itu.

    Saya tidak anti pada Theisme yang Ilmiah, tetapi sifat dasarnya memang beda. Apa yang kita tahu bisa berbeda dengan apa yang kita percayai. Dan kalau itu BENAR TERJADI, maka apa yg kita lakukan ?


  101. ; ferre

    saya mengatakan bahwa saat ini sedang sepi debat itu bkn berarti hny mengacu pd diri anda, justru sebaliknya, saya ingin yg lain ikut brgabung

    prtama, saya akan katakan bahwa saya sm sekali tdk tahu, tdk mengenal dan jg tdk perduli sama HY yg anda sebut2 itu.. dan kukira saya pun tak akan trtarik untuk membaca atau menonton segala yg ‘menyempitkan’ cakrawala pemikiran saya.. katakan lah saya ini adalah salah satu skeptis ilmiah, skeptis doktrin, skeptis ke-ortodoks-an yg membabi-buta! tapi saya tdk skeptis pd modernitas krn bagi saya kemajuan itu ada baiknya jg.. tapi trlepas dr semua itu saya trmasuk yg paling mendukung nilai2 kemanusiaan manusia.. krn bagi saya itu lah yg paling penting, dan saya brdebat d sini krn saya melihat, bukan semata-mata menghujat, bahwa agama (apapun itu) telah kehilangan nilai2 intinya, bergeser k arah yg lbh menyerupai kebrutalan anarkis drpd instrumen untk penyembuhan jiwa dn menenangkan batin yg sehrsnya merupakan slh satu kegunaan drpd spiritualisme..

    tp saya tdk semata2 brbicara agama dlm konteks eksistensial, tp jg dlm konteks spiritual, krn bagi saya kita tdk mngkn menjd prcaya dn yakin tanpa kedua elemen itu; eksistensial dn spiritual.. yg satu mewakili keberadaannya d lihat dr kacamata pengalaman dn ke-ADA-an dn yg lain adalah konteks yg lbh internal, batin, keyakinan, pemujaan.. tapi sekali lg, kedua2nya sm pentingnya dn saling brhubungan..

    dlm konteks eksistensinya agama (apapun itu) sdh memainkan peranan yg sngt besar dn beragam dlm peradaban umat manusia; d samping sebagai pembawa kebaikan dn kerukunan, nyatanya agama jg slh satu elemen pembawa bencana dan malapetaka, konflik2, dsb.. kita hrs mengakui kebobrokan kita sendiri sblm mengoreksi kebobrokan orng lain, bukan? oleh krn itu saya menekankan untk selalu kembali k kesadaran manusiawi anda sekalian sblm brbicara mengenai apa yg bnr dn apa yg slh, apa yg baik dn apa yg jahat..

    dan dlm menilai agama, spt yg d katakan william james, bahwa ada penilaian eksistensial dn ada pula penilaian spiritual.. dan sehrsnya dlm menilai pengaruh agama trhadap manusia sehingga menimbulkan kecenderungan manusia untk beragama itu yg paling tepat adalah melalui penilaian spiritual/ penghakiman spiritual, d mana itu berarti menilai kualitas keagamaan seseorang semata2 pada keyakinan diriny secara individu, bebas, merdeka.. dlm penilaian spiritual akan d temukan kenapa seseorang begitu yakin akan agama trtentu dn sangt memuja agama trtentu, bkn hny itu, mereka bahkan rela brkorban dengan alasan2 pribadi yg sngt intim brhub dgn agamanya.. d sana lah letak aspek2 spiritual yg otentik pada individu.. sedangkan penilaian eksistensial adalah bahwa yg d nilai adalah keberadaan agama itu, d mana keberadaan tiap agama tak prnh ada yg trlepas dr konflik2, baik itu konfilk2 antar golongan trtentu, ajaran2 trtentu, bahkan sampai menimbulkan kerusakan dn kehancuran manusia.. itu adalah melihat agama dr kaca mata eksistensinya/ keberadaannya..

    maka, kenapa kita menganggap agama sebagai sesuatu yg begitu sederhana? causa prima? dan tetek bengek lainnnya yg cenderung menyederhanakan itu? d samping berhubungan dgn perasaan, agama jg brhubungan dgn eksistensi menyeluruh drpd setiap umatnya; pengalaman2 beragama yg brbeda jg akan menimbulkan pemahaman2 yg brbeda pula.. tapi kualitas seseorang dlm beragama itu dpt diukur dn sehrsnya akibat2 dr kualitas2 keagamaan seseorang pun dpt trlihat, trpancar, dn trbaca oleh kehidupan! jd sehrsnya tdk ada peperangan antar agama, pengerusakan, dn anarki2 itu, bukan?

    jadi akan kukatakan bahwa bukan setiap orng beragama itu buruk, tdk baik, suka brperang, malah sebaliknya; banyk dr mereka yg mengajarkan kebaikan dan kerukunan hidup brsama yg akhirnya brimbas pada kemajuan dlm bidang kemanusiaan kita.. tapi akan kukatakan pula bahwa bukan setiap atheis itu buruk, selalu melecehkan, dan penuh ‘dosa’.. nyatanya bnyk orng yg tak beragama atau yg beragama setengah2 turut menyumbangkan kebaikan bersama dn mendorong kerukunan antar sesama..

    jd sebaiknya kita sembari tetap mengakui eksistensi agama sebagai sesuatu yg relatif; ada yg baik dn ada yg cenderung ‘merusak’, krn semua selalu trgantung kepada siapa yg menganut; apakah orng2 itu memang ckp BRTANGGUNG JAWAB? dan kenyataan yg ada tdk dpt d bantah, bukan? kemudian kita jg prcaya bahwa agama tdk hny ADA tp jg memliki pengaruh dn pengaruh itu trletak pada kualitas spiritual setiap theis.. sehrsnya pengaruh yg baik akan melahirkan akibat yg baik, pengaruh buruk akan melahirkan akibat buruk; ini bkn semata prsoalan agama, bkn? apa ada bagian dr hidup ini yg trlepas dr kedua aspek itu?

    jadi skrng coba lupakan apa yg anda pelajari mengenai segala ISI, ESENSI dan ke’mutlak’an agama menurut brbagai versi, dan kembali lah pada kenyataan bahwa yg lebih penting drpd segala isi, esensi, keagungan suatu agama adalah HASIL-HASIL dr agama itu sendiri. apakah hasil2nya itu baik, mencerminkan kebaikan dan keagungan? atau sebaliknya; merusak, penuh konflik, penuh rasa cemburu, korupsi2, usaha2 pemerkaya diri sendiri, doktrin2 yg membodohi, menyesatkan, dan sebagainya? dan untuk melihat semua itu tentu memerlukan JARAK, bukan? dan satu2nya jarak yg dpt d percaya (setau saya) adalah dirimu sendiri, kemanusiaanmu; d mana kamu rela melepas segala doktrin yg melekat pd dirimu dn kemudian memeriksa kembali; apa ada dari doktrin2 itu yg mengKERDILkan kemanusiaanmu? apakah yg trjadi di sekelilingmu? jadi jgn hny duduk d dpn meja belajarmu dn membaca teori2 dn’kebenaran-kebenaran’ baru kemudian membuang begitu saja kebenaran yg sedang brlangsung d sekelilingmu, bahkan pada detik itu!

    saya taka akan brdebat lg soal agama. katakan lah dlm diri saya trdapat dua mahluk yg mempunyai dua sudut pandang yg brbeda; yg satu menyukai agama dn yg lain tdk, tapi toh apa pentingnya semua itu? kedua mahluk itu msh hidup brsama d tempat yg sama, maka sebaiknya mereka hidup rukun bukan? hidup rukun sampai tubuh yg menaungi keduanya ini kemudian membusuk dan mati! ini analogy yg sdkt mirip dgn kehidupan manusia2 d dunia, bukan? jadi selama kita hidup jgn lah trlalu sibuk dgn segala ‘kulit’ yg ada, tapi lihat lah isinya; segala yg ada d dalamnya baik itu kebaikan ataupun kebobrokannya!

    terakhir adalah KESADARAN! ya, kesadaran kita adalah batasnya, meskipun dunia bawah sadar tetap brlangsung, tapi selalu kembali lah pada kesadaranmu!

    ya uda, saat ini aku akan bnr2 mengatakan ’sayonara ferre’.. salam untuk theis dn jg salam untuk atheis.. tapi saya tdk ingin brteman pd siapa pun dr kalian.. sayonara~!


  102. ass.wb. . .

    bgini lo yach mas2 n mbak2 yg mngku atheis. . .
    sy ingin brtnya.

    sypkah yg mmbuat adam dr tanah???jk anda cnderung k mnusia prba yg mnjdi asal-usul manusia,brrti anda bkn atheis,mlainkan darwinisme.sbab tdk mngkn mnusia itu brsal dr mnyet????mank’a klian maw d smkan dgn mnyet?????

    sypkah yg mnylamatkan nuh dr bnjir bsar???
    sypkah yg mndinginkan api ktka api mnjlati tbuh ibrahim????
    sypkah yg tlah mmblah laut merah,sehingga musa dan kaumnya slamat dr kjran firaun????
    sypkah yg tlah mngangkat isa almasih k langit dn mmbrikanny6a kdudukan d dunia n di akhrat???
    sypkah????sypkah, yg tlah menaikkan muhammad dr lngit prtma smpai sidratul muntaha[mi'raj]dlm wktu kedipan mata????

    Dia lah Allah,than pncpta alam.

    “lhatlah k langit,apkah trdapat ccat????

    klian blg alien itu ada?????
    ssungguhnya klian itu tlah trjbak olh tpu daya stan.ssngghnya stan itu dpt mnyrupai dlm bntuk apa sja.
    knp hrus d meksiko???
    krn d mnrut stan,amerika itu tmpatnya mksiat.moral dn akhlak merka sdah jatuh drjatnya.jd stan lbh mdah mnipunya untuk lbh jauh dr thannya.

    mngkn jg sperti anda yg kaum atheis. . .

    Wassalam. . .


  103. ass wb.

    sri neh pgn bdebat ge.

    “jk kmu mlhat tuhan hnya dgn mta ssngguhnya qm tdk akan buta.”

    “jk kmu mndngar tuhan hnya dgn tlingamu,niscya qm akan tuli.”

    “jk kmu mnyntuh than dgn tgnmu,ssngguhnya skali2 qm tdk akn mmpu.”

    sbab,than itu bsa dlhat,d dngar,dan d sntuh hnya dgn hati.

    kita kritik agama msing2,bkn brmksud mnjlek2an agma n kprcyaan org nih.

    kristen: “apkah than itu prlu menete???sdngkan apkah qm thu bhwa yg qm smbah itu adl isa almasih yg msh mnjdi nabi Allah jg???ssngghnya yg d slib itu bkn nbi isa,mlainkan yudas iskariot,yg tlah d mripkan Wjahnya dgn isa oleh Allah swt.

    wassalam.

    _IM STILL THE BROKEN BOY_


  104. siapakah kmu ‘manson selular’ ?

    siapakah, siapakah, siapakah.. apa yg sbnrnya anda mksd dgn semua ’siapa’ itu?

    tentu akan ada begitu bnyk versi klo saya menanyakan siapa ‘manson selular’ itu, bukan?

    anda mengatakan bahwa yg d salib itu bkn tuhan kristiani melainkan yudas, bahkan yg katanya sdh d mirip-wajah kan, dan saya akan tanyakan versi siapa kah itu? dan apakah perubahan versi itu pada akhirnya begitu penting bagi anda?

    begini, agama itu prsoalan yg sngt kompleks, theis maupun atheis pun adalah individu2 yg kompleks pula, jd jgn mengambil kesimpulan2 yg cenderung menyederhanakan.. bahkan saran saya; bahkan jgn mencoba mencari jawab pada hal2 yg bahkan kita sendiri msh meragukannya, tapi klo anda yakin dgn jawaban itu, maka brtekad lah untuk tidak goyah menggenggam keyakinan itu.. tapi jangan sampai anda lupa bahwa meskipun anda meyakini sesuatu sebagai bnr2 absolut, d luar sana msh ada orng2 yg memegang beragam keyakinan yg brbeda; yg tak serupa dgn keyakinan anda, yg tak sama.. dan klo begitu apa anda dpt memaksa mereka untuk serupa dgn anda, apa anda pikir anda dpt memaksa, apa anda pikir anda berhak untuk itu? dan yg terakhir, apakah memang perlu anda sampai memaksa demikian?

    saya bukan orng yg akan menekan anda pada sisi2 rasionalitas atau bukti2 empirik, dan saya bahkan tak akan membantah segala bentuk kepercayaan dan keyakinan anda! saya pikir (bagi saya) semua itu tidak penting dan hny pemborosan energi bila saya hrs brjuang hny untuk kepentingan2 spiritual yg bahkan msh bnyk yg blm saya pahami.. saya hny sadar bahwa d luar sana msh ada begitu bnyk manusia2 beragama d samping manusia2 yg skeptis trhadap agama, namun trlepas dr fakta2 itu, saya melihat bnyk jg manusia2 yg pada akhirnya trtindas, binasa, musnah, hanya krn hal2 yg brhubungan dgn agama dn jenis2 keyakinan lainnya; anda tdk seagama, tdk se-ras, tdk sama, maka anda adalah musuh! bknnya semua itu sngt konyol? skrng saya akan tanyakan; APANYA YG TIDAK SAMA ITU WAHAI MANUSIA? apa yg satu mirip kambing sedang yg lain mirip domba? atau apa yg satu menyala2 sedangkan yg lain begitu gelap? dan apakah kalian memang bnr2 mengharapkan kesamaan, keseragaman itu? manfaatnya apa semua itu bagi kalian?

    apa uang? apa kekuasaan?

    klo memang itu kenapa mesti berbelok begitu jauh sampai k persoalan2 yg sngt tdk relevan? klo uang kenapa mesti menindas demi uang? kenapa mesti brtopeng dn brpura2? kenapa mesti menjd suci dahulu? kenapa mesti brbohong?

    mencari, kalian semua pada dasarnya hny MENCARI! mencari, mencari, dan mencari! mencari demi diri kalian sendiri, mencari demi kebenaran kalian, demi harga diri kalian, demi kedamaian kalian, demi kehancuran kalian!

    selagi anda mencari anda tak akan prnh brhenti mencari! klo anda telah ‘menemukan’ maka anda akan brhenti, bukan? tapi brhenti itu artinya betul-betul BERHENTI! itu lah inti dari nilai SPIRITUAL SEJATI! d pemberhentian itu sehrsnya wkt anda untuk melihat semuanya secara lbh jls, anda diam, brjarak, menatap sekeliling, dan menyadari bnyk hal! anda tak prlu lg mencari, anda tak prlu lagi brtengkar, anda d rmh, d tmpt anda sendiri; berhenti, diam, tenang, melihat-lihat, menikmati.. d sana lah letak puncak dr gunung kesadaran anda; d mana anda telah melihat segenap prjalanan berliku yg t’lah anda lewati d lereng-lereng itu, yg ada d bawah kaki anda skrng.. anda diam, tenang, dan menyaksikan segalanya!

    tapi, puncak kesadaraan tiap orng itu BERBEDA! yg satu brdiri d puncak gunung A, yg satu d puncak gunung B, yg satu lg d puncak C!

    hanya ada SATU KESAMAAN! bahwa mereka semua t’lah berada d puncak! mereka tak lg mencari, tak lg mendaki, sama2 d puncak!

    maka, TIDAK ADA LG YG SALAH ATAU YG BENAR D PUNCAK GUNUNG KESADARAN ANDA KRN BAHKAN ANDA T’LAH MENYADARI SEGALA HAL MESKI SEMUA ITU HANYA LAH VERSI ANDA SEKALIAN!

    jgn takut untuk memegang teguh keyakinan pribadi anda, kekuatan individual anda, APAPUN itu, krn percaya lah bahwa nilai2 inti kemanusiaanmu akan menyadarkanmu untuk selalu brbuat yg trbaik bagi dirimu sendiri dn bagi sesamamu! itu lah kesamaan yg sehrsnya d sadari oleh setiap manusia, setiap individu; bahwa kita, apapun jenis dn keyakinannya, t’lah d berkahi energi kemanusiaan yg sama dn untuk tujuan2 yg sama pula

    saya kembali krn saya ingin~ sayonara


  105. di/pada Desember 21, 2007 pada 6:26 am | Balas manson selular

    yg sya mksdkan dsini adl sypakah yg mlakukan itu smwa klo bkn than. . .

    gni ze deh. . .
    smwa org psti mnglami kmatian tnp trkcuali. . .anda pun dmikian bkn???
    sya ykin kaum atheis jg mengilhaminya. . .

    dan apkah anda tahu sypkah yg mncptkan diri anda sndri????
    jk anda brbalik mnnyakan,”SIAPAKAH YANG MENCIPTAKAN TUHAN????”

    sya akn mnjwab tuhan tdk d ciptakan,krn sdah jlas bhwa dy maha pncipta,jd Dialah yg mncptakan anda juga. . .

    jika anda mengatakan,Tuhan adalah suatu bentuk ciptaan manusia yang sebenarnya merupakan suatu pokok aturan yang mengikat, agar manusia dan dunia tidak kacau, tertib, punya pedoman,dan selaras.
    Manusia awal sengaja menciptakan
    “Tuhan” dengan tujuan agar seluruh umat di muka bumi ini dapat hidup aman, selaras, tertib, dan selamat.

    jd bwat pa susah2 sholat,mnerjkan kbaikan klo pd akhrnya itu smwa adl sia2. . .


  106. saya akan mengalami kematian; sesuatu yg akan anda dan kita semua alami brsama.. saya prcaya akan hal itu krn memang d mana2 selalu ada kematian spt halnya kelahiran, bukan begitu?

    dan saya tidak pernah tahu siapa yg menciptakan diri saya selain dr suatu proses biologis antara sepasang anak manusia, prkawinan beda kelamin, tp proses biologis itu sendiri msh menyisakan bebrp prtanyaan dan misteri buat saya.. tp saya memutuskan untuk membiarkannya tetap menjd misteri krn saya tidak trtarik untuk mencari tau lbh jauh.. dan saya menyukai sisi kesederhanaan dlm hidup ini dan dalam cara manusia brpikir

    kalau memang kemungkinan spt itu ckp logis, maka manusia tdk hny mencipta ‘tuhan’ mereka demi kehdpan yg tentram dan tertib dan teratur, lbh dari itu, manusia menciptanya jg sbg ‘pengampun’ bagi diri mereka sendiri yg, t’lah jauh-jauh hari mereka sadari, kotor dan penuh dosa dan tak akan prnh luput dr dosa.. kenapa mesti mengatakan bahwa hari prtobatanmu akan datang yg seakan-akan hari prtobatan itu akan trus datang tak perduli berapa pun dosa dan betapa pun jahatnya dosa yg t’lah manusia lakukan; sederhana saja, kau brtobat maka dosamu akan terampuni! bknnya itu trlalu mudah? knapa tak ada yg mengira atau brtanya bahwa itu hanya dalih manusia untk selalu mengingkari prbuatan2 trcelanya? memang pada suatu ketika manusia akan mengakui prbuatannya dan menyesal, tp apa bisa perilaku spt itu d pandang semata-mata sebagai bagian dr sisi manusiawi manusia, bkn sisi keagamaan atau ketuhanan? bkn kah pd prinsipnya itu sama? cara kerjanya sama, prosesnya sama, dan hubungan2nya sama, jd kenapa mesti mencari subjek2 lain demi pembenaran yg pada dasarnya malah sulit untk d mengerti dan memiliki celah bagi kesalahan tafsir-awam!

    dan apakah anda mengharapkan imbalan selama anda melakukan kebaikan? apakah surga adalah harapan anda? bukan kah itu tdk adil bagi manusia2 yg melakukan kebaikan tanpa mengharapkan imbalan? kalau anda saja yg mengharap imbalan dpt msk surga krn segala kebaikan itu, bgmn dgn mereka2 yg tak mengharapkan imbalan dan bahkan tak peduli pd surga ataupun neraka? bkn kah semestinya mereka lebih mulia dr anda dan bukan kah klo begitu surga msh kurang untuk mereka? apakah anda dpt bilang yg spt ini adil? dan kalau hanya surga yg menjd tujuan hidup anda apakah nantinya anda mau menukar surga untuk kebaikan sesama anda? kalau hny anda sendiri yg msk surga apa anda senang? dr satu sisi mngkn anda begitu egois dan mengkhianati hidup anda bila hanya surga yg menjd tujuan anda! hidup ini menawarkan begitu banyak hal indah untuk anda tp anda malah tak memperdulikannya dan hari2 anda hny d isi oleh visi2 anda ttg surga! memang itu indah tp anda jg melewatkan segala yg indah yg d tawarkan kehdpan! apa anda menyadarinya?

    tp saya tdk brmaksud merubah sudut pandang atau cara pandang anda.. itu milik anda dan bukan hak saya memaksa anda memakai visi saya dlm menjalani hdp ini.. hanya saja, apapun yg kita lakukan, baik sadar mau tak kita sadari, memiliki konsekuensinya masing2.. dan, tugas manusia, tgs kita, adalah brtanggung jawab secara penuh pd setiap pilihan2 yg kita ambil.. bahkan saya prcaya bahwa setengah dr kepercayaan saya adalah salah dan setengah dr kepercayaan umum adalah salah.. maka saya tak akan menyimpan satu pun kebenaran yg tak bnr2 saya prcayai!

    dan soal sholat itu, klo anda merasa nyaman dgn segala rutinitas doa, dan dgn begitu tak nyaman bila tak melakukannya, maka saran saya; lakukan lah dgn baik itu semua krn itu baik bagi anda, bukan? memang sesederhana itu kan?

    terima kasih


  107. hai…hai….hai….
    Kalian ini kaum atheis masi memandang Tuhan itu diibaratkan dengan WC. Apabila kalian senang (kayak lagi makan enak misalnya) apakah kalian ingat Tuhan???? Non sense, ngga bakal. Begitu pun kalian yang hidupnya saat senang, apakah Tuhan terlintas di pikiran anda? Hmmm….jarang kali ya.

    Sekarang kalo kalian sedang sakit (sakit perut misalkan) yang diingat apa? Pasti anda akan segera ke WC atau mencari WC…..itulah fungsi Tuhan disaat manusia baru merasakan kesusahan, Tuhan baru diingat sama halnya dengan WC.

    Ingat bung!bencana di luar logika kayak gempa terjadi karena lempengan bumi bergerak akibat bergerak, gunung meletus karena ada desakan dari panas bumi, jadi bukan karena Tuhan tidak kasihan pada manusia atau jahat pada ummatnya. so itu salahnya manusia sendiri, kenapa mau tinggal di daerah rawan kayak gitu, kan uda diperingati sebelumnya.

    Bagi gua, Tuhan ada karena gua diberi anugerah untuk melihat ciptaan Tuhan yang tak berwujud, tidak seperti alien yang jelas2 rekayasa Amerika.


  108. di/pada Desember 29, 2007 pada 7:19 am | Balas manson selular

    saya paham apa yg kaum atheis pikirkan.kaum yg satu ini tidak mau memikirkan hal yg lebih jauh lagi.ia hanya memikirkan apa yg terdapat di depan mata saja.ibarat jika kita tau teori tapi tidak pernah praktek.
    jadi kesimpulannya kaum atheis ingin memikirkan hal yg logis2 saja [kasat mata].
    tapi kaum yg satu ini trmasuk kaum yg berpikir akan dunianya saja.

    trims


  109. ;ikbal

    namun prsoalan mendua bukan semata-mata ada pada kaum atheis, malah saya kira kaum atheis itu sdh tak peduli lg dgn perihal pencarian spti itu; pencarian akan tempat pembuangan yg anda konotasikan tuhan sbg WC untk membuang segala sampah kesialan manusia d mana hny pada saat sakit, trsiksa dan sengsara sj manusia menghadap pada tuhannya.. klo atheis itu tak brtuhan lalu mereka menghadap pada siapa? dan soal sikap mendua malah lbh dpt d kenakan pada mereka2 yg theis yg pada pengalaman ajarannya sm sekali tak sesuai, absurd, dan sama sekali brtolak belakang.. saya menemukan bebrp theis, bahkan sngt berlimpah, yg menjalani hidup sngt jauh brbeda dgn sikap ketuhanannya, d mana hdp yg d jalani kenyataannya penuh dgn foya2, hura2, dan sngt matrelialistis! meski tak d pungkiri ini pun bkn semata prsoalan spiritual namun jg gaya hdp, tapi bukan kah seduanya sehrsnya tak dpt d pisahkan?

    dalam bebrp kasus seorang atheis menjadi atheis krn kemuakan akan bnyknya sifat mendua kaum theis dlm menjalani kehidupannya.. maka yg atheis merasa drpd trus2an mendua yg jg dpt d konotasikan sbg sifat munafik dan bnyk kepura2an, mereka akhirnya memilih sepenuhnya brpaling dr segala bentuk prsoalanan ketuhanan.. jadi saya ckp heran kenapa anda msh saja mengaitkan atheisme dgn ketuhanan spt yg anda katakan d awal tulisan anda itu

    dan soal bencana yg anda tuliskan itu saya melihatnya ckp aneh.. bkn kah pandangan anda soal itu lbh mirip pandangan seorang atheis? krn seorang yg relijius biasanya membaca sebuah bencana sebagai akibat dr dosa manusia dlm hubungannya dgn tuhannya.. tapi anda malah mengatakan bahwa bencana adalah akibat manusia salah memilih tmpt untk tinggal! memang prnyataan itu logis hny saja yg spt itu bknnya lebih mirip pandangan kaum atheis?

    dan pada bagian akhir anda mengatakan anda d beri anugerah untk melihat ciptaan tuhan yg tdk brwujud.. klo bisa saya mengharapkan sesuatu yg lbh deskriptif drpd sekedar ‘melihat sesuatu yg tdk brwujud’ yg notabene sngt spekulatif dan membingungkan.. apakah yg anda mksd itu bakat alami? atau karunia? tapi bakat dan karunia pun sptnya memiliki makna yg sama


  110. ; manson selular

    dan bukannya anda brdoa untuk kepentingan anda sendiri? untuk keselamatan anda dan untuk prtobatan anda?


  111. di/pada Januari 7, 2008 pada 4:22 am | Balas manson selular

    yaealah buat diri saya sendiri.tp sypakah yg mengabulkan doa saya itu jika bkn tuhan saya. . .apa mngkin kucing.


  112. @ b

    sejak awal motivasi anda, sebagaimana yang anda sampaikan di atas, bukan benar-benar untuk mencari secara mendalam kebenaran tentang Tuhan ini. Tapi untuk tetap membiarkannya menjadi sebuah misteri yang mungkin anda buktikan sendiri ketika sudah mati.

    @ Pyrrho

    Saya kurang sependapat dengan asumsi dasar tentang agama=masalah kepercayaan dan ilmu=masalah pengetahuan. Karena berdasarkan yang saya pahmi, orang baru akan benar-benar bisa memahami islam jika dia BERPIKIR DAN BERPENGETAHUAN.
    Contoh Nabi Ibrahim, Nabi Muhammad, dsb menunjukkan bahwa perjalanan DEEP THINKING mereka dalam memahami semesta membawa kepada kesimpulan mestilah ADA TUHAN PENCIPTA PENGUASA ALAM. Sampai akhirnya mereka mendapat wahyu itu.
    Demikian pula di banyak ayat, salah satunya Q.S 17:36, Allah justru melaknat orang-orang yang tidak berpikir dan tidak berpengetahuan.
    Hal yang sama sangat mudah kita jumpai dalam kenyataan empiris. Bahwa kita tidak akan mau benar-benar percaya jika kita tidak tahu. Kita mau mengikuti apa kata Presiden, karena kita tahu benar bahwa dialah yang menjadi komandan di negara kita. Kalau ada orang yang tidak tahu tentang dia, otomatis dia tidak akan mau disuruh-suruh, menghormat, dan sebagainya. Karena TIDAK TAHU.
    Jadi, dikotomi yang anda sampaikan itu, menurut saya, tidak memiliki pendasaran baik logis, empiris maupun nash AQ.

    Tentang evolusi-nya Harun Yahya. Betul yang anda sampaikan, dan saya juga masih kritis. Artinya, tidak karena HY berusaha membuktikan Islam itu demikian akhirnya saya ikuti semua pendapatnya secara membabi buta. Memang secara ilmiah, penjelasan paling bisa diterima yang disertai bukti-bukti besar adalah teori evolusi. Tapi TEORI EVOLUSI hanya membuktikan BAHWA MANUSIA ADALAH HASIL EVOLUSI. Ia tidak membuktikan bahwa TUHAN TIDAK ADA. Ini batasan masalah yang berbeda.

    Teori ini biasanya dipertentangkan dengan DALIL YANG SECARA TEKSTUAL tertulis dalam AQ Q.S al-Baqarah tentang Penciptaan Adam manusia pertama. Menurut saya, persoalan ini berkaitan dengan ‘penafsiran terhadap Adam Sebagai Manusia Pertama’ itu sendiri. karena ada perbedaan asumsi tentang HAKEKAT MANUSIA menurut pengertian biologi dan sejarah dengan HAKEKAT MANUSIA menurut yang seharusnya. Ingat, Biologi hanya mendefinisikan manusia secara fisiologis semata.

    Terima Kasih,


  113. ;ferre

    ya, mngkn sngt tepat apa yg anda perkirakan itu.. saya memang dgn sengaja memberi ruang, meski mngkn tdk bnyk, untk menempatkan misteri sebagai slh satu bagian dr pemahaman relijius saya.. saya tetap berkeyakinan bahwa sepandai2nya saya, dlm asumsi bahwa saya bnr2 dgn serius untuk menjadi pandai, cerdas, dlm hal apapun trmasuk dlm hal ketuhanan, namun saya tetap merasa tidak dapat, katakanlah, meraih pemahaman yg sempurna atau mutlak soal ketuhanan, baik itu tuhan pribadi saya maupun tuhan secara universal.. maka pada akhirnya saya percaya bahwa pemahaman saya pribadi soal itu dpt d bilang kurang memadai.. tapi, saya jg memiliki bebrp keraguan trhadap pandangan2 umum soal ketuhanan, bahkan ketuhanan yg mereka anggap sbg universal dan mutlak itu.. tp saya bkn brmksd menghujat atau apa.. ini sehrsnya d bedakan! krn mngkn setiap orng dpt melihat pandangan setiap orng yg lain dgn cara yg sama spt mereka melihat dirinya sendiri memandang sesuatu; krn pandangan atau visi itu nyatanya bisa jd sngt prsonal dan subyektif dan jg sngt brhubungan erat dgn pengalaman empiris, maka sehrsnya semua prbedaan yg ada d hargai sebagai mana adanya..

    tapi anda keliru soal yg terakhir itu. bahwa saya ingin atau brmksd membuktikan kebenaran segalanya pada saat saya mati itu sngt tdk benar dan dlm satu sisi saya melihatnya sbg suatu prkiraan yg mengada-ada dan kekanak-kanakan.. meski saya tak brmksd mengagung2kan logika atau rasionalitas, saya menganggap bahwa kematian itu sendiri adalah sebuah misteri, bkn spt yg seolah-olah anda mksdkan itu bahwa ketika saya mati saya dpt melihat segalanya dan melakukan sebuah pembuktian.. bahkan menurut saya kemngknan spt itu sngt tipis.. sekali lagi bahwa bagi saya kematian itu sendiri jg merupakan misteri yg lain jd saya dpt mengatakan bahwa anda agak menyimpang dlm memahami pemikiran saya..

    o ya, klo boleh tau apa yg telah anda temukan soal ketuhanan atau prsoalan2 relijius itu? krn tampaknya anda telah btl2 serius mencari soal kebenaran itu jd saya kira saya dpt melihat sdkt pandangan anda soal itu.. tp itu jg trserah anda krn bagi saya kebenaran macam apapun boleh.. saya hanya merasa trhibur ketika menyaksikan atau mendengar buah2 pemikiran manusia, entah itu saya setujui atau tdk dlm tingkatan personal, tp saya akan selalu menghargai pandangan apapun..

    mm.. saya ingin menanggapi sdkt soal komentar anda yg anda tujukan pada yg lain;

    “Kita mau mengikuti apa kata Presiden, karena kita tahu benar bahwa dialah yang menjadi komandan di negara kita.”

    saya kira bnyk jg d antara rakyat ini yg sbnrnya tdk begitu ingin mengikuti presidennya atau pemimpinnya.. ada, pasti ada golongan trtentu itu yg tdk selaras dgn kebijakan pemimpinnya dan oleh krn itu d dlm hati kcl mereka sbnrnya tdk sudi d pimpin atau d suruh2 oleh orng yg memimpin itu.. anda pasti lah bkn pengamat hidup yg baik bila anda menyangkal kebenaran semacam itu.. d negara mana pun ada, percaya lah! dan bila anda mengkonotasikan ini pada persoalan agama atau ketuhanan maka saya jg akan mengatakan bahwa ada golongan2 yg tdk sudi d pimpin oleh tuhannya itu.. jd jgn trlalu naif mengatakan bahwa pemimpin itu selalu hrs d ikuti! tau atau tdk tau kita mengenai pemimpin itu tetap lah hak kita untk mengikutinya atau tdk.. bukan begitu? dan saya katakan bahwa ini adalah pemahaman yg logis dan jg empiris dlm satu sisi..

    dan yg lain;

    “Ingat, Biologi hanya mendefinisikan manusia secara fisiologis semata.”

    memang biologi sptnya hny mencakup prsoalan fisiologis, namun bila kita menarik garis pada keseluruhan proses kehidupan manusia, manusia mana pun, maka kita hny akan mendptkan pembuktian yg paling jls melalui pembuktian fisiologis, dan segala pemahaman evolusi mahluk hidup (tak hny manusia) selalu kembali pada kajian2 fisiologis.. jd misal manusia semata-mata memiliki pemahaman hny sebatas evolusi dlm konteks fisiologis apa itu salah? atau memang ada keharusan semenjak setiap manusia d lahirkan bahwa dirinya hrs memahami asal mula kehidupan secara universal itu? apakah manusia yg memiliki pemahaman trbatas lantaran menjadi pendosa otomatis? apa anda percaya orng miskin d pinggir2 jalan yg katakan lah tak memiliki pemahaman teologis secanggih anda atau keimanan sekuat anda, bahkan tak prnh tau soal adanya kehidupan setelah kematian lantaran mereka yatim dan tak mampu mengenyam pendidikan itu berarti secara otomatis tdk layak menghuni kerajaan surga? apakah secara otomatis mereka pendosa krn tdk mengenal tuhan spt yg anda kenal, spt yg kita semua kenal?

    saya hny ingin kita semua kembali.. hny kembali.. =)


  114. di/pada Januari 13, 2008 pada 3:24 pm | Balas manson selular

    apkah anda tdk tkut msk nraka dgn mnjadi atheis sprti ini. . .


  115. ;manson selular

    ijinkan saya mengulang lagi kata-kata saya; bahwa saya bukan lah atheis spt yg anda mksd itu.. saya bukan lah orang yg menentang ajaran agama atau segala jenis ketuhanan. tapi saya memiliki tatanan kepercayaan saya sendiri yg saya pikir sm sekali tdk ada hub-nya dgn atheisme atau hal2 semacam itu.. saya hny lah orang yg mencoba untk mengambil jarak bagi diriku sendiri untk melihat kembali pada bnyk hal yg ada, yg trjadi. karena saya prcaya hny dgn jalan pengambilan jarak dan menjd obyektif dlm memandang brbagai prsoalan saja manusia akhirnya dpt menangkap makna yg mngkn trkandung dlm prsoalan2 itu.. namun sekali lg saya katakan meski saya t’lah, katakan lah, mencoba dgn segenap daya yg saya miliki saya tetap melihat bahwa prsoalan relijius itu pada dasarnya adalah sesuatu yg kompleks dan tdk dpt d pahami hny dgn mempersoalkan prkara benar dan salah saja dr rangkainan tindakan2 yg manusia lakukan, karena saya kira segala tatanan sistem brtindak beserta segala bentuk konsekuensi tindakan2 manusia itu hny lah satu pola atau satu bentuk saja dari brbagai bentuk tindakan yg katakan lah ‘alami’ dr susunan atau rangkaian suatu sistem yg jauh lbh kompleks, ambil lah contoh sbg alam semesta atau alam tmpt kita hdp itu saja.. apakah anda dpt memahami segala yg ada d dunia ini tanpa trkecuali? klo tdk kenapa anda merasa dpt memahami apa yg ada d luar kuasa alam yg kasat mata yg katakan lah hal-hal magis beserta segala mitologi, baik itu mitologi yg brhub dgn relijiusitas maupun mitologi yg hny dpt d tafsirkan sbg dongeng2 rakyat biasa.. kenapa sbg manusia, bahkan katakan lah seorang nabi, manusia merasa dirinya dpt menyingkap suatu kebenaran mutlak dr brbagai rangkaian semesta yg sehrsnya begitu luar biasa luas dan kompleksnya ke dlm teori2 yg katakan lah sngt menyederhanakan dlm satu sisi.. dan ijinkan saya menceritakan sdkt pengalaman empiris saya dlm menyingkap makna yg trkandung dlm kata-kata yg baru-baru ini saya baca.. saya sbg manusia pun mestinya brhak untk mengkritisi spt halnya anda, bukan? dan itu adalah bahwa saya t’lah membaca satu prnyataan ‘relijius’ bahwa; isa yg katakan lah sbg nabi umat kristiani itu datang (d datangkan) k dunia ini untk memurnikan ajaran2 musa (itu berarti musa ada trlebih dahulu drpd isa) dan kemudian muhammad yg katakan lah nabi umat islam datang untk memurnikan ajaran isa (itu berarti muhammad datang stlh isa), dan d sana d katakan bahwa datangnya muhammad adalah menandai akhir dr prjalanan kenabian yg oleh krn itu tdk akan ada lg nabi2 lain stlh itu dn itu berarti kebenaran2 relijius tlah d akui kemutlakannya dan kemurniannya pd saat itu jg! tapi saya serta merta brpikir kenapa mesti berakhir sampai d situ? apakah kehidupan manusia hny sampai d situ saja? bukan kah ajaran2 itu brasal drpd kehidupan dan bersumber pula dr kehidupan, dan selagi kehidupan msh brjalan bukankah berarti ajaran2 msh mngkn akan trus brmunculan untk menafsirkan makna drpd kehidupan itu sendiri? kenapa mesti berhenti sampai d situ? dan klo pun misal ada, katakan lah, ‘utusan2 lain dr surga’ masa serta merta semua itu salah/ d haramkan? siapa yg akan mengatakan bahwa itu salah, aiP yg berhak menurut anda? kenapa tdk boleh ada ajaran2 yg lain? bukan kah kenyataan spt itu trmasuk absurd dr satu sisi? dan kenyataan ini tlah brlangsung d negara ini krn semata2 keengganan kita untk menerima kehidupan sbg suatu tmpt bagi keberadaan kemanusiaan drpd kehidupan itu sendiri sbg karunia dr langit dan untk langit.. saya brpendapat bahwa hidup ini adalah milik kehidupan, milik manusia dan semua ‘kerabat’ mahluk hidupnya yg lain, dan oleh krn itu hak setiap manusia untk membela kehidupan sbg satu2nya kewajiban wajar kemanusiaan.. dan dlm hal ini saya msh memaknai salah satu fungsi drpd agama yg mana adalah untk membantu manusia untk memaknai kehidupannya dgn lbh baik.. bila agama tlah d maknai selaras dgn kehidupan saya yakin bahwa atheisme itu sendiri tak akan prnh ada dan tak akan prnh d rasakan mengancam eksistensi drpd agama.. krn saya yakin atheis itu berasal dr theis krn pd tahapan awal saya yakin bahwa agama msh d anggap sbg nilai2 yg suci dan luhur, namun penyimpangan akhirnya trjadi krn kesucian itu hny trletak pada ajarannya belaka bkn pada amalannya dlm kehidupan sehari2.. katakan lah semua itu sbg perilaku2 munafik dan dlm satu sisi merusak meski nyatanya bnyk sekali individu theis yg tak memiliki kesadaran akan keberadaan sifat2 merusak drpd perilaku2 dan sifat2 kontradiktif dr pengamalan keagamaan itu.. tapi saya juga menyadari bahwa ada yg lebih penting drpd mengkritisi sifat kontradiktif drpd para penganut agama itu, yakni sifat kita sebagai manusia untk kembali kepada kemanusiaan kita trlebih dahulu sblm kemudian mulai menentukan kiranya mana instrumen batin yg paling d butuhkan sbg pedoman untk memelihara kemanusiaan kita.. adalah sesuatu yg trbalik atau senagaj d balik dr pemahaman manusia soal ketuhanan; bahwa manusia berusaha memahami ketuhanan trlebih dahulu baru kemanusiaannya! bukan kah itu trdengar sngt aneh? dan dengan pemahaman yg hampir pasti bahwa saya prcaya theis yg anarkis adalah theis yg tak memiliki pemahaman kemanusiaan yg ckp memadai.. mereka itu menganggap ketuhanan lbh penting drpd kemanusiaan dan mereka yakin bahwa ketuhanan itu akan ‘membenarkan’ tindakan mereka yg dlm satu sisi dpt d katakan memusuhi kemanusiaan.. dan adalah baik bukan klo manusia spt itu akhirnya kembali lg kepada kemanusiaannya dgn tdk meninggalkan rasa ketuhanannya.. saya dr awal sm sekali tdk memiliki tujuan apalagi harapan seseorang atau siapapun supaya menanggalkan relijiusitasnya.. tidak! itu sama sekali salah! dr awal saya hanya ingin manusia kembali pada kemanusiaannya.. dan stlh kembali saya tdk akan lg mengkhawatirkan soal keberadaan salah tafsir yg demikian absurd soal ketuhanan yg ada.. dan saya melihat hny dgn kemurnia manusia dpt melihat kebenaran.. manusia yg kotor tdk dpt melihat dgn baik!

    baik lah! saya kira saya sdh menyampaikan segala yg ada d dlm kepala saya dan jg apa yg ada d dlm hati.. saya kira tak ada lg yg trsisa untk d sampaikan dan saya akan brpamian untk yg trakhir kalinya.. trima kasih dan sayonara!


  116. Pendapat saya pribadi soal TUHAN:kalau Isa Almasih atau Yesus sih ada/pernah hidup dan mati disalib,kalau saya sih ada karena AYAH dan IBU saya dan bukan dari TUHAN !kalau Bencana ya karena Alam meskipun juga ada yang karena ulah manusia(Banjir karena penggundulan hutan dst),kalau anda2 mau menganggap karena TUHAN/ALLAH ya silahkan saja,kan kita/kalian juga tidak bisa buktiin,asal jangan POKOKNYA dan merasa PALING BENAR sendiri,mau nyembah Berhala atau apa adalah HAK ASASI seseorang demikian juga mau ATHEIS.kalau mau gampangnya ya karena ALLAH(DILUAR KEMAMPUAN KITA)dan yang PENTING AGAMA mengajarkan KEBAIKAN dan DAMAI di DUNIA,cuma ulah MANUSIA saja yang MEMELINTIR AGAMA demi KEPENTINGANnya,SEBAB dan AKIBAT itulah yang BENAR ! Trims bagi yang menanggapinya(SETUJU/TIDAK).


  117. di/pada Januari 28, 2008 pada 1:58 pm | Balas manson selular

    mdh2an syalah yg mengirim psan trkhir ini.krn mnurut sya tak ada pntingnya mmbhas hal2 yg tdk pnting tuk d bhas sprti ini.itu smwa trsrah anda yg mnjlaninya.kt pnya khidupan msing2.sypa yg mnuai dy plalah yg memetik hsilnya. . .

    ini smwa tdk da hbngannya sma skli dgn sya.olh krn itu sya akn mnutup sgla ucpanyg tdk msk akal ini. . .smga klian bs mngambil hkmahnya,bhwa d indonesia ini msh bnyak yg pnya keprcyaan yg lain.jd jgn sling megejek jika kt tdk mmpu mmbhagiakan ssma kta.trims wat tuan fertob yg sdh mmbuat website ini.sya yg berident manson selular mengucapkan bnyak2 trims krn sdah diizinkan mnampung smwa rubrik dn tulisan sya ini. . .

    *EMOI NVER DIE


  118. Sempat ragu juga sih untuk nulis di sini…

    Sejak kecil aku terlahir di keluarga yang taat beribadah.

    Aku tertarik dunia filsafat sejak kelas 2 SMA.

    Dari situ terusik keraguan akan agama…
    Muncul ke…
    ????


  119. Lanjutin yang tadi ah…

    skeptis tentang agama???
    bisa dibilang seperti itu.

    palagi aku mempelajari filsafat lumayan dengan hati yang polos.

    aku tertegun ucapan freud…

    tertanya ucapan jefferson…

    dan filosof lainnya.!!!

    mungkin freud yang paling bisa dikatakan filosof tulen


  120. lanjutin lagi ah…

    mengapa freud…???

    karena punya otak cemerlang dan keberanian yang sangat.

    saya juga sering tertegun filosof-filosof yang lain, hanya ketika dia memasukkan kata “agama” dalam ceritanya, sepertinya dia langsung masuk kategori bodoh

    meskipun tidak sebodoh-bodohnya, tapi bodoh dalam “?”

    bicara masalah atheis, teringat sebuah Roman Karya Achdiat K. Mihardja…

    Intinya, Atheis benar-benar menggunakan akal sehat…
    sedangkan agamis hanya hati nurani yang mungkin terdapat keragu-raguan…

    Karna ini masalah yang sakral, jadi saya tidak mau membahas terlalu dalam…

    namun apapun itu, kembali ke keyakinan masing-masing…

    hanya saja saya tetap berpendapat bahwa apapun di dunia ini memiliki sifat “Relatif” kalau Einstein berkata.
    Jadi, ketika ada hal yang dianggap Statis, maka dari sudut pandang mana dulu bisa dikatakan statis.

    Apabila membahas agama, tentu orang beragama mengatakan bahwa agama adalah mutlak benar…dengan firman Tuhan-nya…dengan kitab sucinya…dengan aturan-aturannya…???

    tapi ketika masuk ke dunia filsafat, tentu saja bahwa hal itu bisa dibantah…karena banyak hal yang tidak masuk akal.
    sebagai contoh dalam islam mungkin cerita para nabi-nya, mukjizat dan sebagainya. nasrani, yahudi dan lainnya pasti juga punya cerita tersendiri…

    Jadi apalah arti sebuah agama???

    Yang penting, Bagaimana kita mampu menyelamatkan Dunia ini dari kehancuran…

    Kehancuran akibat manusia itu sendiri tentu saja.

    Wahai Ummat manusia di seluruh dunia, Let’s save our earth…!!! selamatkan dengan akal sehat kita!!!
    Jangan cuma bisa berdo’a lewat agamu kepada Tuhanmu!!!
    Pikirkanlah solusi yang tepat dan jitu!!!


  121. wah,kepala saya cukup pusing membaca pendapat masing2 kalian. kebanyakan dari kalian (terutama yang rajin komentar) menurut saya hanya berusaha menjadi yang paling benar, antara atheis maupun theis.
    saya pribadi mengatakan atheis maupun theis, semuanya adalah hak masing2 pribadi, tidak ada yang lebih baik. banyak yang theis tapi bertindak bertolak belakang dgn ajaran agamanya, dan yang atheis menggunakan “atheisnya” untuk melakukan segala sesuatu yang ingin dia inginkan walaupun dia tau itu salah.
    saya sendiri memiliki kepercayaan, dan menurut saya seseorang akan percaya bahwa Tuhan itu ada saat Tuhan sendiri yang menjamahnya. kita tidak akan bisa mengerti bagaimana hal itu bisa terjadi, saya pun tidak dapat menjelaskannya, tetapi anda akan bisa mengerti dan merasakan apabila Tuhan benar2 menjamah anda. saya pun mengalami itu, karena itu saya bisa mengatakannya. dan apa yang saya ucapkan tidak hanya menurut pemikiran saya, tetapi juga menurut pengetahuan dan pengalaman pribadi saya.
    saya hanya ingin memberikan komentar saya, tanpa ada maksud apapun. terima kasih.


  122. atheis atau theis memang hak. Tapi menyuarakan kebenaran juga adalah hak.

    Setiap orang yang punya keyakinan pasti merasa keyakinannya paling benar. Kalo gak mana bisa yakin???

    Yakin sendri terkait dengan agama. Dalam Islam (karena saya Muslim) memeperjuangkan keyakinan adalah kewajiban.

    Begini saja….1
    Kalo atheis merasa bahwa agama nonsens… mohon BIKIN SATU AYAT SAJA SERUPA AL-QUR’AN. Kata Tuhan sy yang firman-Nya termaktub dalam al-Qur’an seh gitu… supaya orang2 yang sok pintar (bungkus doang) semakin yakin kebenaran al-Qur’an, sekaligus Islam sebagai satu2nya agama yang HAQ di muka bumi ini.

    Begini saja….2
    Filosof kan sangat mengagungkan logika dan akal pikirnya. Mbok ya diberitahu donk akal itu letaknya dimana????
    OTAK??? LHA ORANG IDIOT JUGA PUNYA OTAK, TAPI GAK BERHAK DISEBUT FILOSOF.

    LALU DIMANA????

    KALO NYARI AKAL AJA GAK BISA… GAK USAH SOK-SOK AN NYARI TUHAN… PAKAI AKAL LO YANG KAGAK JELAS KEBERADAANNYA ITU.


  123. @ abu zein :

    komentar anda sudah menyatakan isi otak anda… :lol:


  124. @ abu zein

    Bukannya yg mencari tuhan itu anda? …bukannya atheis itu malah menjauhi tuhan?

    Tapi soal membuat ayat itu sbrnya bkn semata soal agama.. anggap saja segala dogma (tak harus agamis) adalah serupa ayat dlm agama: sesuatu yg harus anda ikuti, harus anda taati.. Tapi atheis pun memiliki ’sesuatu’ yg harus d taati atau d ikuti (seprangkat nilai).. krn selain nilai2 dalam suatu agama, jg ada nilai2 lain d luar itu, dan siapa yg akan bilang bahwa yg satu salah dan yg lain benar?

    Dan soal filosof… sebaiknya kita tdk perlu takut pada segala bentuk pemikiran filosofis.. bukannya sbnrnya segala bentuk pikiran filosofis adalah suatu pertanyaan sederhana akan segala hal, hal-hal yg sederhana.. Itu spt seorang anak mempertanyakan banyk hal krn murni keingin-tahuan, atau mngkn memang ada bnyk hal yg harus d pertanyakan..

    Dan bila kau tdk merasa perlu memprtanyakan segala sesuatunya, bahwa semuanya sdh terjawab, maka memang sebaiknya kau tdk prlu mencari.. lagipula mencari untk apa? Tapi meski begitu, kita harus mencoba untk menghargai pilihan2 orang lain.. bila ada yg begitu giat mencari jawab akan segala hal bahkan sampai ke wilayah ‘filosofis’, sehrsnya yg lain dpt menghargai..

    Sadar lah, masih banyak yg belum kau ketahui.. Dunia ini luas, bukan?

    Terima kasih.. Kenapa mesti kembali lg k sini?


  125. 4 brother Yofi
    eemm… kita (manusia) tidak selalu bisa menjudge Tuhan tidak ada karena Ia tidak adil (menyelamatkan yang satu dan menyengsarakan yang lain). kita, manusia diciptakan untuk saling membutuhkan. Tuhan tidak harus menampakkan wujudNya kesemua orang. Ia bisa saja ‘menampakkan wujudNya’ pada orang2 yang memberi,yang mengulurkan tangan,yang membantu sesama. mudah saja bagiNya untuk menampakkan Diri. tapi apa kita mampu?di al-Qur’an mengatakan bahwa nabi Ibrahim ingin melihat Allah secara langsung. ketika dikabulkan, Ibrahim langsung jatuh pingsan karena tidak mampu wajah Allah yang sebenarnya. karena itu Ia ‘menampakkannya’ pada banyak keajaiban di dunia ini.
    fakta bumi dan langit, kita yang masih bisa bernafas, etc…sebagai karunia dan patut disyukuri.
    fakta kematian…sebagai nasib yang telah ditentukan
    fakta kecelakaan,kelaparan,etc…sebagai cobaan yang masih bisa dihindari,sebagai alasan orang untuk bisa memberi.
    satu lagi. manusia di ciptakan bisa menjadi jahat dan baik.itu pilihan.bisa jadi si jahat bisa jadi baik pada akhirnya karena itu pilihannya.semua memang cobaan,spt yang Yofi tulis.ga ada yang mustahil bila Pencipta berkehendak.
    Tuhan memiliki perencanaan pada akhirnya…
    i still believe after life …
    2 be continue…


  126. di/pada Maret 3, 2008 pada 3:01 pm | Balas manson selular

    mati aja lo semuaaaaaaa. . . .dunia milik w. . .seorang. . . .


  127. di/pada Maret 3, 2008 pada 3:03 pm | Balas manson selular

    *SENSOR*. . .atheis go to hell. . .


  128. *mbaca komeng diatas*

    ada yg lagi ngerasain neraka :lol:


  129. btw dalam pengertian terntentu saya adalah penganut atheism, dan saya baik2 saja, hidup normal, baik dan taat pajak, so ndak masalah juga kan
    *maap bang pyrrho klo OOT*


  130. 2 Joyo………

    everybody has their own choices. i believe we can change.
    peace………


  131. Hohoho, tulisan yang bagus…
    Sayangnya, di Indonesia, tidak ada yang berani memproklamirkan dirinya Ateis.
    Karena juga Indonesia mengharuskan rakyatnya beragama.
    Apa yang terjadi kalau Indonesia melegalkan Ateis ya?


  132. [...] alat transportasi macam mobil, motor, pesawat, kapal bermesin dan lain sebagainya. Itu juga ciptaan atheis atheis Jepang, Korea, Cina, dan KAFIR™ KAFIR™ Barat yang antek Yahudi itu! Itu semua [...]


  133. di/pada Maret 30, 2008 pada 5:27 am | Balas meluvvioletbrown

    seru sekali melihat anda sekalian berdebat di sini…

    saya hanya ingin memberikan tanggapan…tidak lebih…apalagi memberikan kesimpulan yang terlalu menyederhanakan seperti yang biasa dilakukan oleh orang picik ataupun melakukan pembenaran akan pendapat diri sendiri yang biasa dilakukan orang yang “paling benar”..

    saya tak tahu bisa disebut atheis atau tidak…
    saya benar mengakui bahwa tuhan itu ada…
    namun, saya benar2 tak setuju bahwa karena kita percaya bahwa tuhan ada, maka kita akan memperoleh keselamatan…ada banyak orang yang merasa ber’tuhan’ lalu merasa dirinya paling benar dan dengan mudahnya menghina orang lain dengan pendapat yang berbeda..contohnya dapat dilihat pad perdebatan di atas yang sudah melegitimasi yang mana yang benar dan mana yang salah…

    menurut saya semua pihak punya pembenaran akan kepercayaannya sendiri, dan tak ada seorang pun yang lain yang berhak menyanggah kepercayaannya itu,, termasuk kepercayaan para atheisme yang dipandang bejat oleh para theisme…

    yang saya sangat sesalkan di sini adalah benyaknya para theisme yang merasa paling benar dan merasa pembenaran tersebut menyelamatkan mereka dar apa yan disebut dengan maut…

    saya hanya ingin minta tolong pada para theisme yang terhormat… bisakah kalian sedikit menghormati kepercayaan orang lain???
    Hal ini merupakan hak asasi mereka untuk mempunyai pendapat dan kepercayaan yang lain… jangan mengasihani mereka, karena kalian juga patut dikasihani, jangan menghakimi mereka, karena kalian juga akan dihakimi…

    Saya sangat setuju dengan salahsatu pendapat di atas yang mengatakan bahwa di sini kita hanya akan menuju puncak masing2..yang satu di puncak a, yang lain di puncak b, yang lainnya lagi di puncak c…

    jadi tolong, bisakah kita hidup dengan lebih berdampingan? menghargai pendapat yanglain seperti kita ingin pendapat kita dihargai…
    jika memang merasa ada yang salah dengan pendapat orang lain, bisakah kita saling mendengarkan dan memperdengarkan pendapat dengan lebih tulus?

    saya sangat kecewa dengan kalian para theisme yang berani dengan lantang mengatakan bahwa para atheisme adalah sesat dan akan masuk neraka…
    apakah kalian yakin tuhan juga akan mengampuni kalian karena kalian bersikap sebegitu kasarnya terhadap orang lain?
    tuhan sendiri maha kasih, Ia tak pernah menghujat atau merasa diriNya paling benar..bahkan Ia mau hidup berdampingan dengan orang yang berdosa sekali pun..

    jadi TOLONG pada kalian para theisme…
    jangan biarkan apa yang sudah kalian pelajari dan imanai merusak keharmonisan dunia ini…

    jika kita selalu menganngap diri kita benar dan yang lain salah…kurasa percuma kita dijadikan manusia yang ber akal budi…lebih baik jadi hewan yang bisa menyayangi sesama…
    ataupun jadi tumbuhan yang selalu menatap ke sekeliling dan ikhlas menjalani hidup tanpa menyalahkan satu sam lainnya….


  134. di/pada April 4, 2008 pada 3:55 am | Balas manson selular

    atheis,otodeis:km mnymbah dri kmi sndri. . .

    athies tdk bda jauh. . .org yg mnjadi stanis awlnya adl athei. . .atheis adl bnatang jsmaniah. . .dan ini brakar dr teori evolusi darwin. . .

    bnrkan fertob??????????


  135. Saya belum bisa bilang Tuhan itu gak ada..

    Soalnya pada saat ketakutan (misalnya lagi naik pesawat dalam cuaca buruk) saya diam-diam selalu berharap pada satu kekuatan besar yang mampu menghalau segala penyebab ketakutan saya. Menurutku itulah yang namanya Tuhan, yang memegang kontrol adalah segalanya.

    Saya mau nanya pada orang atheis, apa yang kalian pikirkan pada saat kalian berada dalam situasi kritis, naik kapal ditengah badai misalnya, di tengah peperangan, atau dalam posisi hampir mati. Apakah kalian juga menggantungkan harapan pada ‘Sesuatu’ yg bisa melenyapkan kekhawatiran? Atau kalian tetap stay cool sambil menganalisa kemungkinan selamat berapa persen?


  136. Pada dasarnya saya mengapresiasikan seseorang untuk memilih theis atau atheis. pilihan atheis pun merupakan hak seseorang: Y.P.Hayon.M.hum mengatakan bahwa segala sesuatu yang tidak kelihatan itu tidak ada. Tuhan itu tidak kelihatan. jadi Tuhan itu tidak ada. jika kita menggunakan argumen ini secara logika sahih karena menggunakan kaidah-kaidah logika yang ketat. namun demikian secara formal apa yang logis belum tentu benar. karena itu pilihan atheisme adalah pilihan untuk kembali dan mundur ke pemikiran tradisional. bukan dengan menjadi athheis dikatakan sebagai kemajuan berpikir. atheisme pada masa barbar telah di tinggal.karena itu pilihan untuk menjadi atheis adalah pikiran yang di ambil secara sadar untuk kembali adn mundur kebelakang.


  137. Gw baru kelas 2 sma……

    pada beberapa waktu yang lalu gw membaca buku THE secret.
    di sana tertulis, bahwa kita semua adalah energi. yang berubah menjadi manusia. karena, menurut ilmu fisika kuantum semua materi yang ada di dunia berasal dari suatu energi.
    ingat gak? hukum fisika tentang “kekekalan Enegi” bahwa energi itu tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan tetapi dapat berubah bentuk atw wujud.
    coba bandingkan, Kalo dalam bidang teologi juga di sebutkan bahwa, Tuhan itu Tidak diciptakan maupun dapat dimusnahkan.
    disana terdapat kesamaan definisi.
    Mungkinkah Tuhan itu Alam semesta (energi)?
    Apakah Kita juga trmasuk dalam kategori tuhan-tuhan kecil?
    Karena, di buku The secret dijelaskan bahwa takdir kehidupan kita di buat oleh pikiran kita.
    apakah buku The secret buku atheis?


  138. *gelar tikar*


  139. di/pada Mei 24, 2008 pada 3:32 am | Balas manson selular

    “MUSANG JANTAN”

    cowy bwro,biar w blz z yach prtnyaan u. . .
    smwa yg ada di dunia ini saling berhubungan. . .
    mungkin dilihat dr segi ilmiah,memang benar hukum kekekalan energi tdk bsa d cptakan apalagi di musnahkan. . .tp pkah u taw sypa yg mengarang buku itu??????
    dy adl newton bnr kan????
    dan newton adl org yg tdk mempunyai kepercayaan,tp tdk mempunyai keyakinan. . .
    sebab setan senang dgn org yg seprti itu untuk menyesatkan manusia. . .

    sbg contoh:

    charles darwin: adl ideologi yg sdh terkalahkan

    dlm bukunya yg berjudul d description of setanism. . .(sebuah gambaran tentang satanis). . .
    mengatakan:bahwa manusia berasal dr sumber yg sama dlm ilmu biologi murni. . .dan scra terang2an menyatakan bhwa. . .

    “manusia adl binatang yg telah maju sbg dasar hasil evolusi,kita tidak punya tempat penciptaan khusus,selain telah beruntung karena dpt berevolusi dan bertahan”

    Filosofinya adl:

    bahwa seorang atheis dan satanis mendambakan dunia,yg
    manusianya hidup dan berlaku seperti binatang.krna dituntun olh sifat “HEWAN JASMANIAHNYA”

    kesimpulannya:

    jd u jgn pcya deh ma buku2 org yahudi n nasrani kya gt,dah jelas2 isi kitab’a diganti2. . .
    bca tuch bku tntang islami2 dumz. . .

    klo mo bcra2 yg ky bginian u bsa hub w kok. . .qt bljar tntang filsafat.okok

    wassalam. . .


  140. di/pada Mei 24, 2008 pada 3:36 am | Balas manson selular

    “MUSANG JANTAN”

    cowy bwro,biar w blz z yach prtnyaan u. . .
    smwa yg ada di dunia ini saling berhubungan. . .
    mungkin dilihat dr segi ilmiah,memang benar hukum kekekalan energi tdk bsa d cptakan apalagi di musnahkan. . .tp pkah u taw sypa yg mengarang buku itu??????
    dy adl newton bnr kan????
    dan newton adl org yg mempunyai kepercayaan,tp tdk mempunyai keyakinan. . .
    sebab setan senang dgn org yg seprti itu untuk menyesatkan manusia. . .

    sbg contoh:

    charles darwin: adl ideologi yg sdh terkalahkan

    dlm bukunya yg berjudul d description of setanism. . .(sebuah gambaran tentang satanis). . .
    mengatakan:bahwa manusia berasal dr sumber yg sama dlm ilmu biologi murni. . .dan scra terang2an menyatakan bhwa. . .

    “manusia adl binatang yg telah maju sbg dasar hasil evolusi,kita tidak punya tempat penciptaan khusus,selain telah beruntung karena dpt berevolusi dan bertahan”

    Filosofinya adl:

    bahwa seorang atheis dan satanis mendambakan dunia,yg
    manusianya hidup dan berlaku seperti binatang.krna dituntun olh sifat “HEWAN JASMANIAHNYA”

    kesimpulannya:

    jd u jgn pcya deh ma buku2 org yahudi n nasrani kya gt,dah jelas2 isi kitab’a diganti2. . .
    bca tuch bku tntang islami2 dumz. . .

    klo mo bcra2 yg ky bginian u bsa hub w kok. . .qt bljar tntang filsafat.okok

    wassalam. . .


  141. gw dah baca komen komen yang masuk….
    awalnya iseng2 tapi kok jadi seru ..
    gw ngerasa thx bgt karena wawasan gua tentang
    masalah pro kontra atheis kerasa nambah banget..

    terusin lah gua mau denger lebih jauh… hehe…


  142. MANSON SELULAR

    SORY BRO!!!!

    bukannya ngebela siapa”
    tapi setahu gw agama manapun mengajarkan kebenaran termasuk (yahudi, kristen and islam)

    masalah kitab setahu gw, kristen gak pernah ganti” isinya.

    sory ya bro…
    wazzalamm…


  143. di/pada Juni 14, 2008 pada 5:06 am | Balas manson selular

    MUSANG JANTAN

    kt cpa kristen g gnti2 isi kitab?????
    ssngguhx d dlm agama nasrani itu trdpat ahli kitab. . .dan injil yg tak pernah d rubah keasliannya olh ahli kitab disebut injil barnabas. . .

    _IM STILL THE EMO BROKEN_


  144. @ manson selular :

    Apakah anda tahu apa isi Injil Barnabas ? ;)
    Dan darimana anda bisa mengetahui bahwa Injil Barnabas itu adalah injil yang asli [sementara yang lain palsu] ?
    Apa anda memahami tentang prsoses kanonisasi dalam Alkitab Kristen ?
    Dan alasan-alasan apa yang digunakan sehingga injil Barnabas tidak dimasukkan dalam kanonisasi itu ?

    Dan tahukah anda bahwa “The Gospel According to Barnabas itu bukan hanya 1 versi ? :)


  145. to : manson selular

    eh sori gak nyambung…
    kmaren pas jalan2
    gw liat ada tukang pulsa
    namanya sama kaya lu

    sori… eh lu tukang pulsa bukan?

    no offense….
    murni cuma nanya doank..


  146. di/pada Juni 21, 2008 pada 3:33 pm | Balas manson selular

    *GOLD FRIEND*

    memang,di dlm kristen tidak d ktakan bhwa barnabas lah yg asli.sbab kristen jga tdk ingin bahwa ideologi agama mereka yg sbnrnya itu terkuak,krn d dlm agma kristen trdpat ahli2 kitab,bgtu pula pda islam.
    thukah anda ahli kitab itu????????????!!!!!!!!!!!!!!!
    ahli kitab ialah profesi seseorang untuk mendalami isi2 dr kitab yg mereka anut.dan karena terobsesi pda isi kitab itu dan mungkin karena pikiran mereka cetek,akhirnya terjerumus lah mereka pda ideologi agama mereka yang sesungguhnya.
    siapapun yg menolak perintah ilahi dan membuat peraturan sendiri adl sama dgn satanisme.

    CONTOH:
    dlm injil asli perzinahan itu dilarang keras,tetapi lihatlah negara2 lain seperti amerika yg penduduknya sebagian besar penganut kristen protestan,mereka tidak pernah membuat aturan hukum dlm agamanya bahwa zinah itu terlarang.kalau mereka memang paham kristen harusnya mereka sadar bahwa setan sedang menipu mereka.

    maaf klo blh saya tahu apkah anda atheis?????????
    jika ya,anda blm seberapa.karena saya adl penganut paham gelap yakni satanisme.

    *SEKIAN


  147. @ manson_selular :

    memang,di dlm kristen tidak d ktakan bhwa barnabas lah yg asli.sbab kristen jga tdk ingin bahwa ideologi agama mereka yg sbnrnya itu terkuak,krn d dlm agma kristen trdpat ahli2 kitab,bgtu pula pda islam

    Jadi dari mana saya dan anda bisa tahu kalau Gospel According to Barnabas itu yang BENAR-BENAR asli ? Dengan istilah lain : Bagaimana saya bisa membuktikan kalau Injil Barnabas itu adalah injil yang asli sementara ke-5 Injil lain itu palsu ? :)

    Atau saya hanya bisa menduga-duga, berprasangka, mengarang cerita, dan menyusun teori konspirasi dan kemudian mengatakan kalau ini injil yang asli dan itu yang palsu.

    CONTOH:
    dlm injil asli perzinahan itu dilarang keras,

    Pertanyaannya lagi : Darimana anda tahu kalau di dalam injil yang asli perzinahan itu dilarang keras, sementara anda tidak bisa membuktikan [dan membaca] injil yang asli itu sendiri ? Apakah anda sudah membaca “injil yang asli” sehingga tahu bahwa perzinahan dilarang keras ? :)

    tetapi lihatlah negara2 lain seperti amerika yg penduduknya sebagian besar penganut kristen protestan,mereka tidak pernah membuat aturan hukum dlm agamanya bahwa zinah itu terlarang.kalau mereka memang paham kristen harusnya mereka sadar bahwa setan sedang menipu mereka.

    Anda mencampuradukkan antara “penduduk yang sebagian besar beragama tertentu” dengan “aturan tentang hukum”. AS bukan negara agama, begitu juga dengan Indonesia. Jadi peraturan yang ada tidak berpatokan pada agama tertentu.

    Dan darimana anda tahu bahwa hukum di AS tidak mengatur tentang zinah dan perbuatan asusila lainnya. Apakah anda sudah membaca kitab hukum AS ?

    maaf klo blh saya tahu apkah anda atheis?????????

    Saya bukan ateis. Saya ber-Tuhan tapi tidak terkungkung dalam pemahaman agama sempit.

    jika ya,anda blm seberapa.karena saya adl penganut paham gelap yakni satanisme

    Berarti anda masih mempercayai yang namanya “setan”. Sementara setan itu konsep yang ada dalam agama. Apakah anda adalah penganut agama yang kemudian beralih mempercayai Setan alih-alih Tuhan ?


  148. aku mau tnya kra2 beda g antara kebetulan dgn takdir?
    tlongin aku ya?


  149. hidup itu komplek
    sudut pandang rasio adalah salah satu cara manusia memahami gejala di sekitarnya..
    sementara sudut pandang selain rasio masih cukup banyak.
    masih yakinkah kita, bahwa kebenaran semata-mata hanya datang dari rasio?


  150. nurani aja yang dipakai


  151. di/pada Juli 1, 2008 pada 5:15 am | Balas manson selular

    *ERGY

    kebetulan ialah takdir. . .
    dan takdir itu adl kehendak yang maha kuasa. . .

    dah jelas lom?

    jd itu smwa adl saling berhubungan. . .


  152. di/pada Juli 5, 2008 pada 4:09 am | Balas mat jamblang

    atheis itu kan seperti orang yg buta warna, tidak bisa melihat warna lain selain hitam dan putih…tidak bisa menikmati karunia Allah yang lainnya…, dia hanya berputar-putar dengan alam fikirannya sendiri, dia yg bertanya..dia pula yg menjawab, logikanya : apakah jutaan orang2 yang beragama dan sudah ratusan tahun itu lebih bodoh dari org2 atheis? merasa lebih pintar dan merasa menemukan sesuatu yang sangat penting dan besar? istighfar…..kita hanya manusia..yg py keterbatasan dalam berfikir. kalau kemampuan otak kita tidak terbatas..mungkin tidak akan ada orang yg sakit, dan kita semua tidak bisa mati. einstein? Stephen Hawking? tetap ga bisa menjelaskan mengapa kita bisa mati, .. semua ada waktunya…siapa yg mengatur itu semua? kenapa atheis teriak2 minta bukti adanya tuhan? karena fikiran mereka terbatas dan tidak mungkin bisa menerima apapun penjelasan tentang ketuhanan, sperti anak kecil umur 3thn yg merengek-rengek minta es krim ketika sedang sakit flu, kita ga akan bisa menjelaskan kpd si anak mengapa dilarang makan es krim,…karena kterbatasan berfikirnya anak usia 3 thn. saran saya : perbanyaklah bergaul, byk bertanya, perluas wawasan, jgn buat kesimpulan sendiri.

    ++++++++++++++##+++++++++++
    @ mat jamblang :

    Anda mengatakan logikanya seperti itu [bold] tapi apakah anda pernah tahu bahwa “logika seperti itu” adalah sebuah bentuk fallacy ? :)

    Agama X itu benar karena telah dianut oleh jutaan orang dan nggak mungkin jutaan orang itu salah.

    Agama X benar karena sudah melewati cobaan selama ribuan tahun

    Logika seperti apa ini ? :lol:

    Mempercayai atau Tidak Mempercayai Tuhan adalah masalah pilihan dan bukan masalah apakah seseorang itu bodoh atau tidak. Pilihan yang diambilnya ketika dia memutuskan apakah dirinya bersedia menerima sesuatu diluar dirinya yang bersifat supranatural dan rentan dalam pelogikaan. Itu karena manusia begitu kompleks, bukan sekedar logika saja, juga bukan keimanan saja.

    Dan anda tidak bisa men-judge mereka dengan seenaknya saja dan mengatakan mereka begini dan begitu. Jika anda beriman maka itu adalah pilihan anda dan anda merasa nyaman dengan pilihan tersebut, begitu juga dengan orang ateis. Lalu apa hak anda untuk menjudge pilihan mereka ? :)

    Sebagian besar kaum teis yang saya temui ketika berhadapan dengan argumen ateis biasanya langsung bereaksi dengan cara tipikal : men-judge. Dan anda mungkin salah satu dari mereka jika melihat komentar anda diatas.

    Dan bagaimana saya tahu anda telah menggunakan otak dan logika anda dalam memahami Tuhan sementara logika anda sendiri penuh dengan fallacy ? :lol:


  153. di/pada Juli 8, 2008 pada 4:44 pm | Balas mat jamblang

    ini logika paling gampang lho : sayur2an, daging, air dll, yg anda makan dan minum sehari2 itu ciptaan siapa? kalau anda memang benar2 ateis sejati ..harusnya ciptakan sendiri dong makanan dan minuman buat anda makan sehari2, jangan ga percaya sama tuhan tapi makan dan minum hasil ciptaan tuhan, apakah anda merasa nyaman..? apa ada manusia yang bisa menciptakan sesuatu yg seperti air? daging? sayur2an? apa emang muncul begitu saja..blep.! eh ada..! logika lagee : komputer yg anda pakai…, dulu blom ada..trus diciptakan oleh manusia dan menjadi ada, jadi kesimpulan sederhananya adalah : dari yang tidak ada menjadi ada…itu karena ada yang menciptakan…ini yang saya maksud apakah jutaan orang yang beragama itu lebih bodoh daripada anda..? mereka pasti ada yg sudah berfikir spt anda dan dpt melaluinya. kalau anda merasa di “judge”.itu karena anda tidak bisa menjelaskan mengapa tuhan tidak ada…….
    (ni baru penjelasan secara logika saja yg sangat sederhana sebagai manusia tentang ketuhanan dan tidak membawa-bawa agama yang saya anut)


  154. di/pada Juli 9, 2008 pada 3:50 am | Balas mat jamblang

    dan ini hanya pendapat saya lho :
    ATHEIS BUKAN SUATU PILIHAN TETAPI SUATU KEPUTUS ASAAN DIDALAM PENCARIAN

    ini bukan semacam yg hanya menurut anda seorang adalah “Judge”, ini adalah kebebasan berpendapat….

    saya mau bertanya kpd anda yang berpendapat bahwa Tuhan itu tidak ada, : “MENGAPA TUHAN BISA TIDAK ADA?”


  155. falacy … falacy … *siyul siyul*


  156. di/pada Juli 9, 2008 pada 5:18 am | Balas mat jamblang

    tuh kan..? klo udah mentok bisanya cuma nge”judge” fallacy doang..? sambil clingak clinguk cari temen….he he he….


  157. @mat jamblang:
    apa yg sudah dipercaya oleh banyak orang dalam waktu yg lama tidak lantas berarti hal itu benar…
    contoh:
    1. dulu, selama ribuan tahun, banyak orang beranggapan dunia itu datar, apakah itu benar?
    2. dulu, pada abad pertengahan, dalam kurun waktu yg lama, banyak orang percaya bahwa matahari mengelilingi bumi, apakah itu benar?

    Jadi jangan lantas menaruh kepercayaan pada sesuatu, hanya karena hal tsb dipercaya jutaan orang selama ribuan tahun.

    ATHEIS BUKAN SUATU PILIHAN TETAPI SUATU KEPUTUS ASAAN DIDALAM PENCARIAN

    Pendapat yg menarik… tapi saya ingin menyanggah boleh donk? ;)

    Bila seseorang memang tidak menemukan bukti yang bisa meyakinkannya, akan keberadaan sesuatu (misalnya: Tuhan), apakah salah bila kemudian ia tidak mempercayai hal tsb? Haruskah ia mempercayai hanya karena yang lain ikut mempercayai? sementara akal dan hatinya masih skeptis, haruskah ia membohongi dirinya dengan pura2 yakin?

    saya mau bertanya kpd anda yang berpendapat bahwa Tuhan itu tidak ada, : “MENGAPA TUHAN BISA TIDAK ADA?”

    Menurut saya kita takkan pernah benar-benar bisa membuktikan bahwa Tuhan itu ADA maupun TIADA… sedangkan “bukti” yg anda tunjukkan (tentang siapa yg bikin sayuran, daging, dll) bisa dijawab dengan mudah oleh kaum atheist bahwa semua berasal dari alam, karena keberadaan alam bisa dilihat dan dirasakan… sementara yg disebut sebagai sosok penciptanya tak bisa dilihat dan dirasakan… kecuali dengan sekedar “percaya”…

    saran saya : perbanyaklah bergaul, byk bertanya, perluas wawasan, jgn buat kesimpulan sendiri.

    Justru tokoh2 atheis kebanyakan adalah orang2 yg berwawasan sangat luas (Darwin, Dawkins, Feurbach, Freud, dll) yg diantaranya berkontribusi besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan dewasa ini…

    BTW… anda sebenernya tau arti fallacy gak sih? yang saya lihat kok anda sepertinya ndak nangkep yg dimaksud penulis ya? ;)


  158. di/pada Juli 9, 2008 pada 3:41 pm | Balas mat jamblang

    anda men “judge” saya bahwa saya ada kesalahan logika/cara berfikir/argumen (fallacy)…itu kan dari sisi sudut pandang anda, makanya pd tulisan saya yg pertama mengatakan bahwa atheis bagaikan orang yg buta warna..hanya bisa melihat hitam dan putih, dan tak mau melihat sisi yg lain …

    jawaban anda adalah bahwa semua itu (air, sayur2an, daging dll) berasal dari alam….menurut saya alam itu tidak menciptakan sesuatu melainkan hanya sebagai fasilitas saja, sperti contohnya bank, bank tidak menciptakan uang hanya memfasilitasi uang saja dan yg menciptakan uang adalah percetakan uang dan apakah ada manusia yg mengaku bahwa “saya manusia yg berasal dari alam..” dan alam pun tidak bisa memunculkan/menciptakan pohon rambutan bila tidak ada bibit rambutan yg sengaja atau tdk sengaja tertanam disitu. (fallacy?)

    utk tokoh2 yg anda sebutkan td (Darwin, Dawkins, Feurbach, Freud, dll) itu kan cuma segelintir orang..kalo dibandingkan dgn tokoh penting dunia lain yg “percaya” tuhan..kan jauh lbh byk jumlahnya,
    dan kata anda : 1. dulu, selama ribuan tahun, banyak orang beranggapan dunia itu datar, apakah itu benar?
    2. dulu, pada abad pertengahan, dalam kurun waktu yg lama, banyak orang percaya bahwa matahari mengelilingi bumi, apakah itu benar?
    menurut saya itu adalah suatu proses pencarian (trial and error) dan tidak “putus asa” (spt anda) sampai akhirnya menemukan kebenaran walaupun itu memakan waktu lama.
    kalau saya jadi anda..saya tidak akan cepat2 mengambil kesimpulan sendiri….dan cobalah utk tidak selalu men “judge” setiap pendapat yg bersebrangan, dengan senjata andalan anda : fallacy….

    saya selalu mengutamakan cara berfikir yg sederhana kalau masalahnya memang sederhana…..


  159. falacy….. falacy ….. *ngakak*


  160. utk tokoh2 yg anda sebutkan td (Darwin, Dawkins, Feurbach, Freud, dll) itu kan cuma segelintir orang..kalo dibandingkan dgn tokoh penting dunia lain yg “percaya” tuhan..kan jauh lbh byk jumlahnya

    ah… lagi2 anda menilai benar-tidaknya suatu kepercayaan pada JUMLAH org yg mempercayainya ;)

    menurut saya itu adalah suatu proses pencarian (trial and error) dan tidak “putus asa” (spt anda) sampai akhirnya menemukan kebenaran walaupun itu memakan waktu lama.

    Setuju…

    kalau saya jadi anda..saya tidak akan cepat2 mengambil kesimpulan sendiri….dan cobalah utk tidak selalu men “judge” setiap pendapat yg bersebrangan, dengan senjata andalan anda : fallacy….

    Pendapat yang sangat berseberangan sekalipun bila proses berlogikanya benar, tidak akan divonis sebagai fallacy, mas…

    fallacy tidak berhubungan dengan kebenaran/kesalahan faktual melainkan pada cara berlogika (seperti: menggantungkan kebenaran pada jumlah, atau pada “berapa lama” hal itu dianggap benar, dsb)… dan dalam kasus anda ini, anda selalu menggantungkan diri pada jumlah yg mempercayai :P

    kalau para nabi berlogika seperti anda, mereka akan manut saja pada kepercayaan yg dianut kaumnya (krn lebih banyak yg mempercayai jadi dianggap lebih benar) bukannya berusaha memperbaikinya :mrgreen:


  161. di/pada Juli 10, 2008 pada 9:08 am | Balas mat jamblang

    proses ber “logika” yg benar.., itu kan menurut anda dari sisi pemikiran seorang atheis..ooh bahwa yg benar itu ini nih..tanpa melihat pada sisi yg lain (buta warna). dan untuk “vonis” fallacy kepada saya, itu kan cuma untuk membentuk opini dan keberpihakan pembaca aja dan sekarang memang lg ngetrend mem “vonis” duluan tanpa melihat terlebih dahulu kebenaran yg ada

    kata anda :”dalam kasus anda ini, anda selalu menggantungkan diri pada jumlah yg mempercayai”

    saya bukan menggantungkan diri pada pendapat mereka2 yg jumlahnya lbh banyak…tetapi saya menyadari bahwa saya hanyalah “manusia” yg punya byk keterbatasan dan saya perlu utk mendengar, menyimak pendapat orang2 lain yg lebih berpengalaman dan merenungkannya dengan segala kerendahan hati. saya mengakui bahwa saya byk belajar dari “manusia” yg lain dan yg lebih pintar dari saya, yg mungkin tdk sperti anda..tiba2 bisa menjadi “sangat pintar” dgn sendirinya (atau mungkin pemberian dan berkah dari “alam”, seperti yg anda tulis bahwa semua berasal dari “alam”) dan berkata pada “dunia” hei..kalian semua salah..! ini saya yg benar..

    kata anda : kalau para nabi berlogika seperti anda, mereka akan manut saja pada kepercayaan yg dianut kaumnya (krn lebih banyak yg mempercayai jadi dianggap lebih benar) bukannya berusaha memperbaikinya

    nabi/rasul itu adalah utusan tuhan yg tentunya sangat mengenal tuhan dan merasakan adanya tuhan lebih dari manusia biasa (maka itu di sebut “nabi/rasul”),justru datang untuk memperbaiki keadaan kaumnya dan membawa/menyebarkan agama yg diturunkan tuhan kepadanya utk membawa kebaikan pada manusia …tapi anda saya akui memang “hebat” karena tidak percaya adanya tuhan tapi percaya akan adanya nabi..

    menjadi atheis itu hanyalah pelarian dari sebuah keputus- asaan


  162. di/pada Juli 10, 2008 pada 3:42 pm | Balas numpang lewat

    menjadi atheis itu hanyalah pelarian dari sebuah keputus- asaan

    apaan sih maksudnya?


  163. di/pada Juli 10, 2008 pada 3:44 pm | Balas numpang lewat

    menjadi atheis itu hanyalah pelarian dari sebuah keputus- asaan

    halo??? kok gak dijawab???


  164. @Mat Jamblang:
    Rupanya anda seorang pendongeng yang hebat ya??

    Kenapa saya sampai bilang begitu? Karena Anda baru saja mengarang 2 buah cerita:

    Dongeng #1:

    proses ber “logika” yg benar.., itu kan menurut anda dari sisi pemikiran seorang atheis..ooh bahwa yg benar itu ini nih..tanpa melihat pada sisi yg lain (buta warna). dan untuk “vonis” fallacy kepada saya, itu kan cuma untuk membentuk opini dan keberpihakan pembaca aja dan sekarang memang lg ngetrend mem “vonis” duluan tanpa melihat terlebih dahulu kebenaran yg ada

    “proses berlogika”, termasuk soal “fallacy” yang saya tulis di komentar sebelumnya tadi, bukan berdasarkan sisi pemikiran seorang atheist :lol: melainkan berdasarkan pada logika klasik Aristoteles (yg bukan seorang atheist). Dan “proses berlogika” semacam ini juga dianut oleh cendekiawan2 yang ber-Tuhan (Dari kalangan Muslim, Nasrani dan Yahudi) seperti: Ibnu Rushd, Al-Ghazali, Al-Farabi, dll… Kok Anda bisa2nya bilang bahwa “proses berlogika” yg saya maksud sebelumnya berdasarkan sisi pemikiran seorang atheist? Dari mana sumbernya? :lol:

    Makanya dari awal saya menanyakan: “anda sebenernya tuh ngerti arti ‘fallacy’ gak sih?”. Semestinya lain kali anda mengerti dahulu hal yang sedang diperbincangkan, sebelum memberikan opini (padahal tadi penulis sudah susah2 menaruh link yg menjelaskan soal fallacy) mengenai hal tersebut, supaya tak perlu mengalami rasa malu karena melakukan judging secara ter-buru2 tanpa mengerti lebih dalam apa yg sedang di-judge :lol:

    Dongeng #2:

    nabi/rasul itu adalah utusan tuhan yg tentunya sangat mengenal tuhan dan merasakan adanya tuhan lebih dari manusia biasa (maka itu di sebut “nabi/rasul”),justru datang untuk memperbaiki keadaan kaumnya dan membawa/menyebarkan agama yg diturunkan tuhan kepadanya utk membawa kebaikan pada manusia …tapi anda saya akui memang “hebat” karena tidak percaya adanya tuhan tapi percaya akan adanya nabi..

    Anda berdongeng sekaligus menfitnah… Karena saya (dan juga penulis artikel ini) percaya pada Tuhan, anda bisa mengkonfirmasikan pada rekan2 blogger disini (atau melihat tulisan2 di blog saya) ;)

    Oke… cukup sudah ngebahas dongengnya…. Sekarang saya mau menyanggah argumen2 anda yang bukan dongeng ;)

    saya bukan menggantungkan diri pada pendapat mereka2 yg jumlahnya lbh banyak…

    Kalau bukan menggantungkan diri pada jumlah yg mempercayai, lantas kenapa dari tadi anda berargumen dengan selalu menyebut-nyebut soal “jutaan orang yg percaya Tuhan” :lol: Tapi baiklah, saya asumsikan saja pembelaan anda ini benar…. ;)

    …tetapi saya menyadari bahwa saya hanyalah “manusia” yg punya byk keterbatasan dan saya perlu utk mendengar, menyimak pendapat orang2 lain yg lebih berpengalaman dan merenungkannya dengan segala kerendahan hati.

    Demikian juga saya dan sebagian rekan2 yang mau merenung (theist maupun atheist)… ;) kalau soal “menyimak, belajar dan merenung dengan segala kerendahan hati” tidak tergantung pada kepercayaan, mas… ada atheist yg malas dan rajin merenung… dan ada pula umat beragama yg malas dan rajin merenung…

    saya mengakui bahwa saya byk belajar dari “manusia” yg lain dan yg lebih pintar dari saya, yg mungkin tdk sperti anda..tiba2 bisa menjadi “sangat pintar” dgn sendirinya

    BTW saya tidak pernah merasa tiba2 jadi pintar, mas… saya bahkan merasa gak pantas disebut orang pintar, makanya saya (dan moga2 juga anda) terus2an mencari ilmu ;)

    (atau mungkin pemberian dan berkah dari “alam”, seperti yg anda tulis bahwa semua berasal dari “alam” ;)

    FYI, di komentar saya no. 159 saya mengatakan bahwa “seorang atheist akan menyanggah argument anda dengan mengatakan seperti itu”, jadi itu bukan opini saya.

    dan berkata pada “dunia” hei..kalian semua salah..! ini saya yg benar..

    He? Ini siapa yg ngomong kayak gini? Moga2 Anda gak gak bermaksud nge-dongeng lagi :lol:

    Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa saya (dan penulis) memberikan argumen2 yang menyanggah argumen2 pemercaya Tuhan seperti anda, (padahal kami juga percaya pada Tuhan) itu karena saya (dan mungkin juga penulis) merasa masih kurang sreg dengan logika-logika yang sering disampaikan para pemercaya Tuhan pada umumnya, seperti:

    1. Menyajikan betapa banyaknya jumlah orang yg percaya (argumentum ad numeram)
    2. Menyerang pribadi pemberi argument (argumentum ad hominem)
    3. Menyatakan suatu kepercayaan adalah benar, dengan alasan bahwa kepercayaan itu sudah ribuan tahun dianut (argumentum ad antiquitam)
    4. dsb.

    Argumen2 semacam ini malah akan ditertawakan oleh mereka kaum atheist, dan justru membuat mereka semakin jadi skeptis terhadap agama.

    Belum lagi ditambah lagi judging2 yang kurang perlu semacam ini:

    menjadi atheis itu hanyalah pelarian dari sebuah keputus- asaan

    itu hak anda sepenuhnya untuk percaya hal itu… tapi dengan menyatakan mereka seperti itu malah akan membuat kaum atheist jadi semakin defensif mempertahankan kepercayaannya. :(

    Salah2 anda bisa menanggung dosa karena malah semakin menjauhkan mereka dari pencerahan dengan memberikan logika2 ngawur, dan judging2 yg nggak perlu…

    Saya bukannya mengatakan gak boleh men-judge (toh saya pun tadi juga sudah men-judge anda sebagai pendongeng) Cuma kalau men-judge, pastikan anda mengetahui dan meneliti dahulu apa yang sedang anda judge, sebelum mengeluarkan judge itu :P

    So… kalau mau berargumen soal keberadaan Tuhan, berikanlah argumen yang lebih cantik, dan jauh dari fallacy ya? Seperti yg tertulis pada komen2 awal soal “Penyebab Tunggal (causa prima)”, itu adalah salah satu cara yg bagus untuk menjelaskan keberadaan Tuhan ;)


  165. di/pada Juli 11, 2008 pada 4:56 am | Balas Mat Jamblang

    sdr tito dan bung dana yang baik…

    menurut pendapat saya, anda sedari awal menginginkan jawaban/pendapat yang HARUS sesuai dengan kehendak dan cara “berfikir” anda….. (kalo berbeda, pasti itu fallacy)
    ini adalah indikator bahwa anda tidak bisa menerima perbedaan pendapat (face the truth brother..!)

    kalau anda bertanya : tangan manusia ada berapa? maka pasti saya akan jawab : dua
    ribuan kali anda bertanya spt itu dan ribuan kali pula saya akan menjawab yang sama.

    anda selalu menghendaki jawaban yang bernuansa abu2/mengambang (tdk hitam dan tidak putih), sehingga nanti anda akan leluasa “menyerang” dan mengarahkan sesuai dengan “ajaran” proses berlogika yg benar menurut anda.
    (kalo saya sdh menjadi spt itu, ada kemungkinan org lain yg membacanya akan tertarik menjadi “atheis” made in anda)

    masalah dosa yg seperti anda “fitnah” kan kepada saya, itu adalah hak prerogatif tuhan, biarkan tuhan yg menilai dan anda (hanya manusia) TIDAK berhak sama sekali utk menentukan seseorang itu berdosa apa tidak dalam permasalahan ini

    kata anda :Seperti yg tertulis pada komen2 awal soal “Penyebab Tunggal (causa prima)”, itu adalah salah satu cara yg bagus untuk menjelaskan keberadaan Tuhan ;)

    pada tulisan saya sebelumnya sudah diungkapkan bahwa saya hanya berfikir secara sederhana berikut contoh2 yg sederhana, dan pemikiran saya tentang kehidupan yg sederhana dan tanpa harus terlihat “eksklusif” sehingga pembaca atau rekan2 mudah mencernanya. karena mungkin tidak hanya anda saja (sdr tito dan bung dana) yg membacanya (tapi saya sdh tahu bahwa minimal penggemar saya sdh ada 2..he he he)

    di postingan terakhir anda ini, terlihat kesan bahwa anda hanya “yang penting nulis..!”, cuma memarahi, tidak ada logika2 yg “cantik”, sehingga menjadi bias dari permasalahan yg sebenarnya.

    BTW, mohon ma’af bila ada tulisan2 saya membuat anda agak tidak nyaman spt biasanya…maklumlah masih dalam tahap belajar….


  166. @ mat jamblang

    Saya tertarik berpendapat, namun sesuai dengan hukum rimba internet;

    Berdebat panjang-panjang seringkali tidak dibaca

    Maka saya akan mempersingkat respon saya menjadi tiga poin saja. :)

    1. Saya mendapat kesan bahwa Anda tidak memahami garis besar konsep fallacy dan seni berlogika lainnya. Saran saya, coba baca-baca (sebentar saja, paling 10 menit, dari Wikipedia pun sah-sah saja)— sebab pembelaan “sebab jutaan orang mempercayainya” itu alibi yang sangat primitif sekali. :P

    2. Jangan berlindung di balik doktrin abal-abal “itu ‘kan karena Anda ateis” dan sebangsanya. Seperti yang diungkapkan mas Tito, ilmu berlogika itu tidak ada sangkut-pautnya dengan ateis atau tidak ateis. Jadi kalau argumen seseorang ternyata memuat fallacy, ya berarti besar kemungkinan argumen tersebut cacat. Terlepas dari argumennya pro atau kontra Tuhan.

    3. Saya sendiri hampir di semua kasus tidak ada masalah dengan paham-paham; apakah itu teisme, ateisme, agnostisisme, panteisme, atau apalah. Cuma sebaiknya terima saja kenyataan bahwa ini masalah pelik.

    Maaf, menurut saya justru Anda yang naif— menganggap satu paham benar dan paham yang bertentangan itu “buta warna”. :lol: Buka mata, dunia itu luas. Baik teisme atau ateisme, semua punya argumen bagus, dan bukan hasil “putus asa dalam pencarian”. :)

    Salam. :D


  167. BTW.

    menurut pendapat saya, anda sedari awal menginginkan jawaban/pendapat yang HARUS sesuai dengan kehendak dan cara “berfikir” anda….. (kalo berbeda, pasti itu fallacy)
    ini adalah indikator bahwa anda tidak bisa menerima perbedaan pendapat (face the truth brother..!)

    Hehehe. Ironis. :)


  168. di/pada Juli 11, 2008 pada 7:12 am | Balas Mat Jamblang

    mas K. geddoe yg baik…

    he he he sudah 3 penggemar saya…

    anda bersikeras bahwa saya “fallacy” karena mungkin bertujuan utk meng “kotak”kan saya dan membuang saya disitu. contoh plg gampang, misalnya : anda sgt suka musik dangdut ,tp musik kan byk skali ragam jenisnya. ada dangdut, rock, jazz dll…dan sehrsnya anda bisa menerima bahwa ada org yg suka jenis musik yg berbeda dari anda, bukannya malah mengatakan “selain dangdut, itu bukanlah MUSIK…”

    kata anda : sebab pembelaan “sebab jutaan orang mempercayainya” itu alibi yang sangat primitif sekali.

    1. tidakkah anda menyadari bahwa itu adalah suatu
    kebenaran..?
    2. apakah salah pendapat saya berlandaskan pada fakta?.
    3. apakah orang2 itu lebih bodoh drpd anda..? (1 otak
    anda melawan jutaan otak org lain)
    4. apakah orang2 itu tidak pernah meneliti, membaca dan
    mencari seperti anda? dan anda adalah satu2nya

    ma’af agak panjang tulisannya, “namun sesuai dengan hukum rimba perdiskusian” hrs jelas dan tidak bias ke mana2

    makasih mas atas pencerahannya : bahwa saya itu “naif” (dari nge blog naek pangkat jadi artis band dong saya)


  169. anda sedari awal menginginkan jawaban/pendapat yang HARUS sesuai dengan kehendak dan cara “berfikir” anda….. (kalo berbeda, pasti itu fallacy)
    ini adalah indikator bahwa anda tidak bisa menerima perbedaan pendapat (face the truth brother..!)

    hmmm? Jadi saya memaksa anda harus sesuai dengan kehendak dan cara berpikir saya? Bukannya anda daritadi yg belum2 udah melempar judge negatif duluan kepada mereka yg berseberangan dengan anda? :mrgreen:

    kalau ada org mau berargumen “matahari bentuknya kotak” pun ya sah2 saja… dan kita boleh menyerang argumen dengan menggunakan argumen jg kok. tapi jgn lantas melempar judge2 yg tendensius kpd sang pemberi argumen :mrgreen:

    dan saya pada komen nomer 162 menjelaskan bahwa fallacy tak bergantung pada kebenaran faktual… jadinya pernyataan anda bahwa saya menganggap “kalau berbeda dengan saya adalah fallacy” adalah tudingan yg meng-ada2 :mrgreen:

    masalah dosa yg seperti anda “fitnah” kan kepada saya, itu adalah hak prerogatif tuhan, biarkan tuhan yg menilai dan anda (hanya manusia) TIDAK berhak sama sekali utk menentukan seseorang itu berdosa apa tidak dalam permasalahan ini

    Memangnya saya bilang kalo saya menentukan anda berdosa? :mrgreen: khan di komen no. 165 saya menggunakan kata “BISA menanggung dosa” bukannya “PASTI menanggung dosa”… makanya ber-hati2lah dalam menyimak ;)

    anda selalu menghendaki jawaban yang bernuansa abu2/mengambang (tdk hitam dan tidak putih), sehingga nanti anda akan leluasa “menyerang” dan mengarahkan sesuai dengan “ajaran” proses berlogika yg benar menurut anda.

    sebaliknya… saya menghendaki jawaban yg hitam diatas putih, jika memang bisa ditunjukkan hitam diatas putih.. :P

    Soal fallacy tadi contohnya, itu adalah hal yg teramat jelas rumus2nya.. (coba buka2 wikipedia)

    pada tulisan saya sebelumnya sudah diungkapkan bahwa saya hanya berfikir secara sederhana berikut contoh2 yg sederhana, dan pemikiran saya tentang kehidupan yg sederhana dan tanpa harus terlihat “eksklusif” sehingga pembaca atau rekan2 mudah mencernanya.

    Kalau terlalu sederhana gak akan bisa meyakinkan kebanyakan kaum atheist yg pada umumnya lebih kritis ;)

    dan apakah saya terlihat “ekslusif”?? Padahal saya menggunakan sudut pandang dan cara berlogika yg netral, yg bisa digunakan baik oleh kaum theist maupun atheist.

    di postingan terakhir anda ini, terlihat kesan bahwa anda hanya “yang penting nulis..!”, cuma memarahi, tidak ada logika2 yg “cantik”, sehingga menjadi bias dari permasalahan yg sebenarnya.

    Dari 2 cara berargumen dibawah ini, mana yg menurut anda lebih terkesan “asal nulis” dan “tak berlogika cantik”?:
    1. Melemparkan judge yg ter-buru2 dan keliru ber-kali2 tanpa tahu lebih dalam mengenai hal2 yg sedang di-judge
    atau
    2. Mengetengahkan cara berlogika yg umum digunakan disertai dengan kesalahan2 menggunakannya? :P

    BTW, mohon ma’af bila ada tulisan2 saya membuat anda agak tidak nyaman spt biasanya…maklumlah masih dalam tahap belajar…

    saya juga minta maaf atas ketidaknyamanan ini… sayapun juga masih dalam tahap belajar ;)


  170. falacy … falacy …. *joget joget*


  171. Mas Mat Jamblang,

    anda bersikeras bahwa saya “fallacy” karena mungkin bertujuan utk meng “kotak”kan saya dan membuang saya disitu.

    Apabila saya diperbolehkan mengkritik, di sinilah kelemahan Anda di sepanjang diskusi. :)

    Anda tidak cukup dewasa untuk mengakui bahwa ada perbedaan pendapat yang JUJUR di dunia ini. Lewat kacamata Anda, yang berbeda pendapat dengan Anda itu pasti ada apa-apanya;

    “Buta warna” lah,

    “Ingin mengkotakkan” lah,

    “Ingin jawaban abu-abu” lah,

    Ini lah,

    Itu lah… :lol:

    Mbok coba pahami: dunia ini luas, mas. :P Perbedaan pendapat itu terjadi karena memang beda pendapat. Ini jujur. Jadi tidak perlu suudzon seperti itu. :)

    Ini pertanda apakah? Mengutip perkataan Anda, maka ini adalah:

    indikator bahwa anda tidak bisa menerima perbedaan pendapat

    Begitukah? :mrgreen:

    * * *

    1. tidakkah anda menyadari bahwa itu adalah suatu
    kebenaran..?

    Tidak.

    Yang mana? Yang “sebab jutaan orang mempercayainya”? Kalau itu, ya jawabannya adalah; tidak.

    3. apakah orang2 itu lebih bodoh drpd anda..? (1 otak
    anda melawan jutaan otak org lain)
    4. apakah orang2 itu tidak pernah meneliti, membaca dan
    mencari seperti anda? dan anda adalah satu2nya

    Kok “1 otak saya”? Ateisme, agnostisisme, dan paham-paham lainnya itu bukan hasil produksi “1 otak saya”. Itu ‘kan juga adalah produk pemikiran dari;

    Einstein, Camus, Bakunin, Rand, Hitchens, Blackburn, Chomsky, Dennett, Sagan, Dawkins, Bauer, Harris, Feuerbach, Freud, Lipton, Nietzsche, Sartre, Russell, Theodorus, Mill, Drange, Comte, Drange, Diderot, Bauer, Campbell, Dirac, Watson, Attenborough, Hughes, Templeton, Twain, Mecken, Buffet, Ingersoll, Curie, Darwin, Edison, Weinberg, Gates, Torvalds, RMS, dan lain sebagainya.

    Jadi, pertanyaan saya,

    1. Apakah orang-orang itu lebih bodoh daripada Anda? :mrgreen:

    2. Apakah orang-orang itu tidak pernah meneliti, membaca dan mencari seperti Anda? :mrgreen:

    * * *

    Inti komentar saya sih singkat saja;

    Boleh-boleh saja jadi penganut Kristen, Islam, Buddhisme, Ateisme, Agnostisisme, Panteisme, Monisme, dan segala macam, TAPI, jangan lantas mengecap paham orang lain itu sebagai paham abal-abal yang cuma dianut karena “melihat dunia secara hitam putih”, “kurang bergaul™”, dan sebagainya.

    Teologi itu perkara susah. Tidak sesepele itu.

    Salam. :)


  172. *gelar tikar*


  173. di/pada Juli 13, 2008 pada 7:27 am | Balas Mat Jamblang

    mas K. geddoe dan mas tito yg baik…

    kata anda :
    Itu ‘kan juga adalah produk pemikiran dari;
    Einstein, Camus, Bakunin, Rand, Hitchens, Blackburn, Chomsky, Dennett, Sagan, Dawkins, Bauer, Harris, dll
    Jadi, pertanyaan saya,
    1. Apakah orang-orang itu lebih bodoh daripada Anda?
    2. Apakah orang-orang itu tidak pernah meneliti, membaca dan mencari seperti Anda?

    wah..sama2 fallacy dan alibi yg primitif dong ya..?
    kesan yg terlihat adalah .. sudah mulai “kehabisan peluru”…, tidak ada penjelasan yg gamblang atas pertanyaan2 saya pd tulisan no 170….tidak ada jawaban yg sinkron dan terlihat hanya berputar2 saja dengan pertanyaan2 saya tsb.

    kata anda (mas tito) : “BISA menanggung dosa” bukannya “PASTI menanggung dosa”

    kata “BISA” itu dalam hal ini, itu 50% anda sudah ikut menentukan mas…

    Inti komentar saya sih singkat saja;
    - kalau seorang manusia mencari Tuhan tetapi tidak membutuhkan-Nya, itu sama saja dengan mencari “pembenaran” atas dirinya

    - Tuhan itu tidak membutuhkan saya, tp sebaliknya.. saya-lah yg membutuhkan Tuhan

    salam buat mas tito, mas geddoe, mas dana yg baik..

    BTW : giliran siapa yg make komputer skrg..? (yg ini cuma becanda kok…)


  174. Wah, teori fallacy telah runtuh. :lol:


  175. di/pada Juli 29, 2008 pada 4:13 pm | Balas abu kayuagung

    saya mau nanya aja ni para theis dan atheis
    mengpa ya klo berhubungan intim ama sedarah maka bayi yang dilahirkan akan cacat atau meninggal


  176. buat aku agama itu adalah segalanya…
    dan yang paling penting Tuhan itu benar2 ada!!!
    buktinya aku diciptakan ke dunia ini dalam paras muka yang qyutz,moetz, and lucu!!!!itu semua pemberian dari Tuhan!!!!:-)


  177. waduh g nyampe nich q mikir………. mungkin aq terlalu bodoh y.. hehehe,,theis dan Atheis smua bnar dech, kayak ayam dan telur mana yg lebih dolo. smua tergantung orangnya masing2, pilih yg mana monggo kerso,, but smua pilihan mengandung tanggung jawab masing2,,
    pak yg bikin web ini sapa???
    salut aku pemikiran teman2 ternyata bagus smua
    to yg bikin web salut abiezzzz


  178. di/pada Agustus 25, 2008 pada 7:41 am | Balas abu mu'adz

    bagi yang islam :
    “INGAT JANGAN MEMIKIRKAN ZAT TUHAN, SIAPA YANG MEMIKIRKAN ZAT-Nya BERARTI DIA TELAH KAFIR”


  179. di/pada September 2, 2008 pada 4:20 am | Balas kecilmungil

    maaf,.
    kalian bicara Tuhan seolah otak kalian mampu menjangkaunya,.
    percayalah,.jika Tuhan itu tunduk pada hukum logika dan fisika yang kalian sembah-sembah itu. bukan Tuhan namanya..

    oia,.satu bukti ketidakmampuan otak kalian yang pintar itu,.
    pernah menemani orang sekarat??
    sejenak masih bergerak dan mungkin merintih..
    lalu kemudian diam, tak bergerak, mati..
    pertanyaannya,.kenapa dia mati??
    jantungnya berhenti (mungkin ini jawaban logis kalian,.karena saya yakin kalian akan susah nemu jawaban napa orang mati..)
    pertanyaan lagi,.jadi apa yang dulu menggerakkan jantung orang ini?? roh??
    lalu kemana roh itu pergi??
    apa kalian melihat roh ini sewaktu lepas dari tubuh??
    ga kan??
    nah,.menjelaskan fenomena ini saja ga mampu, malah sok-sok bahas Tuhan,.

    oia,.buat master,.
    empat thinker yang dibahas di atas,.setau saya tidak pernah bisa membuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada,.

    semua tulisan feuerbach (orang yang mengatakan “rahasia teologi adalah antropologi”),.hanya menerangkan proses terciptanya Tuhan menurut pikiran subjektifnya,.tanpa pernah bisa membuktikan Tuhan tidak eksis.

    nietzsche tidak lebih baik,.hanya seorang agnostic yang pemikirannya terpengaruh pengalaman eksistensialisnya,.yang berarti pemikirannya tidak objektif,.
    tulisan-tulisanny yang pernah saya baca,.mengajak manusia untuk melupakan Tuhan karena toh ketuhanan hanya akan mengungkung manusia super yang diidam-idamkannya (huh,.sama seperti humanis lainnya,.)
    tapi ga pernah bisa membuktikan ketidakadaan Tuhan.

    sigmund freud lebih parah,.menganggap bahwa hidup ini mutlak hanya pembelajaran seksual dimana ego, superego, id mengimplementasikan kehendaknya dari kita kecil sampai besar. menganggap semua yang kita lakukan dengan sadar adalah buah dari ketidaksadaran kita (pak freud,.tolong jelaskan lagi ini..hehe)
    meniadakan Tuhan dengan teorinya, namun tidak pernah menjelaskan bukti tidakadnya Tuhan.

    lagi,.kalau bicara pemikir atheis,.saya rasa ada yang kurang,.Marx.

    terakhir,.
    buat siapa saja yang dengan tegas mengikrarkan ke-atheiis-an mereka,.tolong buktikan ketidakadaan Tuhan itu dulu. baru ngomong..!!


  180. di/pada September 2, 2008 pada 4:27 am | Balas kecilmungil

    oia lupa,.
    saya petik sebuah ayat dari syair agama hindu,

    “Brahman (Tuhan) bukan Brahman ini atau Brahman itu,.apapun yang kau pikirkan tentang-Nya itu bukan Brahman..”

    kalimat tegas dan apa adanya yang menjelaskan ketidakmampuan otak kita semua..


  181. Tak simpen yho, aku le moco durung rampung kie…. :D


  182. Saya percaya Tuhan itu ada, tapi saya memutuskan untuk membencinya, karena dia juga membenci saya.
    So we hate each other…


  183. lucu yah,ada yng bilang kita tuhan,ada juga ga tuh yang namanya tuhan.biar gampangnya tonton aja vcd harun yahya tentang atheisme.
    kalian ngaku orang berakal tapi bentuk dan warna akal itu aja ga tau.apa coba warna akal???
    akhir-akhir ini banyak kan orang non muslim yang masuk islam ,tanya aja mereka??merekakan pindah agama pake akal,sekalian aja tanyain warna akal apa?
    klo udah berani ngomong berarti siap dunk menerima kebenaran.


  184. tes2


  185. hmm.kalo menurut gw sih,ya cuma sekedar berfikir aja sih ya. Tuhan itu adalah bentuk kesempurnaan yang diciptakan oleh manusia, dengan tujuan
    - menjawab pertanyaan2 yg masih diluar dari akal manusia
    - menjaga tingkah dan perilaku manusia
    sbg contoh nya, ada perdebatan, “manusia itu drmn datangnya” ada yg bilang “itu dari revolusi, mungkin menurut darwin sejenis primata” “lho kenapa bisa ada revolusi” “itu karena alam” “lho alam darimana adanya?” disaat permikiran manusia mentok seperti ini lahirlah suatu definisi intuk mengakhiri pertanyaan yg saat itu sulit untuk diajawab seorang manusia yg belum cukup pengetahuannya, itulah “Tuhan”. “alam itu yg buat Tuhan” lalu muncul pertanyaan lg “Tuhan itu siapa?”
    kemudian dijawablah dengan sekian jelasnya.
    “Tuhan itu pencipta langit dan bumi,seluruh alam semesta (yg pasti saat ini tidak seorang ilmuan pun tahu teori terbentuknya alam semesta,dan bahkan ‘mungkin’ blm ada yg tau seberapa luas alam semesta itu).Tuhan itu mahabaik, maha pengasih, maha sempurna,dsb. dan Tuhan akan memasukan manusia yg jahat kedalam neraka dan manusia yg baik ke dlm surga. siapa yg tidak percaya sama Tuhan juga akan masuk neraka (katanya). ini ada kitab isinya tentang Tuhan dan cerita2nya km harus percaya. ini juga ada hukum2nya, km harus patuh. kalau tidak km akan masuk NERAKA JAHANAM (andalan).” terus datang lah suatu pertanyaan lg “lho tapi Tuhan itu beneran ada ga?” “kalo Tuhan ga ada siapa yg menciptakan kita semua?” sebenarnya, begitulah lahirnya Tuhan. entah mau mengakui atau tidak tp perbincaangan td adalah normal dan sering terjadi. Tuhan itu sendiri lahir dari keterbatasan manusia dan kebutuhan manusia akan suatu wujud yg dapat menjawab semua keterbatasan pengetahuannya. dan Tuhan dan agama itu sendiri semakin lama di jadikan semakin mengikat dengan tujuan bermacam2 dan mungkin saja komersil.
    pada dasarnya keberadaan Tuhan memang tidak riil. Tuhan dan agama memang hanyalah kepercayaan dan untuk melahirkan kepercayaan itu sendiri memang dibutuhkan bukti tp bukti itu sendiri bisa dibuat dengan kepandaian manusia. bisa dengan sesuatu fiksi cerita, bisa juga dengan mengandalkan ketakutan manusia akan “PENYIKSAAN ABADI” atau “NERAKA JAHANAM”(hehehe andelan ni pokoknya).

    tp pada dasarnya kepercayaan akan Tuhan dan agama adalah baik. selama tidak sesat seperti yg banyak ditemui baru2 ini,terorisme,tragedi poso,perang agama,dsb.
    yaa jadi marilah entah yg beragama atau tidak, yang penting jadi org baik. klo kita banyak menbantu orang, kan banyak temennya.hahhaha.


  186. bagi yang islam :
    “INGAT JANGAN MEMIKIRKAN ZAT TUHAN, SIAPA YANG MEMIKIRKAN ZAT-Nya BERARTI DIA TELAH KAFIR”

    ini adalah salah satu contoh atau awal terbentuknya suatu kepercayaan.
    eng ing eng!


  187. @mat jamblang

    oiya mas,kalo bilang orang atheis itu kyk org buta warna itu malah salah lho..
    menurut saya, org yg beragama itu justru yg kyk org buta warna. tidak bisa melihat,menilai,memahami agama lain. karena tiap2 agama itu pasti menilai bahwa agama itu yg paling benar dan begitu juga penganut nya pasti beranggapan bahwa agamanya lah yang paling benar dan menganggap agama lain itu salah jalur.
    sedangkan org2 yg atheis ini justru bisa membuka mata dan melihat berbagai agama yg ada dari sudut pandang yang berbeda.

    ibaratnya, sudut pandang orang islam melihat orang kristen dan orang kristen melihat orang islam. tidak akan beda jauh.

    tapi sudut pandang seorang atheis melihat islam dan kristen,pasti akan lebih luas dan tidak terbatas.


  188. “Bagi Feuerbach, agama adalah proyeksi manusia atas keterasingan dirinya. Agama menjadi tempat bagi manusia untuk mengasingkan dirinya dari kehidupannya. Sebagai proyeksi, agama tak lain dari sesuatu yang diberikan penghargaan positif terhadap dirinya. Segala konsep tentang Tuhan, Malaikat, Surga, dan Neraka yang ada dalam agama tak lain daripada hasil proyeksi manusia itu sendiri. Dengan kata lain, manusia yang mengkonsepkan hal-hal itu. Manusia yang menciptakan Tuhan, dan bukan Tuhan yang menciptakan manusia.”

    Dalem! Thanks for writing that.. divine and inspirational. ;)


  189. Menurut saya tidak ada yang salah berTuhan atau yang Atheis.yang Penting sesuai hati nurani.berbuat baik bukan berarti mengharapkan pahala.beriman tetapi merampas hak orang lain juga tidak pantas.berbuatlah sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain.Yang menurut kita benar maka itulah yang harus dilakukan.
    Mungkin ada yang setuju dengan saya?


  190. Orang atheis biasanya lebih rational,karena pertimbangan atheis itu sendiri berasal dari rasionalisme, sungguh sayang bangsa kita sampai saat ini sulit maju justru menurut saya karena terlalu doktrinal, negara2 yang maju cenderung rational, tidak ada salahnya menjadi atheis karena biasanya berpikiran lebih maju, datuk tan malaka adalah tokoh anti takhyul Indonesia yg madilog-nya saya kira patut untuk kita baca.


  191. wah benar sekali itu.harusnya ideologi itu tidak dibatasi seperti di negara kita ini karena sudah jelas terbukti oleh2 negara2 yang maju biasanya berpaham sekularisme.

    ya saya juga setuju dgn Tommy, kita tidak boleh mengkotak2an orang dari agama atau pun apakah dia beragama atau tidak. karena pada dasarnya orang baik itu bukan bukan mutlak dari kepercayaannya terhadap suatu agama tetapi banyak juga faktor2 non-religi yang membimbing seseorang menjadi orang yg baik.

    dan yang paling penting kita tidak boleh memberi stereotype kepada agama atau kepercayaan seseorang.


  192. di/pada September 11, 2008 pada 2:36 pm | Balas ucupkelik nimbrung

    masih ga ngaku tuhan itu ada ..nah ente sendiri .
    pernah mikir ga sih jantung yang berdegup sendiri, mata yang berkedip sndiri dari sensor saraf yang terkoordinasi ma otak manusia.kalau tuhan ga ada. mana mungkin itu semua bisa terjadi. ketika jantung nanti ga berdegup lagi sebenernya siapa sih yang membuat jantung itu ga berdegup lagi? kalau manusia mampu menghentikan degup jantungnya,
    manusia yang bodoh mana yang mau jantungnya berhenti berdetak tapi ada satu powerfull yang ga bisa di rasionalkan kan?? dan gakan pernah nyampe otak kita kalau mikir ke sana. trus bumi kok bisa beaturan berjejer di garis lintasannya di tata surya sehingga ga tabrakan ma mars atau venus atau matahari gitu??siapa yang atur semua itu??manusia??mikirin buminya aja masih ga becus kan??siapa coba??lalu bagaimana adanya hewan atau tumbuhan??manusia bikin robot aja baru asimo itu pun ga bisa fleksibel seperti manusia..masih ga mengkaui semoga engkau dapat hidayahnya..


  193. saya menulis pendapat saya tentang keuntungan2 dan kerugian2 menjadi theis dan atheis dan strategi menerapkannya secara tepat dalam hidup, tentu sesuai versi saya, terima kasih
    tulisan bisa diakses di http://alexarussia.blog.friendster.com/category/politics-and-culture/


  194. Menjadi atheis dan beragama adalah pilihan bebas manusia, masing2 mempunyai keuntungan dan kerugian, bagi saya, saya bisa menjadi atheis, menjadi beragama Islam, atau apapun, sesuai comfort in yang saya dapatkan, tergantung dari situasi dan apa/hukum bilamana yg berlaku yg saya hadapi. Dalam berkegiatan di dunia yg bermaterialisme tentu saya memilih hukum dialektika materialisme (ke atheis), jika saya tidak mampu memikirkan sesuatu maka saya akan memohon kepada Tuhan, atau ketika menjadi roh saya ingin menggunakan hukum keTuhanan (Tan Malaka).Penjelasan lebih lengkap telah saya tulis di
    http://alexarussia.blog.friendster.com/category/politics-and-culture/


  195. hahaha.mas2,baru asimo?hari gini?sekarang udh ada yg namanya kloning,mutan dsb.itu aja baru yg ketauan dan itu diprotes krn melanggar hak asasi.coba siapa yang tahu penemuan parah ilmuwan sekarang sebenernya udh semaju apa.coba pikir,apa orang2 yg pinter2 itu emangnya bakal langsung ngasih tau ke publik semua penemuan terbarunya?blm tentu, klo yg namanya ilmuwan itu pintar bukan main,dia pasti berfikir,kontroversi dan konflik apa saja yg muncul klo org2 tau keadaan yg sebenarnya gmn. pasti mereka berfikir bahwa penemuan mereka itu akan lebih baik jadi “tanda tanya” buat kaum awam. karena mungkin skrg blm saatnya manusia menerima penemuan itu.


  196. Emm..
    Saya seh setuju dgn tommy..
    Yg pnting kt jalanin aj deh khidupan ini..
    Krn emang klo kita ngomongin mslh ini ga akan kelar”…
    Berbuat sesuai hati nurani..
    Ga usa pikirin org lain blang ap..

    Pndapatan org semuanya beragam..
    Entah theis ato atheis..
    Ga akan bs sejalan..

    Enjoy the life aj lah..
    ^^
    Btw nice blog..
    Bikin kita mkin byk masukan”.. ^^


  197. wah mas wawan,udh dibaca semua blognya.keren2.salut2.pemikiran yang bagus sekali.btw, itu bukunya tan malaka dlm bahasa indo?bisa dicari dmn ya?

    iya memang melawan arus itu perlu banyak energi, tp terkadang disitu juga bisa di dapat kesenangan ketika berdebat dgn orang tentang pendapat masing2.haha.

    dan kebetulan juga saya menjalani hal yg serupa.beragama hanya untuk kepentingan dan kebutuhan diri sendiri.


  198. hmm…

    *baca sebentar, terus langsung ngacir lagi :D


  199. Untuk mas einstein
    Tan Malaka Online bisa dibaca di
    http://www.marxists.org/indonesia/archive/malaka/index.htm
    tapi hemat saya madilog cukup tebal dan memerlukan banyak perenungan, maka lebih baik ke gramedia beli bukunya, saat ini karya2 tan malaka sudah dicetak secara bebas. Saya menyukainya karena dia membumikan pemikiran marxist, sehingga tidak perlu repot2 saya memahami seorang Islam Indonesia Marxist.


  200. Hello,
    saya update penjelasan masalah ada tidaknya Tuhan di blog
    http://alexarussia.blog.friendster.com/category/politics-and-culture/
    dng judul “Misteri Alam pikiran (Tuhan ada dan Tiada), rahasia menuju sukses”
    Jelasnya saya berpendapat bahwa ada dan tiada itu adalah hasil proyeksi pikiran, dan saya menguraikan berdasar pikiran dan pengalaman pribadi serta teori2 freud, dan lainnya. tx


  201. Hahahaha…
    lucu juga…

    Perdebatan kaum2 beriman…

    Yang satu beriman bahwa Tuhan itu ada.
    Yang satu lagi beriman bahwa Tuhan itu gak ada..

    Sudahlah, sesama kaum beriman gak usah saling berdebat. Pake acara logis2an yang dipaksakan. Yang namanya keyakinan bukan berada di ranah Logika.
    Selogis apa pun orang theis mengkritik Atheis atw sebaliknya, walaupun sampai bawa2 Pak Harun Yahya, tetep aja gak selesai-selesai.
    Bukan logika yang bsa meruntuhkan keyakinan,,,
    Hati yang mengendalikan akal. Pastinya hanya logika2 yang selaras dengan hati saja yang akan diterima oleh subjektivitas pribadi.

    Lagipula kadar keimanan Atheis dengan kadar keimanan Theis jga sama…


  202. gw juga awalnya percaya tuhan, apisete;ah tuhan mengecewakanku, aku jadi bertanya tanya, apakah dia bener2 exis….

    gw bingung harus bertanya pada siapa,
    di lingkungan gw….orang2 yang bertanya tentangke-exist an tuhan langsung di jauhin

    gw bingung aja, klo tuhan memang bener ada bukannya ini saat yang tepat untuk dia nunjukin ke exisannya kepada orang2 yang berusaha mencarinya???

    itupun kalau dia bener ada….


  203. Thanks buat yg setuju dgn argumen saya sebelumnya..
    buat seal_id menurut saya Tuhan tidak perlu dicari.dia akan selalu Hadir ditengah kita..walaupun kita MunGkin tidak merasakannya.karena sebenarnya Tuhan ada di hati kita.hati kita adalah Tuhan kita.
    sy setuju dgn argumen Infidel “Hati yang mengendalikan akal”Berbuatlah sesuai hati nurani kita.
    Ketika anak kita sakit pastinya kita akan langsung menolong/menggobatinya.walaupun harus menggorbankan segalanya..Mestinya kita harus menganggap sama semua orang adalah saudara kita anak kita.ketika ada yang terluka,sesusahan kita Patut untuk membantu mereka.tanpa membeda bedakan siapa diri kita.karena kita semua adalah sama.Berbuat tanpa bertanya,membantu tanpa meminta,menolong tanpa imbalan.


  204. Tuhan ada dan tidak tergantung proyeksi pikiran kita, kita menjadi Tuhan bagi diri sendiri, dunia ini adalah dunia yg kita ciptakan sendiri. Artinya dunia anda adalah proyeksi dari pikiran anda sendiri. Metode dekontruksi adalah metode uninstall keyakinan/believe system, disini kita kembali seperti bayi dan akan mulai install keyakinan2 baru…saya sedikit uraikan di
    http://alexarussia.blog.friendster.com/

    di eropa dan amerika saat ini gejala agnostik telah meluas, Ann Dunham ibu barrack obama adalah seorang agnostik juga, namun cukup memahami agama2 islam, christian, buddha dlsb
    Melihat fenomena itu yg penting adalah etik budaya. Karena melanggar etik budaya bisa dikategorikan “cacat mental”


  205. @tommy

    thanks atas perhatiannya (halah)
    nah tapi begitu susah rasanya untuk saya meresapi kehadiran-nya, ya…yang paling sering di rasakan cuma ya itu tadi “kita adalah tuhan bagi diri kita”

    klo otakku ini komputer aku pasti bakal memilih untul di format trus di instal ulang soal keimanan,
    hahaha

    ada aja gt

    yah yang penting apa yang ku lakukan gk merugikan orang lain lah,
    sperti kata anda sendiri

    “Menurut saya tidak ada yang salah berTuhan atau yang Atheis.yang Penting sesuai hati nurani.berbuat baik bukan berarti mengharapkan pahala.beriman tetapi merampas hak orang lain juga tidak pantas.berbuatlah sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain.Yang menurut kita benar maka itulah yang harus dilakukan.”

    saya setuju sekali


  206. Yah dunia membutuhkan perdamaian,sikap saling menghargai,dan bertoleransi..Jangan membeda bedakan agama dan saling menlecehkan.jika semua merasa paling Benar.maka yang akan terjadi adalah…Mudah ditebak.Konflik yg ujung2nya adalah Perang agama dan Perang saudara.
    saya lebih setuju jika kita harus menghargai setiap nyawa yang hidup.apakah itu islam,kristen,atau atheis.


  207. iyah…tu kayak orang2 yang di atas….

    offense mullu…..

    bukankah lebih baik “biarkan orang berkata apa,yang penting aku bisa lebih baik bagi diriku dan orang lain”

    beberapa waktu lalu liat berita sebuiah ormas salah satu agama yang menghancurkan dagangan di…..kota mana gt saia lupa, hahahahaha, lucunya penyerangnya tu pada pakai topeng, yang biasa di pakai perampok…

    wahahahaha

    klo mo jadi pahlawan kenapa harus nutupin muka?

    di kejar polisi juga pada ngacir

    begitukah cara beragama kita???

    kapan bisa damai di indonesia


  208. Tuhan…..
    Aku awalnya adalah orang yang percaya padanya, slalu mengerjakan perintahnya, dan menjauhi larangannya, banyak cobaan yang ku lalui dengan sabar, sampai aku menemukan seseorang yang sempurna di mataku, mungkin di mata orang lain dia tidaklah sempurna, tp tidak untukku, bagikudia SUDAH CUKUP, aku tak pernahbaerharap sesorang yang lebih dari dia, kulalui hariharikudengannyadengan bahagia, setiap saat aku tak lupa bersukur padanya atas nikmat yang di berikan tuhan padaku melalui dia, aku bahagia….sangat-sangat bahagia, aku merasadi dunia ini takkan cukup menggambarkan betapa bersukurnya aku pada tuhan atas apa yang dia berikan padaku, tp….pada suatu hari dengan kuasanya tuhan mengambil dia dari hidupku, dia gk mati….dia hanya berpisah denganku, kenapa?????aku terus bertanya pada tuhan, kenapa????apa kah kurang rasa bersukurku???kurang kah ibadahku? Aku tak bias tahan dengan cobaan yang ini, aku menyerah….tuhan yang menciptakanku pasti tau kalau aku terlalu lemah dalam urusan yang seperti ini, makanya aku tak terima….silahkan tuhan ambil hartaku klau memang itu bisa menebusnya, awal perpisahanku, aku makin menambah jadwal beribadahku untuk menyampaikan pada tuhan “JANGAN AMBIL DIA DARI HIDUPKU”, semakin aku berdoa, semakin itu juga perihnya hati ku di buatnya, semakin hampa saja doaku terasa, kenapa tuhan tidak mau menjawab doaku, katanya dia maha kuasa, maha segalanya, tp kenaapa DOA yang sesimpel itu tuhan tak bias menjawabnya?soal usaha, jangan Tanya lagi tentang usaha yang ku lakukan untuk menahannya pergi, lantas aku bertanya, benarkah tuhan itu ada? Kepada siapa aku meminta kemarin?? Jangan2 tuhan itu hanya rekayasa manusia saja? Hilangkah label “MAHA” yang slalu melekat pada tuhan?di mana tuhan waktu aku menangis d sepertiga malam, apa dia sedang asik kongkow dengan bidadari surga yang cantik cantik? Di mana dia wakti aku menangis dalam sujudku untuk mengadu padannya???


  209. Aku percaya Tuhan ada, karena sudah ada orang (manusia) yg pernah bertemu denganNya.
    Saksi ada, apa msh perlu bukti ya?

    Aku juga lebih senang hitungan logis,
    Gak ada ruginya percaya adanya Tuhan, kalo ternyata gak ada. Tapi kalo sebaliknya….

    Btw, rata2 kok pada gak bisa mbedain, antara Tuhan dan Agama


  210. dear all
    saya mungkin punya sedikit saran bagi yg mengarah ke “Atheis rational” mungkin ada baiknya bahwa membaca konsep dasar dialektika materialisme. Yang lebih mudah dari, madilog-nya tan malaka karena produk bangsa sendiri, kalo mau agak ribet mungkin petualangan karl marx dan sigmund freud, saya sendiri bertranformasi dari seorang islam mistisime ke marxist karena pemahaman baru tsb, dan saya kira dengan metode berpikir dialektika materialisme ini kita bisa membaca gerakan zaman, arah dunia dlsb, karena memang semua tidak bisa lepas dari hukum alam sebab akibat. Jelasnya runtuhnya liberalisme amerika serikat yg terjadi selasa kemaren, membuktikan sekali lagi bahwa teori marx masih relevan

    salam
    wawan
    http://alexarussia.blog.friendster.com/


  211. di/pada Oktober 9, 2008 pada 5:43 pm | Balas alexarussia

    untuk mas seal_id
    kalau anda memang ingin menemukan tuhan, maka “if there is a will, there is a way”

    saya pernah mengikuti metode tarekat yang harus berdizikir 11.000 kali dalam sehari, atau metode jalalludin rumi, yang berdzikir sambir menari berputar2, dan kalau anda serius melakukannya maka anda bisa trance dengan tuhan itu sendiri. Ketika mind anda selalu diisi tuhan terus menerus tanpa memberikan ruang bagi isi pikiran lain, maka memang benar2 mind dan turun ke hati anda berisi tuhan. Jiwa akan benar2 tenang, seperti halnya seorang buddhis yang mengisolasi di Tibet

    jadi menurut saya ini pilihan saja mau mengadakan tuhan atau meniadakan tuhan, tidak saya pungkiri nanti mungkin saya akan mengadakan tuhan lagi ketika terjadi kecemasan luar biasa yang tidak bisa saya kendalikan.

    salam
    wawan setiawan
    http://alexarussia.blog.friendster.com/


  212. di/pada Oktober 9, 2008 pada 6:11 pm | Balas alexarussia

    Untuk mas crayon
    saya sebelumnya sangat menyukai pemikiran Al Ghazali, El Jalalludin Rumi, Al Ghauts Abdul Qadir Jaelani, dan berusaha untuk memahami Tawasin (kitab kematian) Al Hallaj, Syech Siti Jenar, saya memahaminya mereka semua mengalami trance saja,mereka selalu berdzikir dan tidak memberi ruang bagi yang lain terhadap mind mereka, terutama Al Hallaj yang disebut sbg manunggaling kawula gusti Islam pertama ini. Anna Al Haq, siapa aku? aku adalah kamu, karena Mansyur Al Hallaj mind-nya selalu berdzikir tiada henti, sehingga merasa Aku adalah Kamu, dan Kamu adalah Aku, yang akhirnya teriak2 tolong lepaskan Tuhan dariku.

    Saya juga ber-tesis bahwa Isra Miraj itu Mohammad tidak kemana2-mana, hanya mengalami trance saja sehingga seolah2 merasa menuju ke langit ke 7. Sebelum mendapat wahyu pertama untuk diperintah jibril “Bacalah” di gua Hiro, sebelumnya dia memang suka menyendiri di gua2 arab saudi, tidak mengherankan jika frekuensi pikirannya ke wilayah alfa/bawah sadar, mengalami trance, dalam wahyu pertama dijelaskan tubuh Mohammad sampai2 kedinginan (sekali lagi menegaskan ciri2 mengalami trance) sehingga meminta istrinya Khadijah menyelimutinya, dan melihat langit seperti wajah jibril semua.

    Dalam fakta tidak ada langit, ketika di bumi menengok ke langit biru diatas, manusia menyangkanya langit, ketika naik pesawat terbang, ternyata atas yang kita sangkakan langit itu hampa saja, dan melihat atas kembali tampak seperti langit lagi, ketika kita kejar lagi hanya kehampaan lagi yang kita temukan.
    Madilog tan malaka menjelaskan bahwa produk2 agama semakin tua semakin kabur, karena hasil2 trance manusia ini belumlah secara keras di dialektikan thd anti tesa dan sintesanya. Untuk itu produk agama yang paling baru kelihatan benar, karena yg paling baru secara rasional hasil trance dari inspirasi lama, dan dilengkapi hasil trance dari personal dirinya.

    sebenarnya apa yg diceritakan Sidharta Buddha, Jesus from Nazareth, Mohammad, itu semuanya rasional dan benar secara relativitas, mereka semua adalah orang2 Indigo (frekuensi otaknya selalu rendah/bawah sadar/trance) sehingga mampu menerawang masa depan.

    salam
    wawan setiawan
    http://alexarussia.blog.friendster.com/


  213. di/pada Oktober 9, 2008 pada 6:37 pm | Balas alexarussia

    Dear untuk mas crayon lagi
    ruginya percaya Tuhan itu adalah menjadi belenggu bagi kebebasan mind kita, ketika mind kita mengadakan Tuhan, maka sebenarnya kita sudah mengikatkan diri terhadap 1 keyakinan, dan turunan dari kepercayaan Tuhan itu memberikan belenggu belenggu yang lebih banyak lagi, sehingga kita menjadi stag dalam mengarungi hidup spiritualisme. Kita tidak akan maju dalam pencarian karena sudah tersekat. Saya cukup lama mencoba memahami Lenin menghancurkan simbol2 ketuhanan di USSR, ternyata karena dia ingin membangun masyarakat hidup berdasar logika material agar masyarakatnya maju di pemikiran rasional dan terbukti bahwa mereka sangat menguasai ilmu2 terbaru berbasis material. Hal ini warisan yahudi sebenarnya.

    Jika anda bisa menurunkan mind anda ke tingkat sangat bawah, dibawah keyakinan/dogmatis,atau kembali seperti bayi, penuh energi dan tidak ada sekat apapun dan anda bisa mengerjakan apapun dengan bebas bahagia. Lihatlah bayi, selalu ekspresive menangis dan tertawa, tiada beban, tiada sekat keyakinan, bayi mendapatkan kebebasan karena mind-nya belum tersekat oleh hal2 dogmatis produk agama dan budaya.

    Ketika frekuensi otak diturunkan benar2 rendah di wilayah alfa/dibawah kesadaran agar menghilangkan sekat2 yang sudah tertancap di mind, benar2 kedamaian sejati yang dirasakan, ada yg bilang ekstase (bahagia berlebihan), ada yang mengaku bertemu Tuhan, dan ada2 saja komentarnya yang membuat saya tersenyum simpul ketika memandu teman menurunkan frekuensi otak :-)

    Saat ini metode hipnotis massal, penyembuhan diri yang banyak dijual, jelasnya menggunakan metode menurunkan gelombang otak tersebut, hingga ada yang menangis massal, djikir atau rosario jelasnya juga merupakan metode jaman dulu untuk menurunkan gelombang otak.

    salam
    wawan setiawan
    http://alexarussia.blog.friendster.com/


  214. Somewhere…

    bwt gw…
    Mungkin ‘Tuhan’ lg ketawa-ketiwi di atas sna, ngeliat manusia ngebicarain dy…
    Mungkin Dy lg senyum2 ngeliat ciptaanya bisa ngeggunain akal y, bwt mikir, bwt ngedebatin Tuhan itu ada apa egk…
    Kalo gw, gw sndri manusia yang prcaya ama Tuhan..

    Percuma kita ngedebatin masalah yang arah y aja uda beda…
    Yg atu prcya Tuhan, yg atu lg gag prcya Tuhan itu ada…

    So what…

    Pilihan untuk ber-Tuhan atau tidak ber-Tuhan murni adalah pilihan hidup masing-masing orang. Tergantung pada apa yang menjadi makna dalam hidup kita. Jika bagi lo smwa, tanpa Tuhan, lo udah dapet jawaban atas pencarian makna diri lo sndri, ya it’s up to u…

    Kita g bkal bisa slesai ngedebatin masalah keyakinan…
    Karena smwa dtg y dr dri org msg2…
    Klo org lain beda pndpt, yawdh..itu pilihan mereka…

    Gw org beragama, tp gw ttep ngehormatin org2 atheis…
    Mereka mw atheis ato egk, toh itu pilihan mereka…
    Kita g ada beda y ama mreka, yg ngebedain mgkin cm mslh ‘keyakinan pd Tuhan’ y…toh mreka sama manusia y kyk kta…

    Percuma nyolot2 an dsni…
    Manusia itu makhluk yang g bkal pernah puas…
    jd… Ga bkal ada ending y..
    Hhhe…


  215. di/pada Oktober 17, 2008 pada 8:21 am | Balas Hamba Allah

    Ruh manusia itu tidak terlihat mata, tapi kita percaya setiap manusia yang hidup memilik ruh.
    Apa ada orang atheis yang bisa melihat ruh manusia, kemudian menciptakannya. Atau bahkan menghindari kematian untuk hidup selamanya.
    Orang atheis, hidup didunia baik kebaikan maupun kejahatan tidak ada artinya (tidak ada pahala dan dosa).
    Ketika mati, dikubur dan jasadnya sekedar jadi makanan cacing didalam tanah. Tapi Ruhnya kemana ???
    Berpikirlah orang2 atheis kalau hanya mengandalkan logika manusia yg terbatas.


  216. sulit berbicara dengan orang yang belum pernah baca filsafat..saya setuju dengan pyyrho tidak atheis namun mau kritis dengan agama yang sudah mapan..pasalnya banyak orang yang mengaku iman dihatinya tapi tidak tahu iman itu sendiri kayak apa, harus bagaimana…pasrah total gak mau memperbaiki hidup..dan selalu menggunakan logika-logika kaum terdahulu yang sudah perlu direvisi..tapi sayangnya menurutku diskusi ini sudah terlalu karat untuk dibahas..saya membahasnya saat saya kuliah dan para filsuf sudah mati…feurbach..nietzsche…marx..freud.. ..dan para agamis yang berlogika theis tulen sudah mati..kalian adalah penerusnya berdebat dengan sesuatu yang sudah pernah ada hanyalah mencari sesuatu yang usang tak ada yang baru pake logika itu-itu saja…sekarang yang sedang keren kan bukan theis atau atheis..itu sudah selesai dan tidak akan ada jawabannya.. dua kutub akan selalu tidak akan bertemu..dan mencari jalan sendiri-sendiri. Dan yang membahas menurutku logikanya agak chaos. bagaimana mungkin memperdebatkan sesuatu yang sangat berbeda latar belakang, pola pikir, keilmuan, dua kutub yang beda dll untuk mencari sesuatu yang benar??? aneh bukan??Anda percaya Tuhan atau Tidak sekarang ini tidak begitu penting..kalau anda percaya Tuhan yang sudah taat beribadah saja..yang Islam ya rajin ke masjid yang kristen ya rajin ke gereja..yang hindu ya ke pura..budha ya ke vihara dll..tapi sekarang tidak yang islam,kriten,hindu, budhda rajin ke lapangan..ke internet..nonton tivi begitu juga yang athies rajin nonton pertandingan sepakbola malah tidak rajin menghujat tuhan..sudahlah yang atheis dan theis tetaplah menjadi yang lebih baik!!!


  217. Teknologi artificial intelligent atau teknik kecerdasan buatan dan buku2 sistem cara mindset bekerja membantu memahami saya tentang hal2 yang ada di dunia. Termasuk diskusi ttg Ketuhanan

    Robot sementara ini hanya mempunyai unsur searching,reasoning,planning, dan learning. Jelasnya robot itu hanya mempunyai logic. Metode belajarnya

    Kita input ke robot Tuhan Ada
    Kita input Robot, keyword Tuhan relation linking dengan Allah, Yahwe, God, Jesus.

    Lalu kita tanya robot
    Apakah Tuhan ada?
    Robot menjawab Tuhan adalah Allah Yahwe God Jesus, detailnya adalah Tuhan xxxxxx penjelasan lengkap dengan yang kita isikan

    Kita tanya lagi jawaban robot sama

    Ini namanya kecerdasan logic, A harus selalu sama dengan A, A tidak mungkin bisa sama dengan B, A tidak mungkin berubah menjadi B. Kecerdasan logic ini dicangkok/ditiru dari kecerdasan otak sebelah kiri manusia.

    Perkembangan membongkar otak manusia, ternyata manusia mempunyai otak sebelah kanan yang diklasifikasikan membuat suatu pemahaman menjadi berbeda. Otak ini mengendalikan instinc, feeling, emosi manusia. Otak ini sifatnya relativitas. Einstein juga mengaku memindah perpektive melalui otak kanan ketika memahami relativitas dunia.

    Dengan Otak sebelah kanan ini maka yang sama kelihatan berbeda. A bisa menjadi B (filsafat dialektika), sesuai perspektive masing2 dan database yang ada di otak Anda sendiri.

    Itulah seni menjadi manusia, kalau hanya otak logic saja, manusia tidak bisa berbeda pendapat, seperti robot, suatu pemahaman ditanamkan semua akan menjawab sama.

    Hidup kita dikendalikan penuh olah otak2 kita, dan otak2 kita membuat pemahaman2 yang relative saja, hanya membangun persepsi-persepsi saja, hidup adalah ilusi (persepsi), tidak ada yang benar dan salah, hanya perpindahan kerja otak kanan dan kiri begitu cepat.

    Memahami Tuhan dengan Logic tidak akan pernah ketemu, harus dirasakan (otak kanan), saya menyebut Tuhan karena keyword “kekuatan besar pengendali alam semesta” terdaftar di database memory otak saya sebagai Tuhan. Mungkin saja itu yang kita2 rasakan sbg Tuhan sebenarnya cuma gravitasi inti bumi yang tidak kita sadari mempengaruhi hidup manusia.

    Ketika kecil, otak Anda diisi keyword “Allah” oleh orang tua Anda, dengan otak kanan maka Anda memberi keyword “Allah” di database otak, sebagai yang “patut kita sembah”, ditandai oleh otak kanan dengan emosi tertentu, misal merinding merasakan sesuatu, maka ketika keyword “Allah” terdengar, emosi serupa akan muncul.

    Masalahnya adalah, bagaimana yang dari kecil tidak pernah diberitahu/diinput oleh keyword Allah, God, Yahwe, Jesus.

    Terdengar kata itu, tidak ada emosi sama sekali dan benar2 tidak tahu apa artinya.

    Permainan AI Google.com

    Google.com, apa itu Tuhan ??
    Google.com akan menampilkan halaman2 yang ter-link-ed dengan keyword Tuhan.

    Google.com apa itu hg%^&(??
    No pages found

    Kita daftarkan hg%^&(?? adalah keyword untuk halaman Tuhan.

    Google.com apa itu hg%^&(??
    Google.com akan menjawab hg%^&(?? dengan menampilkan halaman Tuhan.

    Otak manusia diselimuti oleh keyword-keyword yang disusun dan dilinking untuk menjelaskan sesuatu.

    Dengan pemahaman ini, orang setuju menyebut 1+1=2 adalah karena persetujuan para filsuf jaman dulu dan di-logic-kan oleh otak kiri,

    Boleh saja menyebut 1+1=5 karena melihat hal lain dari filsafat ini (menggunakan otak kanan yang relativitas), namun dalam pergaulan masyarakat maka Anda akan ditandai dengan komunitas 5% (komunitas gila)

    Sebenarnya bukan benar2 gila, hanya karena berbeda pendapat saja, dan tentu saja tidak salah, karena komunitas ini terlalu menggunakan otak kanan.

    Jadi manusia beruntung :-) dilengkapi otak kiri yang membuat 1+1=2 dan otak kanan yang membuat 1+1=sesuai selera Anda

    Dua kerja otak tersebut kontradiksi,perpindahannya sangat cepat, bahkan sering tidak bisa disadari.

    salam
    wawan


  218. HE HE JD TERTARIK IKUT NGOBROL tentang Tuhan.
    ya gue maklum pada kalian semuw yg lagi mengalami eforia berpikir dan sok idealisme.
    WONG BERPIKIR nasib sendiri, aja g becus ko mikirin Tuhan.
    apa yang akan terjadi pada diri anda nanti, besok, minggu depan atau tahun depan. g usah mikir jauh jauh deh,.
    diri anda sendiri aja g jelas ko Berpikir kejelasan Tuhan.
    ‘TUHAN’ itu kalau disebut berulang ulang jadi ‘HANTU’
    makanya sebut sekali aja cukup.


  219. di/pada Oktober 23, 2008 pada 10:23 am | Balas Marshall Deity

    @218-Hamba Allah
    Roh??
    “Kita semua??”
    Ga semua sayang…
    hahaha… :D
    Gimana mau menciptakannya… Percaya roh juga ga semua…
    haha… :D
    Hidup selamanya???
    Ga mungkin sayang sekarang2 ini…
    Orang atheis malah kebanyakan lebih rasional koq, jadi secara rasional belum bisa sampai tahap itu dong…
    Koq atheis malah disambungin ama hal2 yg tidak/belum rasional???
    aneh ah…
    hehe… x)

    Hmmm…
    Roh/Jiwa memang kepercayaan yang sudah sangat melekat…
    Apa itu roh???
    roh menurut saya tidak exist…
    Orang mati ya karena otak,jantung, peredaran darahnya end…
    kenapa SELALU HARUS ADA roh???
    Its just konsep yang telah diwariskan turun temurun…
    Jadi, anda hanya langsung percaya padanya tanpa berpikir lagi…
    Coba anda pikirkan, kenapa anda menjadi seorang theis yang beriman??
    Jujur ataupun Munafik…
    Itu Tidak lain karena anda lahir dari keluarga yang menjunjung tinggi agama & iman bukan????
    Dan… Anda hanya mengikuti yang telah ada itu tanpa benar2 menganalisa menurut kepolosan anda sendiri…
    Hmmm… Penuh dengan DOGMA…
    Pernahkan anda berpikir bagaimana jika anda tidak lahir dari keluarga seperti itu??

    Saat saya masih kecil, saya juga seperti itu…
    Saya diharuskan untuk selalu beriman dan percaya…
    Tetapi semuanya berubah ketika pikiran saya semakin dewasa & logis…
    Saya mulai berani untuk mengatakan bahwa saya seorang atheis…
    Untuk menjadi seorang yang boleh berpikiran bebas & atheis saja,, saya harus banyak berkorban…
    Hmm… ITs so pain back there…
    T___T

    Note:
    Perbedaan pandangan itu biasa… Jangan sampai menimbulkan kebencian ya…
    ;)


  220. di/pada Oktober 23, 2008 pada 10:24 am | Balas Marshall Deity

    Lanjutan cerita…
    Banyak dari para theis yang saya beritahu bahwa saya atheis,, mulai menjauhi saya…
    Hmm… Apa salah saya padanya??
    Padahal saya tidak pernah mencelakakan mereka…
    Apa HANYA KARENA saya seorang ATHEIS???
    Jika ia…
    hahaha…
    :D
    Memang terkadang seorang theis “cenderung” untuk menjadi tidak humanis…
    ckckck… Saya yang seorang atheis saja tidak akan pernah membedakan pergaulan dari segi kepercayaan…
    Saya hanya akan membedakan dari segi positif dan negatif…
    Mau theis, atheis, atau apapun… Jika orang itu cenderung mengajak ke kejahatan moral ataupun fisik (yang bisa menghancurkan diri saya),, maka saya akan menjaga jarak dengannya…
    Tapi… Jika hanya dari segi kepercayaan…
    Duuuuh… Cape deh…
    hohoho.. :D
    Padahal saya percaya bahwa moral (yg berasal dari hati nurani/pikiran kecil) lebih penting daripada semua nonsense (SEBAGIAN orang yang sok beragama/bertuhan tapi tidak bermoral)…

    Note:
    Perbedaan pandangan itu biasa… Jangan sampai menimbulkan kebencian ya…
    ;)


  221. di/pada Oktober 23, 2008 pada 10:25 am | Balas Marshall Deity

    @218-Hamba Allah:
    “Orang atheis, hidup didunia baik kebaikan maupun kejahatan tidak ada artinya (tidak ada pahala dan dosa).”

    Kata siapa tidak ada artinya sayang??
    Bagi para theis yang sudah mencap atheis negatif,, jangan salah…
    Tidak selalu theis lebih baik daripada atheis…
    Banyak juga atheis humanis yang bermoral…
    Saya saja sebagai atheis tidak pernah berbuat baik untuk mengharapkan balasan…
    Untuk apa???
    Anda bingung???
    Kalau anda sebagai theis kan bilang untuk masuk surga or untuk mendapatkan pahala yang balasannya akan berlipat ganda…
    Bahkan ada yang alasannya cuma: itu perintah agama… ckckck… Berarti terpaksa dong ngelakuinnya… x)
    tanpa kesadaran… hahaha.. :p

    Terus saya sebagi atheis buat apa???
    Atheis kan ga punya tujuan berbuat baik…
    Anda mau bilang saya jahat/kejam???
    hahaha….
    Salah, jika pendapat anda seperti itu…
    Bila saya bilang atheis juga punya tujuan berbuat baik, apakah anda akan mengatakan saya munafik???
    Hmmm…
    Saya tidak munafik…
    Jujur saya berbuat baik adalah UNTUK DIRI SAYA SENDIRI…
    Saya melakukannya untuk mendapatkan KEBAHAGIAAN PSIKOLOGIS…
    Kebahagiaan psikologis bisa saya dapatkan jika saya sudah berbuat baik…
    Saya akan merasa bahagia jika bisa membantu orang lain… Hmm… rasanya menjadi tenang…
    Damai + bahagia pikiran ini…
    he he he… :p
    Wait… Ini serius… Saya jujur apa adanya…
    Tapi seorang atheis pun berbeda – beda… Tidak semua seperti ini… Sama seperti seorang theis yang berbeda – beda…
    ;)
    Begitu pun keadaan berbuat jahat… Perbuatan itu Akan menimbulkan perasaan tidak tenang dalam pikiran maupun perasaan…

    —–

    Bedanya ya tadi..
    Anda berpikir kebaikan adalah untuk dapat pahala or kejahatan dapat buat dosa…
    ITu bukan dari dasar perasaan untuk diri sendiri…
    Makanya sulit dipraktekan kebaikannya atau dijauhi kejahatannya… Kalaupun iya, mungkin lebih bersifat kewajiban(negatifnya:keterpaksaan)…
    Hmmm… SUngguh mengharukan… Hiks2… T___T
    Hohohohoho…
    :p

    Note:
    Perbedaan pandangan itu biasa… Jangan sampai menimbulkan kebencian ya…
    ;)


  222. di/pada Oktober 23, 2008 pada 10:27 am | Balas Marshall Deity

    And the last…
    Mati mau ke surga atau neraka???
    Who care??
    Balik lagi pada itu cuma konsep turun temurun para theologist…
    Bagiku… Adalah menuju ketiadaan… kehampaan… End…
    hohohoho…
    :D
    Pasti kalian yg theis berpikir itu pandangan bodoh…
    Dan jujur, saya juga berpikir bahwa ke surga/neraka itu pandangan bodoh…
    ITS JUST MATTER OF HOW YOU SEE IT…

    GODISNOWHERE

    God is no where — or — God is now here???
    Jadi, anda2 juga tidak bisa mengatakan bahwa pandangan ke surga or neraka adalah pandangan yg mutlak benar…
    Saya juga tidak akan berpikir bahwa pandangan saya mutlak benar…
    Itu mungkin hanya bagi saya…
    Jadi, anda2 yg theis tidak perlu marah2 dan menggunakan ucapan tidak senonoh menghina para atheis yang berpandangan lain…
    Mengenai ketika mati tidak tenang karena dia seorang atheis, itu karena dia terjebak diantara 2 kepercayaan sekaligus…
    Dia terjebak pada surga/neraka & ketiaadaan…
    Dia tidak BENAR BENAR YAKIN pada salah satunya…
    Akhirnya ya berakhir tanggung2 juga…
    Hmmm…
    Semoga ia dapat menjalani kehidupan yang damai di surga yang kekal abadi itu…
    Amin…
    hohohoho..
    ;)

    Note:
    Perbedaan pandangan itu biasa… Jangan sampai menimbulkan kebencian ya…
    ;)


  223. di/pada Oktober 23, 2008 pada 10:29 am | Balas Marshall Deity

    Eh ya, sedikit kritisi…
    Ga pa2 ya.. ;) hehe…

    yang memberi logika simple @(6)-aLzu : “Manusia tuch ada karena tuhan pun ada. buktinya mana ada meja kalo gak ada tukang meja. SO It’S Eazy lah!!! pake logika juga bisa”
    hahaha…
    Logikanya nanggung mbak…
    Ga menyeluruh…
    :D
    Koq anda tak berpikir pake logika berpikir tuhan juga diciptakan… dan berlanjut sampai tahap tak terbatas??
    Jadi: .Tak.Terbatas.–>???–>???–>Tuhan–>Manusia–>Meja
    Mau mengatakan itu adalah hal yang berbeda???
    Silahkan… hohoho…
    Tapi tetap jelas itu pembenaran logika simpel sepihak…
    hihihi…
    :)

    @180 – abu mu’adz
    “bagi yang islam :
    “INGAT JANGAN MEMIKIRKAN ZAT TUHAN, SIAPA YANG MEMIKIRKAN ZAT-Nya BERARTI DIA TELAH KAFIR””
    Hmmm… Anda selamanya akan terkurung dalam kotak DOGMA…

    Tapi silahkan lanjutkan kepercayaan anda… Saya tau saya percuma menulis ini bagi anda…
    Melepas dogma itu amat sangat sulit, bahkan mungkin tidak mungkin…
    Tapi mungkin ini berguna bagi jutaan dari milyaran orang yg masih memiliki benih kekritisan…
    x)

    Saran saya, yang hanya perlu anda lakukan adalah “TERUSLAH PERCAYA SAMPAI AKHIR HIDUP ANDA, JANGAN PERNAH RAGUKAN SEDIKIT PUN! KARENA MUNGKIN ANDA AKAN TERKURUNG DI NERAKA JAHANAM BILA ANDA BERANI MENGKRITISINYA”…
    hahahaha…
    Semoga anda bisa sampai surga firdaus yang megah itu…
    Amin…
    hehe…
    ;)

    Note:
    Perbedaan pandangan itu biasa… Jangan sampai menimbulkan kebencian ya…
    ;)


  224. to alexarussia
    Kalo Peristiwa Gua Hiro anda bilang trance, msh bisa aku terima. Kalo Isrok mikroj, jelas beda, Beliau ada perjalanan ke Masjidil Aqso sholat… physically

    Sedia payung sebelum hujan, ya emang rugi bawa2 payung,
    bukan cuma hujan yg mungkin kita hadapi… tp Neraka dan Siksa kubur (kekal)


  225. Dear mas crayon

    apakah miraj
    fisikally Mohammad terbang ke langit ke 7?
    dimanakah langit ke 7 itu?

    mengapa shalat harus didapatkan dari perintah di langit ke 7
    bukankah kristen ortodoks juga shalat? terutama yang ada di Syiria?

    salam
    wawan


  226. mikirin Tuhan jadi, pusing………..


  227. Tuhan maha tahu, tapi tidak pernahngasih tahu.Tuhan maha mendengar, tapi tidak pernah mendengarkan doa kita.

    pusing……. mikirin tuhan.Buat apa mikirin tuhan, wong dia sudah maha besar, maha sakti, maha segalanya.

    Jangan terlalu mikirn Tuhan. Tuhan kok dipikirin……….


  228. Dear mas wawan

    Sebelumnya maaf mas Wawan, base anda Muslim atau bukan?

    Langit ketujuh, (sebatas pengetahuan saya)
    Itu adalah ungkapan bahasa Arab yg menyatakan “penyangatan”.
    Seperti halnya kita mengatakan “pusing tujuh keliling”

    Kalo anda menanyakan “dimana” “mengapa” dst.
    Anda ya, harus belajar ilmunya dulu ke ahlinya.
    Karena pasti pertanyaan2nya nanti akan terus bersambung.

    Sekali lagi, belajarlah ke ahlinya, dan juga jangan salah baca buku…
    Mau tau tentang Tuhan, ya baca buku karangan Tuhan

    Masalah sholat, itu juga masalah bahasa.
    Sholat (arab) = sembahyang (indo) = berkomunikasi dg Tuhan
    Jadi orang2 beragama pasti ya sholat (sembahyang), sesuai dg ajarannya masing2.

    Sebenarnya, koment2 saya terdahulu ingin merubah sudut pandang tentang keberadaan tuhan (pencarian tuhan para atheis)

    Bahwa,
    Jaman sekarang kok ya masih mencari2…. tinggal pilih
    Bill Gates sudah membuat Windows yang siap dinikmati
    atau Linus menciptakan Linux yang juga siap pake,
    kok ya anda masih mau mencari2 lagi OS atau mau mbikin lagi OS baru yg tepat buat anda.
    Kalo ilmu anda cukup bisa untuk membuat OS baru, silahkan.
    Kalo tidak, ya pusing, putus asa, gila… dan jg, dianggap orang lain kuno, masih pake mesin ketik, krn PCnya nggak ada OS-nya

    Tapi ingat, ini bukan perbandingan, cuma ibarat. Krn ilmu Tuhan tdk akan bisa dibandingkan dg ilmu computer.

    “AGAMA” adalah ahlakul karimah (tingkah laku yang baik)
    “Sedia payung sebelum hujan, ya memang rugi kemana2 bawa payung,
    tp, bukan cuma hujan yg mungkin kita hadapi… tp Neraka dan Siksa kubur (kekal)”

    Terimakasah, dan maaf kalo menggurui

    Salam


  229. Dear Mas Crayon,
    saya sangat terbuka kok, saya berterima kasih kalau terjadi dialektika/diskusi, saya openmind terhadap pendapat2, bahkan saya mohon maaf kepada semua pembaca karena watak saya yg arogan.
    Kebetulan saya memang kompleksitas kepribadian dan masalah,dan bukan berniat sombong, karena lingkungan keluarga saya yang dari russia dan berteman2 dng temen2 aussie, dan us, saya barusan agak sadar bahwa saya telah kehilangan budaya Indonesia saya,bahkan pembawaan kata2 dan tulisan baru saya sadari telah jauh dari cara penyampaian budaya ala Indonesia. (orang russia kalau ngomong seperti marah2)
    =========================
    Base saya adalah muslim, dan saya sangat mengagumi Al Ghaut Abdul Qadir Jaelani, Husain Mansyur Al Hallaj, Al-Ghazali, El-Jallaludin Rumi.

    Ada beberapa sebab saya extreme menjadi atheis.
    Saya pernah tinggal di negara komunis, bahkan anak istri saya masih di Russia, dan sangat dekat dengan lingkungan yahudi. Disini kebebasan berpikirnya luar biasa.

    Nah disinilah saya sadar akan adanya sistem berpikir yang rasional.
    Bill Gates membuat Windows, dan ada RedHat Linux Disitu kita terkunci sistem operasi, memang absolutely itu dijalankan hati pasti tenteram. Tapi Anda tidak akan pernah tahu mekanisme kernelnya. Nah di russia ini ternyata orang hanya diinstal kernel saja, sehingga bebas membuat distro linux sehingga memang lebih maju dalam pemikiran.

    Terus terang awal dari pencarian saya adalah khawatir kalau anak saya kelak tidak mengenal agama, sehingga saya banyak membaca karl marx, lenin dan trotsky. Barulah saya tersadar sistem berpikir yang luar biasa…tidak ada akibat tanpa sebab. Sehingga bagi rakyat russia tidak akan percaya sesuatu hal tanpa penjelasan sebab yang rasional.

    Disinilah saya mulai paham cara kerja otak, cara kerja mindset, sistem dialektika, dan puncaknya sistem molekular otak. Bahkan sampai saya membaca DMT: The Spirit Molecule. Ini yang membuat Tuhan bisa nggendon di otak.

    Terus terang dengan beragama, itu membuat believe system dan alam bawah sadar tidak menjadi super learning. karena sudah terbatas. Itu yang tidak cocok bagi saya. Dengan membebaskan kepercayaan Tuhan, maka kita bebas mendefinisikan kepercayaan, atau istilahnya bikin distro linux baru tersebut.

    Pengalaman saya berkeluarga dengan orang Russia memang bagi saya menjadi spiritual baru, dan saya menjadi mengerti sistem operasi otak mereka, dan tidak heran, disanalah para pemikir handal berasal.

    Jadi bukan masalah percaya tuhan atau tidaknya tujuan saya,tujuan saya adalah terus mengembangkan pengetahuan dan hambatan besarnya adalah keracunan kepercayaan tuhan itu sendiri.
    ketika percaya tuhan alam bawah sadar kita ternyata mengunci untuk kebebasan berpikir. Ini yang tidak saya sukai. Karl Marx sudah menyebutnya sebagai candu, karena memang Lenin ingin membentuk masyarakat super di USSR.

    Pengalaman yg saya alami tidak bisa diceritakan biasa, namun kalau anda mengalaminya pasti bisa mengerti.

    terima kasih

    salam
    wawan


  230. [...] contoh di tulisan saya sebelumnya yang berjudul “Atheisme Yang [Tidak] Bertuhan”. Anda bisa terjebak di lautan argumen tanpa tahu dimana jalan keluarnya [seandainya memang ada jalan [...]


  231. Wow…… keren :)

    saya kira hanya MLM saja yang diperdebatkan, ternyata Tuhan juga jadi bahan perdebatan . Keren ………….

    Salut euy …
    Manusia memiliki akal DAN pikiran, 2 hal yang berbeda.
    akal di ciptakan untuk manusia hidup di dunia,
    pikiran untuk sesuatu yang ghoib.

    tidak semua hal di dunia ini bisa dicerna akal, gunakan pikiran.

    @fertob keren uey ….
    kalo ada waktudan berkenan, maen-maen ke blog saya ya. newbie nih

    http://mrobelix.wordpress.com

    terima kasih


  232. sebentar dulu je, gua ingin meluruskan semua konsep – konsep yang ada.Yang pertama gue heran, mengapa ya orang theis ( bertuhan) tidak bisa membuktikannya secara ilmiah, malahan ada yang tidak tahu tuha itu ada apa tidak.


  233. PENGANTAR
    MULYADI

    saya ingin membuktikan secara logis tantang eksistensi tuhan dan akan menunjukkan kelemahan-kelemahan konsep atheisme yang ada.
    Sebelum itu saya ingin mengomentari tentang bantahan -bantahan orang theis dg menggunakan logika, kalau ada sebuah meja. memang secara logika ada tukang meja, lah lantas siapa yang menciptakan tukang meja itu. Kalau saya baca dari nalar pikiran anda, anda beranggapan bahwa tuhan itu ada, karena alam semesta itu ada. Lah truz siapa yang menciptakan alam semesta kalau tidak tuhan.
    KALAU SAYA ORANG ATHEIS saya akan menjawab lah trus siapa yang menciptakan tuhan???Kalau memang segala sesuatu yang ada itu pasti ada yang menciptakan, lah trus kalau tuhan itu ada siapa yang menciptakan dia????
    SAYA SANGAT SEDIH SEKALI KEPADA ORANG ORANG YANG BERTUHAN, KARENA MEREKA TENANG SAJA DAN TIDAK MEMPERDULIKAN AKAN EKSISTENSI TUHAN MEREKA.Kalau anda seorang yang bertuhan tolong buktikan tuhan anda itu ada. Apa bedanya anda denga orang atheis, sebagai contoh saja, kalau anda mempercayai bahwa ibu kalian itu ada buktikan bahwa ibu kalian itu ada!!!Kalau anda bersikap tenang saja dan tidak memperdulikannya , apa bedanya anda dengan orang yang tidak mempercayai ibu kalian itu ada. Kalau kita ke konteks ini, apa bedanya kalian dengan orang yang atheis????
    Pikirkan lah sejenak apa yang telah anda pahami???
    Pun juga kepada orang -orang beragama, anda malah mengekliam bahwa atheis itu salah dengan mengemukakan ajaran agama anda,anda seharusnya ketika ada orang yang menghancurkan pemahaman theisme kalian kalian seharusnyanya bisa membuktikannya secar logis dan ilmiah , jangan malah mengklaim orang – orang athei dengan ajran agama anda, anda sudah mengasumsikan bahwa tuhan itu ada.!!!
    KITA DISINI TIDAK HENDAK UNTUK DIAM SAJA, TAPI KITA TUNJUKKAN KEBENRAN YANG ILMIAH YANG BISA DIPERTANGGUNGJAWABKAN.kita disini tidak mendoktrin orang lain tentang pemahamna bahwa tuhan itu ada.Tapi kita disini mencoba membuktikan secara ilmiah dengan pendasaran yang bisa dipertanggung jawabkan.
    MOHON MAAF YAA. KALAU KITA MENGIMANI ATAU MEMPERCAYAI SESUATU TAPI KITA TIDAK ADA LANDASAN PENGETAHUAN YANG JELAS, KITA SAMA SAJA MENJADI ORANG YANG PERCAYA KEPADA HAL-HAL YANG GAK JELAS!!!
    sebagai contoh anda percaya bahwa bumi itu itu bulat, trus ketika ditanyai darimana anda percaya akan hal itu. DAN ANDA MENJAWAB:
    –> tidak tahu
    –> belum yakin
    –> ya kalau anda tidak percaya ya ndak papa
    –> dari orang tua atau dari ajaran agama saya
    –> kalau anda tidak percaya tuhan anda akan masuk neraka dsb

    Jawaban – jawaban anda seperti orang GILA!!yang tidak berpengatahuan dan berpendasaran yang jelas!! Saya sangat benci kepada orang – orang seperti ini. Yang mempercayai tuhan tapi tidak bisa membuktikan bahwa apa yang dipercayai adalah benar, gmn ???
    mari saya buktikan bahwa pemhaman orang atheis itu salah dengan menunjukkan kelemahan – kelemahannya dan saya mencoba melandaskan ilmu pengetahuan untuk membuktikan tuhan itu ada.


  234. BAB 1

    HEY ORANG-ORANG ATHEIS MARI KITA BERTARUNG SECARA PEMIKIRAN!!!
    MANA PEMIKIRAN KITA YANG DAPAT DIPERTANGGUNG JAWABKAN DAN UNIVERSAL DAN BISA DITERIMA DENGAN NALAR SEMUA MANUSIA!!!
    KALAU MEMANG KONSEP ANDA ADA YANG CACAT SECARA LOGIKA DAN ADA LONCATAN – LONCATAN LOGIKA, MAKA KONSEP ANDA TENTU SALAH.
    JIKA KONSEP ANDA BENAR SAYA AKAN MENGIKUTI PEMIKIRAN ANDA, TAPI JIKALAU KONSEP YANG SAYA BAWAKAN ITU BENAR MAKA SECAR OTOMATIS ANDA HARUS MENGIKUTI KONSEP PEMAHAMAN SAYA?? BAGAIMANA FER , KHAN , KITA DISINI BERSIFAT :
    OBYEKTIF
    ILMIAH
    BERTANGGUNG JAWAB
    KONSISTEN
    DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN
    LOGIS
    BAGAIMANA SEPAKAT DENGAN ATURAN – ATURAN YANG BERSIFAT UNIVERSAL INI???
    MARI KITA BERTARUNG!!!
    sEBELUMNYA MANA KONSEP ATHEISME ANDA , AKAN SAYA TUNJUKKAN KELEMAHAN – KELEMAHAN KONSEP ANDA!!


  235. PENGANTAR

    SAYA ANGGAP ORANG – ORANG YANG TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN KEBERADAAN TUHAN ADA ORANG – ORANG YANG TIDAK BERPENGETAHUAN.
    ORANG – ORANG BERAGAMA DISINI MALAH MENYATAKAN BAHWA SEMUA manusia pilihan yang terbaik dari dirinya dan yang dianggap dia baik ya terserah manusianya, bahwa pemahamanmu adalah pemahamnmu dan pemahamanku adalah pemahamnku , kalau anda seperti itu, anda sama saja membiarkan konsep atheis itu ada, dan karena anda mendukung konsep atheis itu ada , ada sama halnya mendukung bahwa atheis itu benar, anda seharusnya mempertahankan konsep bertuhan anda kalau anda mendukung yang namanya pemahamn lain selain anda sama halnya anda menyalahkan konsep anda. sebagai contoh:
    Anda punya pemahamn bahwa 1 + 1 =2, tapi ada teman anda punya pemahaman bahwa 1+1 =3, kalau anda dihadapkan pilihan ini , kalau anda membiarkan konsep 1+1 =3, maka sama halnya anda membenarkan konsep teman anda dan anda juga membenarkan konsep anda juga, lalu mana yang benar brooooo!!!!!
    Seharusnya kebenaran hanya ada satu tidaklah dua, tidakh tiga dst.Seharusnya anda menunjukkan kelemahan pemahamna teman anda dengan menunjukkan kelemahan – kelemahan yang anda pada pemahamnnya. bukan malah membiarkannya.
    Jika seperti itu :
    1+1=2 adalah benar
    1+1=3 adalah benar

    lah, trus yang mana yang benar dua-duanya atau salah, kalu anda menganggap bahwa adalah benar semua lantas siapa dan mana yang salah, anda mengatakan benar karena ada yang salah, anda mengatakan tinggi karena ada yang pendek, anda mengatakan besar karena ada yang kecil, lah trus kalau konsep anda seperti itu, mana yang benar, anda mengatakan itu dua-duanya benar lah trus mana yang salah?????
    Sesuatu bisa kita beri penilaian karena ada pembandingnya?kalau misalkan ada satu garis seperti dibawah ini:
    —–
    Anda mengatakan ini panjang atau pendek????
    tentu anda tidak bisa menjawabnya kalau tidak ada pembandingnya seperti dibawah ini”
    grs A –> ——
    grs B–> ———-
    NAH KALAU SEPERTI INI ANDA BISA MENILAI MANA YANG PANJANG DAN MANA YANG PENDEK!!!!
    THAKNS BRO, GIMANA KALAU PENDAPAT SAYA BENAR MAKA ANDA HARUS MENGIKUTI SAYA DAN JIKA PENDAPAT ANDA BENAR SAYA AKAN MENGIKUTI PENDAPAT ANDA .GMN ??/ SECARA PENDASAR BISA DIPERTANGGU JAWABKAN KHAN???????????


  236. BAB 2
    haha gua tungguin yaaa, mas – mas yang dari golongan atheis,,,,,,tak tunggu -tunggu kok ndak bisa ya udah gue jawab aja mas wawan , mas ferthob dsbbbb.
    1 Saya ingin meluruskan bahwasanay Tuhan itu adalah ciptaan dari kebudayaan, peradaban yang semuanya itu berawal dari sebuah pemikiran tentang manusia.Jadi entah kita sedang dalam keadaan sedih, putus asa, lalu karena tidak bisa memecahkan permasalahan lantas dalam pikiran ada keinginan untuk memunculkan sesuatu yang lebih dari saya, yang bisa menolong saya yaitu Tuhan.
    Sebenarnya Tuhan itu adalah buatan pikiran manusia belaka, okelah begitu akan saya jawab:
    sebelum membahas itu anda setuju dengan pendapat saya kan tentang asumsi yang seperti ini:

    Bahwa pikiran manusia tidak akan mengubah ada atau tidaknya realitas atau kenyataan.
    Sebagai contoh ketika di depan saya ada sebuah meja, lantas saya berkeinginan untuk berpikir bahwa meja itu tidak ada, lantas apakah realitas meja itu tidak ada ??? kan yaa ndak masuk akal tohhh, pun juga ketika :
    Didepan saya tidak ada apa2 lantas saya berkeinginan untuk berfikir bahwa ada meja di depan saya, apakah merubah realitas bahwa ada meja di depan saya, jawabannya pasti tidak ada meja.iya toh??
    Sehingga dapat saya simpulkan bahwa PEMIKIRAN MANUSIA ITU TIDAK MENGUBAH REALITAS SEDIKITPUN.
    bukannya saya memutuskan terlebih dahulu bahwa tuhan itu ada lo yaa. tapi dari asumsi yang saya bangun tadi benar gak dan bisa dipertanggungjawabkan gak?? bisa dong…..


  237. nambahin mas, jadi pikiran manusia yang mengikuti realitas , bukan realitas yang mengikuti pikran manusia, hampir lupa yahhh…..
    mungkin saya mau tanya kepada mas Atheis , sebenarnyalam semesta yang telah kita ketahui keberadaannya secara ilmiah itu, berawal dari apa dan bagimana prosesnya?????
    tolong dijawab yaa, nanti akan saya berikan jawaban yang logis, atau kalu memang ada yang melontarkan pendapat- pendapat bahwa TUHAN ITU TIDAK ADA , akan saya terima, kita disini kan bersifat terbuka, eke yaa, jawab dulu thakns a lot!!!!
    Kalau ingin memberikan pendapatitu, bisa kirim ke e-mail saya aja, nih alamatnya, tau kalau gak mau ya kita bertarung konsep pemikiran disini aja, pas waktu saya buka internet aja.nih saya kasih alamat e-mail saya aja , mungkin ada yang berminat, hahahahehehe :

    truth_mulyadi@yahoo.com


  238. Gue setuju dengan pendapatnya mulyadi, ayoo mul, kita tunjukkan kebenaran yang nyata yang merubah seluruh pemikiran umat manusia di sini..

    Semangaatttttt!!! Kebenaran yang paling mendasar dalam kehidupan manusia di alam semesta akan kita temui disini dengan landasan ilmu pengetahuan yang ilmiah dan benar..aku dukung kamu mulyadi!!!!GO!GO!GOOOOOO!!!


  239. Saya Jawab
    kebenaran itu tidak SATU
    kalau anda menganggap kebenaran itu satu …otak kanan Anda blm berfungsi….belum ngerti konsepnya EINSTEIN….

    gunakan otak kanan Anda untuk melihat kebenaran itu tidak SATU

    ——————————
    Sebagai contoh ketika di depan saya ada sebuah meja, lantas saya berkeinginan untuk berpikir bahwa meja itu tidak ada, lantas apakah realitas meja itu tidak ada ??? kan yaa ndak masuk akal tohhh, pun juga ketika :
    Didepan saya tidak ada apa2 lantas saya berkeinginan untuk berfikir bahwa ada meja di depan saya, apakah merubah realitas bahwa ada meja di depan saya, jawabannya pasti tidak ada meja.iya toh??
    ————————————-

    Semuanya ilusi…..hidup ini ilusi
    meja ilusi…

    meja bisa ditiadakan….meja bisa diadakan…
    anda ngerti ilmu mistik nggak?

    anda tahu bedanya idea and matter nggak?

    anda pernah main ke alam astral nggak?

    kalau ada meja didepan, saya nggak melihat, artinya itu tidak menjadi realitas bagi saya

    begitupun kalau tidak ada meja tapi mata ketiga saya bisa melihat meja maka itu menjadi realitas bagi saya

    tahu bedanya logika formal dan dialektika?

    apakah diri saya real?

    shanty
    wawan


  240. saya tanya lagi

    WAKTU itu real nggak?
    apa itu waktu?

    jawab ini dulu….

    salam
    wawan


  241. note:
    bukan promosi….
    kalo mau berfilsafat bisa kunjungi dan diskusi dng saya di

    profile.to/wawanalexa
    milis spiritual-indonesia di yahoogroups….

    berikut jawaban saya atas kebenaran mengapa jumlahnya bukan satu…

    sorry aku males untuk menulis
    - argumentasi logika (karena aku bisa logika formal dan juga meloncat/dialektika,
    - harus terstruktur,
    atau
    - banyak ngutip dari pemikir2 lain…kayak aku nggak bisa mikir sendiri saja…

    karakterku jelas sudah teridentifikasi lebih didominasi otak kanan, sehingga memang tidak bisa terstruktur dan lebih banyak bercerita, dan aku nggak mau goblok ngikuti aturan orang lain yg pake otak kiri terpenjara, hanya menambah masalah buat diriku saja…kalau cerita dibawah masih belum bisa meng-open mind …ya sudah…juga nggak gw pikirin banget2…..

    =======================

    FransJS : darat itu dasar lautan yg ga ketutup air, atau sebaliknya dasar laut adalah daratan yang ketutup air ?
    alexarussia : keduanya benar
    FransJS : yup
    FransJS : bukan dualitas, kalau sadar.
    FransJS : aware atas dualitas

    ========================
    sorry….bagi yg gak nangkep…jangan berharap banyak ngerti albert einstein…

    merry christmas…and wish for u all the best…

    salam
    wawan


  242. Siapakah yang goblok di forum ini.
    1. Yang nulis
    2. Yang comment
    3. Yang baca

    awareeeee awareeee awareeee

    salam
    wawan


  243. Hehehehehe ……………….

    memutar balikan akal, memaksakan pemikiran, inti nya muter2 ….

    buat anda yang tidak percaya tuhan,
    SETELAH ANDA MATI, anda baru tau benar apakah tuhan itu ada atau tidak , dan di saat itu anda baru akan menyesali nya.

    jadi buat yang tidak percaya tuhan itu ada, gak perlu sampe berdebat lewat pemikiran, ntar jadinya pepesan kosong doang.

    langsung ke dunia nyata aja,
    MATI !!

    jangan takut MATI, MATI hampir sama seperti anda HIDUP, perbedaan nya hanya pada dimensi dunia nya saja .

    Contoh : KALO ANDA SUDAH MATI !! anda sudah tidak bisa membuka blog ini lagi, tapi kalo ada orang yang membuka blog ini, anda masih tetap bisa membaca nya .

    BERANI MEMBUKTIKAN NYA ?


  244. baca jurnal2 near death experiences

    meditasi adalah mati suri,menghilangkan ilusi2 pikiran, waktu, dan dimensi2 lain.

    Puter skrup otak anda ke alfa atau theta…disitu menembus pikiran, waktu, hanya unknown……

    apakah waktu benar2 ada?


  245. justru kita buktikan saja secara ilmiah pak mr.wawan.
    akkan saya perkjelas lagi ya pak wawan agar pak wawan bisa memahami konsep yang saya ajukan itu,
    Kalau memang kebenaran itu ada lebih dari satu, buktikan,Coba saya tanya ke pak wawan,kita di sini tidak asal meng-klaim tanpa pendasaran yang ilmiah kan ??? So,sehingga nantinya kita akan terbuka secara obyektif,mana yang benar itu yang kita ikuti.
    seharusnya tidak melibatkan perasaan kita dalam forum diskusi ini, tidak usah emosi ketika pemahaman yang kita miliki itu salah,pun juga dengan saya, saya tidak akan emosi jika pendapat saya memang salah dan saya akan mengikuti pendapat anda.Sehingga kalau itu memang benar ya kenapa harus takut untuk mengikutinya, justru kalau misalkan tidak diikuti akan menimbulkan kesesatan, sebagai contoh :
    Semisal sekolah smu anda, hanya bisa ditempuh dengan bemo-N misalnya. Sehingga jalan satu-satunya untuk mencapai tujuan anda adalah dengan bemo-N itu, sehingga yang benar adalah kalau kita ingin menuju sekolah smu tersebut harus menggunakan bemo -N. Apa dampaknya ketika saya tidak naik bemo -N, saya malah naik bemo yang selainnya, atau saya malah diam atau malah tidur? Apakah sampai pada tujuan saya??? sehingga kita harus mengikuti kebenaran itu, kalau mememang kita ingin mencapai tujuan kita???

    Dan selanjutnya adalah menurut pendapat anda kebenaran itu tidak ada satu???Mari kita kaji itu!:
    Kalau memeang kebenran itu sifatnya lebih dari satu, tentunya saya dan anda pasti akan mengalami kebingungan dalam berperilaku dalam kehidupan ini???
    sebagai contoh, ketika pemerintah yaitu presiden ingin mengetahui bagaimanakah kondisi masyarakat di kondisi rakyatnya yang berada di NTT, sudah bebas dari kemiskinan atau tidak, ataukan hanya sebagian saja yang miskin, jika kebenaran itu jumlahnya banyak, tentunya pak presiden akan kebingungan dalam menetapkan strategi untuk mensejahterakan rakyatnya yang ada di NTT, IYA TOH PAK WAWAN???
    kETIKA TIDAK ADA KEBENARAN YANG JELAS TENTANG KONDISI itu pada rakyat di NTT, pasti pak presiden bingung , strategi apa yang harus diterapkan pada rakyat NTT untuk membangun daerahnya?? apakah daerah NTT, itu bebas dari kemiskinan, belum bebas dari kemiskinan, atau sebagian sudah terbebas dari kemiskinan, sehingga ini merupakan pondasi atau konsep dasar bahwa kebenaran itu satu, jika konsep dasar ini mengalami kerancuan dan ketidak jelasan bagaiamana lantasan dia dalam memecahkan masalah rakyatnya di daerah lain.

    Atau ketika pak Mahkamah Konstitusi menilai bahwa “perilaku korupsi itu bisa salah dan bisa benar, lantas mana yang benar diantara keduanya:
    Korupsi itu benar atau
    Korupsi itu Salah,
    Ketika tidak ada satu kebenran yang sifatnya tunggal maka apa yang terjadi ????
    Pasti para pemerintah akan bingung ketika tidak ada kejelasan.

    Dan katanya pak wawan realitas itu bisa ditiadakan dan diadakan seperti realitas mistis ?? iya pak wawan gitu yaa?? Sekarang yang kita diskusikan disini itu bukan hal yang tidak ada pendasaran ilimiahnya pak wawan, kita bisa mengungkapkan bahwa dengan mistis sasuatu dapat di adakan atau ditiadakan itu menuurut pak wawan mekanisme secara ilmiahnya bagaimana???? pak wawan ????, sehingga ketika mistis itu bisa melakukan hal yang seperti itu dengan pendasarn yang ilmiah, bisa di katakan bahwa kita bisa merubah realitas dengan mistis iya toh, anda kan hanya ngomong saja tentang mistis tanpa ada penjelasan dan mekanismenya secara ilmiah.???

    Tapi kalau misalkan secar ilmiah mistis bisa merubah realitas meja, ketika itu benar seharusnya dapat diterapkan kepada semua keadaan, iya kan pak wawan, ketika itu tidak bisa diterapkan dalam semua konteks, maka itu bisa dikatakan tidak valid, sebagai contoh konsep pemerintahan yang baik adalah demokrasi , karena ketika dihitung dan dipertimbangkan, konsep inimerupakan konsep yang baik karena bisa menciptakan masyarakat yangver dan kritis. Dan konsep inipun bisa diterapkan dimanapun dalam semua konteks negara iya kan pak wawan???

    Sehingga ketika mistis dapat merubah realitas yang lain selain meja maka saya dan semua orang akan mengakui kebenarannya, semisal menghilangkan bumi dan alam semesta, atau menghilangkan semua kendaraan yang ada di dunia ini dengan mistis???
    Atau bisa nggak dengan si mistis itu, bisa mengadakan sesuatu realitas yang belum pernah di pikirkan orang yang mempunyai ilmu mistis itu tadi??? sehingga dari sini kita akan terbuka mana yang ilmiah mana yang tidak!!

    anda tadi mengatakan bahwa ketika saya tidak melihat meja padahal didepan saya ada meja, berarti meja itu bukan realitas menurut pak wawan?? Tapi pak wawan tapi pertanyaan yang mendasar apakah meja tadi bukan realitas???Kalu kata pak wawan itu bukan realitas menuurut pak wawan ketika pak wawan tidak melihat meja, berarti anda bersifat subyektif, dong bukan obyektif ( sesuai obyek yang ada)

    Ketika ada 100 orang , melihat bahwa di belakang badan pak wawan ada sebuah truk, tapi karena pak wawan tidak melihat truk berarti truk bukan realitas???iya , gitu pak wawan yaa???

    Pak wawan realitas kan, sesuatu yang ada , kan pak wawan??? berarti kalau begitu anda memungkiri realitas truk itu pak wawan!!!

    Sata tahu pak wawan antara idea dan matter!!
    Idea kan ide atau konsep dalam pemikiran toh???
    matter kan sesuatu yang ada dalam kenyataan toh, yang pernah terjadi dan dialami, iya tohhh?

    Truz , yang menjadi permasalah apa, bukannya itu sama – sama ada, sebagi contoh :
    Konsep superman apakah ada ???? ya ada pak wawan
    Apakah ada dalm kenyataan???

    Ini adalah pertanyaan yang substansi dari saya dan saya ingin pak wawan membuktikannya???
    bagaimana proses terbentuknya alam semesta?? hanya itu yang ingin saya ajukan ke pak wawan, gimana pak wawan berani???

    Untuk mr obelix , yang ilmiah donk, jangan ngeklaim gitu, jangan gitu dong, kalau anda tidak sepakar tuhan ada atau tidak itu tidak dipikrkan, trus sampeyan pakai yang mana, kalau masih belum jelas ngapain anda pakai, justru dalam forum ini kita cari mana yang jelas dan mana yang benar , sehingga dari sini , kita bisa mempercayai itu!!!!


  246. Berarti kalau saya terjemahkan pendapat anda, berarti :

    DARAT = DASAR LAUT YANG TIDAK TERTUTUP AIR
    DASAR LAUT = DARAT YANG TERTUTUP AIR

    Kesimpulan
    DARAT YANG TERTUTUP AIR = DASAR LAUT YANG TERTUTUP AIR
    DARAT YANG TIDAK TERTUTUP AIR = DASAR LAUT YANG TIDAK TERTUTUP AIR

    sehingga , malah dari pendapat anda malah menunjukkan bahwa pendapat anda malah mendukung saya, bahwa kebenaran itu sifatnya satu. saya sangat setuju dengan pendapat anda mas wawan sehingga, dapat saya simpulkan bahwa kebenaran itu adalah satu dari konteks yang anda ajukan!!

    Bahwa :
    >> darat yang tertutup air = dasar laut yang tertutup air
    >> darat yang tidak tertutup air = dasar laut yang tidak tertutup air.

    ##Berarti, pertanyaan bahwa :apakah darat yang tertutp air itu? jawabannya harus dasar laut yang tertutup air, sehingga jawaban di luar itu menjadi salah.

    ## Pun juga, pertanyaan bahwa : apakah darat yang tidak tertutup air ? maka jawabannya harus dasar laut yang tidak tertutup air, sehingga ketika menjawab selain itu pastilah salah.

    Sehingga dari premis yang anda bangun sendiri membuktikan bahwa pendapat anda memang benar, bahwa premis 1 adalah benar
    dan juga premis 2 adalah benar,

    Sehinga tergantung pertanyaan yang anda ajukan itu apa????

    Kalau anda mengajukan apakah darat yang tertutup air itu, maka jawabannya hanyalah satu yaitu”dasar laut yang tertutup air.!!

    Kalau anda mengajukan pertanyaan apakah darat yang tidak tertutup air itu maka jawabannya hanya ada satu yaitu dasar laut yang tidak tertutup air.!

    Sehingga dari pendapat yang anda ajukan tidak ada dualisme jawaban yang benar , pasti salah satunya!!!!

    Sehingga premis 1 anda = benar
    dan premis 2 anda = benar

    sama halnya jika saya menganalogikan :

    roti yang panas = bak pao yang panas
    rati yang tidak panas = bak pao yang tidak panas

    Berarti asumsinya anda batasi sendiri lo yaaa!!!!
    thanks!!!!!Ingat, kalu memang kebenaran itu banyak, coba buktikan dalam semua konteks yang saya ajukan sebelumnya!!!
    Sehingga ketika konsep anda bahwa kebenaran itu sifatnya banyak, maka tentunya konsep anda harus bisa mematahkan konteks yang saya ajukan yaitu :
    Korupsi = salah
    korupsi = tidak benar

    mungkinkah jawabannya 2 atau lebih ??? pasti satu kan, ingat satu di sini jangan diasumsikan jumlah jawaban itu satu tapi sifatnya satu. Contoh :

    sapi = hewan(benar)
    kuda, kudanil, jerapah, semut dsb. = hewan ( benar sifatnya satu) kalau misalkan jawab batu atau jagung pasti salah karena tidak terlingkup dalam semesta hewan.

    Waktu itu ya real dong, waktu adalah salah satu hal yang melingkupi alam semesta, alam semesta terikat waktu.

    Apakah anda yakin bahwa yang anda baca itu benar, padahal itu hanya informasi dari orang yang lain, sudahkah anda membuktikan pendapat itu dalam dimensi ilmiah kalau anda sudah membuktikannya secara ilmiah, buku near death experience saya pasti percaya dan mengikuti pendapat anda , oke????

    Salam diskusi pak wawan??? di sini kita mencari kebenaran pak, dan mengikutinya kalau itu benar, dan kalau pendapat kita itu salah dan tak bisa dibuktikan secar ilmiah dan dengan landasan ilmu pengetahuan maka selayaknya kita mengganti ilmu yang salah itu dengan ilmu yangbenar…..
    Walaupun ada beban psikologis untuk melepaskannya maka kita haruslah mau karena itu kebenaran, karena apa – apa pemahaman kita harus berdasarkan ilmu pengetahuan benar.
    so……
    salam kebenaran…….


  247. sekarang tinggal mana yang mau dipilih…. pilih yang diikuti banyak orang atau pilih yang sedikit diikuti kebanyakan orang?
    ada yang tahu ga populasi yang atheis vs theis?
    saya memercayai adanya orang-orang yang atheis karena adanya yang theis sebagaimana saya percaya adanya orang miskin karena adanya golongan yang kaya, ada yang disebut hitam karena ada yang putih……..
    selama kita ada di dunia ini tidak ada kebenaran yang mutlak…
    bisa saja kaum theis itu benar… bisa saja kaum atheis benar walau saya ga bakalan ngikutin pendapat mereka.
    masalah ketuhanan bukanlah matematika dimana 1+1 = 2, bisa saja 1+1 = 3 . tidak ada yang benar mutlak…. kebenaran yang diungkapkan di forum ini bagi siapa saja yang merasa benar belum tentu mutlak. kebenaran mutlak adalah milik orang yang meyakininya berdasarkan kemampuan dia untuk menalar sesuatu.
    So… biarin deh bagi yg atheis atau theis karena mereka merasa mampu menggapai sesuatu dengan otaknya yang kecil itu….
    tetapi mereka melupakan bagaimana pencarian Tuhan orang-orang terdahulu. Dan proses yang terjadi sekarang ini dimana agama menjadi salah satu alternatif karena ternyata jawaban dari semua itu adalah AKU TAK MAMPU LAGI MEMECAHKAN MISTERI KETUHANAN. makanya ATHEISME pun RUntuh.
    Banyak rekan-rekan kita yang berakhir di Rumah Sakit Jiwa karena tidak mau menerima agama sebagai jawaban semua itu. Lalu apa sih agama?
    Jawaban semuanya dari para pencari Tuhan adalah kebaikan kita, kemanusiaan kita, kedermawanan, rendah hati, baik hati, sifat sosial dan intinya manifestasi kita sebagai manusia seutuhnya dan berbuat baik demi kebaikan warga manusia.

    Dan bagi para pecari Tuhan perlu mendalami agama… jangan lagi mencari Tuhan bila sudah kebingungan mencarinya…. takutnya berakhir di RSJ…..Tuhan orang Schizophrenia bisa anda perhatikan di sana…. ada yang menyebut uang, ada yang menyebut perempuan, ada yang menyebut jabatan.
    percuma mencari Tuhan bila anda korupsi saat bekerja, melanggar norma di masyarakat, anti sosial, berperilaku seenaknya, mendewakan kemampuan berpikir anda sehingga anda pikir mungkin itulah tuhan anda.

    semua terserah anda


  248. udah udah jangan berisik

    pokonya hidup orang baik !!!


  249. Mistis adalah proses hipnosis ketika otak turun di frekuensi alfa atau theta, kalau belum pernah masuk kesini sangat sulit diterangkan, disini semua unknown dan relativitas bekerja. Pikiran2 akan menjadi ilusi. Yang pertama mengajarkan ini adalah Sidharta Buddha.

    aware thd dualitas, dualitas artinya keduanya benar,
    ada dua sisi keseimbangan yin dan yang yang keduanya benar.

    selain itu ada juga kebenaran obyektive dan subyektive.

    Kalau anda menarik premis kepada masalah keputusan presiden, maka analitical anda terjebak kedalam otak kiri.

    kalau mau baca saja tulisan2 saya di milis spiritual-indonesia yahoogroups…disana saya banyak menulis spiritual modern.

    bisa search email saya selarasmilis

    salam
    wawan


  250. tolong buat mas mulyadi add facebook saya wawan@mediaselaras.net

    atau ikuti tulisan2 saya di milis spiritual-indonesia
    yahoogroups.com

    lebih baik diskusi kita teruskan disana karena disana banyak eyang2 sepuh yang sudah bisa masuk kedalam tahap “masuk alam astral” atau juga dlm kondisi “buddha”
    di fase ini nanti akan tahu bahwa semuanya yang ada ilusi….

    disitu saya pake email selarasmilis@yahoo.com

    saya mendobrak spiritualitas modern yang hakekatnya tetap namun kulitnya berubah

    disitu banyak sekali saya tulis masalah
    - god undefined
    - waktu yg ilusi
    - spiritualitas modern
    - marifat manunggaling kawulo gusti
    - dlsb

    atau add yahoo messenger saya skywalkerid2000 nanti saya kasih url2-nya ….

    atau instal download.camfrog.com lalu masuk room
    spiritual__indonesia

    disini terlalu panjang kalau saya copy paste tulisan2 perjalanan spiritual saya

    salam and wish u all the best

    =======================================
    Mitos, Agama,Filsafat dan Science

    Saat ini seringkali science menjadi titik lawan dari agama. Hal ini
    memang bisa dimaklumi karena dari tinjauan psikologis, lokasi
    penempatan memory belief systemnya berlawanan. Agama merupakan produk
    filsafat dan solusi-solusi yang terjadi atas budaya dan peradabannya
    dalam dimensi waktu tertentu, sedangkan filsafat dan science adalah
    suatu teori analisa untuk membuktikan kebenaran sesuatu kajian. Agama
    adalah part of belief system, artinya dipercayai dulu baru digunakan
    untuk memandang atau menganalisa. Tentu dengan metode ini maka fokus
    pandangannya akan menjadi sempit,karena sudah terjadi batasan-batasan
    yang dogmatis. Di Indonesia menggunakan ideologi pancasila dimana sila
    pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, dan terkesan sangat spiritual
    sekali. Dengan ideologi ini ditambah dogma-dogma agama yang kental
    maka kita dari kecil sudah banyak ditempeli hal-hal sistem kepercayaan
    dogmatis. Sialnya karena sistem dogmatis berada di layer 1 dari sistem
    mind, maka analisa atau cara pandangnya/analisa berpikir menggunakan
    sistem dogmatis tersebut.

    Belief system adalah sistem operasi dasar mind manusia. Ketika belief
    system didogmatis agama terlebih dahulu, maka semua hal akan dianalisa
    dengan operating system yang dogmatis tersebut. Semua hal akan
    dipilah-pilah, masuk dan ditolak sesuai sistem dogmatis tersebut.

    FIlsafat modern dan science.
    Sejak abad 16 di barat lahirlah filsuf2 modern. Mereka mulai
    mengembangkan filsafat dan science. Filsafat dan science pada awalnya
    sangat bersinggungan keras dengan agama. Pada puncaknya adalah Darwin
    yang menjadi musuh nomor satu kaum agamawan dengan teori evolusi dan
    adaptasi-nya. Setelah itu musuh nomor dua konon adalah Sigmund Freud
    bapak psikologi modern. Science dan filsafat banyak mengurai dan
    mengidentifikasi bagaimana alam,peradaban dan mahluknya bekerja. Hasil
    identifikasi ini menjadikan teori atau sistem analisa atau sistem
    pengkajian.

    Seorang Marxis Leninis, dari kecil didogmatis sistem analisa yang
    menjadi belief systemnya. Dalam memandang hidup dan dunia, mereka akan
    selalu menganalisa terlebih dahulu dan baru memilah untuk memasukan
    yang cocok dan membuang yang tidak. Disini sama sekali tidak diajarkan
    cerita cerita mistis,mitos, bahkan agama, sehingga sistem memorynya
    sungguh enteng karena hanya berisi sistem logik dan dialektik.
    Hidupnya begitu simple karena tidak ada sistem kepercayaan reinkarnasi
    yang susah untuk dibuktikan, ataupun past life yang sampai sekarang
    belum ada yang bisa membuktikan kebenarannya. Bagi mereka, sesuatu
    yang terbukti akan menjadi belief systemnya dan yang tidak bisa
    dibuktikan akan menjadi cerita humor antar teman.

    Seorang marxis leninis hanyalah menginstal sistem analisa dalam
    mind-nya untuk selanjutnya digunakan untuk memandang dunia. Disini
    prosesnya adalah berpikir dahulu, percaya kemudian setelah terbukti.
    Hal ini sangat berbalik dengan agama, yang percaya dulu, baru
    kepercayaan itu digunakan untuk sistem berpikir.

    Marxis Leninis adalah suatu cara analisa hidup yang membumi, artinya
    memandang bagaimana masyarakat hidup di bumi, dan bagaimana
    materialisme dan energynya berubah wujud. Beberapa hukumnya sangat simpel

    Segala sesuatunya mengalir atau bergerak dan tak ada yang tinggal diam
    – heraclitus

    dan tiga hukum utama
    - Hukum peralihan kuantitas menjadi kualitas (hukum perubahan
    wujud,disini ada faktor sebab akibat)
    - Hukum gravitasi, atau kedua kutub yang saling merasuki.
    - Hukum negasi dari negasi. (misal saling ngeyel atau membalikan,
    misalnya Isa dieyel muhammad, dan tasawuf sufi adalah meng-eyel mohammad)

    Mengapa saya memilih marxist?
    Bagi saya mau dikatakan spiritual rendah atau apapun tidaklah menjadi
    masalah karena itu hanyalah suatu penilaian. Bagi saya ruh telah
    terperangkap kedalam suatu badan material dan dunia sehingga
    hukum-hukum yang akan saya ikuti adalah hukum material dan hukum yang
    berlaku di dunia, bukanlah hukum langit karena saya tidak tinggal di
    langit. Saya tidak akan lari memikirkan langit karena saya bertanggung
    jawab atas kelanggengan kehidupan tubuh material saya di bumi.

    Seorang marxist, maka akan menganalisa dulu baru percaya.

    Seorang beragama Islam tentu cara memandang dunia dengan logic Islam
    Seorang beragama Kristen tentu cara memandang dunia dengan logic Kristen
    Dogma2/mitos2 adalah faktor2 yang menyusun logic di mind-nya

    Namun seorang marxist, memandang dunia dengan logic hukum alam karena
    parameter logicnya adalah parameter alam/bumi yang sangat simpel.

    salam
    wawan

    =====================================
    Re: Mitos, Agama,Filsafat dan Science

    bagai saya pribadi, tulisan mas Wawan ini sangat menarik dan mencerahkan. mestinya wacana2 seperti ini lebih banyak hadir di milis SI ini ketimbang wacana2 (konsep2) spiritualisme yang bersifat ajaran (agama, aliran tertentu) yang ujung2nya hanya mempertentangkan kitab satu dg lainnya, paham satu dg lainnya, yang bagi saya sangat membosankan.

    asyik, mas Wawan…. (bbrp komentar ada di bawah)

    TSP

    — In Spiritual-Indonesia@yahoogroups.com, “selarasmilis” wrote:
    >
    > Mitos, Agama,Filsafat dan Science
    >
    ……

    > Marxis Leninis adalah suatu cara analisa hidup yang membumi, artinya
    > memandang bagaimana masyarakat hidup di bumi, dan bagaimana
    > materialisme dan energynya berubah wujud. Beberapa hukumnya sangat simpel
    >
    > Segala sesuatunya mengalir atau bergerak dan tak ada yang tinggal diam
    > — heraclitus
    >
    > dan tiga hukum utama
    > – Hukum peralihan kuantitas menjadi kualitas (hukum perubahan
    > wujud,disini ada faktor sebab akibat)
    > – Hukum gravitasi, atau kedua kutub yang saling merasuki.
    > – Hukum negasi dari negasi. (misal saling ngeyel atau membalikan,
    > misalnya Isa dieyel muhammad, dan tasawuf sufi adalah meng-eyel mohammad)
    >
    > Mengapa saya memilih marxist?
    > Bagi saya mau dikatakan spiritual rendah atau apapun tidaklah menjadi
    > masalah karena itu hanyalah suatu penilaian. Bagi saya ruh telah
    > terperangkap kedalam suatu badan material dan dunia sehingga
    > hukum-hukum yang akan saya ikuti adalah hukum material dan hukum yang
    > berlaku di dunia, bukanlah hukum langit karena saya tidak tinggal di
    > langit. Saya tidak akan lari memikirkan langit karena saya bertanggung
    > jawab atas kelanggengan kehidupan tubuh material saya di bumi.

    1. point yang menarik dan makes sense. bahkan, menurut saya spiritualitas haruslah berkonsentrasi pada kehidupan di bumi ini.

    > Seorang beragama Islam tentu cara memandang dunia dengan logic Islam
    > Seorang beragama Kristen tentu cara memandang dunia dengan logic Kristen
    > Dogma2/mitos2 adalah faktor2 yang menyusun logic di mind-nya

    2. juga seorang penganut ajaran/agama/keyakinan tradisional nusantara akan memandang dunia dengan logic ajaran yang dianutnya. dan sebab itulah segala macam perdebatan tentang apa yg disebut “hakikat” sesuatu (e.g. (si)apa itu tuhan, apa itu manusia, surga, neraka, dll.) –yg sering muncul di milis ini–hanya akan menjadi pacuan andong alias debat kusir. akan lebih menarik jika sharing pengalaman spiritual yang aneh-aneh/ajaib/gaib yg telah dialami sendiri oleh pelakunya dibagi di milis ini. bukan dalam rangka pamer, tapi sekedar berbagi cerita, lalu bisa dibandingkan apakah pengalaman2 subjektif itu memberi suatu pelajaran tertentu bagi pembaca yg lain scr pribadi (konfirmasi/negasi keyakinan/pengalamannya sendiri). lalu bisa dianalisa menurut sudut pandang yg berbagai2 latar belakang. jadi, alih-alih memperdebatkan paham masing2, lebih asyik berbagi pandangan masing2 atas suatu kasus riil, tanpa pretensi klaim paling benar. dan, bagi saya, sharing pengalaman2 ajaib itu seru, mengasyikkan, dan paling penting: menghibur! hehe…

    >
    > Namun seorang marxist, memandang dunia dengan logic hukum alam karena
    > parameter logicnya adalah parameter alam/bumi yang sangat simpel.
    >
    > salam
    > wawan
    >
    ====================================

    Dear mas Teguh..

    Inggih..leres.., sependapat. Mas Wawan..mempunya style gaya tersendiri..khas. (Pendobrak).

    Warna lain..juga asyiik..kok.

    Coba lihat..warna hijaunya mas Dhemit S, warna kuningnya mas DO2, warna merahnya mas Aji M..sang waktu., warna hitamnya Ki lanang.., warna abu abunya..yang suka “We kekk keekk, sama hiks.hikss “. Dan warna warni dari para sedulur semua di sini.., termasuk bapak Eddy TG.


  251. DARAT = DASAR LAUT YANG TIDAK TERTUTUP AIR
    DASAR LAUT = DARAT YANG TERTUTUP AIR

    Kesimpulan
    DARAT YANG TERTUTUP AIR = DASAR LAUT YANG TERTUTUP AIR
    DARAT YANG TIDAK TERTUTUP AIR = DASAR LAUT YANG TIDAK TERTUTUP AIR

    ================
    Saya tidak mau mencari benar dan salah dengan Anda….

    pesan saya
    Pertahankan logic diatas…..logic anda sudah mumpuni….
    ini logic yang sangat dalam

    dualitas in wholeness…..kesadaran dualitas….

    kalau saya buka semuanya bisa kacau…mengacaukan sistem sosial….namun sungguh dualitas and wholeness itu cara hukum alam ini bekerja.

    ================================

    Dear Eyang dipo
    menurut analisis saya mungkin begini (monggo yang lain melengkapi
    warnanya)

    ketika orang sudah melakukan final judgement thd ketiadaan tuhan, dia
    juga terjebak kepada absolutisme ketuhanan yang lain, hanya fokus
    belief systemnya PERCAYA untuk TIDAK PERCAYA. Mungkin dalam pemetaan
    Carl Jung (lebih detailnya om Frans yg tahu) itu adalah
    judgement.(keterperangkapan penilaian)

    Kemaren saya diskusi dng Om Frans, memang saya sengaja menarik
    relevansi spiritual yang membumi agar tidak melupakan kewajiban
    tanggung jawab thd sekitarnya, karena trend-nya memang lagi begini.
    Trend atau jaman akan berubah terus dan kita dituntut untuk adaptable
    thd pengertian2 syariat yg berubah dan hakekat yg tidak berubah.

    Tulisan Mas Doel sangat saya kagumi, bahwa pada akhirnya agama dan
    filsafatnya memang membentuk pemahaman hakekat, namun harus proses
    kejedug atau mature terlebih dahulu, dan saya mencoba mengakselerasi
    untuk kehidupan anak cucu kita kelak agar maksudnya tidak terlalu
    kebentur cukup parah.

    Dalam psikologi modern ada pembagian, ini juga simbol yang dikiri
    digerakan otak kiri dan yang dikanan digerakan otak kanan

    Extrovert versus Introvert
    Sense vs intuisi
    Thinking vs feeling
    Judging vs perceiving

    saya coba urutkan, paling dasar kebutuhan manusia adalah MEMBUTUHKAN
    orang lain, atau extrovert, setelah proses usia yang cukup tua
    nantinya akan semakin Introvert. Untuk itu pula saya berani mengatakan
    TUHAN saya adalah sistem sosial, agar orang menyadari bahwa dirinya
    menjadi bagian dari sistem sosial. Agar orang menyadari bahwa dirinya
    perlu belajar terhadap orang lain. Individu dan orang lain adalah
    sesama Tuhan yang harus saling belajar.

    Selain itu seorang anak belum berkembang proses otak kanannya,atau
    lebih didominasi otak kiri yang dogmatis. Semakin dewasa maka akan
    terjadi perpindahan dari Judging ke perceiving. Nah di proses ini baru
    mengerti ttg Tuhan yang sebenarnya. Tuhan yg hakekat, bukan tuhan yg
    diasosiasi oleh sebuah kata.

    Tuhan bukanlah sesuatu yg absolut.Tuhan bukanlah sesuatu kebenaran
    yang absolut. Tuhan adalah pemahaman. ALbert Einstein mengungkapkannya
    dengan teori relativitas karena dia mulai menggunakan otak sebelah
    kanannya. Rick Strassman juga menyebutkan bahwa bekerjanya kelenjar
    pineal gland sudah merupakan sistem yg sudah ada dalam manusia dan dia
    juga bilang itu God spot atau God kodrati. Sigmund Freud mengatakan
    proses paling PRIMER dari sistem manusia adalah ID atau rahim
    insting2, dan hanya menyebutkan ini sudah menjadi warisan dari
    SONO-nya. Saya juga semakin mengerti kemaren membaca ulang tentang
    hubungan ID proses primer dan mimpi, bisa jadi mimpi memang suatu
    manifestasi dari ROH.

    Proses komunikasi sebenarnya adalah manifestasi otak kanan/emosi ingin
    berbicara thd otak kanan/emosi yang lain, namun tidak bisa,karena otak
    kanan imajiner, sehingga diperlukan otak kiri untuk menyusun kata2
    agar sesuai kesepakatan mayoritas.

    Misal ALLAH, Jesus, Yahwe,
    ini adalah database word yang ada di otak kiri

    database yg ada di memory kanan –UNDEFINED– rasakan sendiri

    Ketika kita menggunakan sistem logic saja, maka ALLAH akan terkunci
    hanya sebagai kata ALLAH, tapi tidak merasakannya, dianggapnya
    kebenaran hanya itu, namun sekali lagi bekerjanya otak kanan perlu
    proses, dan keseimbangan otak kanan dan kiri adalah sistem berpikir
    cerdas. Albert Einstein dan juga Hegel, mengungkap teori relativitas
    dan dialektika ketika menggunakan otak kanannya.

    Saya kira keterjebakan adalah ketika kita menilai bahwa KEBENARAN
    hanya 1 karena ini judging, termasuk menganggap benar TIDAK ADA.

    Menganggap tidak ada juga keterjebakan judging yang lain atau
    keterperangkapan olah otak kiri.Otak kiri digunakan untuk menetapkan
    nilai, angka dan ukuran2 lainnya, otak kanan digunakan untuk imajiner
    yang tidak terukur.

    Tuhan hanya bisa dirasakan, diproses melalui otak kanan yang
    PERCEIVING…..atau relative…itulah hakekat sesungguhnya.

    Tuhan tidak bisa didefinisikan atau diolah logic otak kiri, karena
    menyempitkan maknanya, saat ini menurut saya yg perlu dilakukan adalah
    implementasi KETUHANAN, yaitu BERKARYA.

    Lenin dan Tan Malaka bukanlah absolut menolak Tuhan, Lenin hanya marah
    thd imperialisme dan rejim gereja yang dahulunya memang gelap. Lenin
    hanya marah thd agama yang merupakan tempat pelarian, Lenin hanya
    menginginkan rakyat Russia untuk berkarya atau aktiv, tidak menyerah
    terhadap takdir. Namun saya perhatikan katolik sudah punya jalan
    keluar thd keselamatan yaitu konsili 2 vatikan. Mereka berusaha
    adaptasi ketuhanan thd jaman, meski aneh, tapi is ok demi keselamatan
    umat lebih banyak yg belum mengerti thd konsep relativitas.

    Rakyat Russia adalah agnostik, atau lebih memilih tidak memikirkannya
    namun lebih baik berkarya untuk di Bumi.

    Mengapa saya kagum thd Tan Malaka? Karena beliaulah jembatan Marxist
    thd budaya Timur. Tan Malaka pernah ikut dalam syariat islam dan
    berkelompok thd syariat islam merah. Tan Malaka juga berani menyatakan
    di konferensi international komunis di moscow bahwa perjuangan
    Indonesia tidak akan pernah berhasil tanpa melibatkan komponen islam.


  252. semoga saya tidak dibanned sama pemilik blog ini

    coba baca buku “The Book of Secret” by Osho
    ada meditasi untuk melampui “ilusi2″ anda…dan nanti baru ngerti bahwa waktu juga merupakan ilusi. Tidak heran seseorang yg baru “merasa diculik genderuwo” —> sebenarnya tidak benar2 real begitu…ini hanya proses anjloknya frekeunsi otak ke alfa atau theta….maka akan bingung ketika sadar kembali dimensi waktunya menjadi lain.
    ===============================
    Osho was asked for his ten commandments.
    This was his response:

    “You have asked for my Ten Commandments. It’s a difficult matter, because I am gainst any kind of commandment.
    Yet, just for the fun of it, I write:”

    1. Never obey anyone’s command unless it is coming from within you also.
    2. There is no God other than life itself.
    3. Truth is within you, do not search for it elsewhere.
    4. Love is prayer.
    5. To become a nothingness is the door to truth. Nothingness itself is the means, the goal and attainment.
    6. Life is now and here.
    7. Live wakefully.
    8. Do not swim – float.
    9. Die each moment so that you can be new each moment.
    10. Do not search. That which is, is. Stop and see.

    PS Numbers 3, 7, 9 & 10 were underlined by Osho in his original letter.


  253. Begini ya mas wawan saya sebenarnya sepakat dengan pendapat Anda. Kita di sini seperti debat kusir jika memakai paradigma kita masing – masing.
    Tapi yang menjadi peryataan besar bagi say.
    Saya di sini adalah orang yangmencari kebenaran bukan atas paradigma – paradigma yang ada di dunia ini.
    Saya akan obyektif terhadap semua hal. Sya akan meletakkan pandangan – pandangan agama pada saya.
    Dan diasumsikan sya seperti orang yang tidak beragama, da saya di sini ingin mencari kebenaran apakah Tuhan itu ada atau tidak. Sehingga saya di sini tidak sama sekali memakai paradigma apapun, selain Kebenaran.

    Saya juga setuju dengan pendapat Anda, bahwa Sebelum kita mempercayai sesuatu kita harus mengkaji dan kritis terhadap hal itu dulu.
    Berpikir ( mengkaji secar obyektif) –> Percaya –> Melaksanakan kepercayaan saya, karena sudah teruji secara ilmiah.
    Justru saya di sini bersikap seperti itu,Anda dari mana kok bisa mengatakan kita di sinidebat kusir.

    Mungkin juga saran dari yang selainnya, yang mengatakan bahwa tidak ada kemutlakan di dunia ini adalah salah besar.
    Karena secara tidak langsung anda juga memutlakkan pendapat anda bahwa “tidak ada kemutlakan di dunia ini”.
    Kalau semisalkan di dunia ini tidak ada kemutlkan, semuanya relatife, dampaknya tidak akan ada kejelasan, tidak ada teknologi, tidak akan ada realitas.
    Karena secar obyektifnya kebenran itu memang mutlak.
    Ketika tidak ada kemulakan di dunia ini tentang atheis atau tidak atheis, maka akan menimbulkan sesuatu yang kacau dan rancu.
    Dan ini sekedar saran saja dari yang mendukung tidak ada kemutlakan:
    Ayah anda adalah multak milik anda, ketika anda berpemahamn relatife, kalaumisalkan ayah anda adalah milik tetangga anda, atau milik teman anda , benar apa tidak.?????
    Sehingga kemutlakan itu adalah sebuah kebenaran.

    Secara tidak langsung karena anda menganggap semuanya benar, antara atheis dan theis, berarti anda adalah sebuah musuh bagi kami.
    Karena anda membuat pilihan lain selain atheis atau theis.
    Sehingga secara logika, anda tidak percaya adanya Tuhan dan tidak percaya Tuhan Ada.
    Untuk sebagai penegas saja, kalau bagi alhikam tidak mempercayai adanya kemutlakan , boleh dong anda saya sebut sebagai ,galon, monyet, garpu , keset atau yang selainnya. Karena menurut anda tidak ada kemutlakan, semuanya benar berarti benar dong pendapat saya.
    Karena itu mengapa anda adalah alhikam, karena nama anda adalah multak.

    Anda bisa kan membedakan sesuatu, benar salah, besar kecil, hitam putih, keras lembek dsb. Kalu anda bisa membedakan antara beberapa hala berarti anda mengakui adanya kemutlakan, ketika ada kemultakan anda tidak boleh menyebut benar salah dsb, atau Anda tidak boleh membela jawaban anda, karena semuanya relatife,
    kalau anda sebagi seorang hakim, anda tidak boleh mengatakan perilakumembunuh itu salah, karena menurut si pembunuh apa yang dia lakukan itu benar. Dampak ketika anda memahami tidak ada kemutlakan tidak akan ada realitas, tidak akan ada hukum, polisi, pengacara, presiden, ekonomi dan sebaginya. Sehingga pemahamn anda bahwa tidak ada kemutlakan itu harus di ubah karena jika tidak anda boleh dong say panggil kucing,kerbauuuu,tau semutttt.,,,,,,,,,,,,,,,,

    Kepada mas wawan sebenarnya saya bisa membuktikan bahwa Tuhan itu ada, tapi karena Anda tidak memahmi hakekat realitas dan pijakan dasar dalam mengungkap realitas, maka mustahil anda akan mengngkap keberadaan Tuhan.

    Setiap sesuatu yang ada pasti ada yang menciptakan. Misal realitas alam semesta.
    Klau misalkan tiba – tiba ada adalah sesuatu hal yang tidak mungkin. Realitas ini adalah sebuah akibat oleh sesuatu sebab. Dimana sebab ini adalah sebab yang pertama yang tidak disebabkan.
    Ketika ada sebab tanpa ujung maka itu sebuah kemustahilan, karena jika seperti itu, mestinya tidak ada realitas alam semesta.

    Dan menjadi tidak mungkin jika yang menciptakan alam semesta berasala dari alam semesta itu sendiri. Pasti dan harus di luar alam semesta.
    Misalkan anda membuat donat , pakah mungkin yang embuat donat itu, adalah mise ceres atau gula, atau tepungnya, Sehingga menuntut yang menciptakan adalah di luar alam semesta.

    Karena alam semesta ini adalah hal yang materi bisa berupa materi abstrak dan materi kongkrit, maka menuntut adanya pencipta alam semsta hal yang di luar materi yaitu imateri.
    Pun juga sangat tidak mungkin realitas materi ( alam semesta menciptakan dirinya sendiri ) karena mereka maksimal hanya bisa mengkreasi saja dari hal yang ada menjadi hal yang baru. Coba siapakah manusia yang ada di dunia ini yang bisa menciptakan sebuah kerikil kecil, Kalaupun bisa ia hanya mengkreasi saja, bukan menciptakan dari hal yang tidak ada menjadi ada.


  254. Mendingan gak beragama tapi percaya Tuhan.. :)


  255. Tuhan itu nggak perlu dipercayai, tapi dimanifestasikan kedalam tindakan hidup sehari2. Gitu aja kok repot.
    tuhan itu kata kerja MENOLONG dari OBJECT orang lain, bukan kata sifat, bukan nama, apalagi asmaul husna….bohong semua itu.


  256. Dari mana anda mengatakan bahwa Tuhan itu sebuah kata kerja ??? itupun harus dipertanyakan, jangan asal ngomong tanpa alasan yang logis dan jelas. Lagian siapa yang menyatakan Tuhan itu asmaul husnah??? Kita kan belum mnyepakati bahwa Tuhan itu ada,antara saya dengan Anda, sebenarnya anda itu mengelak atau bagaimana sih atau anda mengingkari kebenaran yang ada, coba mana dari pendapat saya yang menurut anda tidak logis, tunjukkan kalau pendapat saya memang salah dan dimanakah kesalahannya??? Kalau anda tidak bisa membuktikan berarti anda sepakat dengan pendapat yang saya bicarakan, gak usah malu lahh….kalau itu memang benar ruginya apa sihh???


  257. Anda mengatakan bohong itu apa alasannya?? ataukah anda asala ngomong tanpa alasan yang jelas???


  258. jadilah orang yang menerima kenyataan mana yang benar atau yang salah jangan menipu mata kita dengan kebenaran, lagian lagi apa sish ruginyaa…
    Apakah anda memungkiri yang menciptakan alam semesta????
    Ataukah sebenarnya anda itu malu karena pendapat yang selama ini yang anda pegang itu salah???? terus kalau salah lagian ngapain dipertahankan???


  259. iya saudara – saudar sekalian termasuk mas wawan, sebenarnya saya disini adalah mencari kebenaran yang berdasarkan argumentasi yang ilmiah dan logis serta dapat dipertanggungjawabkan, saya kira dalam forum ini orannya konsisten, tanggungjawab, obyektif dalam mengungkapkan segala argumentasinya, dan dia dalam berargumentasi senantiasa dilandasi dengan ilmu pengetahuan yang bersifat empiris atau rasional, dan orang di sini saya kira orangnya obyektif menerima kesalahannya,

    TERNYATA, yang saya jumpai sangat berlainan saya disini seperti berbicara dengan orang yang tidak konsisten, tidak tanggung jawab, tidak iliah , daripada saya berdebat disini dengan orang yang tidak memiliki pemikiran yang logis dan ilmiah, saya kira cukup di sini saja perdebatan kita soal eksistensi Tuhan, saya ingin mencari teman diskusi untuk mencari kebenaran yang dia orangnya ilimiah dan obyektif menerima kesalahan dan orang itu senantiasa berargumen dengan pendasaran yang ilmiah,

    Cukup sudah, ngapain berdebat dengan orang yang berargumentasi tanpa landasan yang ilmiah dan dengan orang yang tidak bisa obyektif dalam berpikir,

    sAYA KIRA SAYA PUTUSKAN, SEMUA ORANG DI DALAM FORUM INI TIdak selevel dengan saya,
    LEBIH BAIK BERDISKUSI DENGAN ILMUAN YANG OBYEKTIF DAN RASIONAL DARPADA DENGAN ANAK SD YANG TIDAK BISA DIAJAK BERDIALEKTIKA DALAM BERPIKIR,

    Salam ,,,,
    saya sudahi sampai disini saja atheisme yang tidak bisa berpikir logis yang hanya mengandalkan referen buku dan pendapat orang lain yang tidak mampu membuktikan referen itu secar ilmiah, alias asal comot pendapat dan tidak bisa membuktikan kebenaran comotan data itu …..

    Salam…….


  260. Anda adalah orangpertama yang saya temui sebagai orang berpengetahuan tapi tidak bisa mempertanggungjawabkan pengetahuan anda secara limiah, dan tidak mau mengakui kesalahan dan tidak berani menunjukkan kesalahan jika pendapat orang lain salah,

    Waduh….

    Daripada ngomong dengan anda tapi tidak ada ujungnya lebih baik berdiskusi dengan seorang yang mempunyai pertanggunjawaban akan ilmu pengetahuannya secar empiris dan rasional…

    bye……


  261. mas mulyadi

    anda join di milis spiritual-indonesia
    yahoogroups saja
    nanti banyak penjelasan rasional ttg tuhan
    disana nanti anda banyak dibantu rekan2 menjelaskan KESEJATIAN

    kalau anda benar2 mencari mohon perhatikan saran saya,saya tidak bermasalah dng siapapun bahkan menghormati anda kok.

    atau add facebook saya dan senior2 lain yg sering meditasi.

    mohon maaf saat ini saya baru membuka wacana lain yg cukup menguras energi di forum2 thd sosialisme dan juga
    tema saya sudah beralih mendobrak feodalisme jawa.

    prinsipnya manusia indonesia terjajah oleh 2 hal
    1. agama
    2. budaya

    hal ini yg lagi saya dobrak…

    salam


  262. Semoga apa yang anda lakukan bermanfaat bagi seluruh umat manusia yang ada di dunia ini, jika membawa kepada kesejahteraan dan manfaat yang besar anda lakukan saja, jila landasannya benar pasti membawa kepada kemanfaatan
    Dan ingat mas wawan segala apa yang kita lakukan harus ada pertanggungjawaban yang ketat, dan dampak positif dari yang anda kerjakan adalah menyelesaikan masyarakat Indonesia…
    … tapi ingat yang terjajah bukan fisiknya tapi yang lain…
    maaf ….


  263. wah….!!!! seru banget debatnya…..!!!!!!
    saya percaya adanya TUHAN….
    sangat percaya…..
    mas fertob, mas ini theis apa atheis c….????
    para mas-mas dan mbak-mbak, ibu-ibu dan bapak-bapak yang atheis, saya mau tanya,…
    dalam tubuh ini, ada sirkulasi darah yang berjalan teratur, apakah keteraturan ini ada dengan sendirinya tanpa ada yang mengaturnya….???
    bumi berputar teratur, apakah teratur dengan sendirinya juga,…???
    saya sangat heran knp banyak sekali orang2 yg tidak prcaya dengan adanya Tuhan..
    padahal kuasa-Nya sangat nampak di seluruh penjuru dunia.
    kalo ada orang yg jadi atheis gara2 ngrasa doanya g prnah di denger Tuhan seperti comment KK

    “dulu saya percaya pada tuhan, dan saya selalu berusaha untuk menjalankan perintahnya & selalu berdoa. Tapi tuhan tidak pernah mengabulkan permintaan saya. Karena itu saat ini saya sangat benci pada tuhan, dan tidak percaya lagi pada tuhan, kitab, ibadah, dosa pahala”

    saya rasa itu bukan alasan yg pantas untuk meninggalkan Tuhan. Tuhan tau mana yg baik untuk umatnya.
    asal anda tau bahwa memang ada saatnya Anda menggunakan nalar, ada juga saatnya Anda menggunakan hati,jiwa,perasaan Anda. seperti halnya cinta, cinta sejati. cinta datang tanpa melihat wajah,kekayaan. Anda para atheis punya perasaan cinta bukan..??? dan itu g bisa gunakan nalar kan,..???
    itu main perasaan kan..??
    begitu juga