Feed on
Tulisan
Komentar

Going Home




Another summer day
Is come and gone away
In Paris and Rome
But I wanna go home
Mmmmmmmm

Maybe surrounded by
A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Oh I miss you, you know

……..

(Home - Michael Buble)




Bukan Paris. Bukan Roma. Dan juga bukan San Sransisco. Hanya sebuah kota kecil di ujung timur nusantara. Yang tak berarti apa-apa dibanding Jakarta.

Hanya untuk melepas resah. Pada bau tanah dan dedaunan di halaman rumah. Pada hutan belantara yang belum terjamah. Pada lautan luas tempat hati tertahan. Pada gunung-gunung hijau di ujung cakrawala. Dan pada matahari, bulan, dan bintang yang lama ditinggalkan.







So I’m going home,
Back to the place where I belong,
And where your love has always been enough for me.
I’m not running from.
No, I think you got me all wrong.
I don’t regret this life I chose for me.
But these places and these faces are getting old
So I’m going home.
Well I’m going home.

(Home - Chris Daughtry)




Kembali ke tanah tempat kaki pertama melangkah. Tempat tangisan tertumpah. Tempat senyum dan tawa dan merekah. Tempat hidup berserah.




Yeah, SAYA PULANG

  • tidak mengandung unsur pornografi
  • tentang film
  • juga tentang keparanoidan
  • ada gambar







Sebenarnya bukan saat ini tulisan yang akan saya publikasikan. Tetapi, saya tadi mampir ke blog Friendster saya yang lama dan melihat-lihat tulisan-tulisan jadul saya. Dan ketika membandingkan dengan blog saya di WordPress, ternyata tulisan saya di blog friendster itu lebih “bersemangat”, “progresif”, dan “revolusioner”.

Ternyata saya sudah berubah, saudara-saudara. :)

Dan ini adalah sebuah tulisan yang pernah saya tulis disana. Sebuah tulisan yang menyorot masalah pornografi dan pornoaksi. Sewaktu saya membacanya kembali, saya senyum-senyum sendiri. Tulisan ini disajikan dalam bentuk blockquote dan sedikit dikomentari dengan iseng. Judulnya adalah Apakah Saya P(a/o)rno ?




porno dan parno…

Book










No book has been able
to wrap me in paper,
to fill me up
with typography,
with heavenly imprints
or was ever able
to bind my eyes,
I come out of books to people orchards
with the hoarse family of my song,
to work the burning metals
or to eat smoked beef
by mountain firesides.

(Pablo Neruda : Ode to the Book)

  • cukup panjang
  • berisi review blog
  • melihat potret kesukuan
  • tidak ada unsur melecehkan







Seperti janji saya di [tulisan ini], saya berjanji akan memberikan review atau sedikit analisis atas blog-blog yang pernah dan sering saya kunjungi. Dan dari sekian banyak blog, akhirnya saya memilih salah satu blog untuk mencoba dibahas dengan sedikit serius.

Serius ?

Ya, karena setiap kali saya mengunjungi blog tersebut, saya tidak bisa menahan tawa. Selalu saja ada yang bisa membuat saya tertawa setelah membaca isi blog tesebut.

Dan blog yang saya review kali ini adalah :




menertawakan apa ?

Malas




lazy-chair







Apakah malas adalah lawannya rajin ?










Benar secara makna kata dalam bahasa tetapi belum tentu dalam aplikasi.

Karena saya bukan orang rajin, tetapi beberapa hari ini kemalasan yang hebat menimpa diri saya, seperti kanker yang menggerogoti sel-sel tubuh. Malas untuk melakukan apapun juga. Juga malas menulis, yang bukan sekedar hobi dan kesenangan, tetapi sudah menjadi sebuah kebutuhan. Dan apa yang saya lakukan selama ini tidaklah dikategorikan sebuah kerajinan. Tetapi apa yang saya rasakan beberapa hari ini adalah sebuah kemalasan.

Malas sepertinya adalah sebuah anugerah. Ketika kau tahu bahwa tubuhmu mampu untuk menolak segala hal yang kau inginkan. Mampu mengatakan tidak atas segala keinginan-keinginan dan kewajiban-kewajiban. Malas membuat saya sadar kalau saya tidak selalu berkuasa atas keinginan sendiri, bahkan yang paling menyenangkan sekalipun.

*terkecuali rasa malas adalah bagian dari keinginan* :lol:

Skeptis

  • tema filsafat
  • tentang skeptis
  • memusingkan










Beberapa hari kemarin saya sempat berdebat dengan seorang teman tentang topik yang tidak populer sama sekali. Yah, tidak populer karena bagi anda pembenci jidat berkerut, maka tema ini justru membuat jidat anda berkerut. Saya tidak menutup mata kalau saya lebih suka jidat berkerut daripada jidat nong-nong. :lol: Apalagi kalau lihat cewek cakep yang bukan saja jago senyum tapi jago bikin jidat berkerut. :mrgreen:

Temanya adalah skeptisisme dan menjadi seorang skeptis.

Saya adalah seorang skeptis, sama seperti beberapa begawan bloger lain yang ada di blogsphere. Maaf kalau saya tidak bisa menyebutkan nama mereka. Hal ini berhubungan dengan kerahasiaan informan. :mrgreen:

skeptis yang bikin penuaan dini… :)

Enaknya Silent Reader

Oh, ini pasti berita basi banget. Tapi saya menuliskannya demi kemaslahatan umat blogger di seluruh penjuru semesta ini. Dan juga demi kepuasan internal yang saya dapatkan dari menjelajah ke alam maya.

Setidaknya sudah banyak blogger lain yang pernah membahasnya. Misalnya Yang Dipertuan Agung Guhpraset soal RSS Buntung, Yang Dihormati Caplang tentang Silent Reader, dan Yang Dimuliakan Amed tentang WordPress.com dan RSS. Jadi saya hanya menambah apa-apa yang pernah ditulis oleh mereka Yang Dihormati itu.

Intinya, saya lebih suka membaca sebuah blog lewat RSS Reader, seperti Google Reader, Bloglines, atau yang lain. Bagi orang yang haus dan lapar informasi seperti saya ini, membaca banyak blog tentunya melelahkan. Apalagi saya bukan robot. Jadi memakai sarana yang memudahkan pekerjaan akan lebih bermanfaat.

Jadi saya minta dengan amat sangat kepada para bloger Yang Terhormat supaya kiranya dapat memudahkan diri saya yang sudah uzur dan berumur ini. Kiranya mau men-setting feed blognya supaya full text. Caranya bisa dilihat di blognya Caplang untuk yang memakai WordPress. Untuk yang lain saya kurang begitu tahu.

Saya selalu membaca hampir semua blog yang saya pasang di RSS Reader saya. Saya juga bukan seorang fast-reading, tetapi lebih sering menggunakan speed-reading. Metode membaca cepat tanpa kehilangan makna dan point-point penting dari sebuah tulisan sudah saya kuasai dengan cukup baik. Jadi saya tidak pernah takut untuk salah berkomentar karena dituduh tidak membaca keseluruhan tulisan.

Itu saja berita basi kali ini. Semoga blogger Yang Terhormat bisa menjadi maklum, sekali lagi demi kemaslahatan umat blogger dan kepuasan diri saya.

Amin.






















Tulisan yang tidak terkait :