MALAIKAT
Mentang-mentang punya sayapMalaikat begitu nyinyir dan cerewet
Ia berlagak sebagai makhluk baik
Tapi juga galak dan usil
Ia meniup-niupkan wahyu
Dan maut
Ke saban penjuru.
(Saeful Badar, 2007)
Pemberangusan puisi sebagai karya seni budaya adalah bukti kebarbaran cara berpikir. Seni adalah ruang terbuka dengan segala tafsir di dalamnya, dan tidak ada satu orangpun yang berhak memaku kebenaran tafsir seni menjadi miliknya sendiri.
Sebagai pencinta seni dan budaya, saya sangat menyesalkan usaha-usaha untuk memberangus karya seni dan budaya. Kita sudah merdeka. Apakah kita perlu merdeka lagi untuk memerdekakan karya seni dan budaya ?
Salam Kemerdekaan
Tulisan terkait :







Sip. Saya akan memuatnya juga besok, sebagai wujud rasa protes…
[...] Malaikat [...]
Sayangnya, Seni di negara kita ngga bisa berkembang bebas dengan segala tafsir di dalamnya.
Seni yang bagus adalah seni yang ‘direstui’ yang berkuasa saat itu…
bukan begitu Bang?
[...] Malaikat [...]
[...] Tempat mengaji belajar al qur’an, belajar sholat dan ilmu agama islam khususnya. Para malaikat rahmat akan menaungi orang yang menuntut ilmu agama. Siapa yang berdiam dengan niat ibadah akan [...]
Fer, gw belum updated soal masalah ini. Puisinya cuma satu yang diberangus atau banyak? Soalnya, kalau cuma puisi yang loe kutip, kayaknya standar2 aja.. hehehe..
Maksud gw, terlalu standard sampai nggak perlu diberangus
Tapi gw baca2 dulu deh sebelum komentar
As usual,
selalu aja yang marah orang yang gak berkepentingan, malaikatnya mah adem ayem
malaikat itu adalah sipir di panjara dunia ini. Dia selalu mengawasi dan tak segan segan menyiksa para tahanan jika tidak berkelakuan baik.. penjara dunia ini adalah penghalang kita untuk bertemu dengan Tuhan.Jadi jadi syah syah saja klo kita memprotes sipir.
Seharusnya para seniman yg bebas bablas berterima kasih pada ulama yg membrangus, mencekal dll.
Karena adanya mereka seniman itu jadi tenar dan terkenal seperti, Inul, Maria Eva dan kawan2 nya yg senasib.
Besok kita memperingati hari kemerdekaan, tapi apakah kita sudah bebas merdeka untuk bicara baik lisan maupun tulisan? tanpa takut terancam? .. tapi kita juga harus menyadari kebebasan kita dibatasi oleh kebebasan orang lain. Tidak bebas sebebasnya .. sehingga diperlukan kearifan .. bukan tentang benar – salah, menang – kalah.
[...] Mas Fertob [...]
[...] have no grammatical and lexical error. Surat ini mungkin menjadi pemicu…kenapa Kang Adhi, Bang Fertobhades, Danalingga dan tentunya Kekasih tercinta menuliskan hal hal bersifat simpatik pada pemberangusan [...]
Sementara saya berpartisipasi lewat komentar saja…
Kok bisa2nya karya sastra itu diberangus ya?
Nothing’s wrong!!!!!
WADUH..pembredelan seni emang udah dari dulunya sie.. soalnya para petinggi yang katanya membela nasib rakyat itu takut dengan seni. Dalam seni orang bisa bebas berkreasi termasuk menyindir sang pejabat itu, jadi daripada rugi mending dihabisin aja si seni itu sendiri yang notabene semakin menunjukkan betapa tidak merdekanya kita ini.
MERDEKA!!!
Main berangus ?
Itu hanya dilakukan oleh orang-orang yang merasa dirinya sebagai “Pemegang Hak Tunggal Kebenaran” jadi jangan coba2 berbeda deh sama “The Owner of God” ini..
puisi yg anehh,,
ngapain ngurusin malaikat?
**gak ngertii,,,**
[...] fertob [...]
memberangus itu apa seh ?
Eladalah.. puisinya bagus yaa.. kenapa diberangus? emang punya penyakit rabies? Kalo mau puisi2 lebih mbeling, baca puisi2 dari Remy Sylado.. (gini nih kalo penggemar doi..)